MATI RASA

MATI RASA
Bonchap 1 Mangga muda


__ADS_3

Alea menatap pria di depannya dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya. Pria itu baru saja datang. Kedua tangannya menenteng dua kantong plastik berisi mangga muda. Wajah tampannya terlihat sedikit cemberut. Rambutnya juga terlihat sedikit acak-acakan. Ada beberapa bintik kemerahan yang terlihat jelas di lengan kekarnya, juga di beberapa bagian tubuhnya yang bertelanjang dada.


Pria itu terlihat seksi dengan celana jeans robek di bagian lututnya tanpa kaos yang menutupi tubuh bagian atasnya. Dada bidangnya, dan juga perut ratanya terlihat jelas, membuat Alea menatap pria itu tanpa berkedip.


"Sayang, aku udah dapet apa yang kamu inginkan." Pria itu memberikan dua kantong berisi mangga muda yang diinginkan istri tercintanya. Sejak dari pagi, istri tercintanya itu merengek minta mangga muda. Mangga muda yang harus dia petik dari rumah tetangga.


Tetangga rumah Alea memang mempunyai beberapa pohon mangga di belakang rumah mewah mereka. Alea yang saat ini sedang hamil muda, meneteskan air liurnya saat melihat buah mangga itu bergelantungan di pohonnya, dan terlihat dari balkon rumahnya.


Mangga-mangga itu bergelayutan saat tertiup angin, membuat Alea ingin sekali memetik sendiri dan langsung memakannya.


"Sayang ...." Kenzo menatap Alea dengan heran. Perempuan itu bukannya mengambil kantong berisi mangga itu, tetapi malah tersenyum menatapnya tak berkedip.


"Sayang," panggil Kenzo sekali lagi.


Alea mendekati Kenzo, mengusap bekas kemerahan di tubuh Kenzo.


"Kenapa kau membiarkan mereka menggigitmu?" Alea mengusap beberapa tanda kemerahan di kulit Kenzo yang putih bersih. Telapak tangannya mengusap dada bidang pria itu dengan lembut, hingga turun ke perut ratanya yang terlihat seksi.


Kedua mata Alea berbinar menatap suaminya yang menurutnya terlihat sangat tampan siang ini.


"Sayang, Kenzo memejamkan matanya saat telapak tangan lembut Alea menyusuri kulit perutnya dan mengusap di sana.


"Sayang, aku udah petik beberapa mangga muda di tetangga sebelah. Bukankah, kau bilang ingin memakan mangga muda?" Kenzo bermaksud ingin meletakkan kantong berisi mangga muda itu ke atas meja. Namun, Alea segera menarik pinggang Kenzo, membuat tubuh pria itu langsung merapat di pelukan Alea.


"Aku sudah tidak menginginkannya lagi," ucap Alea. Tangannya kembali mengusap tanda-tanda kemerahan di tubuh Kenzo. Bintik-bintik kemerahan itu akibat gigitan semut yang ada di pohon mangga.

__ADS_1


"Kenapa kau membiarkan semut-semut nakal itu menggigitmu?" Alea mengulangi pertanyaannya.


Sementara Kenzo merasa heran melihat tingkah laku istrinya. Baru saja istri tercintanya itu merengek memintanya memetik mangga muda di tetangga sebelah. Dia bilang, dia ingin sekali makan rujak mangga muda. Akhirnya, dengan menahan malu, Kenzo datang ke rumah tetangga sebelah dengan ditemani sang istri, kemudian mengutarakan maksud kedatangannya.


Saat mendengar cerita Kenzo, tentang istrinya yang sedang mengidam, akhirnya sang pemilik rumah mengizinkan Kenzo memetik buah mangga miliknya. Namun, dengan satu syarat, Kenzo harus melepaskan kaos yang menutupi tubuh kekarnya. Si pemilik rumah sangat terpesona saat melihat penampilan Kenzo. Makanya, dia pun bermaksud mengerjai Kenzo.


Alea yang saat itu berada di samping suaminya menganggukkan kepalanya saat sang pemilik rumah mengajukan syarat. Toh! Hanya membuka kaosnya saja, bukan membuka seluruh pakaiannya, pikir Alea. Meski sebenarnya dia agak kesal, karena tidak rela tubuh suaminya dilihat orang lain.


Demi sang istri tercinta, akhirnya Kenzo menurut. Pria itu menuju ke belakang rumah kemudian mulai memanjat pohon. Saat Kenzo sedang asyik memetik mangga, Alea sakit perut, kemudian berpamitan pada Kenzo dan pemilik rumah kalau dia mau pulang.


Kenzo yang saat itu sedang memetik mangga sambil berperang melawan semut yang menggigit tubuhnya hanya mengiyakan saat istri tercintanya itu berpamitan. Sementara, sang pemilik rumah tak berkedip menatap tubuh kekar Kenzo yang berada di atas pohon. Kedua mulutnya bahkan terbuka, saat melihat tubuh Kenzo yang bertelanjang dada karena menuruti keinginannya. Perempuan itu bahkan tak mempedulikan ucapan Alea yang berpamitan padanya.


Meski sangat kesal dengan sang pemilik rumah, tetapi akhirnya Alea tetap beranjak pulang.


"Semutnya banyak banget tadi. Sudah disingkirin tapi masih saja menggigit tubuhku," ucap Kenzo sambil menggigit bibirnya, ketika tangan Alea mengusap perutnya dengan lembut hingga ke bagian bawahnya.


"Lagian kenapa kamu buka baju? Sengaja, ya, mau pamer tubuh kamu sama perempuan genit tadi." Bibir Alea mengerucut kesal, sementara Kenzo melongo mendengar ucapan istrinya.


"Bukannya kamu tadi yang menyuruhku buka baju?"


"Kau bisa saja menolak kan? Kenapa kau malah menuruti ucapanku?"


"Hah?" Kenzo membuka mulutnya, merasa kesal dengan perempuan hamil di depannya. Tetapi Kenzo meredam kekesalannya. Bisa-bisa dia salah lagi kalau ngomong sembarangan di depan istri tercintanya ini.


"Sayang, kalau aku tidak menuruti ucapan kamu, pasti si pemilik rumah tadi tidak akan mengizinkan aku memetik mangga miliknya. Bukankah kau sangat menginginkan mangga muda itu?"

__ADS_1


"Aku sudah tidak menginginkannya lagi," ucap Alea dengan begitu entengnya. Sementara Kenzo membuka mulutnya karena terkejut sekaligus kesal.


Bagaimana tidak kesal, susah payah dia memetik mangga itu dari pohonnya. Sudahlah di gigit semut, di pelototi sang pemilik rumah yang terpesona padanya, dan sekarang, dengan entengnya sang istri tercinta mengatakan tidak menginginkan buah mangga itu lagi.


Kenzo menatap wajah istrinya yang terlihat tidak merasa bersalah sama sekali. Semenjak hamil, Alea memang berubah menjadi menyebalkan. Perempuan di depannya ini setiap hari membuat aliran darahnya naik turun karena semua tingkah anehnya.


"Sayang ...." Kenzo kembali menggigit bibirnya. Ia menatap wajah istrinya yang terlihat berbinar menatap tubuh kekarnya. Tangan Alea bahkan sudah menyusuri punggungnya. Kenzo merapatkan tubuhnya saat telapak tangan Alea yang satunya lagi sudah memutar di area perut bagian bawahnya.


Alea mendongak menatap Kenzo tanpa menghentikan sentuhan tangannya.


"Aku sudah tidak menginginkan mangga itu lagi. Tapi aku menginginkan ini." Tangan Alea berhenti. Kenzo yang tidak tahan dengan tingkah Alea yang mempermainkannya, langsung menyambar bibir perempuan itu dengan rakus.


"Jangan membuatku kesal, Sayang, atau ... aku akan menghukummu!"


Alea tersenyum manis menatap suami tampannya itu. Entah mengapa, semenjak dia hamil, Alea merasa begitu tergila-gila pada pria di depannya ini.


"Aku sangat menyukai hukumanmu," ucap Alea dengan tatapan menggoda.


"Sayang, kau ini benar-benar ...." Kenzo dengan cepat mengangkat tubuh Alea, membuat perempuan itu memekik kaget, dan langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo.


"Aku akan menghukummu sampai kau berteriak minta ampun," bisik Kenzo di telinga Alea.


"Dengan senang hati aku akan menerima hukumanmu." Alea mengeringkan matanya.


'Sial!'

__ADS_1


Kenzo langsung menyambar bibir Alea, kemudian bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar tanpa melepaskan tautan bibirnya di bibir Alea.


__ADS_2