Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 9 ( Anak yang tidak diinginkan )


__ADS_3

Orangtua Mentari merasa kecewa dengan perbuatan yang telah Angga dan Jingga lakukan. Mereka tidak pernah menyangka kalau Angga yang selama ini selalu bersikap baik tega-teganya mengkhianati Mentari, dan lebih parahnya lagi Angga sudah berselingkuh dengan Jingga, Kakak Mentari sendiri.


"Bu, Angga bisa jelasin semuanya, semua itu tidak seperti yang Ibu pikirkan. Angga sudah dijebak oleh Jingga,"


"Mau dijebak atau tidak, itu bukanlah sebuah alasan Angga, sekarang lihat saja penampilan kalian saat ini, semua orang juga tau apa yang sudah kalian berdua lakukan, belum lagi dari mulut kalian berdua tercium bau alkohol. Ibu kecewa sama kamu Angga, Ibu kira kamu akan selalu setia terhadap Mentari, setelah dulu kamu berjuang begitu keras untuk mendapatkannya."


Ternyata penampilanku yang seperti ini bisa membuat semua orang tau dengan yang telah kita berdua lakukan. Kamu memang bo*doh Angga, untung saja tadi kamu bersikeras untuk langsung datang kemari tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu, ucap Jingga dalam hati dengan senyum penuh kemenangan.


Angga bukannya sadar dengan semua yang telah dia lakukan, tapi sekarang Angga malah menyalahkan semuanya terhadap Fajar.


"Aku tau Fajar, kalau kamu kan yang sudah menceritakan semuanya kepada orangtua Mentari bahwa semalam aku pergi dengan Jingga untuk bersenang-senang, dan aku juga sudah menuduh kamu dan Mentari berselingkuh, sampai akhirnya Mentari pendarahan?" ujar Angga yang saat ini merasa murka terhadap Fajar.


"Ooooh..jadi seperti itu cerita yang sebenarnya, makanya Mentari sampai pendarahan dan melahirkan secara prematur. Bagus sekali Angga, terimakasih karena kamu sudah menceritakan semuanya," ujar Bu Rima, sehingga membuat Angga merasa bingung.


"Kamu tau Angga, kalau Nak Fajar tidak mau menceritakan semua yang telah terjadi karena dia tidak mau disebut ikut campur urusan rumah tangga oranglain. Tapi akhirnya kami mengetahui semuanya langsung dari mulut kamu sendiri," ujar Bu Rima dengan tersenyum mengejek.


Angga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai, dan dia kembali menyesali semua perbuatannya.


Kenapa aku selalu saja berpikiran bodoh seperti ini, kenapa aku terus saja melakukan kesalahan, batin Angga dengan mengacak-acak rambutnya secara kasar.


"Sudahlah Angga, lebih baik sekarang kita pulang, percuma kita terus berada di sini, mereka juga tidak akan mengijinkan kita untuk melihat Mentari," ajak Jingga.


"Kamu pulang saja sendiri Jingga, aku masih ada keperluan," ujar Angga kemudian berdiri untuk mencari ruang bayi.


Jingga masih saja mengekor dibelakang Angga. Namun, Angga tidak menghiraukannya.


"Sus, maaf saya mau tanya, kalau bayinya Ibu Mentari yang mana ya?" tanya Angga kepada Suster.

__ADS_1


"Bayinya Bu Mentari yang masih berada dalam inkubator Pak."


"Apa boleh saya masuk untuk mengadzani mereka?" tanya Angga.


"Mereka semalam sudah langsung di adzanin oleh Ayahnya," jawab Suster sehingga membuat Angga kembali geram.


"Jenis kelamin si Kembar apa ya Sus?" tanya Angga yang merasa penasaran.


"Bayi Bu Mentari berjenis kelamin Laki-laki dan Perempuan, tapi sayang, mereka berdua sepertinya mengalami kelainan," ujar Suster.


"Kelainan apa Sus?" tanya Angga.


"Kemungkinan besar bayi yang laki-laki mengalami kebutaan, sedangkan yang perempuan mengalami lumpuh pada kakinya," jelas Suster, lalu pergi meninggalkan Angga yang terlihat mematung.


"Jadi Anak-anakku ca*cat? tidak mungkin, tidak mungkin bayiku ca*cat, mereka pasti bukan Anakku, aku tidak mau mempunyai Anak yang ca*cat," ujar Angga dengan berlari ke tempat parkir. Jingga yang melihat Angga menolak kedua Anaknya pun tersenyum puas.


......................


Di alam bawah sadar Mentari, saat ini Mentari merasa kalau dia berada di sebuah tempat yang sangat gelap, Mentari terus menangis karena dia tidak tau kemana arah untuk pulang.


Mentari sudah putus asa, karena dia masih tidak menemukan jalan meskipun sudah berlari ke sana ke mari, sampai akhirnya, tiba-tiba dia melihat cahaya terang di hadapannya.


"Mentari, Mentari, ayo kita pulang, aku dan Anak-anak sudah menunggumu," ucap seorang lelaki.


Mentari berjalan menuju cahaya putih yang sangat menyilaukan itu, kemudian dia melihat sosok Fajar yang merentangkan kedua tangannya.


"Mas Fajar," ucap Mentari.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu Mentari, sekarang ayo kita pulang, kasihan si Kembar sudah menunggumu," ucap Fajar.


"Jadi aku sudah melahirkan?" tanya Mentari yang dijawab oleh anggukan kepala serta senyuman Fajar.


Beberapa saat kemudian, Fajar yang saat ini tengah tertidur dengan menggenggam erat tangan Mentari merasakan pergerakan dari tangan Mentari.


"Mentari, apa aku bermimpi? sepertinya barusan aku merasakan pergerakan tangan Mentari," gumam Fajar yang kini telah terbangun dari tidurnya.


"Mentari, Mas mohon bangunlah sayang, kamu sudah satu bulan tidur, apa kamu tidak mau melihat kedua Anakmu? kasihan mereka, saat ini mereka membutuhkan kamu, begitu juga denganku, aku sangat mencintaimu Mentari, aku tidak mau sampai kehilanganmu," ucap Fajar dengan terus menggenggam erat tangan Mentari, serta menciuminya.


Dokter sudah menyarankan kepada Fajar supaya merelakan kepergian Mentari dan melepaskan semua alat bantu hidup yang menempel pada tubuhnya, karena Mentari sudah tidak mempunyai harapan untuk hidup. Akan tetapi, Fajar bersikeras bahwa Mentari akan kembali sadar, dan sudah satu bulan ini Fajar terus menungguinya di ruang ICU.


Kedua orangtua Mentari bahkan sudah lama tidak berkunjung, karena mereka tidak kuasa melihat Mentari yang sudah seperti mayat hidup, bahkan kedua orangtua Mentari sudah rela jika semua alat bantu hidup Anaknya di lepas, karena mereka kasihan kepada Fajar yang sudah mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk Mentari dan kedua cucunya. Sedangkan Angga yang masih berstatus Suaminya bahkan tidak pernah datang untuk sekedar menjenguk Anak dan Istrinya.


Setelah mengetahui jika Anak yang dilahirkan Mentari ca*cat, Angga langsung mengajukan gugatan cerai terhadap Mentari, bahkan dia menyertakan fhoto Fajar yang sedang memeluk Mentari dengan tuduhan bahwa Mentari telah berselingkuh, supaya Majelis Hakim segera mengabulkan gugatan cerainya.


Saat ini hanya Fajar satu-satunya orang yang selalu ada untuk Mentari, Fajar selalu yakin jika Mentari akan kembali sadar dari koma nya.


"Mas akan tetap menunggu kamu Mentari, karena Mas yakin keajaiban itu ada," ucap Fajar dengan terus menggenggam erat tangan perempuan yang sangat dicintainya.


Tiba-tiba Mentari kembali memberikan respon dengan menggerakkan tangannya, kemudian mata Mentari secara perlahan mulai terbuka.


"Mas Fajar," ucap Mentari dengan lirih.


"Mentari, aku tidak sedang berhalusinasi kan? aku harap aku sedang tidak bermimpi," gumam Fajar dengan meneteskan airmata.


"Mas Fajar," ucap Mentari lagi, sehingga Fajar terlonjak kaget.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ya Allah, Mentari, akhirnya kamu sadar juga," ucap Fajar kemudian bergegas menekan tombol untuk memanggil Dokter.


__ADS_2