Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 59 ( Karena yang tertutup itu lebih mahal )


__ADS_3

Hari ini Fajar dan Mentari akan membawa Raisya untuk Terapy, sedangkan Rasya dititipkan dulu di rumah Bu Rima dan Pak Hasan.


"Semoga terapy nya berjalan lancar ya, supaya Raisya nanti bisa cepat jalan," ujar Mentari yang di Amini oleh Fajar.


Sepanjang perjalanan Raisya terus saja berceloteh menanyakan semua yang dia lihat, dan semua itu membuat suasana di dalam mobil menjadi ramai.


Sesampainya di Rumah Sakit, mereka bertiga langsung masuk ke dalam ruangan Dokter, karena sebelumnya Fajar sudah membuat janji.


"Silahkan duduk Tuan dan Nyonya, biar saya periksa dulu kondisi Putri Anda," ujar Dokter.


Dokter memeriksa secara rinci keadaan kaki Raisya, kemudian Raisya Dokter suruh untuk menggerakkan kakinya secara perlahan.


"Kami akan berusaha sebisa mungkin supaya Raisya bisa secepatnya berjalan," ujar Dokter dengan terus memberikan terapy kepada Raisya.


Satu jam kemudian terapy Raisya pun telah selesai.


"Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu ya, tiga hari lagi Raisya datang ke sini lagi ya," ujar Dokter.


"Iya Dok, makasih," ucap Raisya.


"Terimakasih banyak ya Dok, kalau begitu kami permisi dulu," ucap Fajar, kemudian menggendong Raisya dan menggandeng Mentari untuk pulang.


Fajar dan Mentari langsung menuju rumah Bu Rima untuk menjemput Rasya, tapi tiba-tiba Rendra menelpon Fajar supaya datang ke kantor karena ada urusan penting.


"Padahal rencananya hari ini Ayah mau ngajak jalan-jalan Bunda sama Anak-anak, tapi sepertinya di kantor Rendra kerepotan."


"Gak apa-apa Yah, Ayah langsung ke kantor aja, tapi gak apa-apa kan kalau Bunda dan Anak-anak main dulu di sini? nanti Bunda bisa pulang di antar sama Pak Supri."


"Jangan sayang_," ucap Fajar.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Mentari yang mengira jika Fajar tidak mengijinkannya untuk main du di rumah orangtuanya.


"Ayah belum selesai udah main potong aja. Maksud Ayah jangan di antar Pak Supri, biar nanti Ayah ke sini lagi buat jemput Bunda dan Anak-anak."


"Tapi kasihan kalau nanti Ayah harus ke sini lagi, Ayah pasti cape kan pulang kerja," ujar Mentari yang merasa kasihan kepada Fajar, karena sesibuk apa pun, Fajar selalu perhatian terhadap keluarganya.


"Ayah kerja kan untuk keluarga, jadi sudah seharusnya Ayah selalu ada untuk kalian, dan obat cape Ayah bisa melihat kalian semua bahagia," ucap Fajar dengan mengecup kening Mentari.


"Ya sudah kalau begitu Ayah hati-hati ya," ujar Mentari dengan mencium punggung tangan Suaminya.


"Iya sayang, tolong sampaikan maaf juga sama Ibu dan Bapak karena Ayah gak bisa mampir dulu. Assalamu'alaikum," ucap Fajar kemudian kembali melajukan mobilnya.


Mentari tersenyum bahagia karena mempunyai Suami yang sangat perhatian dan pengertian seperti Fajar.


................


Sesampainya di kantor, ternyata Eliza sudah ada di depan ruang kerja Fajar untuk menunggu kedatangan Fajar.


"Tuan Fajar, saya sudah lama menunggu Anda," ucap Eliza dengan suara yang dimanja-manjakan.


"Maaf sudah lama menunggu, silahkan masuk Miss," ucap Fajar, sehingga Eliza sudah menyunggingkan senyumannya karena dia sudah berniat untuk menggoda Fajar.


"Rendra, saya minta kamu ikut masuk juga ke ruangan kerja saya," ujar Fajar, sehingga senyuman Eliza hilang seketika.


Setelah di dalam ruangan Fajar, Eliza pun merasa risih dengan keberadaan Rendra.


"Maaf Tuan Fajar, apa bisa kita berbicara berdua saja?" tanya Eliza.


"Maaf Miss, tidak sepantasnya dua orang yang bukan muhrim berada dalam satu ruangan, karena saya takut ada syetan yang menjadi orang ketiga," jawab Fajar tanpa menoleh sedikit pun kepada Eliza.

__ADS_1


"Kenapa Tuan Fajar tidak mau menatap saya pada saat berbicara? apa Tuan takut kalau akan tergoda dengan kecantikan dan keseksian tubuh saya?" tanya Eliza dengan percaya diri.


"Maaf sekali Miss, Anda salah, karena saya justru malu melihat pakaian yang Anda kenakan," jawab Fajar.


"Maksud Anda apa ya?" tanya Eliza yang belum mengerti perkataan Fajar.


"Tidak sepantasnya seorang perempuan mengumbar auratnya, apalagi di depan lelaki yang bukan muhrimnya, karena itu hanya akan menambah dosa Anda, serta membuat oranglain melakukan dosa juga," jawab Fajar.


"Sayang sekali kan jika punya body bagus kalau tidak diperlihatkan dan dipamerkan kepada oranglain," ujar Eliza yang tidak terima dengan perkataan Fajar.


"Anda salah, karena yang tertutup itu lebih mahal, dan seharusnya Anda paham perkataan saya," ucap Fajar sehingga membuat Eliza malu.


"Maaf Miss saya masih banyak pekerjaan, jadi kalau masih ada yang belum Miss pahami, Miss bisa menanyakannya kepada Asisten Renda," ucap Fajar dengan melangkahkan kaki untuk keluar dari ruang kerjanya.


"Tunggu Fajar," ujar Eliza dengan memegang jas yang dikenakan Fajar.


"Jaga batasan Anda Miss Eliza, kalau Anda ingin kerjasama kita terus berlanjut, Anda harus bersikap profesional," tegas Fajar, kemudian membuka Jas yang tadi sempat dipegang oleh Eliza dan memberikannya kepada Asisten Rendra.


"Ren, tolong buang atau kamu berikan kepada orang yang membutuhkan, karena saya tidak mau memakai sesuatu yang sudah dipegang oleh perempuan lain selain istri saya," ucap Fajar, kemudian meninggalkan kantor menuju kediaman orangtua Mentari.


Aku tidak akan memberikan celah sedikit pun untuk orang ketiga yang berusaha untuk masuk dan menghancurkan rumah tanggaku, batin Fajar yang selalu setia kepada Mentari seorang.


"Apa aku begitu menjijikan sehingga dia membuang jas nya," gumam Eliza.


"Tuan Fajar hanya tidak ingin memberikan celah untuk oranglain masuk ke dalam rumah tangganya, jadi saya harap Miss bisa bersikap profesional, karena sekuat apa pun Miss mendekati Tuan Fajar, tetap tidak akan bisa, karena cinta Tuan Fajar hanya untuk Nyonya Mentari," ujar Rendra yang sangat mengerti prinsip hidup Fajar, karena hanya akan ada satu wanita dalam kehidupan Fajar dan itu adalah Mentari, jadi Fajar tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke dalam kehidupannya apalagi menjadi orang ketiga.


"Maaf Miss, apa ada yang masih Anda ingin tanyakan tentang masalah pekerjaan?" tanya Rendra yang merasa risih karena ditinggal berdua di ruangan Fajar, apalagi melihat pakaian yang dikenakan oleh Eliza, sehingga Rendra terus saja menelan saliva nya.


"Tidak usah Ren, terimakasih banyak. Mulai sekarang sepertinya saya harus menjauhi Tuan Fajar, dan menyerah untuk berusaha mendapatkannya, karena dengan mendekatinya hanya mempermalukan diri sendiri, Kalau begitu saya pamit," ujar Eliza, kemudian keluar dari Angkasa Grup.

__ADS_1


"Sepertinya Miss Eliza benar-benar sudah menyerah untuk mendapatkan hati Tuan Fajar, bagus deh kalau seperti itu, tapi ngomong-ngomong kalau Miss Eliza tiap hari datang ke sini kemudian memegang barang-barang Tuan Fajar, berarti aku bakalan disuruh buang, daripada dibuang kan sayang, apalagi ini jas mahal, mendingan buat aku saja," gumam Rendra dengan tertawa.


__ADS_2