
Ratu dan Rayna saat ini terlihat saling memandang karena Rayna merasa pangling dengan penampilan Ratu yang sudah memakai jilbab, sedangkan Ratu takut salah orang karena melihat perut Rayna yang sudah terlihat membesar, padahal Ratu tidak pernah mengetahui pernikahan Rayna.
"Kak Rayna," ucap Ratu.
"Ratu," ujar Rayna dengan menitikkan airmata kebahagiaan karena akhirnya bisa bertemu dengan Adiknya.
Ratu dan Rayna langsung saja berpelukan untuk melepas rindu, dan Rayna begitu bahagia pada saat melihat perubahan pada diri Ratu.
Rayna kini mengajak Ratu untuk duduk di taman supaya mereka berdua bisa mengobrol dengan leluasa.
"Ratu apa kabar, Ratu baik-baik saja kan? Alhamdulillah sekarang Ratu sudah memakai jilbab, semoga selalu istiqomah ya," ujar Rayna yang di Amini oleh Ratu.
"Amin Kak, terimakasih ya do'anya. Kak, bagaimana bisa Kak Rayna ada di sini? kapan Kak Rayna menikah?" tanya Ratu.
"Kakak dan Kak Dimas sebenarnya telah menikah secara siri, karena Kak Dimas berniat untuk melakukan resepsi pernikahan kita setelah Om Fajar dan Tante Mentari pulang ke Indonesia. Namun, ternyata setelah kami menikah, Kak Dimas baru menyadari kalau yang sebenarnya dia cintai adalah Raisya dan Kak Rayna hanya dia jadikan sebagai pelarian saja."
"Tidak bisa begitu dong Kak, Kak Dimas harus bertanggungjawab, bagaimanapun juga kalian sudah sah menjadi Suami istri, jadi Kak Dimas harus berusaha untuk melupakan Raisya, apalagi saat ini Kak Rayna sedang hamil," ujar Ratu.
"Tadinya Kak Dimas berniat untuk membuat kejutan dengan memberitahukan pernikahan kami kalau Om Fajar dan Tante Mentari pulang dari Singapura, tapi ternyata pada saat mereka pulang, kami yang dibuat terkejut oleh kenyataan bahwa Kak Rayna dan Kak Dimas adalah saudara satu Ayah," ujar Rayna dengan tertunduk sedih.
"Jadi pernikahan kalian secara Agama tidak sah karena kalian berdua masih satu darah?" tanya Ratu yang sangat terkejut saat mendengarnya.
__ADS_1
"Iya, kamu benar Ratu, Pernikahan Kakak dan Kak Dimas tidak akan Sah karena kami berdua masih memiliki hubungan darah. Jadi, Kak Rayna memilih untuk pergi dari rumah."
"Apa Nenek dan Kakek mengetahui tentang semua ini?" tanya Ratu.
"Belum Ratu, Kakak takut mereka akan syok jika mengetahui semuanya, karena pada kenyataannya, mendiang Ibu kandung kita telah merebut Ayah dari Kak Dimas dan Kak Dita sehingga menyebabkan Ibu mereka bunuh diri."
"Astagfirullah, ampuni kesalahan yang telah Ibu kami lakukan semasa hidupnya Ya Allah," ucap Ratu dengan menangis.
"Semuanya sudah terjadi, dan yang hanya bisa kita lakukan saat ini adalah terus mendo'akan mendiang orangtua kita, meskipun Kakak dan Ratu tidak pernah mengingat mereka dan merasakan kasih sayangnya, tapi tidak akan ada kita di Dunia ini apabila tidak ada mereka. Dan salah satu amalan yang tidak akan pernah putus adalah do'a Anak yang Saleh," ujar Rayna dengan memeluk tubuh Ratu.
"Iya Kak Rayna benar. Apa Kak Dimas tau kalau Kak Rayna hamil?" tanya Ratu.
"Kak Dimas tau, tapi dia terlihat marah sama Kak Rayna dan berusaha menjauhi Kakak pada saat mengetahui kalau Kakak adalah Anak dari pelakor yang telah membuat Ibunya meninggal dunia. Kak Rayna mengerti bagaimana perasaan Kak Dimas, dan Kakak tidak menyalahkannya, karena mungkin jika Kakak ada dalam posisi Kak Dimas, Kakak juga akan melakukan hal yang sama."
"Oh iya, apa Ratu pernah mendengar tentang kabar Om Fajar dan Tante Mentari saat ini? karena pada saat Kak Rayna pergi, Om Fajar sedang dirawat karena terkena serangan jantung."
"Kemarin saat menelpon Mama Stella, Mama Stella bilang kalau Raisya dan Nenek Sandra bulan depan akan pulang ke Indonesia untuk liburan semester, dan Mama tidak bilang apa pun tentang Om Fajar dan Tante Mentari, semoga saja mereka baik-baik saja ya Kak."
"Iya Amin. Selama ini keluarga Tante Mentari sudah sangat baik kepada kita, dan Kakak berharap Kak Dimas dan Raisya bisa segera bersatu dalam ikatan suci pernikahan."
"Sungguh mulia hati Kak Rayna, semoga Kakak bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Kak Dimas ya."
__ADS_1
Rayna tidak mengucapkan Amin pada saat mendengar perkataan Ratu, karena dia tidak pernah memikirkan tentang sebuah pernikahan lagi, apalagi saat ini dia tengah hamil, dan yang Rayna pikirkan saat ini adalah nasib dari bayi yang berada dalam kandungannya.
"Yang Kakak pikirkan saat ini adalah nasib bayi yang berada dalam kandungan Kakak, Kakak tidak tau bagaimana nasibnya nanti saat lahir ke dunia ini, karena Ayahnya sendiri tidak menginginkannya."
Ratu merasa kasihan dengan nasib Rayna, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Rayna.
"Kakak yang sabar ya, semoga semuanya akan baik-baik saja." Sepertinya aku harus bicara kepada Kak Dimas, meskipun Kak Dimas tidak bisa menikahi Kak Rayna, tapi aku yakin kalau dia akan bersedia untuk menafkahi darah dagingnya sendiri, ucap Ratu dalam hati.
Bu Salamah saat ini memanggil Ratu untuk berangkat ke tempat pengajian yang akan di adakan di tempat lain, dan dengan berat hati Rayna dan Ratu akhirnya harus berpisah.
"Kakak jaga diri baik-baik ya, kalau ada apa-apa Kak Rayna bisa menghubungi Ratu. Kalau keponakan Ratu sudah lahir, Kak Rayna jangan lupa kasih tau Ratu juga ya. Ratu pasti akan sangat merindukan Kak Rayna," ujar Ratu dengan memeluk tubuh Rayna.
"Iya pasti, nanti Kakak akan memberitahu Ratu kalau sudah lahiran. Ratu juga jaga diri baik-baik ya, kalau Ratu ada waktu jangan lupa main ke Bogor untuk menengok Kakek dan Nenek juga keluarga Tante Mentari," ujar Rayna dengan menitikkan airmata, begitu juga dengan Ratu, sampai akhirnya mereka berdua kembali berpisah dan pertemuan itu terasa sangat singkat untuk kedua Adik Kakak yang baru saling mengakui tersebut.
......................
Raisya dan Putra saat ini sudah semakin dekat, meskipun mereka hanya saling berkomunikasi lewat chat akan tetapi entah kenapa Raisya merasa nyaman dengan sosok Putra yang sebenarnya adalah Dimas.
"Kenapa ya aku merasa kalau aku dan Putra sudah lama saling mengenal, bahkan aku tidak sungkan untuk menceritakan masalahku kepadanya, padahal kita berdua kan belum pernah bertemu," gumam Raisya.
Dimas masih belum jujur kepada Raisya tentang identitasnya yang sudah berpura-pura menjadi Putra, karena Dimas takut kalau Raisya akan marah, sampai akhirnya Dimas memutuskan untuk mengakui semuanya kepada Raisya pada saat nanti Raisya pulang ke Indonesia untuk liburan semester.
__ADS_1
"Biarlah saat ini aku menjadi Putra supaya aku bisa dekat terus sama kamu Raisya," gumam Dimas yang tengah memandangi foto Raisya pada layar handphonenya.