Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 104 ( Malam bersejarah )


__ADS_3

Dimas masih diam mematung karena tidak percaya jika Raisya berani menciumnya di depan umum, sampai akhirnya Dimas tersadar ketika Raisya menggoyangkan lengannya.


"Kak Dimas kenapa diam saja? Sebaiknya sekarang kita kembali ke Rumah Sakit, Raisya sudah kangen sekali sama Baby Al."


"Apa Raisya sengaja menggoda Kak Dimas di depan umum?" bisik Dimas, sontak saja perkataan Dimas membuat Raisya tersipu malu.


"Apa Kak Dimas marah?"


"Kenapa harus marah? Justru Kak Dimas sangat bahagia karena ternyata Istri kecil Kak Dimas sekarang sudah dewasa," ujar Dimas dengan mencubit pipi Raisya yang selalu membuatnya merasa gemas.


......................


Dimas dan Raisya sudah berada di Bandung selama satu bulan, karena Baby Al masih belum diijinkan pulang dan harus dirawat selama satu minggu lagi.


"Sayang, besok Teman kuliah Kak Dimas mengundang kita ke acara pernikahannya. Kebetulan acaranya di Lembang. Apa Raisya tidak keberatan kalau kita pergi ke sana?"


"Tapi bagaimana dengan Baby Al kalau kita pergi? Raisya juga tidak membawa gaun."


"Kita bisa menitipkan Baby Al sama Suster, lagian selama ini juga kita hanya bisa menunggu Baby Al di luar ruang bayi. Kalau masalah gaun, hari ini kita masih sempat membelinya."


"Ya sudah, kalau begitu nanti kita minta tolong dulu sama Suster supaya bisa menjaga Baby Al," ujar Raisya.


Keesokan paginya, Raisya dan Dimas berangkat menuju Lembang setelah menitipkan Baby Al.


"Sayang, hari ini Raisya cantik sekali," puji Dimas dengan mencium tangan Raisya saat keduanya berada di perjalanan.


"Maaf, Raisya gak punya receh," ujar Raisya dengan terkekeh, dan Dimas selalu merasa bahagia ketika melihat Raisya tertawa.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, keduanya sampai di acara Pernikahan Teman Dimas yang bernama Sandi.


"San, selamat ya, akhirnya kamu nikah juga," ucap Dimas saat menyalami kedua mempelai ke atas pelaminan.


"Terimakasih banyak, kamu sudah nyempetin hadir. Oh iya, Dimas, kamu kapan nyusul?" tanya Sandi.


"Aku sudah nikah satu bulan yang lalu. Ini Istri aku, namanya Raisya," jawab Dimas dengan memperkenalkan Raisya kepada Sandi dan Istrinya.


"Kenapa kalian tidak mengundangku?" tanya Sandi.


"Kami belum sempat mengadakan resepsi. Mungkin bulan depan kami baru bisa mengadakan resepsi pernikahan, dan kami pasti mengundang kalian."


"Oh iya, fans berat kamu juga datang ke sini. Aira pasti patah hati kalau mendengar kamu sudah menikah, dari dulu dia kan selalu mengejar-ngejar kamu," ujar Sandi dengan terkekeh.


Raisya terlihat cemberut ketika mengetahui ada seorang perempuan yang pernah mengejar-ngejar Dimas.


"Sandi, kamu tidak perlu membahas tentang Aira di depan Istriku, bisa-bisa malam ini aku disuruh tidur di luar," ujar Dimas dengan tertawa, padahal sebenarnya Dimas dan Raisya belum pernah tidur satu kamar karena mereka selalu menjaga Baby Al di Rumah Sakit.


Dimas dan Raisya turun dari pelaminan setelah berfoto dengan kedua mempelai, karena banyak orang yang mengantri ingin mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.

__ADS_1


"Sayang, Raisya mau makan apa?" tanya Dimas.


"Raisya sudah kenyang."


"Perasaan dari tadi siang kita masih belum makan."


"Raisya kenyang makan ati," ujar Raisya yang masih merasa cemburu.


"Sayang, apa Raisya cemburu? Raisya harus tau, dari dulu Kak Dimas tidak pernah menyukai Aira, jadi jangan terlalu dipikirkan. Lagian sekarang Kak Dimas sudah menjadi milik Raisya," ujar Dimas dengan mendekatkan wajahnya.


Raisya merasa gugup, sampai akhirnya Raisya pamit ke kamar mandi.


"Kak, Raisya ke kamar mandi dulu ya."


"Apa mau Kak Dimas antar?"


"Tidak perlu Kak, Raisya bukan Anak kecil, jadi gak bakalan nyasar."


"Ya sudah, hati-hati ya sayang," ujar Dimas dengan mengusap lembut kepala Raisya.


Setelah kepergian Raisya, seorang perempuan cantik dan seksi menghampiri Dimas.


"Dimas, apa kabar?" tanya Aira.


"Maaf, apa kita saling kenal?" tanya Dimas, karena penampilan Aira yang tadinya culun dan memakai kacamata, kini telah berubah menjadi perempuan cantik dan seksi.


Dimas terkejut melihat perubahan Aira, tapi Dimas sama sekali tidak tertarik ketika melihat perempuan yang mengumbar auratnya.


"Maaf Aira, aku tidak mengenali kamu."


"Sekarang aku sudah berubah Dimas, aku bukan Aira gadis culun lagi, dan aku melakukan semua ini demi kamu. Aku selalu menunggu kamu membuka hati untukku, makanya sampai saat ini aku masih belum menikah," ujar Aira dengan memegang tangan Dimas, tapi Dimas langsung menepisnya.


"Maaf Aira, tapi aku sudah menikah."


"Kamu tidak perlu berbohong Dimas, buktinya kamu datang ke sini sendirian."


Dimas dan Aira terkejut ketika mendengar suara seorang perempuan yang menghampiri mereka.


"Maaf, tapi Kak Dimas datang ke sini tidak sendirian, karena Kak Dimas datang bersama Istrinya_"


Perkataan Raisya terhenti karena Aira langsung memotongnya ketika melihat wajah Raisya.


"Kamu Raisya Adik sepupunya Dimas kan? Dulu Dimas selalu menceritakan kamu kepada semua orang, bahkan saat ke kampus pun dia selalu membawa fhoto kamu. Sekarang kamu sudah dewasa dan cantik. Perkenalkan, namaku Aira, aku calon pacarnya Dimas," ujar Aira dengan mengulurkan tangannya pada Raisya.


"Senang bertemu dengan Anda. Perkenalkan nama saya Raisya, dan saya adalah Istrinya Kak Dimas," ujar Raisya dengan penuh penekanan.


Aira begitu terkejut ketika mendengar perkataan Raisya. Wajah Aira yang tadinya tersenyum, berubah menjadi pucat pasi, karena Aira tidak bisa menerima Dimas menikah dengan perempuan lain.

__ADS_1


"Tidak, tidak mungkin, kalian pasti sengaja membohongiku."


"Terserah Anda mau percaya atau tidak. Sayang, sebaiknya sekarang kita pulang saja, suasana di sini membuat hatiku panas," ujar Raisya dengan menggandeng Dimas ke luar dari pesta.


"Sayang, jangan marah ya," ucap Dimas dengan tatapan memohon.


"Baru juga ditinggal ke kamar mandi, sudah ada perempuan gatal yang datang minta digaruk," gerutu Raisya.


Saat berada di perjalanan pulang, Raisya masih saja cemberut dan tidak mau berbicara dengan Dimas. Sampai akhirnya Raisya angkat suara ketika Dimas menepikan mobilnya di halaman sebuah vila.


"Kak, kenapa mobilnya berhenti di sini? Memangnya ini vila milik siapa?"


"Sekarang sudah malam, jadi sebaiknya kita menginap di sini. Hujan juga masih belum berhenti, takutnya jalanan longsor kalau kita melanjutkan perjalanan," ujar Dimas, kemudian membuka pintu untuk Raisya.


Saat masuk ke dalam vila, Raisya dan Dimas dalam keadaan basah kuyup karena terkena air hujan.


"Bagaimana ini, kita tidak membawa baju ganti?" ujar Raisya yang terlihat kedinginan.


Dimas menyalakan api supaya keduanya merasa hangat, kemudian Dimas membuka pakaian yang ia kenakan dan hanya menyisakan celana bo*xer saja.


Raisya terlihat gugup ketika melihat tubuh Dimas yang setengah telanjang.


"Kalau begitu Raisya buka saja pakaiannya, di sini juga hanya ada kita berdua," ujar Dimas dengan mendekatkan tubuhnya pada Raisya.


Jantung Raisya berdetak kencang ketika Dimas membantu membuka gaun yang ia kenakan, dan Dimas menelan saliva nya ketika melihat tubuh mulus Raisya.


"Kak, jangan lihat, Raisya malu," ujar Raisya dengan menyilangkan kedua tangan untuk menutupi tubuhnya.


"Kenapa harus malu? Kita sudah menjadi Suami Istri," ucap Dimas dengan memeluk tubuh Raisya, kemudian membawa Raisya berbaring di atas ranjang supaya tidak merasa kedinginan lagi.


Nafas Dimas terdengar memburu, karena saat ini hasratnya sudah tidak dapat dibendung lagi.


Dimas mendekatkan bibirnya, dan Raisya hanya bisa pasrah ketika Dimas menciumi setiap jengkal tubuhnya.


Keduanya sampai lupa daratan, bahkan tanpa sadar keduanya sudah sama-sama polos.


"Apa boleh Kakak melakukannya?" tanya Dimas yang meminta persetujuan terlebih dahulu dari Raisya sebelum Dimas melakukan kewajibannya sebagai seorang Suami.


Raisya hanya tersenyum serta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, karena sudah seharusnya Raisya melakukan kewajibannya sebagai seorang Istri.


Akhirnya, setelah satu bulan pernikahan, Raisya dan Dimas melewati malam pertama yang indah yang tidak akan pernah mereka lupakan.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2