Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 133 ( Malu malu kucing)


__ADS_3

Rasya dan Alea masih tidak menyangka jika saat ini mereka telah resmi menjadi pasangan Suami Istri, apalagi sebelumnya Alea dan Rasya tidak berpacaran.


Alea mencium punggung tangan Rasya setelah keduanya saling bertukar cincin pernikahan, kemudian secara perlahan Rasya mencium kening Alea.


Deg deg deg


Jantung keduanya berdetak kencang karena baru kali ini Rasya dan Alea bersentuhan dengan lawan jenis.


"Dunia terasa milik berdua," goda Fajar kepada pasangan pengantin baru tersebut, apalagi Rasya terlihat enggan melepaskan bibirnya dari kening Alea.


"Yah, jangan godain Rasya sama Alea terus, Ayah seperti tidak pernah muda saja," ujar Mentari kepada Fajar sehingga membuat Rasya dan Alea salah tingkah.


Semua yang berada di sana bergantian mengucapkan selamat dan do'a untuk pasangan pengantin baru.


"Nak, semoga Rasya dan Alea selalu diberikan kebahagiaan serta menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah," ucap Mentari yang di Amini oleh semuanya.


"Amin, terimakasih banyak semuanya," ucap Rasya dan Alea secara bersamaan.


"Rasya, mulai sekarang Papa serahkan tanggung jawab Alea kepada Rasya. Papa yakin jika Rasya akan menjadi imam yang baik untuk Alea," ucap Papa Wisnu dengan memeluk Rasya dan Alea.


"InsyaAllah Rasya akan berusaha menyayangi serta melindungi Alea dengan segenap jiwa dan raga Rasya, karena sekarang Alea sudah menjadi tanggung jawab Dunia dan Akhirat untuk Rasya."


Raisya menitikkan air mata ketika melihat kebahagiaan Rasya dan Alea yang tengah berfoto di atas pelaminan, karena Raisya sangat merindukan Dimas.


Kak, kapan Kakak dan Baby Al akan pulang? Raisya kangen banget sama kalian, ucap Raisya dalam hati.


......................


Malam pun kini telah tiba, dan pasangan pengantin baru pun telah memasuki kamar pengantin.


Alea dan Rasya masih terlihat malu-malu kucing ketika hanya berduaan di dalam satu kamar yang sudah di dekorasi dengan begitu indah.


"Alea, sebaiknya sekarang kamu membersihkan diri dulu," ujar Rasya yang masih belum berani mendekati Alea.


"Kalau begitu Alea ke kamar mandi dulu Mas," ucap Alea dengan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Alea yang berjalan dengan buru-buru, tidak sengaja menginjak gaun pengantin yang masih ia kenakan, sampai akhirnya Alea menabrak tubuh Rasya yang berada di hadapannya.


Burgh

__ADS_1


Alea terjatuh di atas tubuh Rasya dengan bibir keduanya yang saling menempel.


Netra keduanya saling mengunci dengan debaran jantung yang berdetak kencang.


"Ma_maaf," ucap Alea dengan melepaskan ciuman mereka.


"Kenapa harus meminta maaf? Kita sudah menjadi pasangan yang halal," ujar Rasya dengan tersenyum.


Ternyata begini rasanya ciuman, ucap Rasya dan Alea dalam hati, dan Rasya tersenyum bahagia ketika mendengar suara hati Alea.


Jadi itu adalah ciuman pertama Alea juga? ucap Rasya dalam hati.


Rasya membantu Alea bangun dari atas tubuhnya, kemudian Rasya menawarkan diri untuk membantu membuka pakaian Alea, karena Alea terlihat kesusahan membukanya.


"Sebaiknya Mas bantu membuka pakaiannya," ucap Rasya.


"Ta_tapi, Alea malu," ucap Alea dengan tertunduk malu.


"Kita sudah menjadi Suami istri, jadi kita harus mulai terbiasa, karena Istri adalah pakaian untuk Suami, dan Suami adalah pakaian untuk Istrinya," ucap Rasya dengan menurunkan resleting pakaian Alea.


Gluk


Rasya menelan ludahnya secara kasar ketika melihat keindahan tubuh Alea yang saat ini berada di depan matanya, kemudian Rasya memalingkan wajahnya, karena bagaimanapun juga Rasya adalah lelaki normal.


"M_mas baik-baik saja," jawab Rasya yang terlihat gugup.


"Kalau begitu Alea mandi dulu."


Ketika Alea hendak melangkahkan kakinya ke kamar mandi, Rasya melangkahkan kakinya menuju ranjang, sehingga membuat tubuh keduanya kembali bertabrakan.


"Mas saja duluan," ucap Alea.


"Alea saja," ujar Rasya dengan menggeserkan tubuhnya supaya Alea bisa lewat.


Setelah Alea masuk ke dalam kamar mandi, Rasya membaringkan tubuhnya di atas ranjang pengantin, dan Rasya senyum senyum sendiri ketika membayangkan kejadian tadi ketika dirinya dan Alea tidak sengaja berciuman.


"Apa seperti ini rasanya jatuh cinta? Tapi aku tidak ingin memaksa Alea untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Istri sampai Alea benar-benar siap dan bisa menerimaku sebagai Suaminya," gumam Rasya.


Beberapa saat kemudian, Alea ke luar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan sebuah lingerie seksi pemberian dari Mentari.

__ADS_1


Lagi lagi Rasya menelan saliva nya ketika melihat kecantikan dan keindahan tubuh Istrinya tersebut.


"Ke_kenapa Mas melihat Alea seperti itu? apa Alea tidak pantas mengenakan pakaian seperti ini? Ini pakaian pemberian Bunda, tapi kalau Mas tidak suka, Alea akan kembali menggantinya, Alea juga merasa risih menggunakan pakaian kurang bahan seperti ini," cerocos Alea.


Alea mengambil pakaiannya dari dalam lemari, dan Alea begitu terkejut ketika Rasya memeluk tubuhnya dari belakang.


"Tidak perlu diganti, memakai pakaian apa pun kamu terlihat cantik," bisik Rasya pada telinga Alea.


Deg deg deg


Jantung Alea berdetak kencang ketika merasakan embusan nafas Rasya pada tengkuk lehernya, dan bulu kuduk nya meremang ketika Rasya memberikan beberapa kecupan pada leher jenjangnya.


"Alea, maaf Mas sudah lancang. Mas tidak akan memaksa kamu untuk melakukan kewajiban kamu sebagai seorang Istri sampai kamu benar-benar siap dan bisa membuka hati untuk Mas," bisik Rasya, kemudian melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi.


Alea yang merasa gugup masih diam mematung menatap kepergian Rasya.


"Sekarang aku sudah menjadi seorang Istri, sudah seharusnya aku melayani Suamiku," gumam Alea yang menyadari jika saat ini dirinya sudah menjadi Istri Rasya.


Alea merias wajahnya dengan mengoleskan make up tipis serta menyemprotkan farpum pada tubuhnya, karena Alea sudah memutuskan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Istri.


Alea menunggu Rasya ke luar dari dalam kamar mandi dengan duduk di tepi ranjang, dan saat ini Alea merasa gugup karena takut tidak bisa melayani Suaminya dengan baik.


Rasya ke luar dari dalam mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan pada pinggangnya, karena sebelumnya Rasya lupa membawa pakaian ganti yang masih berada di dalam kamarnya yang dulu.


Sekarang giliran Alea yang menelan ludah ketika melihat roti sobek pada perut Rasya, karena baru kali ini Alea melihat tubuh seorang laki-laki yang bertelanjang dada.


"Alea, kenapa kamu belum tidur? kenapa wajah kamu memerah? Apa kamu demam?" tanya Rasya.


Rasya menghampiri Alea, karena dari tadi Alea tidak menjawab pertanyaan Rasya, kemudian Rasya menempelkan punggung tangannya pada dahi Alea.


"Alea baik-baik saja Mas," ucap Alea dengan menundukkan kepalanya.


"Syukurlah kalau begitu. Sebaiknya kamu sekarang istirahat, aku mau ngambil baju dulu ke kamar ku."


Ketika Rasya hendak membalikan tubuhnya, Alea tidak sengaja menarik handuk Rasya sehingga membuat handuk Rasya terjatuh ke atas lantai.


"Aaaaaaaa" teriak Alea dengan menutup kedua matanya menggunakan tangan ketika melihat Rasya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2