Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 39 ( Cacat fisik tetapi tidak cacat hati )


__ADS_3

Stella merasa takjub dengan kedua Anak Mentari yang spesial, karena meskipun mereka terlahir dengan kekurangan, tapi mereka mempunyai kelebihan. Stella bahkan merasa malu, karena Anak sebesar Rasya sudah hapal banyak surat dalam Al-qur'an.


Stella melihat wajah Rasya seperti melihat wajah Angga pada saat masih kecil.


Rasya mirip sekali dengan Kak Angga waktu kecil, padahal kami sudah memfitnah Mentari dan menuduhnya berselingkuh dengan Fajar, ucap Stella dalam hati.


"Stella, kenapa Ratu bisa ikut sama kamu? Bukannya dulu kamu hamil juga?" Tanya Mentari karena mendengar Ratu memanggil Mama kepada Stella.


"Sebenarnya dulu aku hamil Anggur Kak, jadi Dokter melakukan kuret untuk membersihkan rahimku. Dan sebagai gantinya, aku mengurus Ratu dari semenjak dia dilahirkan, dan Kak Jingga memberikannya kepadaku karena dia tidak mau mempunyai Anak perempuan lagi," jawab Stella.


"Innalillahi, maaf ya Stella aku tidak tau. Kamu yang sabar ya, suatu saat kamu pasti bisa hamil lagi. Kak Jingga masih saja belum berubah, kenapa dia sampai tega tidak mau mengurus darah dagingnya sendiri," ujar Mentari yang selalu tidak habis pikir dengan kelakuan Jingga.


"Iya Kak, tidak apa-apa. Rayna juga sekarang aku yang urus karena kami sudah tidak bisa menggaji Baby Sister," ujar Stella.


"Terimakasih ya Stella, kamu sudah bersedia merawat Anak-anak Kak Jingga," ucap Mentari.


"Iya, sama-sama Kak, Ratu sudah aku anggap seperti Anak kandungku sendiri, meskipun dia tidak terlahir dari rahimku," jawab Stella dengan tersenyum, padahal dulu waktu Mentari tinggal bersama mereka, Stella selalu saja ketus dan tidak pernah menampakkan senyumnya.


Beberapa saat kemudian, Mommy Sandra bangun dari pingsannya, dia langsung celingukan karena pada saat terbangun dia sudah berada di sebuah kamar yang mewah.


"Apa aku sudah meninggal ya? Apa ini di Surga? Gak apa-apa deh aku meninggal juga kalau langsung masuk Surga, daripada tinggal dengan Jingga, sama saja seperti tinggal di dalam Neraka," gumam Mommy Sandra.


Stella yang mendengar suara Mommy Sandra pun langsung menghampirinya.


"Alhamdulillah Mommy udah sadar? Mommy gak kenapa-napa kan?" Tanya Stella.


"Lho, kenapa kamu ikut Mommy ke Surga juga Stella."


"Kepala Mommy gak terbentur kan? Sejak kapan orang jahat seperti Mommy masuk Surga," celetuk Stella.


"Dasar Anak durhaka kamu, bukannya do'ain orangtua supaya masuk Surga. Terus sekarang kita berada dimana? kamarnya bagus banget, kasurnya juga empuk, baru pertama kali Mommy tidur di kamar semewah ini, rasanya Mommy gak mau bangun. Oh iya Ratu mana?" Tanya Mommy Sandra.


"Kita berdua saat ini sedang berada di rumah Kak Mentari Mom, dan Ratu sedang bersama Bu Rima" jawab Stella.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu panggil si Menantu Benalu dengan sebutan Kakak? kamu gak terbentur juga kan?" Tanya Mommy Sandra.


"Sejak hari ini Mom, Stella sangat malu kepada Kak Mentari dan keluarganya, karena Kak Mentari masih tetap baik sama kita meskipun kita sudah jahat sama dia. Mulai sekarang kita harus berubah Mom," ujar Stella.


"Gimana nanti saja deh, kalau ada duitnya baru Mommy bakalan bersikap baik sama dia, kalau gak ada ogah banget," ujar Mommy Sandra sehingga membuat Stella geleng-geleng kepala.


Mommy Sandra dan Stella akhirnya keluar dari kamar, dan Mommy Sandra begitu terkejut pada saat melihat wajah Rasya yang begitu mirip dengan Angga.


Apa dia Anak Angga? Kenapa dia begitu mirip dengan Angga pada saat masih kecil, padahal selama ini aku selalu menuduh Mentari selingkuh dengan Fajar, ucap Mommy Sandra dalam hati.


"Rasya Anak Ayah Fajar, bukan Anak Ayah Angga, Nenek Jahat," ucap Rasya tiba-tiba.


Lho kenapa Anak itu tau isi hatiku, padahal dia kan buta, kenapa juga dia tau aku Nenek-nenek, batin Mommy Sandra.


Mentari yang melihat wajah Mommy Sandra bingung pun langsung angkat bicara.


"Rasya memang tidak bisa melihat, tapi hatinya lebih peka dari penglihatan manusia normal, karena dia berikan kelebihan oleh Allah SWT bisa mengetahui isi hati seseorang."


"Tidak apa cacat fisik, yang penting tidak cacat hati," jawab Mentari dengan tersenyum.


Bu Rima yang mendengar perkataan Mommy Sandra pun merasa geram.


"Dasar manusia belagu, udah ditolongin bukannya ngucapin terimakasih," sindir Bu Rima.


"Maaf ya Bu, Kak, atas sikap Mommy," ucap Stella.


"Stella, ngapain kamu minta maaf segala sama mereka?" tanya Mommy Sandra.


"Mommy kok gitu sih? Bagaimanapun juga mereka adalah Cucu Mommy juga, dan ini adalah rumah Kak mentari, jadi kita harus bersikap sopan," bisik Stella.


Lagi-lagi Rasya angkat suara.


"Bukan, dia bukan Nenek Rasya," ucap Rasya.

__ADS_1


"Rasya sayang, Rasya tidak boleh bicara seperti itu ya, itu namanya tidak sopan," ucap mentari dengan memeluk Rasya.


"Iya Bunda," jawab Rasya yang selalu menuruti perkataan Mentari.


"Stella, sebaiknya kalian ikut makan dulu ya, kebetulan tadi aku udah masak," ajak Mentari.


"Gak usah, sebaiknya kita langsung pulang aja Stella, Mommy rasanya gerah pengen cepet-cepet keluar dari rumah ini," ujar Mommy Sandra.


"Maaf ya Kak kami pamit dulu, terimakasih tawarannya. Ratu sayang yuk kita pulang," ajak Stella, tapi Ratu tidak mau turun dari gendongan Bu Rima.


"Sebaiknya Ratu sekarang makan dulu, nanti kalau sudah makan Ratu pulang sama Mama ya," ujar Bu Rima, dan Ratu pun menganggukan kepalanya.


Mentari dan keluarga kini menuju meja makan, dan Mommy Sandra dengan tidak tahu malunya langsung duduk dan mengambil nasi serta lauk ke dalam piring.


"Tadi aja bilang gak mau, eh sekarang makannya banyak amat, kayak yang gak makan satu bulan saja," sindir Bu Rima.


Mentari yang merasa tidak enak pun mengedipkan matanya kepada Bu Rima supaya Bu Rima tidak menyindir lagi Mommy Sandra.


Masakan si Menantu Benalu masih enak seperti dulu, sudah lama juga aku tidak makan enak, ucap Mommy Sandra dalam hati sehingga dia beberapa kali nambah.


Setelah selesai makan, Stella pun pamit kepada Mentari dan keluarga.


"Kak, terimakasih banyak ya atas jamuan nya, maaf jika kami sudah merepotkan," ucap Stella.


"Gak apa-apa kok Stella, gak ngerepotin juga. Oh iya ini buat Ratu sekalian buat Rayna juga ya," ujar Mentari dengan memberikan sebuah Paper bag yang berisi pakaian dan uang untuk Anak-anak Jingga.


"Terimakasih banyak ya Kak, kalau begitu kami permisi dulu," ucap Stella kemudian keluar dari rumah Mentari setelah mengucapkan Salam.


"Stella tunggu, kalian ke sini naik apa?" tanya Mentari.


"Tadi kami naik angkot Kak," jawab Stella.


"Ya sudah kalau begitu biar Pak Supri antar kalian pulang ya, kasihan Ratu kalau harus naik angkot," ujar Mentari kemudian menyuruh Pak Supri untuk mengantarkan Stella, Mommy Sandra dan juga Ratu.

__ADS_1


__ADS_2