
Dita meminta Fajar mengantarnya ke Pengadilan Agama untuk mengajukan gugatan cerai terhadap Reza, dan Fajar langsung saja melajukan mobilnya menuju Pengadilan Agama, meskipun Reza dan orangtuanya terus memohon kepada Fajar, tapi Dita sudah memutuskan ingin tetap bercerai, sehingga Fajar hanya bisa mendukung keputusan Keponakannya karena yang menjalani semuanya adalah Dita.
"Sayang, apa Dita sudah yakin dengan keputusan yang Dita ambil? semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, apa Dita tidak mau memberikan kesempatan lagi kepada Reza?" tanya Mentari yang berusaha menanyakan lagi keputusan Dita supaya Dita tidak menyesali semuanya.
"Dita sudah yakin Tante, Dita tidak mau bernasib sama seperti mendiang Mama yang selalu memaafkan mendiang Papa meskipun berkali-kali dikhianati, sampai akhirnya Mama tidak sanggup menahan semuanya lagi."
"Dita yang sabar ya, Dita pasti kuat menjalani semua ini, Tante dan Om pasti akan selalu ada juga untuk Dita."
"Makasih ya Om, Tante, Dita beruntung karena mempunyai Om dan Tante yang selalu ada untuk Dita. Dita pasti akan berusaha untuk bangkit dari keterpurukan demi Kayla."
"Iya sama-sama sayang, semua itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai orangtua Dita. Pokoknya mulai sekarang Dita harus terus semangat ya."
"Iya Tante, Dita pasti akan terus semangat demi semua orang yang sayang sama Dita."
Setelah sampai di Pengadilan Agama, Mentari hanya bisa memberi dukungan kepada Dita, dan akhirnya Mentari mengajak Dita untuk turun dari mobil. Mentari tau betul bagaimana rasanya menjadi seorang Janda, karena pasti semua orang akan berpandangan negatif serta akan mendapat cibiran dari banyak orang.
"Yuk sayang kita turun. Nanti Dita di antar sama Om Fajar saja ya masuk ke dalam Pengadilan Agama nya, biar Tante sama Kayla menunggu di luar saja," semoga saja Dita tidak bernasib sama sepertiku yang hanya dipandang sebelah mata oleh oranglain ketika aku menjadi seorang Janda, lanjut Mentari dalam hati.
__ADS_1
"Iya Tante, Dita titip Kayla ya, kalau begitu Dita masuk dulu ya," ujar Dita.
"Bunda, Ayah antar Dita dulu ya, Bunda tunggu sebentar di sini dan jangan sampai kemana-mana," ujar Fajar, yang takut untuk meninggalkan Mentari.
"Ayah jangan terlalu khawatir, Bunda bukan Anak kecil lagi," jawab Mentari.
Dita dan Fajar langsung saja menemui Pengacara keluarganya yang tadi sudah sempat Fajar telpon, supaya nanti Pengacara bisa membantu Dita untuk mengurus semuanya.
Setelah selesai mengajukan berkas permohonan perceraian yang hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, Fajar dan Mentari memutuskan untuk kembali ke kediaman Dita, bahkan Raisya dan Mommy Sandra pun mereka suruh ke sana.
Fajar dan Mentari sudah dua minggu berada di Singapura untuk menemani Dita, sedangkan Raisya dan Mommy Sandra masih tinggal di Apartemen, tapi setelah Mentari dan Fajar pulang ke Indonesia, Raisya dan Mommy Sandra akan tinggal di rumah Dita supaya Dita tidak merasa sendirian.
Semenjak Pernikahannya dengan Rayna, Dimas tidak pernah menyentuh Rayna lagi, dan Dimas selalu menyibukkan diri dengan bekerja supaya mempunyai alasan untuk tidak memberikan nafkah batin kepada Rayna karena cape setelah seharian bekerja. Begitu juga dengan Rayna yang tidak pernah menuntut nafkah batin dari Dimas karena sekarang Rayna sudah tau kalau yang Dimas cintai adalah Raisya, apalagi setiap malam Dimas selalu menyebut nama Raisya dalam tidurnya.
"Maafkan aku Rayna, karena aku tidak bisa memberikan nafkah batin kepadamu. Mungkin dulu aku terlalu terburu-buru menyimpulkan jika aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Rayna, tapi ternyata semua itu hanya cinta sesaat karena yang benar-benar aku cintai adalah Raisya, dan aku baru menyadari semuanya ketika aku sudah kehilangan Raisya. Apa aku egois jika mempunyai niat ingin menceraikan Rayna dan mengejar cinta Raisya? Tapi Raisya tidak akan mungkin mau menerimaku lagi setelah aku menikah siri dengan Rayna, apalagi aku telah merenggut kesuciannya," gumam Dimas dengan terus mengacak rambutnya secara kasar.
Dimas kemudian memutuskan untuk pulang dari kantor karena saat ini jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dan seperti biasa Rayna selalu menunggu Dimas untuk makan malam bersama. Meskipun saat ini Dimas tidak merasakan apa pun lagi terhadap Rayna, tapi Dimas selalu bersikap baik terhadap Rayna sehingga Rayna merasa bersalah karena sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan Dimas dan Raisya.
__ADS_1
Apa aku harus menyerah dengan rumah tanggaku, dan memberitahukan semuanya kepada Raisya supaya Kak Dimas dan Raisya bisa bersatu? selama ini Kak Dimas memang selalu memperlakukanku dengan baik, tapi kenapa rasanya sikap Kak Dimas terhadapku hanya seperti seorang Kakak terhadap Adiknya saja, bahkan Kak Dimas tidak pernah menyentuhku lagi semenjak kejadian itu, batin Rayna yang saat ini berada dalam dilema.
......................
Di tempat lain tepatnya di Sukabumi, Ratu sekarang sudah berubah menjadi lebih baik lagi, bahkan Ratu juga memutuskan untuk mendalami ilmu Agama dengan mengaji di salah satu Pesantren yang berada di dekat rumah Bu Salamah.
Pada saat Stella mengantarkan Ratu ke Sukabumi, saat itu Stella hanya menginap selama satu malam saja, tapi pada saat Stella mengajak Ratu untuk pulang karena merasa tidak tega terhadap Anaknya, Ratu memilih untuk tinggal di Sukabumi saja, karena Ratu merasa malu terhadap kelakuannya selama ini.
"Ma, Ratu kangen sama Mama, maafin Ratu karena selama ini Ratu sudah membuat Mama sedih. Mulai sekarang Ratu akan menjadi Anak yang baik, Ratu ingin menjadi penghafal Al-Qur'an supaya di akhirat nanti bisa memberikan mahkota dari emas untuk Mama, meskipun pada kenyataannya Ratu bukan darah daging Mama, tapi Ratu sudah menganggap Mama sebagai Ibu kandung Ratu sendiri," gumam Ratu dengan meneteskan airmata pada saat melihat fotonya dengan Stella yang selalu Ratu bawa.
Bu Salamah yang melihat Ratu meneteskan airmata merasa tidak tega melihatnya.
Alhamdulillah sikap Ratu sekarang sudah berubah menjadi lebih baik, tapi aku merasa kasihan karena sepertinya Ratu sangat merindukan Stella. Apa aku telpon Stella saja supaya bisa menjemput Ratu, ucap Bu Salamah dalam hati.
Ratu yang melihat Bu Salamah di depan pintu kamarnya langsung saja menghampiri Bu Salamah kemudian menangis dalam pelukannya.
"Nek, kenapa Mama sama Papa meninggal dengan cara yang tragis? Apa Allah SWT akan mengampuni semua dosa orangtua Ratu?"
__ADS_1
"Sayang, setiap orang sudah mempunyai jalan takdir masing-masing, sekarang Ratu jangan terlalu banyak pikiran ya, sebaiknya Ratu jangan lupa kirim do'a untuk Mama sama Papa, serta mohon ampunan untuk mereka."