Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 40 ( Pengakuan David )


__ADS_3

Mommy Sandra dan Stella saat ini sudah naik mobil Mentari dengan di antar oleh Pak Supri.


"Stella, mobilnya mewah banget ya, kapan ya Mommy punya mobil sebagus ini," ujar Mommy Sandra yang begitu kagum dengan mobil Mentari.


"Mommy gak usah kampungan deh, malu-maluin aja sih," ujar Stella.


"Oh iya, barusan si Menantu Benalu ngasih apa buat Rayna dan Ratu?" tanya Mommy Sandra.


"Mommy lihat aja sendiri, soalnya Stella susah membukanya karena Ratu tidur," ujar Stella yang saat ini menggendong Ratu yang tertidur dalam pelukannya.


"Mommy Sandra pun membuka paper bag yang diberikan oleh Mentari.


"Isinya baju-baju, tapi ini ada amplop coklat, apa ya isinya," ujar Mommy Sandra.


Mommy Sandra yang penasaran pun akhirnya membuka amplop tersebut, dan matanya langsung berbinar pada saat melihat segepok uang sepuluh juta yang diberikan oleh Mentari untuk Rayna dan Ratu.


"Stella, ternyata ada uangnya juga sepuluh juta, kalau rezeki emang gak kemana," ujar Mommy Sandra.


"Tapi itu uang buat Rayna dan Ratu Mom, jadi Mommy gak bisa mengambilnya," ujar Stella dengan mengambil amplop yang berisi uang tersebut, kemudian memasukannya ke dalam tas.


"Terus uangnya mau kamu apakan? Mommy bagi dong," ujar Mommy Sandra.


"Stella mau pakai buat kebutuhan Rayna dan Ratu Mom, apalagi sekarang Kak Jingga udah gak kerja, jadi dia pasti gak bakalan ngasih uang jajan buat mereka, belum lagi buat beli susu sama pampers," jawab Stella, dan Mommy Sandra pun langsung cemberut.


"Stella, sebaiknya sekarang kita langsung ke Restoran David saja untuk menanyakan semuanya. Mommy kecewa sama David, kenapa dia tega membohongi kita," ujar Mommy Sandra


"Iya Mom, aku juga sangat kecewa sama Mas David, tega-teganya Mas David membohongi kita Mom. Stella jadi curiga sama Mas David, apa mungkin dia menyembunyikan rahasia besar lain dalam hidupnya."


"Bisa jadi Stella, makanya David tidak mau membawa kita ke rumah orangtua dia yang sebenarnya. Mommy juga sekarang bingung, kita harus pulang kemana, Jingga pasti akan menghina kita habis-habisan jika kita balik lagi ke rumahnya."


"Mommy sih kalau ngomong gak dipikir dulu. Kita jadi susah kan mau tidur dimana, masa harus tidur di Restoran, kasihan kan Ratu kalau harus tidur di sana," ujar Stella.


"Kamu jangan nyalahin Mommy dong Stella, kamu bayangin aja kalau berada di posisi Mommy. Tiap hari Mommy dijadiin pembantu sama Jingga, Menantu Durhaka kan kalau begitu cara dia memperlakukan Mommy."

__ADS_1


"Iya Mom, Stella ngerti, nanti kita cari solusinya nya."


Satu jam kemudian Stella sampai di depan Restoran David yang terlihat ramai. Biasanya Mommy Sandra membantu David menjadi kasir, tapi hari ini Mommy Sandra beralasan tidak enak badan, padahal sebenarnya dia mau pergi ke rumah yang di akui oleh David sebagai rumahnya, dan ternyata itu adalah rumah Mentari.


"Makasih ya Pak," ucap Stella pada Pak Supri, sedangkan Mommy Sandra nampak enggan walau hanya sekedar mengucapkan terimakasih.


David yang melihat kedatangan Mommy Sandra dan Stella yang membawa Ratu pun merasa terkejut, kemudian dia menghampirinya.


"Sayang, tumben kamu ke sini bawa Ratu, terus Rayna kemana?" tanya David, karena dari kemarin David tidak pulang ke rumah Jingga, makanya dia belum mengetahui yang terjadi kepada Jingga.


"Ada hal lain yang lebih penting dari semua itu Mas, makanya aku ke sini," jawab Stella yang terlihat marah.


"Mommy juga, katanya gak enak badan, kenapa Mommy maksain ke sini bukannya istirahat di rumah," ujar David.


"Mommy sudah lebih baikan kok sayang, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan Mommy," jawab Mommy Sandra.


Stella merasa kesal karena Mommy Sandra kembali bersikap manis terhadap David setelah merek bertemu, padahal sebelum bertemu David dia sudah marah-marah.


"Sayang, kenapa sih kamu marah-marah? sebaiknya sekarang kita masuk ke ruang kerjaku, tidak enak jika dilihat oranglain," ujar David, David pun terlebih dahulu menitipkan Ratu kepada Karyawannya.


Setelah sampai di dalam ruangan David, Stella kembali marah-marah.


"Mas, kamu tega ya selama ini sudah bohongin aku," ujar Stella, kemudian menangis.


Apa Stella sudah mengetahui tentang perselingkuhanku dengan Jingga, batin David kini bertanya-tanya.


"Apa maksud kamu sayang? memangnya kebohongan apa yang telah aku lakukan?" tanya David.


"Apa kamu tau aku baru pulang darimana?" tanya Stella.


"Mana David tau Stella, kamu kan belum cerita," potong Mommy Sandra sehingga Stella menatap tajam Mommy nya.


"Memangnya kamu habis pulang darimana? kenapa begitu datang kamu langsung marah sama aku?" tanya David.

__ADS_1


"Aku baru pulang dari rumah yang dulu Mas akui sebagai rumah orangtua Mas," jawab Stella.


Degg


Jadi Stella sudah tau kalau itu bukan rumah orangtuaku, sebaiknya sekarang aku jujur sama Stella, semoga saja Stella bisa menerimaku apa adanya, batin David.


"Sayang, maafin aku karena sudah membohongi kamu, aku tidak bermaksud seperti itu, tapi kamu memaksaku melakukannya. Kamu pasti gak mau kan kalau nikah sama orang miskin?" tanya David.


"Tapi Mas tidak harus membohongiku, Mas tau karena kebohongan Mas, kami malu pada saat tadi pergi ke sana, karena ternyata rumah tersebut adalah rumah Mentari dan Fajar," ujar Stella, sehingga David semakin terkejut.


"Jadi itu rumah mereka?" tanya David dengan gugup.


"Betul, dan lebih parahnya lagi ternyata Angkasa Grup juga milik Fajar, dan Kak Jingga sudah di depak dari sana, sedangkan Kak Angga sekarang bekerja menjadi Manager Keuangan di Angkasa Grup," jelas Stella.


Kenapa semuanya bisa seperti ini, kasihan Jingga, sekarang dia pasti membutuhkan kehadiranku, tapi itu semua mungkin karma untuk Jingga karena dulu dia sudah menghina Fajar dan Mentari, sampai akhirnya sekarang semuanya berbalik kepadanya, ucap David dalam hati.


"Lalu sekarang dimana orangtua Mas David?" tanya Stella.


"Aku sebenarnya sudah tidak mempunyai Ayah, karena Ayahku telah meninggal dunia ketika aku masih kecil, dan sebenarnya aku adalah tulang punggung keluarga karena harus menghidupi Ibu dan Adikku," ujar David.


"Jadi semenjak kecil tulang punggung Mas David dimasak atau bagaimana?" tanya Stella yang tidak mengerti perkataan David, sehingga membuat David bengong.


"Stella, kamu masih belum mengerti peribahasa juga, kamu makanya belajar. Maksud David tulang punggung itu adalah orang yang bertanggung jawab mencari uang untuk keluarganya," jelas Mommy Sandra.


"Kasihan sekali kamu Mas, ternyata kamu sudah hidup menderita sejak kecil, kenapa kamu tidak mau berbagi denganku," ujar Stella dengan memeluk tubuh David, dan Mommy Sandra merasakan api cemburu dalam dadanya.


"Jadi kamu tidak marah sayang?" tanya David.


"Kita kan sudah berumah tangga selama dua tahun, apalagi kita sudah mempunyai Ratu, meskipun Ratu bukan Anak kandung kita, jadi aku harus bisa menerima kamu apa adanya," ujar Stella.


"Terimakasih ya tulang rusukku," ucap David kepada Stella sehingga membuat Stella kembali bengong.


"Kenapa Mas David memanggilku tulang rusuk? apa Mas David berniat untuk menjadikanku masakan?" tanya Stella, sehingga David dan Mommy Sandra menepuk jidat mereka.

__ADS_1


__ADS_2