Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 45 ( Mertua Cerewet )


__ADS_3

David kini mengutarakan maksudnya kepada Bu Salamah.


"Bu, sebenarnya David pulang karena ingin menitipkan Anak, Istri, dan juga Mertua David untuk tinggal di sini sementara waktu sampai David berhasil membeli rumah."


"Ibu sih seneng-seneng aja, lumayan kan jadi ada yang bantuin melakukan pekerjaan rumah, apalagi sekarang Ibu buka warung, jadi di rumah tidak ada yang masak sama beres-beres," ujar Bu Salamah.


Memangnya kami Pembantu apa, baru juga datang udah bicara seperti itu, ucap Mommy Sandra dalam hati.


"Stella pasti bakalan bantu Ibu sebisa Stella," ujar Stella.


"Mana mungkin kamu bisa mengerjakan pekerjaan rumah, dari kamu kecil sampai sekarang juga belum pernah nyuci piring sama nyuci baju," sindir Mommy Sandra, sehingga mendapat pelototan dari Stella.


"Yang namanya perempuan itu harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi memasak. Istri harus pandai memasak karena biasanya Suami akan semakin sayang terhadap istri yang pintar memasak, karena dari makanan bisa jatuh ke hati," cerocos Bu Salamah.


"Iya Bu, nanti Stella bakalan belajar memasak juga."


"Jadi kamu juga gak bisa memasak? ya ampun A, kamu kok punya istri gak bisa ngapa-ngapain, percuma cantik juga kalau gak bisa ngurus Suami," sindir Bu Salamah.


"Sudah Bu, jangan berkata seperti itu, Stella pasti akan belajar memasak dan mengurus rumah," ujar David.


"Bu Sandra, seharusnya Ibu sebagai Mamanya Stella mengajarkan Anak dari kecil supaya sudah besar terbiasa, mm jadi gak malu-maluin kalau tinggal di rumah Mertua," ujar Bu Salamah.


"Mana bisa ngajarin Bu, Mommy aja gak bisa masak," celetuk Stella, sehingga membuat Bu Salamah geleng-geleng kepala.


"Stella, dulu kita kan punya Asisten rumah tangga, jadi buat apa mommy cape-cape mengerjakan semua pekerjaan rumah, apalagi memasak, kita kan bisa pesan makanan dari luar," ujar Mommy Sandra.

__ADS_1


"Bu Sandra harus inget, hidup itu gak selalu di atas, buktinya untuk tempat tinggal saja sekarang Ibu numpang di sini. Jadi, meskipun saat kita berada di atas kita harus bisa melakukan pekerjaan rumah, lagian kalau kita serba bisa pasti ilmu kita akan berguna suatu saat nanti," ujar Bu Salamah.


Kalau bukan Ibunya bebeb David, udah aku jahit tuh mulut, batin Mommy Sandra.


Stella dan Mommy Sandra hanya mengiyakan perkataan Bu Salamah, karena dia tidak mau kalau harus tinggal di rumah Jingga lagi.


Lebih baik aku tinggal di sini sama Mertua cerewet daripada harus tinggal di rumah Kak Jingga, udah cerewet di jadiin Pembantu pula, ucap Stella dalam hati.


"Bu, sebaiknya Mommy sama Stella biarkan istirahat dulu ya, kasihan baru datang udah Ibu ceramahin," ujar David.


"Ya sudah sekarang ajak Istri sama Anak Aa istirahat di kamar depan, dan Mommy Sandra bisa tidur di kamar saya, biar saya nanti tidur sama Sarah. Kalau begitu saya ke warung dulu ya, kasihan Sarah gak ada yang bantuin. Kalau mau masak bahan-bahan makanan sudah ada di dapur, anggap saja rumah sendiri tidak usah sungkan-sungkan," ujar Bu Salamah kemudian melangkahkan kaki menuju warung yang berada di samping rumahnya.


"Sayang, Mommy, maaf ya kalau Ibunya David sedikit cerewet, tapi hatinya baik kok," ujar David yang merasa tidak enak terhadap Istri dan juga Mertuanya.


"Gak apa-apa kok, kami pasti betah di sini, daripada harus tinggal di rumah Jingga, ya kan Stella," ujar Mommy Sandra dengan memaksakan tersenyum.


Setelah David membaringkan Ratu, dia melihat Stella yang terlihat melamun, sehingga David menghampirinya.


"Kamu kenapa daritadi melamun terus?" tanya David.


"Aku tidak menyangka kalau kehidupanku akan menjadi seperti ini, Bahkan untuk tempat tinggal pun kita harus menumpang. Mungkin ini adalah karma untuk keluargaku karena dulu kami selalu memperlakukan Kak Mentari seperti Pembantu, bahkan selalu memfitnah dan menghinanya," ujar Stella dengan tertunduk sedih.


"Jangan terlalu banyak pikiran ya sayang, aku akan berusaha untuk membeli rumah untuk kita tinggali. Mulai sekarang kamu harus berubah menjadi lebih baik lagi, dan aku bahagia karena kamu sudah menyadari kesalahan kamu selama ini kepada Mentari," ujar David kemudian mendekatkan tubuhnya untuk mencium Stella, tapi lagi-lagi Stella menghindarinya.


"Sampai kapan kamu akan menghindari aku Stella, sudah dua tahun kamu tidak pernah memberikan hak ku sebagai seorang Suami," ujar David yang merasa kecewa terhadap Stella karena selalu menolak David.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, tapi aku gak bisa, aku takut kalau nanti hamil anggur lagi," ujar Stella yang merasa bersalah terhadap David.


Jangan salahkan aku jika aku mencari kehangatan dari perempuan lain Stella, karena aku juga lelaki normal, dan sepertinya selama ini hanya Jingga yang mengerti semua keinginan ku, ucap David dalam hati.


David akhirnya keluar dari kamarnya, dia tidak bisa menahan diri apabila harus dekat dengan Stella.


Sebaiknya nanti sore aku pulang saja, Jingga pasti kesepian dan membutuhkan aku, dan aku juga sudah membutuhkannya untuk menyalurkan hasratku, batin David.


Satu jam kemudian perut Mommy Sandra terasa keroncongan, sehingga Mommy Sandra mencari makanan di dapur.


"Kenapa cuma ada nasi, masa aku makan sama garam," gumam Mommy Sandra.


Mommy Sandra kini celingukan melihat ember yang berisi ikan.


"Sebaiknya aku goreng saja ikan ini," ujar Mommy Sandra kemudian mengambil satu ekor ikan dari dalam ember.


"Bagaimana cara masaknya ya, bumbunya juga aku gak tau, sebaiknya aku langsung masukin saja ke dalam wajan, nanti kalau sudah matang tinggal aku taburi garam," ujar Mommy Sandra kemudian bergegas mengambil wajan dan mengisinya dengan minyak.


Setelah Mommy Sandra menyalakan kompornya dan minyak di dalam wajan sudah panas, Mommy Sandra langsung memasukan ikan yang masih hidup tersebut tanpa membersihkannya terlebih dahulu, sehingga ikan tersebut loncat-loncat di dalam wajan dan menyipratkan minyak ke tubuh Mommy Sandra, alhasil Mommy Sandra berteriak minta tolong.


Bu Salamah dan David yang mendengar teriakan Mommy Sandra langsung menghampirinya.


"Astagfirullah Bu Sandra, Ibu mau membakar rumah saya ya, bagaimana sih Mertua kamu David, masak ikan aja kok gak bisa," ujar Bu Salamah yang langsung mematikan kompor sebab melihat wajan sudah terlihat hampir gosong karena minyaknya habis berceceran.


"Maaf Bu, saya tidak sengaja, tadi saya lapar makanya berniat untuk menggoreng ikan, tapi ikannya ternyata masih hidup," ujar Mommy Sandra dengan tersenyum malu.

__ADS_1


"Jelas saja ikannya masih hidup, Ibu sih gak potong sama bersihin dulu ikannya," ujar Bu Salamah yang terlihat kesal dengan perbuatan Mommy Sandra.


__ADS_2