
Saat ini David dan Jingga telah sampai di Rumah Sakit tempat Stella dirawat, David langsung saja menelpon Mommy Sandra untuk menanyakan kamar perawatan Stella.
Setelah David mengetahuinya, David dan Jingga pun langsung menuju ke sana.
Pada saat David membuka pintu ruang rawat Stella, Mommy Sandra dengan tidak tahu malunya langsung berhambur memeluk David.
"Sayang, kamu kemana saja? Mommy ketakutan dari kemarin karena Stella ngamuk terus," ujar Mommy Sandra yang belum mengetahui jika Jingga juga berada di sana.
Ganjen amat sih si Nenek Lampir, sama yang bening-bening aja pengennya nemplok terus, rasanya pengen aku jambak tuh rambutnya, ucap Jingga dalam hati.
Ekhem
Jingga sengaja berdehem supaya Mommy Sandra menyadari keberadaannya juga.
Sontak saja Mommy Sandra melepas pelukannya terhadap David.
"Jingga sayang, ternyata kamu juga ada di sini, maaf ya Mommy gak tau kalau kamu juga datang ke sini."
Gimana mau sadar, daritadi nemplok terus sama David, batin Jingga.
"Sayang, kamu apa kabar? ayo sini duduk," ujar Mommy Sandra dengan menuntun Jingga untuk duduk di kursi.
"Kalian kok datangnya bisa sampai barengan gitu?" tanya Mommy Sandra kepada Jingga.
"Tadi Jingga kebetulan lagi ada acara deket daerah sini, terus David telpon kasih tau kalau Stella harus di kuret, jadi Jingga mutusin ke sini juga, dan tadi kita kebetulan ketemu di depan. Oh ya Mom, gimana keadaan Stella sekarang? sepertinya Stella masih belum sadar dari pengaruh obat bius?" tanya Jingga.
David yang melihat Stella terbaring lemah sebenarnya ingin sekali memeluk Stella, tapi dia takut kalau nanti Jingga malah cemburu dan marah kepadanya.
"Stella sampai syok karena dia sudah mengira jika yang berada dalam kandungannya selama ini adalah bayi, tapi ternyata dia hamil anggur dan sama sekali gak ada bayi dalam kandungannya," ujar Mommy Sandra dengan menitikkan airmata.
__ADS_1
"Mommy yang sabar ya. Kok bisa gitu sih Mom, memangnya bayi Stella kemana?" tanya Jingga dengan pura-pura bersedih.
"Dokter bilang bayi Stella tidak berkembang, jadi dalam kandungannya hanya ada plasentanya saja yang berkembang, makanya dari kemarin Stella ngamuk terus, bahkan tadi Stella juga seperti orang yang hilang kewarasannya karena dia begitu syok. sampai-sampai Dokter sama Perawat aja di kejar-kejar mau di suntik sama Stella, dan Mommy juga sampai kena suntikan obat penenang karena Stella selalu memberontak pada saat Dokter akan menyuntiknya.
Jingga yang tidak kuat menahan tawa kini tertawa keras.
"Ha ha ha," ujar Jingga dengan menutup mulutnya.
"Sayang, kok kamu malah ketawa, emangnya ada yang lucu ya?" tanya Mommy Sandra yang sebenarnya merasa kesal karena Jingga menertawakannya.
"Aduh, maaf Mom, Jingga gak bisa menahan ketawa, lucu aja karena baru kali ini ada Pasien yang ngejar-ngajar Dokter sama Perawat." Tapi lebih lucu lagi karena aku puas mendengar kamu kena suntikan obat penenang, lanjut Jingga dalam hati.
"Iya juga sih," ujar Mommy Sandra dengan senyuman yang dipaksakan.
David hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Jingga dan Mommy Sandra.
"Oh ya sayang, kapan Jingga dan Angga akan menikah? Mommy lihat sekarang perut Jingga sudah membesar."
Setelah mengembuskan nafas panjang, Jingga kembali angkat bicara.
"Aku gak tau Mom, sebelumnya Jingga sudah mendesak Angga supaya segera menikahi Jingga, tapi Angga malah mengusir Jingga karena dia bilang waktunya belum tepat sebab Angga baru saja bercerai dengan Mentari."
"Jingga yang sabar ya, nanti Mommy coba bantu bicara sama Angga, tadi juga sebenarnya Mommy dimarahi sama Angga waktu Mommy telpon nyuruh dia ke sini, masa Angga menyalahkan Mommy karena rumah tangganya dengan si Benalu hancur. Sebaiknya kita terus desak Angga supaya dia segera menikahi Jingga dan melupakan si Menantu Benalu itu."
"Iya Mom," jawab Jingga yang kesal karena dia mendengar bahwa Angga masih saja mengingat Mentari.
Sesaat kemudian, Stella mulai sadar dari pengaruh obat biusnya.
"Sayang, Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga," ujar David dengan menghampiri Stella.
__ADS_1
"Mas, bayi kita mana Mas?" tanya Stella dengan memegang perutnya yang sudah rata, kemudian dia menangis histeris.
"Sayang, kamu yang sabar ya, nanti kamu pasti bisa hamil lagi," ujar David dengan memeluk Stella.
Sayangnya aku tidak akan membiarkan Stella hamil lagi David, karena hanya aku yang akan memberikan kamu keturunan, ucap Jingga dalam hati dengan tersenyum sinis.
"Aku gak bisa menerima semua ini, Mommy sengaja kan menggugurkan kandunganku karena Mommy suka sama Mas David, jadi Mommy tidak ingin melihat kami berdua bahagia," ujar Stella yang kini menyalahkan Mommy Sandra.
"Kamu kok malah nyalahin Mommy sih? gak mungkin Mommy berbuat seperti itu, lagian kalau memang kamu hamil, berarti bayi yang kamu kandung Cucu Mommy juga, dan Mommy gak mungkin menyakiti Cucu sendiri."
"Pokoknya Stella gak rela kehilangan bayi Stella, sekarang juga balikin bayi Stella Mom," ujar Stella dengan menangis histeris karena merasa terpukul dengan musibah yang menimpanya.
"Sudah sayang, aku mohon kamu jangan begini Stella, ikhlaskan semuanya," ujar David.
"Kamu gak pernah mengerti perasaanku Mas, aku sudah mengandungnya selama lima bulan dengan susah payah, tapi kalian malah membu*nuhnya, kalian jahat, aku benci sama kalian," teriak Stella.
Plak
satu tamparan kini mendarat di pipi Stella, sehingga membuat David dan Jingga terkejut.
"Kamu seharusnya bersyukur Stella, karena David sudah mau menikahi kamu dan mempertanggungjawabkan semuanya. Kamu tau sendiri kan kalau kemarin David sakit, makanya dia tidak bisa menemani kamu? seharusnya kamu bisa lebih mengerti dia, kamu jangan menjadi Istri yang egois. Selama ini David sudah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan kamu !!" teriak Mommy Sandra.
"Sebenarnya yang Anak Mommy itu Mas David atau aku sih? aku jadi semakin curiga sama Mommy, sepertinya Mommy sudah berniat untuk merebut Suamiku !!" teriak Stella, sehingga terjadi ketegangan di ruangan tersebut.
Tidak sia-sia aku datang kemari, akhirnya aku bisa melihat tontonan gratis, terus saja kalian bertengkar, karena aku bahagia melihatnya, batin Jingga dengan tersenyum bahagia.
"Mom, David mohon jangan seperti ini, kasihan Stella, wajar jika Stella merasa kehilangan, karena dia yang selama ini sudah susah payah menjaga kehamilannya," ujar David mencoba untuk menjauhkan Mommy Sandra dan Stella.
"Sebaiknya sekarang Mommy duduk dulu, minum dulu airnya," ujar David dengan memberikan segelas air kepada Mommy Sandra sehingga membuat Jingga dan Stella merasa geram.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, kamu emang selalu mengerti Mommy," ucap Mommy Sandra dengan memeluk David.
"Tuh kan Mas, perlakuan Mommy sama Mas David itu tidak wajar, masa Mertua peluk-peluk Menantunya," ujar Stella dengan cemberut, sehingga David kembali mendekati Stella.