Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 71 ( Kedatangan Dimas )


__ADS_3

Mentari kemudian memeluk Mommy Sandra yang masih menangis karena merasa terharu dengan Mentari dan keluarganya yang masih mau menerimanya.


"Mulai sekarang kita lupakan masalalu dan membuka lembaran baru ya Bu, bagaimanapun juga Ibu adalah Nenek dari Anak-anak Mentari."


"Nenek macam apa yang sudah berbuat jahat kepada Cucunya, bahkan tega menghancurkan rumah tangga Anaknya sendiri," ujar mommy Sandra yang terus saja menyesali semuanya.


"Sudahlah Bu lupakan semuanya, sekarang kita masuk," ajak Fajar yang juga tidak tega melihat Mommy Sandra terus saja menangis.


Mentari langsung mengajak Mommy Sandra menuju meja makan, Mommy Sandra terlihat malu-malu tidak seperti dulu yang selalu tidak tahu malu.


Mentari mengulas senyum melihat perubahan Mommy Sandra yang membaca do'a terlebih dahulu sebelum makan.


Alhamdulillah, sekarang Mommy Sandra sudah berubah, semoga beliau selalu istikomah, ucap Mentari dalam hati.


Setelah semuanya selesai makan siang, Raisya mengajak Mommy Sandra menuju kamarnya.


"Nenek nanti tidur di sini sama Raisya ya, sekarang Nenek istirahat dulu saja, Raisya sama Kak Rasya mau pergi ke Bandara untuk menjemput Kak Dimas, keponakannya Ayah," ujar Raisya dengan mata yang berbinar.


"Sepertinya Raisya suka ya sama Dimas?" goda Mommy Sandra, sehingga Raisya tersenyum malu.


Setelah pamitan kepada semuanya, Rasya dan Raisya akhirnya berangkat menuju Bandara.


Aku udah deg-degan mau ketemu sama Kak Dimas, sejak kecil aku sudah suka sama Kak Dimas, bahkan aku sampai menolak semua lelaki yang menyatakan cintanya kepadaku hanya demi Kak Dimas, batin Raisya.


Raisya lupa kalau Rasya bisa mendengar suara hati Raisya, sehingga Rasya menggodanya.


"Cie yang mau ketemu sama pujaan hati, udah deg-degan ya, tenang saja Kak Dimas pasti mempunyai perasaan yang sama kepada Raisya," ujar Rasya.


"Tapi Raisya tidak yakin Kak, apalagi kami berdua terpaut usia yang jauh, selama ini Kak Dimas memang perhatian sama Raisya, tapi Raisya takut jika Kak Dimas hanya menganggap Raisya sebagai seorang Adik saja," ujar Raisya dengan tertunduk sedih.


"Kita belum tau kan isi hati kak Dimas yang sebenarnya kepada Raisya, jadi jangan menyimpulkan sesuatu yang belum pasti, sebelum janur kuning melengkung, masih ada kemungkinan untuk kalian bisa bersama," ujar Rasya dengan mengelus lembut kepala Raisya.


Dimas saat ini sudah berusia 32 tahun, tapi dia masih belum memutuskan untuk menikah, sedangkan Dita Adiknya sudah menikah, bahkan sudah mempunyai Anak.


Fajar sengaja menyuruh Dimas untuk membantu pekerjaannya di Angkasa Grup, dan Fajar sudah memutuskan untuk menyerahkan perusahaan kepada Dimas dan Rasya sebagai penerusnya, karena Fajar ingin menikmati masa tuanya dengan menghabiskan waktu bersama istri tercinta.

__ADS_1


Dimas yang saat ini baru turun dari Pesawat tiba-tiba terjatuh karena tertabrak oleh seorang perempuan cantik yang sedang berlari karena sudah terlambat untuk menjemput Bos nya.


"Maaf Kak, saya tidak sengaja," ujar Perempuan cantik tersebut dengan membantu Dimas untuk berdiri.


Perempuan tersebut menarik tangan Dimas, tapi malah dia yang ikut terjatuh di atas tubuh Dimas.


Sesaat netra mereka bertemu, dan saat ini jantung mereka berdua berdetak dengan kencang.


Aku baru kali ini bertemu lelaki yang sangat tampan, batin perempuan tersebut.


Satu kata untuk perempuan ini 'Sempurna', baru kali ini aku merasakan jantungku yang berdetak dengan cepat, apa aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, batin Dimas.


Dimas mencoba untuk menetralkan debaran dadanya, dan dia membantu perempuan yang menabraknya untuk berdiri.


"Sekali lagi maaf ya Kak, terimakasih karena telah membantu saya untuk berdiri. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar perempuan tersebut, yang saat ini kembali berlari karena takut dimarahi oleh Bos nya.


Dimas terus saja melihat kepergian perempuan yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama


"Kenapa aku tidak menanyakan namanya? bodoh sekali sih kamu Dimas," gumam Dimas dengan memukul pelan kepalanya dan merutuki kebodohan yang telah ia perbuat.


"Rasya, rupanya kamu sudah datang, Kakak gak apa-apa kok, cuma sedikit pusing saja. Oh iya, kemana si bawel Raisya?" tanya Dimas.


"Kak Dimas gak kenapa-napa kan? mana yang sakit? apa perlu kita pergi ke Rumah Sakit sekarang?" tanya Raisya yang panik karena mendengar Dimas sakit kepala.


"Baru juga di omongin udah muncul aja," celetuk Dimas.


"Kakak aja yang daritadi melamun terus, makanya gak lihat kami berdua," ujar Raisya dengan cemberut.


"Gak usah cemberut, nanti kalau kamu cemberut cantiknya ilang lho," goda Dimas sehingga membuat Raisya tersipu malu.


Dimas kini menggandeng Raisya menuju mobil, Raisya yang sudah lama suka terhadap Dimas pun merasakan debaran dalam dadanya.


Kenapa ya aku merasa kalau Kak Dimas hanya menganggap Raisya sebagai Adik saja, dan Kak Dimas tidak memiliki perasaan lebih terhadap Raisya. Kasihan juga kalau cinta Raisya bertepuk sebelah tangan, ucap Rasya dalam hati.


Sesampainya di kediaman Fajar, Mentari dan Fajar sudah terlihat menyambut kedatangan Dimas di depan rumah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Om, Tante," ucap Dimas, kemudian mencium punggung tangan Mentari dan Fajar.


"Wa'alaikumsalam," jawab Mentari dan Fajar.


"Gimana kabar kamu Dim sehat?" tanya Fajar.


"Alhamdulillah Om," jawab Dimas.


"Lalu bagaimana kabar Dita? kenapa Dita gak ikut Dimas ke Indonesia?" tanya Mentari.


"Alhamdulillah kabar Dita juga baik Tante, saat ini Suami Dita sedang sibuk, jadi Dita gak bisa ikut, tapi Dita titip Salam sama oleh-oleh buat semuanya," ujar Dimas.


"Pake ngerepotin bawa oleh-oleh segala. Sekarang kita masuk yuk, Tante sudah masak buat Dimas," ajak Mentari.


"Tante tau aja Dimas lapar, Dimas juga sudah kangen sama masakan Tante," ujar Dimas dengan menggandeng tangan Mentari, sehingga Fajar merasa cemburu.


"Ekhem, Dimas kondisikan ya tangannya," sindir Fajar.


"Om, masa sama Keponakan sendiri cemburu sih?" ujar Dimas.


"Sekarang kamu sudah besar, jadi gak boleh peluk-peluk istri Om sembarangan," tegas Fajar.


"Dimas cuma gandeng Tante Mentari kok, gak sampai meluk, tapi kalau diizinin boleh juga sih," ujar Dimas yang sengaja menggoda Fajar.


"Kak Dimas jangan bangunin Singa tidur, jangankan sama Kak Dimas, sama Rasya juga Ayah suka cemburu," ledek Rasya.


"Masa sama Anak sendiri cemburu, posesif banget sih Om," sindir Dimas.


"Kalian juga nanti bakalan merasakan bagaimana takutnya kehilangan perempuan yang kalian cintai jika sudah menemukan belahan jiwa kalian," ujar Fajar.


"Makanya cepetan nikah Dimas, biar kamu juga ada yang ngurus, kamu sekarang sudah dewasa dan sudah matang untuk berumah tangga," ujar Mentari.


"Dimas belum menemukan perempuan yang cocok Tante, Dimas ingin rumah tangga sekali seumur hidup."


"Semoga kamu segera bertemu dengan perempuan yang bisa membuat kamu jatuh cinta," ujar Mentari.

__ADS_1


"Iya Amin Tante, tapi saat di Bandara tadi, Dimas tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang sangat cantik," ujar Dimas yang membayangkan wajah perempuan yang menabraknya tadi, sehingga membuat hati Raisya terasa sakit.


__ADS_2