
Stella dan Angga yang mendengar David memanggil Jingga dengan sebutan honey pun langsung terkejut.
"Apa maksud kamu Mas? jadi selama ini kalian berdua sudah selingkuh di belakangku, dan Ratu adalah Anak kamu?" teriak Stella.
Jingga yang mendengar teriakan Stella pun merasa geram.
"Kamu memang bodoh Stella, sebelum menikah denganmu bahkan David adalah kekasihku, dan sebelum menikah dengan Angga aku sudah hamil Anak David," ujar Jingga yang terkadang ingat dengan masalalunya, tapi sesaat kemudian Jingga tertawa lagi dan setelah itu menangis.
"Stella, aku bisa jelasin semuanya sayang," ujar David.
"Tidak ada yang perlu dijelasin lagi Mas, semuanya sudah sangat jelas, jadi dari awal kalian memang sudah bersekongkol untuk menghancurkan hidupku dan juga rumah tangga Kak Angga," ujar Stella yang terus saja menangis.
"Aku tidak bermaksud seperti itu sayang," ujar David yang berusaha untuk memeluk Stella meskipun Stella terus saja mendorong David.
Jingga yang melihat David memeluk Stella langsung saja marah, sehingga dia berniat menusuk Stella menggunakan pisau yang tadi dia pakai untuk memotong buah.
"Kamu sudah merebut David dariku Stella, sekarang juga kamu harus mati," teriak Jingga yang saat ini sudah hampir dekat dengan tubuh Stella, tapi David langsung menghalangi Jingga dan melindungi tubuh Stella sehingga David yang tertusuk pisau tersebut.
Angga yang saat ini sedang menggendong Ratu tidak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya Angga berteriak memanggil Petugas Rumah Sakit Jiwa untuk meminta pertolongan.
Jingga yang telah menusuk David langsung menangis histeris.
"Sayang, maafin aku, aku benar-benar tidak sengaja David, bangun sayang, aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu," teriak Jingga dengan memeluk tubuh David yang sudah bersimbah darah.
"Honey, jangan menangis, semua ini sudah takdirku, dan mungkin ini semua hukuman untukku karena telah berbuat banyak dosa selama hidup. Semoga kamu cepat sembuh, dan bertaubatlah selagi masih ada waktu."
"Stella, maafkan aku, karena aku sudah mengkhianati pernikahan kita, tapi aku mohon jangan pernah membenci Ratu karena dia tidak bersalah," ujar David yang sudah mulai lemah.
Jingga yang terus saja menangis histeris karena melihat banyak darah yang keluar dari tubuh David akhirnya diberikan suntikan penenang.
__ADS_1
"Stella, waktuku sudah tidak banyak lagi, aku titip Ratu, jaga dan sayangi dia seperti Anak kandungmu sendiri, dan tolong donorkan ginjalku untuknya, karena aku sudah melakukan tes pencocokan ginjal juga, dan hasilnya aku dan Ratu cocok karena aku adalah Ayah kandungnya. Maafkan aku Stella," ucap David dengan lirih, kemudian kesadaran David pun hilang.
"Mas David, bangun Mas, aku sudah memaafkan semua kesalahan yang Mas David perbuat, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku," ujar Stella dengan menggoyang-goyang tubuh David.
"Stella kita harus segera membawa David ke Rumah Sakit. Pak tolong bawa Pasien menggunakan Ambulance milik Rumah sakit Jiwa supaya cepat sampai," ujar Angga, dan langsung saja David dibawa menggunakan mobil Ambulance dengan ditemani oleh Stella yang terus saja menangis.
"Aku kecewa sama kamu Mas, tapi kenapa kamu rela mengorbankan hidupmu demi aku?" gumam Stella dengan terus menggenggam erat tangan David.
Sesampainya di Rumah Sakit, David langsung dibawa ke IGD, dan Stella menceritakan permohonan David supaya ginjalnya di donorkan untuk Ratu karena kebetulan yang menangani David adalah Dokter yang sempat memeriksa penyakit Ratu.
Dokter saat ini berusaha untuk menyelamatkan nyawa David, tapi nyawanya tidak dapat tertolong lagi karena David terlalu banyak mengeluarkan darah.
"Sus, sebaiknya siapkan ruang operasi untuk pencangkokan ginjal, karena Pasien sudah berpesan untuk mendonorkan ginjalnya kepada Anak kandungnya," ujar Dokter.
Dokter kini menemui Stella untuk memberitahukan tentang kematian David.
"Innalillahi waina ilaihi raji'un," ucap Angga yang sudah berada di sana, dan Stella pun menangis dengan memeluk Angga.
"Kak, kenapa semuanya jadi seperti ini?"
"Kamu yang sabar ya Stella, mungkin memang sudah takdir David meninggal dengan cara seperti ini," ujar Angga.
"Seandainya Mas David tidak menghalangi Kak Jingga yang akan menusukku, pasti saat ini aku yang sudah meninggal," ujar Stella.
"Kematian adalah rahasia Allah SWT, sebaiknya sekarang kamu harus memikirkan Ratu, yaitu amanah yang diberikan oleh David," ujar Angga.
Akhirnya Ratu dan David pun kini dibawa masuk ke dalam ruang operasi untuk melakukan pencangkokan ginjal.
"Stella, sebaiknya sekarang kamu hubungi keluarga David, bagaimanapun juga mereka harus tau tentang kematian David," ujar Angga.
__ADS_1
"Tapi Stella tidak sanggup memberitahukan semuanya Kak."
"Kalau begitu Kakak yang akan bicara dengan Ibunya David," ujar Angga, kemudian mengambil handphone Stella setelah sambungan telponnya terhubung.
📞"Assalamu'alaikum Stella, gimana kabar semuanya Nak? apa Ratu sudah mendapatkan donor ginjal?" tanya Bu Salamah.
📞"Wa'alaikumsalam Bu, maaf saya Angga, Kakaknya Stella. Sebenarnya ada berita duka yang harus saya sampaikan," ujar Angga yang sebenarnya tidak tega memberitahukannya kepada orangtua David.
📞"Berita duka apa ya Nak? soalnya daritadi perasaan Ibu gak enak terus," tanya Bu Salamah.
Setelah Angga beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, akhirnya Angga kembali angkat suara.
📞"Bu, David telah meninggal dunia," ujar Angga.
📞"Tidak mungkin, tidak mungkin Aa meninggal dunia, baru satu minggu yang lalu kami bertemu, dan dia terlihat sehat-sehat saja," ujar Bu Salamah dengan menangis histeris.
📞"Ibu yang tabah ya, masalah umur kan tidak ada yang tahu, tapi David meninggal karena terkena tusukan pisau yang dilakukan oleh Jingga," ujar Angga.
📞"Bukankah Jingga itu istri kamu dan Ibu kandung Ratu?" tanya Bu Salamah.
📞"Jingga dan saya sudah lama bercerai, dan kami mendapatkan fakta baru kalau ternyata sebelum Jingga menikah dengan saya, juga sebelum David menikah dengan Stella, Jingga dan David adalah sepasang kekasih, dan Ratu adalah Anak kandung mereka," ujar Angga yang tidak mau jika nantinya ada kesalahpahaman lagi.
📞"Astagfirullah, kenapa kamu melakukan dosa yang sangat besar A, pantas saja pada saat melihat Ratu, Ibu seperti melihat David waktu kecil. Kasihan Ratu dia tidak berdosa, tapi sekarang dia juga diberi penyakit yang berat," ujar Bu Salamah.
📞"Ratu saat ini sedang melakukan operasi Bu, karena sebelum meninggal dunia, David berpesan supaya ginjalnya didonorkan kepada Ratu. Kami mohon do'anya semoga Ratu bisa cepat sembuh," ujar Angga.
📞"Ibu pasti selalu mendo'akan kesembuhan Ratu. Nak, Ibu mau minta tolong, kalau jenazah David sudah bisa dikebumikan, Ibu ingin David bisa dimakamkan di sini."
📞"Iya Bu, insyaallah nanti Angga akan membawa David ke Sukabumi untuk dimakamkan. Sekali lagi Angga turut berduka cita atas meninggalnya David," ujar Angga, kemudian menutup telponnya setelah mengucapkan Salam.
__ADS_1