
Pada saat Fajar dan Mentari hendak pulang dari Rumah Sakit, Fajar terlebih dahulu mengecek handphone nya yang ketinggalan di dalam mobil, dan Fajar melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Asisten Rendra, sehingga Fajar memutuskan untuk kembali menelpon Asisten Rendra.
📞"Assalamu'alaikum Tuan," ucap Rendra pada saat mengangkat telpon dari Fajar.
📞"Wa'alaikumsalam Ren, ada apa kamu telpon sampai beberapa kali?" tanya Fajar.
📞"Maaf Tuan, rekan bisnis kita dari inggris yang bernama Miss Eliza ingin bertemu dengan Tuan sekarang juga," ujar Asisten Rendra.
📞"Apa kamu tidak bisa mewakili saya?" tanya Fajar.
📞"Saya juga sekarang sudah berada di Restoran bersama Miss Eliza, tapi dia ngotot ingin bertemu langsung dengan Tuan."
📞"Kalian saat ini berada dimana?" tanya Fajar.
📞"Kami saat ini berada di Pandora cafe."
📞"Baiklah kalau begitu sekarang juga saya ke sana, kebetulan posisi saya saat ini tidak jauh dari Pandora cafe," ucap Fajar, kemudian langsung menjalankan mobilnya.
"Ayah ada meeting mendadak ya?" tanya Mentari.
"Iya Bunda, rekan bisnis Ayah dari Inggris tiba-tiba mengajak untuk bertemu."
"Kalau begitu Bunda pulang naik taksi saja Yah."
"Tidak perlu sayang, Bunda sebaiknya ikut Ayah, supaya nanti kita bisa pulang bersama."
"Tapi Bunda takut ganggu Yah."
"Enggak sayang, Bunda gak bakalan ganggu, Ayah juga meeting nya gak bakalan lama kok."
Setelah sampai di cafe tempat meeting, Fajar menggandeng Mentari untuk ikut masuk meeting bersamanya, meskipun Mentari bilang akan menunggu di luar atau di meja lain, tapi Fajar tidak mengijinkannya.
"Assalamu'alaikum," ucap Fajar dan Mentari pada saat melihat Asisten Rendra yang sedang duduk dengan seorang perempuan cantik dan seksi, yang tidak lain adalah Eliza rekan bisnis Fajar yang baru datang dari inggris, tapi dia blasteran Indonesia sehingga fasih dalam berbicara bahasa Indonesia.
"Wa'alaikumsalam," jawab Asisten Rendra, tapi Eliza tidak ikut menjawab Salam karena dia non muslim.
Ternyata benar kata orang-orang kalau Tuan Fajar sangat tampan, batin Eliza.
__ADS_1
Eliza kini mengulurkan tangannya kepada Fajar, tapi Fajar tidak menerima uluran tangan Eliza, dan dia menelungkupkan kedua tangannya di depan dada, sehingga Mentari yang menjabat uluran tangan Eliza.
"Maaf Miss saya telat datangnya, dan maaf juga kita bukan muhrim jadi tidak boleh bersentuhan," ucap Fajar.
"No problem, silahkan duduk," ujar Eliza.
"Maaf Tuan, Nona ini siapa ya? kenapa dia ikut gabung bersama kita?" tanya Eliza.
"Perkenalkan ini Nyonya Fajar Angkasa, Istri saya," jawab Fajar.
Ternyata Tuan Fajar sudah punya Istri, tapi Istrinya kelihatan kampungan, sangat jauh jika dibandingkan denganku, pastinya aku akan dengan mudah bisa mendekati Tuan Fajar, batin Eliza.
"Kenapa Tuan Fajar membawa Istri, padahal kita akan meeting penting?" tanya Eliza yang terlihat geram karena daritadi Fajar terus saja menggenggam tangan Mentari.
"Apa Miss keberatan dengan keberadaan Istri saya? kalau begitu sebaiknya kita batalkan saja kerjasamanya," jawab Fajar yang tidak suka dengan perkataan Eliza.
Bagaimana ini, aku sudah tertarik pada Tuan Fajar pada saat pertama kali bertemu, jadi kalau kerjasamanya dibatalkan berarti aku tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya, ucap Eliza dalam hati.
"Maaf Tuan, bukan maksud saya seperti itu, kalau begitu kita mulai saja meetingnya sekarang," ujar Eliza.
Rendra Fajar suruh untuk menjelaskan mekanisme kerjasama yang akan mereka jalin, dan setelah Rendra selesai menjelaskan, Eliza langsung menyetujuinya.
Fajar dan Eliza kini menandatangani surat perjanjian kerjasama perusahaan mereka, dan setelah selesai Fajar memutuskan untuk pulang.
"Kalau begitu kami permisi dulu Miss," ucap Fajar.
"Kenapa buru-buru Tuan, mungkin kita bisa makan-makan dulu untuk merayakan kerjasama ini?" tanya Eliza.
"Maaf Miss, mungkin lain kali, karena kasihan Anak-anak pasti sudah menunggu kami untuk pulang," jawab Fajar.
Jadi Tuan Fajar sudah punya Anak juga, oke no problem, aku pasti bisa mendapatkan cintamu Tuan dingin, batin Eliza.
"Ren, kami pulang duluan ya, kalau kamu ada waktu, kamu bisa menemani Miss Eliza untuk makan-makan," ucap Fajar, kemudian mengucapkan Salam kepada Rendra sebelum mereka pulang.
"Miss Eliza mau pesan apa?" tanya Rendra.
"Tidak perlu, saya mau pulang juga," jawab Eliza dengan ketus sehingga membuat Rendra merasa bingung.
__ADS_1
"Tadi dia sendiri yang ngajakin makan-makan sama Tuan Fajar, kenapa sekarang jadi dia yang menolak," gumam Rendra, kemudian Rendra pun menyusul pulang karena sudah tidak ada teman mengobrol lagi.
................
Sepanjang perjalanan, Mentari terlihat melamun, dia melihat tatapan Eliza yang berbeda terhadap Fajar.
"Sayang, kenapa melamun terus? Bunda baik-baik saja kan?" tanya Fajar.
"Bunda baik-baik saja kok Yah."
"Bunda tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Ayah, dan Ayah juga tau apa yang membuat Bunda melamun."
"Masa, emang Ayah tau Bunda lagi mikirin apa?"
"Bunda lagi mikirin Miss Eliza kan? apa Bunda pikir Ayah akan tergoda dengan perempuan seperti itu?"
"Kenapa Ayah bisa tau?"
"Kita ini Suami istri, dua orang yang sudah disatukan dalam ikatan suci pernikahan, secara sadar atau tidak, kita sudah mengembangkan indra keenam kita untuk pasangan, jadi apa yang Bunda rasakan Ayah sangat mengerti," ucap Fajar.
"Entah kenapa Bunda takut jika Miss Eliza akan merebut Ayah dari Bunda, apalagi dia terlihat sangat cantik dan mengenakan pakaian yang seksi."
"Justru itu yang membuat Ayah tidak tertarik sedikit pun untuk meliriknya, karena dia terlalu mengobral tubuhnya kepada semua orang, karena perempuan yang seperti itu di jaman sekarang ini banyak Ayah jumpai, tapi perempuan yang seperti istri Ayah tercinta ini sepertinya seribu berbanding satu," ucap Fajar dengan tersenyum, sehingga Mentari tersenyum malu.
"Udah hampir dua tahun menikah masih saja malu-malu tapi mau ya," goda Fajar, sehingga membuat pipi Mentari semakin merah.
"Oh iya, Ayah lupa kalau Ayah punya berita gembira untuk Bunda."
"Apa Yah?"
"Besok Dokter bilang kalau Raisya sudah bisa melakukan terapy supaya bisa berjalan normal, dan pihak Rumah Sakit sudah mendatangkan Dokter spesialis yang paling bagus dari luar negeri."
"Alhamdulillah, semoga saja semua itu menjadi jalan supaya Raisya bisa berjalan," ucap Mentari.
"Iya Amin sayang, besok juga Ayah sudah mengosongkan jadwal di kantor, jadi Ayah bisa mengantar ke Rumah Sakit."
"Makasih ya sayang, karena Ayah selalu pengertian."
__ADS_1
"Tapi semua itu tidak gratis, karena nanti malam Ayah akan meminta Bunda untuk begadang," ucap Fajar dengan terkekeh, sehingga Mentari memutar malas bola matanya.