Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 52 ( Penculikan yang gagal )


__ADS_3

Mommy Sandra merasa geram karena semua orang menyalahkannya, sehingga Mommy Sandra kembali angkat suara.


"Angga, seharusnya kamu berterimakasih sama Mommy karena sudah mencarikan solusi untuk kesembuhan Ratu."


"Apa Angga tidak salah dengar Mom? kalau Mommy yang mendonorkan ginjal untuk Ratu, baru Angga akan sangat berterimakasih kepada Mommy. Mommy seharusnya berpikir kalau Rasya dan Raisya itu masih kecil, Angga tidak mau kalau salah satu dari mereka bertahan hidup hanya dengan satu ginjal. Jadi sebaiknya besok Angga akan memeriksakan diri apakah ginjal Angga cocok untuk Angga donorkan."


"Mommy tidak mengijinkan kamu Angga. Mommy tidak mau kalau sampai kamu kenapa-napa, apalagi sekarang kamu harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan Mommy."


"Jadi selama ini yang Mommy pikirkan hanya uang? Mommy bener-bener gak punya hati. Seperti Mommy yang tidak mengijinkan Angga untuk melakukan donor ginjal, sampai kapan pun Angga juga tidak akan mengijinkan Rasya dan Raisya melakukan semua itu. Dan kalau sampai Mommy berani berbuat macam-macam, Mommy akan tau sendiri akibatnya, karena Angga tidak akan pernah tinggal diam."


Mommy juga tidak akan tinggal diam, karena Mommy akan menculik Anak-anak Mentari, karena Mommy tidak akan rela jika sampai Angga, Stella atau pun David mendonorkan ginjal untuk Ratu, batin Mommy Sandra yang tidak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.


"Kak Angga tenang dulu ya, besok Stella ikut Kak Angga untuk memeriksakan ginjal Stella cocok tidaknya dengan Ratu, karena Stella sudah menganggap Ratu sebagai Anak kandung Stella sendiri."


"Stella, apa yang kamu bilang, Mommy tidak akan membiarkan kamu melakukan semua itu, Mommy tidak mau kamu nanti jadi cacat karena hanya hidup dengan satu ginjal."


"Stella juga seorang Ibu Mom, dan seorang Ibu akan melakukan apa pun untuk Anaknya. Stella juga sangat memahami perasaan Kak Mentari, jadi biarlah Stella yang berkorban untuk Ratu."


Stella benar-benar sudah berubah, sekarang dia lebih dewasa, sebaiknya aku segera memeriksakan kecocokan ginjalku dengan Ratu, karena bagaimanapun juga akau adalah Ayah kandungnya, jadi tingkat kecocokannya akan lebih besar, ucap David dalam hati.


"Kalau begitu besok kita bertemu di Rumah Sakit, karena sekarang Kakak harus pulang," ujar Angga.


"Apa kamu tidak mau menginap di sini Angga? padahal kita sudah lama tidak bertemu, apa kamu tidak kangen sama Mommy," ujar Mommy Sandra tapi Angga tidak menghiraukannya.


"Mommy lihat sendiri kan kalau Kak Angga sekarang jadi marah sama Mommy, jadi sebaiknya Mommy berpikir dulu sebelum bertindak. Mommy juga harus ingat kalau saat ini Rasya dan Raisya punya Ayah sambung yang kaya raya, jadi Fajar bisa melakukan apa pun kepada Mommy," ujar Stella berusaha untuk menakut-nakuti Mommy Sandra.

__ADS_1


"Sudahlah Stella jangan berusaha untuk nakut-nakutin Mommy, karena Mommy tidak akan pernah takut sama siapa pun juga."


"Mommy memang keras kepala, kalau sampai Mommy kenapa-napa jangan minta bantuan sama Stella, apalagi Kak Angga pasti gak bakalan mau bantuin Mommy."


................


Keesokan paginya Angga meminta ijin kepada Fajar untuk tidak masuk kerja dengan alasan ingin melakukan tes kecocokan ginjal dengan Ratu, dan Fajar pun mengijinkannya dan berharap salah satu dari keluarga Angga ada yang cocok, supaya Mommy Sandra tidak mengganggu Anak-anaknya lagi.


Angga sudah sampai di Rumah Sakit, begitu juga dengan Stella, sedangkan David beralasan tidak bisa melakukan tes karena sedang sibuk bekerja di Restoran. Padahal yang sebenarnya David melakukan tes di tempat lain supaya mereka tidak curiga jika sampai ginjal David dan Ratu cocok, karena jika cocok David akan mendonorkan ginjalnya secara sembunyi-sembunyi.


Setelah menunggu beberapa saat, Stella dan Angga bergantian untuk melakukan pemeriksaan, dan Dokter mengatakan jika hasil tes nya akan keluar dalam waktu satu minggu, begitu juga dengan David yang harus menunggu satu minggu untuk mengetahui hasilnya.


Mommy Sandra saat ini mengajak Ratu untuk bermain di Supermarket yang tidak jauh dari Rumah Sakit untuk menunggu Stella dan Angga.


Pada saat Mommy Sandra berada di Arena bermain Anak, dia melihat Mentari dan Bu Rima yang sedang berbelanja di Supermarket tesebut.


Mommy Sandra akhirnya menitipkan Ratu yang sedang bermain kepada Karyawan Supermarket dengan alasan ingin ke toilet dulu.


Mommy Sandra kini mengikuti Mentari dan Bu Rima yang mendorong Rasya dan Raisya di kereta bayi, karena saat ini kedua Anak tersebut sedang tidur.


Pada saat Mentari dan Bu Rima lengah, Mommy Sandra menggendong kedua Anak Mentari keluar dari Supermarket.


Aku harus membawa kedua Anak cacat ini pergi ke suatu tempat supaya Mentari tidak menemukannya, ucap Mommy Sandra dalam hati, tapi Rasya dan Raisya keburu terbangun dan menangis, sehingga membuat Mommy Sandra panik.


"Nenek jahat turunin Rasya," ujar Rasya dengan memukuli badan Mommy Sandra, begitu juga dengan Raisya, sehingga Mommy Sandra kewalahan.

__ADS_1


Pada saat melihat kedua Anaknya tidak ada di dalam kereta bayi, Mentari langsung menangis, dan Bu Rima bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan Supermarket.


"Bu, kemana Rasya dan Raisya, tadi mereka sedang tidur, jadi gak mungkin berjalan-jalan sendiri, apalagi dengan kondisi mereka yang spesial, jadi mereka tidak akan pergi kemana-mana," ujar Mentari.


"Kamu tenang dulu Nak, Rasya dan Raisya pasti baik-baik saja, petugas keamanan sedang mencari mereka," ujar Bu Rima.


Mommy Sandra yang tidak mau tertangkap akhirnya menurunkan kedua Anak Mentari di lampu merah.


"Ya sudah kalau kalian gak mau ikut Oma, sekarang kalian diam di sini, kalian memang pantasnya diam di lampu merah seperti ini supaya banyak yang ngasih uang," ujar Mommy Sandra yang tega membiarkan kedua Cucunya supaya mengemis di lampu merah.


Rasya yang badannya lebih besar langsung menggendong Adiknya Raisya yang tidak bisa berjalan. Meskipun Rasya tidak bisa melihat, tapi Raisya yang akan menjadi matanya.


Baru juga beberapa langkah Rasya berjalan, Angga yang baru pulang dari Rumah Sakit langsung menepikan mobilnya karena melihat kedua Anaknya yang berada di pinggir jalan.


"Bukannya itu Rasya dan Raisya, kenapa mereka berdua berada di pinggir jalan." gumam Angga kemudian menghampiri kedua Anaknya.


Angga langsung memeluk Rasya dan Raisya, kemudian dia menangis karena baru kali ini bisa kembali memeluk kedua Anaknya.


"Sayang, kenapa kalian berdua ada di sini? kemana Bunda kalian?" tanya Angga.


"Tadi kami diculik Nenek jahat, dan kami ditinggalkan di lampu merah supaya banyak yang ngasih uang," jawab Rasya.


Apa itu semua perbuatan Mommy? kalau benar, aku tidak akan tinggal diam, dan aku sendiri yang akan melaporkannya kepada Polisi, batin Angga.


"Kak Rasya, wajah Om nya ganteng mirip sama Kakak," celetuk Raisya.

__ADS_1


Tentu saja kalian mirip denganku, karena aku adalah Ayah kalian, ucap Angga dalam hati.


"Om bukan Ayah kami, tapi Ayah kami Ayah Fajar," ujar Rasya yang mendengar isi hati Angga, sehingga hati Angga merasa sakit.


__ADS_2