
15 tahun kemudian..
Rumah tangga Fajar dan Mentari selalu harmonis meskipun tidak dikaruniai Anak, karena Fajar selalu menganggap Rasya dan Raisya sebagai Anak kandungnya sendiri.
Besok Mentari dan Fajar akan merayakan Anniversary mereka yang ke-17 serta Ulang tahun si Kembar yang ke-18.
......................
Setelah mendekam di Penjara selama 15 tahun, akhirnya Mommy Sandra dibebaskan setelah selesai menerima hukumannya.
Mommy Sandra sudah bertaubat, bahkan saat ini Mommy Sandra sudah mengenakan hijab, karena selama di dalam Penjara, Mommy Sandra berusaha untuk mendalami ilmu agama.
Hari ini Stella dan Ratu akan menjemput Mommy Sandra ke Penjara, meskipun Ratu terus saja cemberut karena tidak mau ikut Stella.
Setelah Jingga meninggal, Stella menjual rumah Jingga untuk memenuhi kebutuhan Ratu. Stella juga memberikan uang hasil penjualan rumah kepada Bu Rima untuk memenuhi kebutuhan Rayna, tapi Bu Rima menolaknya dan memberikannya untuk Ratu saja, sehingga Stella membangun Restoran menjadi lebih besar dan memutuskan untuk tinggal di lantai atas Restoran miliknya peninggalan dari mendiang David.
Stella memutuskan untuk tidak menikah lagi, karena dia masih trauma dengan pernikahan yang pernah ia lalui bersama David dulu yang penuh dengan kebohongan dan pengkhianatan, apalagi Stella takut jika akan mengalami hamil anggur lagi.
"Sayang, kenapa Ratu terus saja cemberut?" tanya Stella.
"Ma, Ratu malu kalau harus menjemput Nenek ke Penjara, apa nanti kata teman-teman Ratu kalau sampai tau bahwa Nenek Ratu mantan Narapidana," jawab Ratu.
"Sayang, Ratu tidak boleh seperti itu, bagaimanapun juga Mommy Sandra adalah Nenek Ratu, dan Nenek sampai masuk Penjara juga demi mendapatkan donor ginjal untuk Ratu.
"Tapi tetep saja dia Narapidana yang sudah mencoreng nama baik keluarga," ujar Ratu.
"Nak, setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan kita harus memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Stella dengan mengelus rambut Ratu yang masih saja terlihat cemberut.
"Kita sudah sampai, kalau memang Ratu tidak mau turun, Ratu tunggu saja di mobil, biar Mama yang menjemput Nenek," ujar Stella yang merasa kesal kepada Anaknya.
__ADS_1
Maafin aku Mas David, aku sudah berusaha untuk mendidik Ratu supaya menjadi Anak yang baik, tapi Ratu selalu saja membuatku kecewa, karena selalu membantah perkataanku, batin Jingga yang sudah merasa gagal dalam mendidik Ratu.
Stella akhirnya masuk ke dalam Penjara untuk menjemput Mommy Sandra yang sudah terlihat menunggunya dengan duduk di kursi.
"Assalamu'alaikum Mom," ucap Stella.
"Wa'alaikumsalam Nak, bagaimana kabar kamu? kenapa Stella datang sendiri? apa Ratu tidak ikut menjemput Mommy?" tanya Mommy Sandra yang saat ini sudah berubah menjadi lemah lembut.
"Ratu di mobil Mom, maaf jika dia tidak ikut turun," ucap Stella yang merasa tidak enak kepada Mommy Sandra.
"Tidak apa-apa Nak, Mommy mengerti, pasti Ratu malu karena mempunyai Nenek mantan Narapidana," ucap Mommy Sandra dengan tertunduk sedih.
Pada saat Mommy Sandra dan Stella melangkahkan kaki untuk keluar dari dalam Penjara, ternyata Rasya dan Raisya datang untuk menjemput Neneknya juga.
"Assalamu'alaikum Nek," ucap Rasya dan Raisya dengan mencium punggung tangan Mommy Sandra.
Rasya dan Raisya memeluk Mommy Sandra yang menangis karena merasa terharu.
Padahal dulu aku selalu berbuat jahat kepada Mentari dan keluarganya, tapi Mentari dengan lapang dada memaafkan semua kesalahanku, dan Mentari malah berusaha mendekatkan Anaknya denganku, terimakasih Mentari karena sudah mendidik Anak-anak Angga dengan baik, sehingga mereka tumbuh menjadi Anak yang membanggakan orangtua, ucap Mommy Sandra dalam hati.
"Nenek jangan sedih ya, Ayah dan Bunda selalu mengajarkan kami tentang kebaikan, jadi Nenek harus belajar melupakan masalalu dan membuka lembaran baru," ucap Rasya yang mendengar suara hati Mommy Sandra.
"Makasih ya sayang, kalian berdua memang Anak yang baik, Nenek bangga karena kalian masih mau menerima Nenek setelah kejahatan yang Nenek lakukan," ucap Mommy Sandra dengan tulus.
"Bunda selalu bilang kalau kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan juga, karena tidak akan ada ujungnya, tapi balas kejahatan itu dengan kebaikan, dan pasti orang yang jahat sama kita akan berubah menjadi baik," ujar Raisya.
"Oh iya Tante, besok kan kami Ulang tahun yang ke-18, sekalian syukuran Anniversary Ayah dan Bunda, gak apa-apa kan kalau Nenek ikut kami menginap di rumah?" tanya Raisya.
"Bagus deh kalau kalian mengajak mantan Narapidana itu ke rumah kalian, sekalian saja ajak dia tinggal di sana, karena aku tidak mau kalau rumahku menjadi kotor karena perbuatan jahatnya," teriak Ratu, sehingga membuat Mommy Sandra tertunduk sedih.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu Ratu, bagaimanapun juga Nenek masuk Penjara demi kamu, seharusnya kamu tidak boleh berkata seperti itu," ujar Raisya yang tidak terima dengan perkataan Ratu.
"Dia itu Nenek kalian ya, bukan Nenek aku, lagian siapa suruh jadi orang kok jahat amat sama Cucu sendiri," sindir Ratu.
"Kami saja tidak pernah benci kepada Nenek, kenapa kamu yang sewot, seharusnya kamu merasa malu, Allah SWT saja maha pemaaf, apalagi kita sebagai Umat-Nya," ujar Rasya.
"Aku cape denger ceramah kalian, sebaiknya kalian cepat bawa pergi dia dari hadapanku," usir Ratu.
"Sudah Ratu, sebaiknya sekarang kita pulang. Mom maaf ya atas sikap Ratu," ucap Stella yang merasa bersalah terhadap Mommy Sandra.
"Tidak apa-apa Nak, perkataan Ratu memang benar, Mommy hanya akan membuat kalian malu saja."
"Kami tidak pernah merasa malu kok Nek, sebaiknya sekarang kita pulang. Tante jangan lupa besok datang ya," ujar Raisya.
"Iya sayang, besok Tante pasti datang, terimakasih ya atas semuanya, Tante Stella pulang duluan," ujar Stella kemudian mengucapkan Salam sebelum pergi.
"Nek, silahkan masuk," ucap Rasya dengan membukakan pintu mobil untuk Mommy Sandra dan Raisya.
"Terimakasih sayang," ucap Mommy Sandra dengan tersenyum bahagia, apalagi melihat wajah Rasya yang begitu mirip dengan mendiang Angga.
Sepanjang perjalanan, Rasya dan Raisya terus saja mengajak Mommy Sandra mengobrol, mereka sangat bahagia karena bagaimanapun juga Mommy Sandra adalah Ibu dari mendiang Ayah kandungnya.
"Selamat datang di rumah kami," ucap Raisya yang mengajak Mommy Sandra untuk masuk, tapi Mommy Sandra merasa malu untuk menginjakan kakinya di rumah Mentari.
Mentari dan Fajar yang sudah memasak untuk syukuran kebebasan Mommy Sandra pun langsung menyambut kedatangan Mommy Sandra dengan menghampirinya, sehingga membuat Mommy Sandra semakin merasa terharu.
"Assalamu'alaikum Bu," ucap Mentari dengan mencium punggung tangan Mommy Sandra.
"Wa'alaikumsalam Nak, Terimakasih ya Nak, karena Mentari masih mau memaafkan serta menerima kehadiran Mommy," ucap Mommy Sandra dengan menangis.
__ADS_1