
Rayna langsung saja mengambil kotak P3K untuk mengobati luka pada tangan Dimas, dan Dimas hanya terlihat diam tanpa mau berbicara satu patah kata pun sehingga membuat hati Rayna bertanya-tanya.
Ada apa sebenarnya dengan Kak Dimas, kenapa daritadi Kak Dimas terlihat murung? apa Kak Dimas memiliki masalah? aku pikir Kak Dimas akan bahagia setelah yang kita berdua lewati, tapi sepertinya Kak Dimas menyembunyikan sesuatu dariku, batin Rayna kini bertanya-tanya.
Dimas sebenarnya masih merasa bersalah terhadap Rayna, tapi hatinya tidak dapat dibohongi jika rasa cintanya kepada Raisya malah semakin besar setelah Dimas menikah dengan Rayna, sehingga Dimas bingung harus bersikap seperti apa terhadap Rayna.
Aku harus bagaimana sekarang? seharusnya aku tidak terburu-buru untuk menikahi Rayna karena ternyata yang benar-benar aku cintai adalah Raisya, dan Rayna hanya aku jadikan sebagai pelarian saja, dan kenapa aku baru menyadarinya sekarang setelah aku dan Rayna menikah, ucap Dimas dalam hati dengan mengacak rambutnya, dan beberapa saat kemudian Dimas pun tertidur.
Rayna menatap lekat wajah lelaki yang sudah menjadi Suaminya, tapi sesaat kemudian Dimas mengigau dengan memanggil nama Raisya.
"Raisya, Kak Dimas kangen, kenapa kamu tinggalin Kak Dimas, padahal Kak Dimas sangat mencintai kamu," gumam Dimas, sehingga Rayna yang mendengarnya meneteskan airmata.
"Jadi Kak Dimas sebenarnya mencintai Raisya, apa mungkin Kak Dimas hanya menjadikanku sebagai pelarian saja?" gumam Rayna dengan terus meneteskan airmata.
......................
Semenjak kedatangannya di Singapura, Raisya terus saja melamun karena masih memikirkan Dimas.
Kenapa dari semenjak tadi pagi hatiku terasa sakit, apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kak Dimas? semoga saja Kak Dimas baik-baik saja. Kak Dimas, Raisya kangen, batin Raisya dengan meneteskan airmata kerinduan yang mendalam.
Raisya dan Mommy Sandra saat ini sudah berada di apartemen, sedangkan Mentari dan Fajar memutuskan untuk langsung berkunjung ke rumah Dita, dan mereka hanya pergi berdua saja tanpa mengajak Raisya dan Mommy Sandra supaya bisa lebih leluasa untuk berbicara kepada Dita.
Setelah sampai rumah Dita, Dita begitu bahagia melihat Om dan Tantenya datang berkunjung.
__ADS_1
"Om, Tante, kenapa mau ke sini gak bilang-bilang dulu?" tanya Dita dengan antusias.
"Om dan Tante sengaja mau ngasih kejutan buat Dita. Bagaimana kabar kamu sayang? Dita baik-baik saja kan?" tanya Mentari dengan memeluk tubuh Dita.
"Alhamdulillah Dita baik-baik saja Tante. Ngomong-ngomong Tante Mentari semakin cantik saja nih, pasti Om Fajar makin posesif kan sama Tante, daritadi saja Dita lihat Om Fajar nempel terus."
"Om memang harus posesif sama Tante kamu, supaya nanti gak ada yang rebut," ujar Fajar dengan mengeratkan pelukannya, sehingga Mentari dan Dita memutar malas bola matanya.
Setelah mereka bertiga duduk, Mentari dan Fajar memutuskan untuk mengatakan semua rahasia yang selama ini Fajar sembunyikan, karena Fajar takut jika suatu saat nanti Dimas dan Dita akan mendengar semuanya dari oranglain.
"Oh ya Dita, ngomong-ngomong Suami sama Anak kamu kemana?" tanya Fajar.
"Mas Reza sedang mengajak main Kayla ke rumah orangtuanya," jawab Dita yang terlihat sedih.
Mentari yang melihat Dita sedih pun kini menghampiri Dita.
Dita langsung saja menangis dalam pelukan Mentari, karena Dita sudah tidak tahan dengan masalah rumah tangga yang saat ini sedang dia alami.
"Tante, Mas Reza sudah selingkuhi Dita, dia tega mengkhianati pernikahan kami, Dita tidak tau harus bagaimana lagi, karena saat Dita meminta cerai, Mas Reza malah membawa Kayla ke rumah orangtuanya."
Fajar nampak menghela nafas panjang.
"Dita, kenapa kamu memendamnya sendirian? Om tidak mau kalau kejadian pada Mama kamu dulu terulang kembali kepada Dita."
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama Om?" tanya Dita yang merasa terkejut dengan perkataan Fajar.
"Maaf jika selama ini Om sudah merahasiakan semuanya dari Dita, karena sebenarnya penyebab meninggalnya Mama kamu karena bunuh diri. Saat itu Kak Dewi sudah tidak kuat dengan pengkhianatan yang selalu dilakukan oleh Papa kamu, apalagi Papa kamu sampai menikah dengan perempuan lain hingga melahirkan seorang Anak."
"A_apa, jadi Mama meninggal karena bunuh diri? siapa perempuan yang telah merebut Papa sehingga Mama melakukan semua itu?" tanya Dita yang sudah merasa geram.
"Dita sayang, maaf jika Tante tidak mengatakan semuanya dari awal, sebenarnya perempuan yang sudah merebut Papa kamu adalah Kakak Kandung Tante sendiri," ujar Mentari dengan tertunduk sedih.
Dita hanya diam mematung dengan perkataan Mentari dan Fajar, tapi Fajar dan Mentari mencoba menjelaskan semuanya supaya Dita tidak salah paham terhadap Mentari.
"Tapi Dita harus tau kalau Tante Mentari juga adalah korban dari kekejaman mendiang Kakak kandungnya sendiri, karena Jingga sudah tega merebut Ayah Rasya dan Raisya, bahkan Jingga juga yang menyabotase mobil mendiang Suami Tante Mentari yang pertama sampai akhirnya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia," jelas Fajar, sampai akhirnya Dita kembali memeluk Mentari.
"Tante maaf, tadi Dita sudah berpikir yang tidak-tidak terhadap Tante, tapi ternyata selama ini Tante juga sudah menderita karena ulah dari Kakak kandung Tante sendiri."
"Tidak apa-apa sayang, Tante justru mau meminta maaf kepada Dita karena kesalahan yang telah mendiang Kak Jingga lakukan, semoga Dita bisa ikhlas memaafkan semua kesalahannya. Kak Jingga juga sudah mendapatkan karma dari perbuatannya selama ini, Kak Jingga juga meninggal dengan cara bunuh diri, bahkan sebelum meninggal dunia, Kak Jingga tertabrak mobil sehingga menyebabkan kedua kakinya di amputasi serta matanya mengalami kebutaan," ujar Mentari, sehingga Dita bergidik ngeri.
"Om harap Dita harus kuat ya, jangan sampai Dita melakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan oleh Mama Dewi, Dita dan Dimas pasti merasakan bagaimana rasanya kehilangan sosok Ibu pada saat usia kalian masih kecil, dan Dita pasti tidak mau kalau Kayla mengalami hal yang sama dengan Dita dulu."
Dita terlihat berpikir, dan ia membenarkan semua perkataan Fajar.
"Iya Om, Dita pasti akan kuat menjalani semuanya."
"Dita tenang saja, Om nanti akan memberikan peringatan kepada Reza. Selama ini Reza yang sudah menumpang hidup kepada Dita, dia juga sekarang mengelola bisnis keluarga kita yang ada di sini, dan Dita harus ingat, jangan sampai Dita melakukan kesalahan yang sama dengan Mama Dewi yang sudah dibutakan oleh cinta sehingga menyerahkan semua hartanya kepada mendiang Bramantyo, dan pada akhirnya Bramantyo merasa berkuasa."
__ADS_1
"Om, Tante, makasih banyak ya atas semuanya, Dita tidak tau harus berbuat apa seandainya tidak ada Om dan Tante."
"Sayang, kita adalah keluarga, dan sudah seharusnya keluarga saling membantu, terlebih lagi saling menyayangi. Jadi, jika Dita ada masalah apa pun juga, Dita harus menceritakan semuanya kepada kami, jangan pernah sungkan ya, Dita harus ingat kalau Dita tidak sendiri, karena Dita masih memiliki kami yang bisa Dita anggap sebagai pengganti mendiang orangtua Dita," ujar Mentari, sehingga membuat Dita merasa terharu.