Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 41 ( Apa yang kita tanam itu juga yang akan kita tuai )


__ADS_3

Angga menjalani pekerjaannya dengan profesional, sehingga membuat Fajar percaya kalau Angga tidak akan mengkhianatinya.


"Semoga saja aku tidak salah menilai orang, sepertinya Angga juga bersikap profesional, dan dia termasuk karyawan yang disiplin," gumam Fajar pada saat memeriksa laporan keuangan yang diberikan oleh Angga.


Fajar secara teliti memeriksa dokumen tersebut, kemudian dia memanggil Asisten Rendra.


📞" Rendra, segera masuk ke ruangan saya," ucap Fajar.


📞" Baik Tuan," jawab Rendra.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Rendra masuk ke dalam ruangan Fajar, karena Rendra selalu siap siaga berada di luar ruangan Fajar.


"Maaf Tuan, ada tugas apa yang harus saya lakukan?" tanya Rendra.


"Saya melihat kinerja Angga sangat baik di perusahaan ini, jadi saya minta kamu memberikan pasilitas mobil kantor untuk dia pakai," ujar Fajar.


"Tuan, maaf apabila saya lancang, kenapa Anda begitu baik kepada Pak Angga, padahal dia adalah mantan Suami dari istri Anda?" tanya Rendra.


"Setiap orang punya masalalu Ren, aku tau kalau dia pernah melakukan kesalahan terhadapku dan juga Mentari, tapi karena kesalahan dia yang telah membuang permata demi batu kerikil, sekarang permata yang paling indah tersebut sudah menjadi milikku. Bukankah seharusnya aku berterimakasih kepada Angga? dan selama dia bersikap profesional serta tidak mengusik kehidupanku, aku juga akan bersikap baik kepadanya," ucap Fajar.


"Sepertinya setelah Anda menikah dengan Nyonya Mentari, Anda menjadi berubah Tuan, padahal dulu Anda begitu terobsesi untuk selalu menghancurkan orang-orang yang telah mengusik kehidupan Anda," ujar Rendra.


"Kamu benar Rendra, aku banyak belajar dari Mentari yang selalu ikhlas menjalani semuanya. Mentari selalu berkata jika kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk membalaskan dendam terhadap orang yang sudah mendzolimi kita, karena Allah SWT pasti akan membalasnya. Sebab, apa yang kita tanam, itu juga yang akan kita tuai nantinya," ucap Fajar dengan tersenyum, karena dia terbayang wajah istrinya yang selalu membuatnya bahagia.


"Tuan beruntung sekali," ucap Rendra.


"Alhamdulillah, aku sangat bersyukur. Gara-gara kamu mengingatkanku kepada istriku, aku jadi pengen cepet-cepet pulang," ujar Fajar dengan tersenyum.

__ADS_1


"Maaf Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Rendra yang merasa tidak enak kepada Fajar, kemudian keluar dari ruangan Fajar untuk kembali bekerja.


......................


Saat ini di kediaman Jingga, Jingga masih marah-marah dengan membantingkan barang-barang, apalagi dari pagi Rayna terus saja rewel.


"Kamu bisa diam tidak? kenapa semua orang tidak ada yang mengerti aku saat ini? David, cuma kamu yang mengerti aku, kenapa kamu belum pulang juga? padahal aku ingin mencurahkan semua keluh kesah ku kepadamu," ujar Jingga dengan menangis.


Saat ini di Restoran, David terus saja membujuk Stella dan Mommy Sandra supaya kembali ke rumah Jingga.


"Sayang, sebaiknya sekarang kamu dan Mommy pulang ya, kasihan Ratu kalau di sini terus," ujar David.


"Mas, kamu tau sendiri kan bagaimana kelakuan Kak Jingga terhadap kami? dia selalu menghina dan merendahkan kami, apa Mas tega melihat harga diri kami diinjak-injak oleh Kak Jingga?" tanya Stella.


"Bukannya begitu sayang, tapi aku bingung kalau kita semua tidak tinggal di rumah Jingga, kita mau tinggal dimana? kita tidak mungkin kan kalau harus tidur di Restoran? jadi sebaiknya untuk saat ini kita mengalah dulu, nanti kalau Mas sudah punya uang, kita beli rumah ya," ujar David mencoba untuk membujuk Stella.


Maafkan aku Stella, aku tidak mungkin meninggalkan Jingga sendirian, saat ini dia pasti sangat membutuhkan aku, dan bagaimanapun juga Jingga adalah Ibu dari Anakku, ucap David dalam hati.


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka berempat sampai di rumah Jingga, dan pada saat mereka masuk rumah, rumah Jingga terlihat berantakan seperti kapal pecah dengan barang-barang yang berserakan dimana-mana.


Rayna terdengar menangis di kamar Jingga, tapi Jingga membiarkannya, dan Jingga terlihat prustasi sehingga terus mengacak-acak rambutnya.


Mommy Sandra dan Stella yang takut terhadap Jingga pun memutuskan untuk menunggu di ruang tamu saja, dan David pergi ke kamar Jingga sendirian.


"Honey, kamu kenapa jadi seperti ini?" tanya David.


Jingga yang melihat David datang pun langsung berlari kemudian memeluk tubuh David dengan erat.

__ADS_1


"Sayang, kamu kemana saja? aku saat ini sangat membutuhkan kamu, cuma kamu yang mengerti aku David," ujar Jingga yang saat ini menangis dalam pelukan David.


"Maafkan aku honey, dari kemarin aku banyak sekali pekerjaan, jadi aku tidak bisa pulang, sekarang kamu tenang dulu ya, aku sudah tau semuanya dari Stella dan Mommy Sandra," ujar David.


"Jadi mereka ikut pulang juga? kenapa kamu membawa mereka pulang ke sini lagi? keberadaan mereka di sini hanya menambah aku semakin pusing saja, apalagi tadi pagi mereka sudah meninggalkan Rayna," ujar Jingga.


"Sayang, aku tidak mungkin meninggalkan mereka di Restoran, kasihan Ratu kalau harus tidur di sana, bagaimanapun juga Ratu adalah Anak kita," ujar David.


"Tapi mereka selalu membuatku kesal, apalagi setelah aku jatuh miskin, mereka sekarang sudah berani melawan perintahku," ujar Jingga.


"Kamu yang sabar ya, biar nanti aku tegur Stella dan Mommy. Honey, sebenarnya saat ini mereka sudah tau kalau aku bukan orang kaya," ujar David.


"Bagaimana bisa? apa kamu sudah menceritakan semuanya?" tanya Jingga.


"Sebenarnya tadi pagi mereka pergi ke rumah mewah yang dulu pernah kita sewa untuk aku akui sebagai rumah orangtuaku, dan kamu tau siapa sebenarnya pemilik rumah mewah tersebut?" tanya David.


"Memangnya siapa sayang?" tanya Jingga yang penasaran.


"Ternyata itu adalah rumah Fajar dan Mentari," jawab David, sehingga membuat Jingga semakin geram.


"Lagi-lagi Mentari yang selalu merebut semuanya dariku, kenapa dia selalu beruntung, sedangkan aku sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi," teriak Jingga.


"Honey, kamu jangan selalu menyalahkan Mentari dengan semua yang kamu alami saat ini, mungkin saat ini Allah SWT menegur kamu atas semua perbuatan yang telah kamu perbuat di masalalu," ujar David.


"Jadi kamu juga sudah tidak berpihak kepadaku lagi David? kamu sama saja dengan yang lainnya, kalian semua tidak pernah mengerti dengan perasaanku," ujar Jingga dengan menangis histeris, sehingga Mommy Sandra dan Stella yang mendengarnya dari ruang tamu semakin ketakutan.


"Bukannya begitu honey, aku sangat mengerti kamu, dari dulu aku selalu bilang sama kamu supaya menghentikan kegilaan kamu dengan tidak menghancurkan kehidupan Mentari, sekarang kamu rasakan sendiri kan akibatnya, kalau semua itu berbalik kepadamu," ujar David.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerah David, sekarang aku sudah bertekad akan merebut Fajar dari Mentari," ujar Jingga dengan tersenyum licik.


Bagaimana caraku untuk membuat kamu sadar Jingga? kamu selalu terobsesi untuk menghancurkan kehidupan Mentari yang tidak pernah berbuat salah terhadapmu, batin David yang masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran Jingga.


__ADS_2