
Angga dan Stella masih tidak percaya jika Ratu bukanlah Anak kandung Angga, padahal selama ini mereka sudah mengira jika Ratu merupakan Anak Angga sehingga Mommy Sandra mati-matian mencari donor ginjal untuk Ratu, bahkan sampai tega menculik kedua Anak Mentari yang jelas-jelas Anak Kandung Angga.
"Jika Ratu bukan Anak Kak Angga, terus Ratu Anak siapa Kak?" tanya Stella.
"Kakak juga tidak tau Stella, bahkan Kakak tidak pernah mengira sama sekali jika Ratu bukanlah Anak kandung Kakak," ujar Angga yang masih merasa syok mendengar semuanya.
"Kita harus menanyakan langsung pada Kak Jingga siapa Ayah kandung Ratu, supaya Ratu bisa segera menemukan donor ginjal yang cocok karena sudah dapat dipastikan yang mempunyai kecocokan dengan Ratu adalah Ayah kandungnya," ujar Stella.
"Tapi sekarang Jingga berada dimana?" tanya Angga.
"Mas David pernah bilang kalau Kak Jingga dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Sebaiknya nanti kita tanyakan langsung kepada Mas David Rumah Sakit tempat Kak Jingga dirawat," ujar Stella.
"Lebih cepat lebih baik, sebaiknya sekarang kamu telpon David supaya memberitahukan Rumah Sakit Jiwa tempat Jingga di rawat, dan sekarang juga kita pergi ke sana," ujar Angga.
Di tempat lain saat ini David sedang memikirkan cara supaya bisa mendonorkan ginjalnya untuk Ratu tanpa ketahuan oleh Stella, karena jika sampai mereka mengetahui bahwa David yang mendonorkan ginjalnya, maka bisa dipastikan bahwa mereka akan mengetahui sebuah rahasia besar yang selama ini David dan Jingga sembunyikan dari semua orang.
"Aku harus bagaimana? aku harus secepatnya mendonorkan ginjal untuk Ratu," gumam David.
David terus saja memikirkan semuanya sampai akhirnya David tersadar dari lamunannya karena handphone David berbunyi.
"Ada apa Stella telpon?" gumam David, kemudian mengangkat telpon dari Stella.
📞"Halo sayang, tumben kamu telpon, bagaimana hasil tes nya?" tanya David.
📞"Di antara kami berdua tidak ada yang cocok Mas, makanya kami sekarang ingin menanyakan Rumah Sakit tempat Kak Jingga dirawat," ujar Stella.
📞"Mau apa kamu ke sana? nanti Jingga bisa mencelakai kamu sayang," ujar David.
📞"Stella ke sana sama Kak Angga, kami mau menanyakan siapa Ayah kandung Ratu sebenarnya," jawab Stella.
__ADS_1
Degg
Jantung David rasanya berhenti berdetak mendengar perkataan Stella.
Jadi mereka sudah mengetahui semuanya, batin David.
📞"Mas, kenapa kamu diam saja, tolong beritahu dimana Kak Jingga di rawat," ujar Stella.
📞"Ke_napa kalian bisa berpikir jika Ratu bukan Anak kandung Kak Angga?" tanya David dengan suara terbata.
📞"Tadi Dokter bilang kalau golongan darah Kak Angga O, sedangkan Kak Jingga A, tapi Ratu mempunyai golongan darah yang berbeda dengan mereka karena Ratu mempunyai golongan darah B, jadi sudah dapat dipastikan jika Ratu bukan Anak kandung Kak Angga, dan kami harus menanyakan langsung kepada Kak Jingga siapa Ayah kandung Ratu, supaya Ayah kandungnya bisa mendonorkan ginjalnya untuk Ratu," jelas Stella.
Bagaimana ini, jika aku tidak memberitahukan Rumah Sakit Jiwa tempat Jingga di rawat, maka mereka pasti akan curiga. Aku harus bagaimana, apa aku jujur saja kepada Stella? Sebaiknya aku menyusul ke sana, apa pun yang terjadi aku akan menerima keputusan Stella, ucap David dalam hati, kemudian David memberitahukan Nama Rumah Sakit Jiwa tempat Jingga dirawat, dan bergegas menyusul Stella dan Angga ke sana.
Angga dan Stella saat ini telah sampai di Rumah Sakit Jiwa, dan mereka langsung saja menanyakan keberadaan Jingga.
"Maaf Pak, saya ingin bertemu dengan pasien yang bernama Jingga," ujar Angga.
"Saya mantan Suaminya Pak, dan setahu saya Jingga saat ini belum menikah lagi," ujar Angga.
"Yang memasukan Bu Jingga ke sini adalah Suaminya, bahkan beliau sering datang untuk menjenguknya ke sini, terkadang membawa Anak mereka," ujar Petugas tersebut sehingga Angga dan Stella semakin heran.
"Lho, bukannya ini Anak Pasien yang bernama Jingga ya," sambung Petugas pada saat melihat Ratu yang digendong oleh Stella.
"Iya Pak, ini Anaknya Pasien. Kalau boleh saya tau siapa nama Suami Pasien?" tanya Stella.
"Nama Suaminya Pak David," ujar Petugas.
"Oh, kalau Mas David Suami saya Pak, Bapak berarti salah paham," ujar Stella yang masih belum mencurigai David.
__ADS_1
"Kalau begitu apa boleh kami ketemu Jingga sekarang? karena David juga yang tadi memberitahu kami tentang Jingga yang dirawat di Rumah sakit ini," ujar Angga.
"Baiklah kalau seperti itu, mari saya antar," ujar petugas yang kini mengantar Stella dan Angga untuk menemui Jingga.
Angga dan Stella merasa terkejut pada saat melihat Jingga yang berdandan seperti badut dan membawa boneka yang sudah koyak.
Jingga saat ini sedang mengupas buah di taman, pada saat melihat Stella dan Angga datang, Jingga langsung ketakutan.
"Mau apa kalian ke sini? kalian orang-orang jahat, kalian sudah membuat hidupku hancur," teriak Jingga.
"Kamu tenang dulu Jingga, kami tidak akan menyakitimu," ujar Angga.
"Iya Kak, kami hanya ingin menanyakan siapa Ayah kandung Ratu yang sebenarnya," ujar Stella, tapi Jingga tidak menghiraukannya, dan dia malah menusuk-nusuk boneka yang dia pegang.
"Mentari sayang, maaf ya Kakak harus membunuhmu, karena kamu selalu memiliki semua yang Kakak mau, jadi sebaiknya kamu mati saja," ujar Jingga dengan tertawa, sehingga membuat Stella ketakutan.
"Kamu jangan takut Stella, sini biar Kakak yang gendong Ratu, kasihan kamu pasti pegel," ujar Angga dengan mengambil Ratu dari Stella.
Setelah beberapa saat, David datang ke sana, Jingga yang melihat David pun langsung berlari untuk memeluk David.
"Sayang, akhirnya kamu datang juga, aku sudah kangen sekali sama kamu. Kamu lihat deh, ada orang-orang jahat yang datang ke sini dan membawa Anak kita," ujar Jingga, sehingga Stella dan Angga membulatkan mata mereka, sedangkan David yang saat ini dipeluk oleh Jingga hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Apa maksud perkataan Kak Jingga Mas?" tanya Stella yang sudah merasa geram, tapi David hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Stella.
"Kenapa kamu diam saja, apa benar kalau Ratu adalah Anak kamu Mas?" teriak Stella dengan menangis histeris.
"Sayang, aku bisa jelasin semuanya," ujar David.
"Tidak ada yang perlu kamu jelasin lagi Mas, semuanya sudah jelas, buktinya kamu hanya diam saja kan pada saat Kak Jingga memeluk kamu," ujar Stella.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu memanggil perempuan jahat itu dengan panggilan sayang," rengek Jingga pada David, sehingga David semakin bingung.
"Honey, tolong lepasin dulu pelukannya ya, sekarang kamu duduk dulu, nanti aku beliin kamu boneka baru lagi," ujar David yang sudah keceplosan karena memanggil Jingga dengan sebutan honey.