Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 33 ( Kugapai Cintamu )


__ADS_3

Setelah acara selesai, Fajar dan keluarga memutuskan untuk menginap di hotel karena semuanya sudah merasa cape, apalagi Fajar sudah menyiapkan sebuah kamar spesial untuk dia dan Mentari, untung saja Rasya dan Raisya tidak rewel, jadi mereka tidur bersama Bu Rima dan Pak Hasan.


Fajar kini menggandeng tangan Mentari menuju kamar mereka, sepanjang perjalanan Mentari merasa deg-degan karena ini adalah malam pertama untuk mereka.


"Selamat datang di kamar kita sayang," ucap Fajar pada saat membuka pintu kamar hotel.


Mentari merasa takjub dengan dekorasi kamar yang begitu indah.


"Bunda suka gak?" Tanya Fajar dengan memeluk tubuh Mentari dari belakang.


"Bunda suka banget Yah, terimakasih banyak ya atas semuanya," ucap Mentari.


"Semua ini tidak sebanding dengan perasaan bahagia Ayah yang telah berhasil menggapai cinta seorang Mentari," ucap Fajar dengan tersenyum.


Mentari merasakan desiran hangat dalam dadanya, dia terus saja merasa deg-degan, karena setelah satu tahun bercerai dari Angga, akhirnya Mentari kembali menikah dan satu kamar dengan seorang lelaki.


"Sayang, Shalat isya dulu yuk," ucap Fajar dengan menggandeng Mentari untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Kalau begitu Bunda duluan bersih-bersihnya ya," ujar Mentari yang sudah berada di depan pintu kamar mandi, tapi Fajar menahan Mentari dengan memegang pergelangan tangannya.


"Ya udah Bunda aja duluan, tapi sebaiknya Ayah bantu bukain dulu resleting baju Bunda ya, biar nanti Bunda gak kesusahan," ujar Fajar dengan menurunkan resleting belakang baju Mentari.


Jantung Mentari kembali berdetak kencang pada saat Fajar membantu melepaskan jilbabnya juga.


"Subhanallah, Istri Ayah cantik sekali ya, Ayah baru pertama kali lihat Bunda gak pake jilbab," ucap Fajar dengan menciumi rambut Mentari yang tergerai indah.


"Ya sudah sekarang Bunda mandi dulu gih, nanti kalau di sini terus Ayah bisa khilaf," ujar Fajar dengan cengengesan.


Setelah Mentari masuk ke dalam kamar mandi, Fajar terlihat senyum-senyum sendiri, karena dia masih saja tidak menyangka jika Mentari bisa menjadi istrinya.

__ADS_1


Semua ini masih seperti mimpi untukku, rasa cinta yang selama ini terpendam selama bertahun-tahun akhirnya dapat terwujud juga, ucap Fajar dalam hati dengan tiada hentinya mengucap syukur.


Setelah Mentari selesai membersihkan diri, kini giliran Fajar, dan setelah semuanya selesai Fajar mengajak Mentari untuk Shalat berjamaah.


"Bunda, kita Shalat Isya berjamaah ya, maaf jika bacaan Shalat Ayah belum benar, tapi Ayah akan berusaha menjadi Imam yang baik untuk Bunda."


"Kita sama-sama belajar ya Yah, insyaallah nanti juga akan terbiasa," ujar Mentari.


Mentari begitu bahagia karena selama dia menikah dengan Angga, Mentari dan Angga tidak pernah melaksanakan Shalat berjamaah, bahkan Angga jarang melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim meskipun mentari sering mengingatkannya.


Tiada hentinya Mentari dan Fajar mengucap syukur atas kebahagiaan yang telah Allah SWT berikan.


Terimakasih Ya Allah, karena Engkau telah memberikan hamba seorang imam yang Saleh, semoga Mas Fajar bisa menjadi imam di Dunia sampai akhirat untuk hamba, sebait do'a yang Mentari ucapkan setelah Shalat.


Mentari mencium punggung tangan Fajar, lalu Fajar mencium kening Mentari.


Mentari meneteskan airmata kebahagiaan saat berada dalam dekapan Lelaki yang kini telah menjadi Suaminya, dia merasa terharu karena akhirnya setelah drama kehidupan yang harus dia lewati pada saat berumah tangga dengan Angga, kini dia mendapatkan kebahagiaan bersama Fajar, walaupun Mentari tau jika setiap rumah tangga pasti akan ada badai yang menerpa.


"Semoga kita selalu bisa menjalani rumah tangga kita dengan rasa saling percaya dan kejujuran ya, Ayah tau jika dalam setiap rumah tangga pasti akan selalu ada masalah yang terjadi, tapi Ayah selalu berharap kita berdua bisa melewati semuanya serta menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin," ujar Fajar.


"Iya Yah, insyaallah Bunda akan menjadi Istri dan Ibu yang baik untuk Anak-anak kita."


"Ngomong-ngomong soal Anak, Bunda mau bikin berapa lagi Adik buat si Kembar?" Goda Fajar.


Mentari yang malu pun kini menenggelamkan wajahnya di dada bidang Fajar.


"Kenapa harus malu? Kita kan udah sah menjadi Suami Istri. Apa boleh Ayah memberikan nafkah batin yang pertama kali untuk Bunda?" Tanya Fajar dengan menelungkupkan kedua tangannya di pipi Mentari.


Mentari yang merasa malu pun hanya bisa menjawab pertanyaan Fajar dengan tersenyum serta menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Akhirnya malam pertama Fajar dan Mentari mereka lalui dengan penyatuan yang indah tanpa ada paksaan dari pihak manapun, karena mereka berdua melakukannya atas dasar cinta dan ibadah.


Keesokan paginya Fajar bangun terlebih dahulu pada saat mendengar Adzan subuh, bibirnya langsung menyunggingkan senyuman, karena pada saat pertama kali dia membuka mata yang dia lihat adalah wajah perempuan yang sangat dicintainya.


"Sayang, bangun yuk, udah Adzan Subuh," ajak Fajar dengan menciumi wajah Mentari.


"Alhamdulillah..udah Adzan Subuh ya, makasih sudah bangunin, kalau gak Ayah bangunin mungkin Bunda bakalan kesiangan," ujar Mentari dengan tersenyum malu.


"Kenapa senyum-senyum terus, Bunda masih ngebayangin kejadian semalam ya?" goda Fajar.


"Ya udah, sekarang Bunda mandi duluan ya," ujar Mentari dengan mencoba untuk bangun, tapi Fajar langsung menggendongnya sehingga Mentari merasa malu.


"Mandinya barengan aja biar cepet," ucap Fajar dengan membawa tubuh Mentari ke dalam kamar mandi.


......................


Setiap hari Mentari dan Fajar melewati semuanya dengan penuh kebahagiaan dan cinta yang tidak ada habisnya, lain halnya dengan rumah tangga Jingga dan Angga yang jauh dari kata harmonis.


Sebagai seorang istri, Jingga tidak pernah memenuhi kewajibannya, jangankan menyiapkan keperluan untuk Angga, untuk dirinya sendiri dia mengandalkan Mommy Sandra.


Setiap hari Mommy Sandra selalu mengeluh kepada Angga tentang perlakuan Jingga yang selalu memperlakukannya seperti pembantu.


"Angga, kasih Mommy uang bulanan lagi donk, Mommy cape harus jadi Pembantu Jingga terus," rengek Mommy Sandra.


"Maaf Mom, saat ini usaha Angga sudah berada di ujung kebangkrutan, bahkan kemungkinan rumah yang saat ini kita tinggali serta Aset yang Angga punya akan Angga jual untuk menutupi hutang perusahaan," ujar Angga.


"Kamu gak boleh lakuin itu Angga, terus nanti kita bakalan tinggal dimana kalau rumah ini dijual? Mommy gak mau kalau nanti kita harus numpang di rumah Jingga, pasti nanti Jingga akan semakin semena-mena terhadap kita," ujar Mommy Sandra.


"Bukannya Jingga adalah Menantu idaman Mommy? sekarang Mommy tau sendiri kan dalamnya dia seperti apa? Mommy sekarang nikmati saja semuanya, karena apa yang kita tanam itu juga yang akan kita tuai," ujar Angga, sehingga membuat Mommy Sandra tidak dapat berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2