Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 57 ( Permintaan maaf Mommy Sandra )


__ADS_3

Angga kembali menelpon Fajar untuk meminta ijin lagi, karena besok Angga belum bisa masuk kerja.


📞"Assalamu'alaikum Pak Angga," ucap Fajar pada saat menerima telpon dari Angga.


📞"Wa'alaikumsalam Tuan. Tuan mohon maaf jika besok saya masih belum bisa masuk kerja, karena keluarga saya mendapatkan musibah," ujar Angga.


📞"Kalau boleh tau musibah apa yang telah menimpa keluarga Pak Angga? siapa tau saya bisa bantu?" tanya Fajar.


📞"Sebenarnya Adik ipar saya meninggal dunia Tuan," jawab Angga.


📞"Innalillahi waina ilaihi raji'un, saya turut berduka cita Pak. Apa saya boleh tau saat ini mendiang David berada di Rumah Sakit mana?" tanya Fajar.


📞"Mendiang David saat ini masih melakukan operasi Donor ginjal untuk Ratu di Rumah Sakit Sejahtera," jawab Angga, dan Fajar pun menutup telponnya setelah mengucapkan Salam, karena dia akan menjemput Mentari untuk pergi ke Rumah Sakit.


"Ren, tolong handle semua pekerjaan hari ini, karena saya harus pergi," ujar Angga dengan bergegas menuju parkiran, padahal Rendra ingin menyampaikan berita penting.


"Padahal saya mau bilang kalau Ibu Eliza dari inggris meminta jadwal untuk bertemu hari ini, bagaimana ini, setahu saya Bu Eliza adalah orang yang paling disiplin dan tidak pernah mau jika rekan bisnisnya mewakilkan pada orang lain," gumam Rendra dengan mengusap rambutnya secara kasar.


................


Sesampainya di rumah, Fajar langsung mengajak Mentari untuk pergi, karena sebelumnya saat di perjalanan Fajar sudah menelpon Mentari untuk bersiap-siap, sehingga Mentari sudah siap pada saat Fajar menjemputnya.


"Bu, Pak, kami pamit dulu ya. Maaf jika kami sudah merepotkan Bapak dan Ibu untuk menjaga Rasya dan Raisya," ucap Fajar kepada Bu Rima dan Pak Hasan.


"Tidak apa-apa Nak, tolong sampaikan bela sungkawa kami kepada Stella dan keluarga," ujar Bu Rima. Kemudian Fajar dan mentari pun mencium punggung tangan Pak Hasan dan Bu Rima sebelum mereka berdua pergi.


"Yah, apa Ayah tau penyebab David meninggal?" tanya Mentari pada saat di perjalanan menuju Rumah Sakit.

__ADS_1


"Tidak Bunda, karena tadi Ayah belum sempat menanyakannya. Tapi tadi Angga bilang kalau mendiang David sedang melakukan operasi donor ginjal untuk Ratu," jawab Fajar.


"Apa sekarang Stella sudah mengetahui jika Ratu adalah Anak Kak Jingga dan David?" tanya Mentari.


"Entahlah, karena Ayah tidak pernah memperlihatkan video percakapan Jingga dan David kepada oranglain selain kepada Bunda, karena itu bukan urusan kita juga."


"Iya Yah, Bunda hanya merasa kasihan saja kepada Stella, karena selama ini dia sudah dibohongi oleh Suami dan Kakak iparnya sendiri."


Sesampainya di Rumah Sakit, Mentari dan Fajar langsung menuju ruang operasi, di sana sudah terlihat Angga dan Stella yang sedang duduk menunggu di depan ruang operasi.


"Assalamu'alaikum," ucap Mentari dan Fajar.


"Wa'alaikumsalam," jawab Angga dan Stella.


Stella yang melihat Mentari, langsung saja memeluk tubuh Mentari.


"Iya Kak, seandainya Mas David tidak menyelamatkan Stella, mungkin saat ini Stella yang sudah meninggal dunia."


"Apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Mentari.


"Sebenarnya Aku, Kak Angga dan Ratu, sengaja datang ke Rumah Sakit Jiwa untuk menanyakan siapa Ayah kandung Ratu kepada Kak Jingga, karena Dokter mengatakan jika Kak Angga bukan Ayah biologis Ratu sehingga tidak dapat mendonorkan ginjalnya. Akan tetapi, pada saat Kak Jingga melihat Mas David, Kak Jingga langsung berhambur memeluk Mas David, dan Mas David juga sudah keceplosan memanggil Kak Jingga dengan sebutan honey," ujar Stella dengan menahan sesak dalam dadanya.


"Sebaiknya kita duduk dulu, sekarang Stella minum dulu ya," ujar Mentari dengan memberikan sebotol air mineral kepada Stella, dan Stella langsung meneguknya hingga air tersebut habis, kemudian kembali melanjutkan ceritanya.


"Aku tidak pernah menyangka jika Ratu adalah Anak Mas David dan Kak Jingga. Pada saat Kak Jingga melihat Mas David memelukku, Kak Jingga marah dan berniat menusukan pisau kepadaku, tapi Mas David menghalanginya, sehingga akhirnya Mas David meregang nyawa di tangan Kak Jingga. Sebelum meninggal dunia, Mas David berpesan supaya ginjalnya di donorkan kepada Ratu, karena ginjalnya dengan Ratu cocok karena Mas David adalah Ayah kandung Ratu," ujar Stella dengan terus saja menangis.


"Atas nama keluarga besar Kak Jingga, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Stella yang sabar ya, semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa yang telah David perbuat semasa hidupnya," ujar Mentari, yang di Amini oleh semua yang berada di sana.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Mommy Sandra datang ke Rumah Sakit. Mommy Sandra yang mendapat berita kematian David, diperbolehkan untuk melihatnya ke Rumah Sakit dengan didampingi oleh Polisi.


"Stella," ucap Mommy Sandra dengan memeluk tubuh Stella kemudian menangis.


"Mom, ternyata selama ini Mas David telah mengkhianati pernikahan kami, karena sebenarnya Mas David adalah Ayah kandung Ratu, jadi saat ini mendiang Mas David dan Ratu sedang melakukan operasi pencangkokan ginjal.


"A_apa, jadi Ratu bukan Anak kandung Angga, jadi Ratu bukan Cucu Mommy?" tanya Mommy Sandra yang begitu syok mendengarnya.


"Padahal Mommy sampai nekad menculik kedua Anak Angga supaya bisa mendonorkan ginjal untuk Ratu, tapi ternyata selama ini kita telah dibohongi."


"Iya Mom, Stella juga masih tidak percaya dengan semua ini, tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk semuanya. Mas David dan Kak Jingga juga sudah menerima hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya," ujar Stella.


Mommy Sandra sangat merasa bersalah kepada Mentari karena selama ini ia telah berbuat jahat kepada Mentari dan keluarganya.


Pada saat Mommy Sandra melihat Mentari, Mommy Sandra langsung saja bersimpuh di kaki Mentari.


"Mentari, maafin Mommy Nak, Mommy sudah bersalah sama kamu dan keluarga, apalagi Mommy sampai tega menculik Rasya dan Raisya. Mommy sangat menyesali semuanya," ujar Mommy Sandra dengan terus menangis karena menyesali semua perbuatannya.


"Bu, jangan seperti ini," ujar Mentari dengan membantu Mommy Sandra berdiri, kemudian membawanya duduk.


"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, begitu juga dengan Mentari, tapi Mentari berharap semoga kita semua bisa memetik sebuah pelajaran dari semua kesalahan yang telah kita perbuat, supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari."


Semua orang yang mendengar perkataan Mentari semakin kagum kepada sosok Mentari yang selalu baik hati dan bijaksana.


"Stella, maaf ya Kakak tidak bisa lama-lama di sini, soalnya kasihan Anak-anak kalau ditinggal lama-lama. Semoga Ratu bisa cepat pulih, dan semoga kita semua selalu diberikan kesehatan," ucap Mentari dengan memeluk tubuh Stella dan Mommy Sandra.


"Terimakasih Nak, hatimu sungguh mulia," ucap Mommy Sandra.

__ADS_1


Sebelum pulang, Mentari juga memberikan Amplop kepada Stella yang berisi uang sebanyak seratus juta sebagai uang duka dan untuk membantu pemakaman David.


__ADS_2