
Mommy Sandra dan Stella kini telah sampai di depan gerbang rumah Fajar dan Mentari yang mereka kira adalah rumah orangtua David.
"Pak, bukain pintu gerbangnya dong, saya mau ketemu sama besan saya," ujar Mommy Sandra kepada Pak Parjo yang masih bekerja di sana menjadi penjaga gerbang di rumah Mentari dan Fajar.
"Maaf, Nyonya siapa ya?" Tanya Pak Parjo yang sudah lupa dengan wajah Mommy Sandra dan Stella.
"Masa Bapak lupa sama kami sih, saya Stella istrinya David, Anak pemilik rumah ini."
"Tapi Anak pemilik rumah ini masih kecil-kecil dan saya tidak kenal dengan yang namanya David," ujar Pak Parjo.
"Bapak udah tua sih, makanya Bapak pikun," ujar Stella.
"Maaf Nona, tapi rumah ini bukan rumah orangtua David, saya juga sudah lama kerja di sini, mungkin kalian salah rumah," ujar Pak Parjo.
"Gak mungkin kami salah rumah, karena dulu kami pernah ke sini bersama Suami saya," ujar Stella yang bersikukuh, sehingga terjadi perdebatan antara Pak Parjo dan Stella juga Mommy Sandra.
Beberapa saat kemudian, Bu Rima dan Pak Hasan yang kebetulan datang untuk berkunjung ke rumah Mentari merasa terkejut pada saat melihat Mommy Sandra dan Stella yang berada di depan gerbang rumah Mentari sedang berdebat dengan Pak Parjo, sehingga Bu Rima meminta Supir untuk memberhentikan mobilnya.
"Pak sepertinya itu Bu Sandra dan Stella ya, mau apalagi mereka datang ke rumah Mentari? sebaiknya kita turun dulu," ujar Bu Rima.
"Iya Bu, Bapak juga takut kalau kedatangan mereka ke sini untuk berbuat sesuatu yang tidak baik kepada Mentari."
Mommy Sandra yang melihat Bu Rima dan Pak Hasan turun dari mobil mewah pemberian dari Fajar, langsung merasa terkejut apalagi melihat kondisi Pak Hasan yang sudah bisa berjalan dengan normal.
"Selamat siang Nyonya, Tuan," ucap Pak Parjo ketika melihat kedatangan Bu Rima dan Pak Hasan.
Kenapa penjaga rumah Mertua Stella sangat menghormati orangtua si Menantu Benalu ya? Apa dia mengenalnya? Batin Mommy Sandra kini bertanya-tanya.
"Selamat siang juga Pak Parjo. Pak Parjo apa yang sebenarnya telah terjadi, Kenapa saya lihat Pak Parjo ribut dengan mereka?" tanya Bu Rima yang sebenarnya masih merasa sakit hati dengan keluarga Angga.
"Mereka memaksa untuk masuk Nyonya, mereka juga sudah mengaku-ngaku kalau rumah ini adalah rumah Mertua Nona Stella," jawab Pak Parjo.
"Eh Mang Parjo enak aja kalau ngomong, seharusnya saya yang nanya sama kedua orang ini, mau ngapain kalian orang miskin datang kemari, sok-soan pake mobil mewah segala, pasti mobilnya hasil rental kan?" Sindir Mommy Sandra.
Bu Rima yang merasa geram dengan perkataan Mommy Sandra pun kembali angkat bicara.
"Anda masih saja sombong Nyonya Sandra yang terhormat, memangnya Anda tidak tau sedang berada di depan gerbang rumah siapa?" Tanya Bu Rima.
__ADS_1
"Jelas tau lah, ini kan rumah Besan saya, Mertuanya Stella, ya kan Stella," ujar Mommy Sandra.
"Iya, jadi kalian lebih baik pergi saja dari sini, jangan sampai tubuh kotor kalian mengotori rumah mertuaku," ujar Stella dengan sombongnya.
"Kalian kalau mimpi jangan di siang bolong begini. Pak Parjo ayo buka gerbangnya, saya malas meladeni mulut busuk mereka," ujar Bu Rima.
"Baik Nyonya," ujar Pak Parjo yang langsung membuka gerbang untuk Bu Rima dan Pak Hasan.
"Heh Parjo, memangnya kamu dibayar berapa sama mereka sampai bersedia membukakan gerbang untuk kedua orang miskin ini?" tanya Mommy Sandra.
"Maaf Nyonya, mereka adalah orangtua majikan saya," jawab Pak Parjo, sehingga membuat Mommy Sandra semakin geram.
Mentari yang mendengar keributan dari luar rumahnya pun kini menghampiri asal keributan.
"Assalamu'alaikum, Bu, Pak, kapan datang?" Tanya Mentari dengan mencium punggung tangan kedua orangtuanya.
"Wa'alaikumsalam, kami baru saja datang kok Nak, cuma tadi Ibu ketemu sama orang yang gak ada akhlak, mereka gak tau malu banget, masa ngaku-ngaku rumah kamu sebagai rumah Mertuanya Stella," jawab Bu Rima.
"Lho, kenapa si Menantu Benalu juga ada di sini Mom," ujar Stella.
"Tidak mungkin, Mommy cuma mimpi buruk kan Stella, kemarin Perusahaan yang Jingga akui ternyata perusahaan Fajar, dan sekarang rumah yang David akui sebagai rumahnya ternyata milik Fajar juga," ujar Mommy Sandra, kemudian Mommy Sandra pun pingsan karena syok menerima kenyataan buruk baginya.
"Mommy bangun Mom, aduh gimana ini," ujar Stella yang kebingungan.
"Pak Parjo ayo bantu Nyonya Sandra masuk ke dalam rumah," ujar Mentari.
"Tunggu Mentari, kamu jangan memasukan ular ke dalam rumah kamu, nanti dia bisa menggigit," ujar Bu Rima.
"Bu, Mentari cuma mau menolong saja, sudah kewajiban kita kan untuk saling tolong menolong," ujar Mentari.
"Mentari benar Bu, jangan pernah emosi membutakan mata hati kita," ujar Pak Hasan.
Tiba-tiba Ratu berjalan mendekat kepada Bu Rima dan memanggilnya Nenek.
"Nenek."
Kenapa aku merasa jika Anak ini mirip sekali dengan Jingga waktu kecil, ucap Bu Rima dalam hati dengan menjongkokkan tubuhnya supaya sejajar dengan Ratu.
__ADS_1
"Mentari, aku mohon tolong Mommy, aku tau kalau kami selalu berbuat jahat kepadamu, tapi kasihan Ratu dia pasti kepanasan, dan bagaimanapun juga Ratu adalah Anak Kak Jingga, Kakakmu," ucap Stella.
"Jadi Ratu adalah Cucu Ibu?" tanya Bu Rima dengan memeluk Ratu, kemudian menggendongnya.
"Iya Bu Rima, atas nama Mommy, saya minta maaf kepada semuanya," ucap Stella.
"Pak Supri tolong bantu Pak Parjo membawa Bu Sandra ke dalam rumah," ujar Bu Rima kepada Supir pribadinya.
Mentari tersenyum melihat Bu Rima yang berubah pikiran pada saat bertemu dengan Anaknya Jingga.
Setelah di dalam rumah, Mentari langsung menyuruh Pak Supri dan Pak Parjo membaringkan Mommy Sandra di kamar tamu.
"Terimakasih ya Pak," ucap Mentari.
"Iya sama-sama Nyonya, kalau begitu kami permisi dulu," ucap Pak Parjo dan Pak Supri yang kembali ke depan.
Stella merasa malu kepada Mentari dan keluarga, sehingga dia terus saja menundukkan kepalanya.
"Stella, gimana kabar kamu?" Tanya Mentari.
"Alhamdulillah, seperti yang Kakak lihat," ujar Stella yang baru kali ini menyebut mentari Kakak.
"Ya sudah sebaiknya kamu minum dulu. Oh iya apa Ratu adalah Anak Kak Jingga yang kedua?" Tanya Mentari.
"Iya Kak, yang pertama namanya Rayna, dia sudah berusia 3 tahun, dan ini Ratu, saat ini usianya sudah hampir 2 tahun," jawab Stella.
Sesaat kemudian Fajar datang bersama Rasya dan Raisya.
"Assalamu'alaikum Bu, Pak," ucap Fajar pada Bu Rima dan Pak Hasan, kemudian dia dan si kembar mencium punggung tangan Bu Rima dan Pak Hasan.
"Wa'alaikumsalam Nak," jawab Bu Rima dan Pak Hasan.
"Bunda Ateu ini capa?" Tanya Raisya.
"Ayo salim Nak, ini Tante Rasya sama Raisya, namanya Tante Stella," jawab Mentari, kemudian Rasya dan Raisya pun mencium punggung tangan Stella.
"Kak, apa mereka Anak Kak Angga?" Tanya Stella yang baru pertama kali melihat Rasya dan Raisya, dan Mentari pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
__ADS_1