
Jingga yang sudah bertekad untuk menghancurkan Mentari akhirnya memulai kembali aksinya. Jingga menyewa wartawan untuk menguak identitas Mentari yang sebenarnya, dan dia membeberkan tentang Mentari yang sudah menikah tiga kali bahkan tentang si kembar yang pada kenyataannya bukan Anak kandung Fajar supaya image Mentari dan Fajar hancur, apalagi Angkasa Grup merupakan perusahaan terbesar di Indonesia, dan pastinya banyak orang yang menginginkan informasi tersebut.
"Tunggu saja Mentari, kamu pasti akan dihujat oleh semua orang, karena aku sudah menjelek-jelekan Namamu di sosial media, dan sebentar lagi Wartawan pasti akan mengejar-ngejar kamu dan Fajar, dan nanti saham Angkasa Grup pasti akan turun" gumam Jingga dengan tertawa licik.
Pagi ini Mentari berbelanja sayuran di depan rumahnya, dan tidak seperti biasanya tetangga Mentari menatapnya dengan sinis, Mentari yang tidak pernah bermain sosial media pun tidak pernah mempunyai pikiran negatif.
"Eh Ibu-ibu tau gak kalau di komplek kita ternyata ada Janda kegatelan yang sengaja menggoda Perjaka kaya raya supaya sudi menikahinya, padahal dia sudah mempunyai Anak dua lho, apalagi Anak-anaknya cacat," sindir Bu Rita.
Mentari hanya menyimak tanpa mau menanggapi perkataan Bu Rita, karena dia tidak mau mempunyai masalah dengan siapa pun, serta Mentari tidak mau suudzon.
"Masa sih Bu, saya jadi penasaran siapa Janda gatel itu, mungkin saja dia menggaet orang kaya supaya bisa mengobati Anak-anaknya," ujar Bu Risma.
"Katanya sih Suaminya sudah jatuh miskin, makanya perempuan tersebut minta diceraikan. Kasihan banget ya Suaminya mempunyai istri durhaka seperti itu, yang habis manis sepah dibuang," ujar Bu Rita.
"Ibu-ibu pagi-pagi gini kok malah bergosip," ujar tukang sayur.
"Makanya Mang, baca berita yang lagi viral di sosmed biar gak ketinggalan jaman," ujar Bu Rita.
"Eh Bu Mentari tau gak siapa orangnya?" tanya Bu Risma.
"Enggak Bu, kebetulan saya gak punya sosial media," jawab Mentari.
"Pantesan saja gak tau ternyata situ gaptek ya," sindir Bu Rita.
"Saya hanya tidak ingin mengetahui aib oranglain yang tidak seharusnya disebar luaskan," ujar Mentari.
"Jadi situ belum nyadar ya kalau yang digosipin situ sendiri," sindir Bu Rita.
"Maksud Bu Rita apa ya? maaf Bu kalau Ibu tidak tau kenyataan yang sebenarnya tentang sesuatu hal, seharusnya Ibu tidak usah asal bicara, karena itu jatuhnya fitnah, Ibu tau kan kalau fitnah lebih kejam daripada pembunuhan?" ujar Mentari.
Mentari yang tidak mau adu mulut dengan Bu Rita pun akhirnya memilih untuk pulang setelah membayar belanjaannya.
__ADS_1
Fajar yang saat ini sedang mengajak kedua Anaknya bermain di halaman langsung menghampiri Mentari yang terlihat cemberut.
"Bunda kenapa cemberut?" tanya Fajar.
Mentari langsung berhambur memeluk Fajar dan menangis dalam pelukan Suaminya.
"Bunda kenapa menangis? siapa yang telah menyakiti Bunda?" tanya Fajar yang tidak ela melihat istrinya menangis.
"Apa Ayah mengetahui sesuatu tentang berita yang sedang viral di sosial media?" tanya Mentari.
"Tidak Bunda, kebetulan Ayah tidak pernah membuka sosial media memangnya kenapa Bunda sampai menangis?" tanya Fajar.
Sebelum Mentari menjawab pertanyaan Fajar, Asisten Rendra sudah lebih dulu menelpon Fajar untuk menceritakan berita yang sedang viral tersebut.
📞"Tuan gawat, saham kita saat ini turun drastis karena ada berita yang menjelek-jelekan Tuan dan Nyonya," ujar Rendra.
📞"Sepenting apa pun itu, seharusnya kamu ngucapin Salam dulu saat menelpon," ujar Fajar.
📞"Ya sudah kalau begitu saya ke kantor sekarang. Assalamu'alaikum," ucap Fajar.
📞"Wa'alaikumsalam," jawab Rendra, kemudian telpon pun terputus.
Fajar yang khawatir dengan Mentari dan Si Kembar pun memutuskan untuk membawa mereka ke kantor, karena saat ini bisa saja ada orang yang memanfaatkan keadaan.
"Sayang, sebaiknya kalian ikut Ayah ke Kantor ya, Ayah khawatir jika meninggalkan Bunda dan Anak-anak di rumah," ucap Fajar.
"Iya Yah, Bunda juga khawatir dengan Anak-anak jika sampai ada Wartawan yang mencari berita sampai ke sini."
Akhirnya Mentari dan Fajar berangkat ke Kantor untuk segera melakukan konversi pers, dan Asisten Rendra sudah menyiapkan semuanya.
Pada saat Fajar turun dari mobil, Wartawan langsung mengerubuti Fajar dan keluarga, tapi dia selalu melindungi Mentari dan kedua Anaknya supaya tidak kenapa-napa.
__ADS_1
"Mohon maaf ya teman-teman, saya akan mengklarifikasi semuanya sebentar lagi, jadi mohon pengertiannya," ucap Fajar, lalu bergegas membawa Mentari dan kedua Anaknya masuk.
"Sayang kalian tidak kenapa-napa kan?" tanya Fajar yang mengkhawatirkan Istri dan Anaknya.
"Tidak Yah, kami baik-baik saja, justru Bunda khawatir sama Ayah karena tadi pelipis Ayah sempat terkena kamera Wartawan, Apa sakit?" tanya mentari dengan meraba Pelipis Fajar yang terlihat memar.
"Ini cuma luka kecil sayang, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Fajar dengan mencium tangan Mentari yang terus meraba pelipisnya.
"Maaf Tuan saya mengganggu, acara konversi pers nya telah siap," ucap Rendra.
"Makasih Ren, kami akan segera ke sana," jawab Fajar kemudian menggandeng Mentari dan menggendong Rasya dan Raisya.
"Selamat siang semuanya, mohon maaf jika telah menunggu lama. Jika ada pertanyaan silahkan ajukan sekarang, dan kami pasti akan menjawabnya," ucap Fajar.
"Maaf Tuan Fajar, apa benar Anda adalah seorang Pebinor?" tanya salah satu Wartawan.
"Mohon maaf, saya dan istri saya menikah setelah istri saya menjadi Janda selama satu tahun, apakah itu bisa disebut sebagai Perebut Istri orang?" Fajar balik bertanya.
"Tapi ada desas desus jika istri Anda telah menikah 3 kali," tanya Wartawan lagi.
Fajar hendak menjawab pertanyaan Wartawan tersebut, tapi Mentari melarangnya, karena dia sendiri yang akan menjawabnya.
"Benar, sebelum menikah dengan Mas Fajar, saya sudah menikah sebanyak 2 kali, yang pertama Suami saya meninggal pada hari pertama pernikahan kami setelah beliau melakukan ijab kabul, dan setelah saya menjanda selama 1 tahun, saya baru menikah lagi, begitu juga dengan yang ketiga," jawab Mentari.
"Apa benar Anak Anda bukan Anak Tuan Fajar?" tanya Wartawan.
"Benar, tapi bagi saya Mas Fajar adalah Ayah yang sebenarnya, karena Ayah kandungnya sendiri menolak kehadiran kedua bayi saya yang terlahir istimewa. Apa salah jika seorang Janda yang mempunyai dua orang Anak menikah kembali dengan lelaki yang menjadi sosok Dewa penolongnya? asal Anda sekalian tau jika setelah melahirkan, saya koma selama satu bulan, bahkan Dokter sudah menyarankan supaya alat bantu hidup saya dilepas, begitu juga dengan kedua orangtua saya yang sudah menyerah karena saya sudah seperti mayat hidup," ujar Mentari kemudian menarik nafas karena merasakan sesak dalam dadanya.
"Lalu kemana Suami Anda saat itu?" tanya Wartawan.
"Mantan Suami saya lebih memilih Kakak Kandung saya sendiri untuk dia jadikan istri, dan setelah saya melahirkan dia menggugat cerai saya karena bayi kami cacat. Tapi satu orang yang selalu percaya bahwa saya akan kembali hidup yaitu sosok lelaki yang saat ini menjadi Suami saya," tegas Mentari.
__ADS_1