Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 98 ( I Love You Raisya )


__ADS_3

Satu bulan pulan pun kini telah berlalu dari semenjak pertemuan Rayna dan Ratu, dan saat ini Ratu akan ikut Stella ke Bogor untuk berkunjung ke Rumah Mentari, karena mendengar Raisya dan Mommy Sandra akan pulang.


Sebaiknya aku segera berbicara dengan Kak Dimas, karena aku tidak mau kalau Kak Rayna harus menanggung semuanya sendirian, ucap Ratu dalam hati.


Dimas dan Rasya saat ini telah sampai di Bandara untuk menjemput Raisya dan Mommy Sandra, dan Dimas begitu bahagia karena akan kembali bertemu dengan Raisya pujaan hatinya.


Aku harus berusaha untuk mengejar Raisya, apa pun yang terjadi, aku tidak akan melepaskannya lagi, ucap Dimas dalam hati.


Dimas dan Rasya sengaja membawa mobil masing-masing, karena Dimas sudah berencana akan membawa Raisya ke sebuah tempat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


Saat ini Raisya dan Mommy Sandra sudah turun dari pesawat, dan Dimas begitu terpesona pada saat melihat Raisya dari kejauhan yang saat ini sedang berjalan menuju ke arahnya.


Kamu semakin cantik saja Raisya, aku menyesal karena dulu tidak menyadari semuanya, batin Dimas, dan Rasya yang daritadi mendengar suara hati Dimas hanya menyunggingkan senyuman saja.


Sepertinya Kak Dimas benar-benar tulus mencintai Raisya, semoga saja mereka berdua bisa segera bersatu dan hidup bahagia, ucap Rasya dalam hati.


Jantung Raisya berdetak dengan cepat pada saat melihat Dimas yang saat ini sudah terlihat menunggunya.


Kak Dimas, akhirnya kita bisa bertemu kembali. Raisya kangen sama Kak Dimas, Apa Kak Dimas mempunyai perasaan yang sama dengan Raisya? batin Raisya kini bertanya-tanya.


Dimas yang sudah tidak bisa menahan rindu kepada Raisya langsung saja memeluk tubuh Raisya dengan erat, sehingga membuat Raisya terkejut karena saat ini mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang.


"Kak Dimas jangan seperti ini," ucap Raisya.


"Kakak kangen banget sama kamu sayang, Kakak tidak sanggup lagi untuk berpisah jauh dengan Raisya," ucap Dimas yang terlihat enggan untuk melepas pelukannya.


Rasya akhirnya mengajak Mommy Sandra untuk pulang terlebih dahulu, karena Rasya mengerti kalau Raisya dan Dimas butuh waktu untuk berbicara berdua.


"Nek, sebaiknya kita pulang duluan saja, Kak Dimas sama Raisya sepertinya membutuhkan waktu untuk berbicara berdua," bisik Rasya, dan Mommy Sandra yang memang mengetahui kalau Raisya selalu merindukan Dimas akhirnya pulang duluan bersama Rasya tanpa berpamitan dahulu kepada Dimas dan Raisya yang masih terlihat berpelukan.


Setelah cukup lama memeluk Raisya, akhirnya Dimas dengan berat hati melepas pelukannya terhadap Raisya karena Raisya terus saja meminta Dimas supaya melepaskan pelukannya.


Raisya yang menyadari jika Mommy Sandra dan Rasya sudah tidak ada kini terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Lho, Nenek sama Kak Rasya pergi kemana? kenapa mereka sudah tidak ada lagi di sini?" gumam Raisya.


"Nenek sama Kakak kamu sudah pulang duluan," jawab Dimas dengan tersenyum.


"Semua ini gara-gara Kak Dimas meluk Raisya kelamaan, jadi Raisya ditinggalin kan," ujar Raisya yang merasa geram kepada Dimas.


Dimas yang melihat Raisya marah hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Kenapa Kak Dimas malah senyum-senyum sendiri?" tanya Raisya yang semakin gemas kepada Dimas.


"Kamu makin cantik kalau marah-marah," jawab Dimas.


"Gak usah gombal, gombalan Kak Dimas udah gak mempan, lagian Raisya sudah punya kekasih, dan kita sudah janjian akan bertemu, makanya Raisya sengaja pulang untuk liburan."


"Apa Kak Dimas kenal lelaki itu?"


"Tentu saja Kak Dimas tidak akan mengenalnya, Raisya sendiri belum pernah ketemu sama Putra."


"Oooh, jadi nama lelaki yang sudah merebut Raisya dari Kak Dimas namanya Putra," ujar Dimas yang saat ini pura-pura marah kepada Raisya, padahal dalam hatinya Dimas tersenyum karena Putra adalah dirinya sendiri.


"Jadi ceritanya Raisya mau bikin Kak Dimas patah hati? dan Selamat Raisya sudah berhasil melakukannya," ucap Dimas, sehingga membuat Raisya merasa bersalah.


Dimas langsung saja menarik tangan Raisya yang saat ini masih diam mematung.


"Kak kita mau pergi kemana?" tanya Raisya.


"Kakak akan mengantar kamu untuk bertemu dengan Putra, bukannya kamu sudah berhasil move on?" ujar Dimas yang saat ini mati-matian menahan tawanya pada saat melihat ekspresi Raisya.


Aduh bagaimana ini, nanti Kak Dimas bisa tau kalau aku hanya pura-pura, padahal aku dan Putra tidak mempunyai hubungan apa pun, karena dalam hatiku hanya ada Kak Dimas, batin Raisya yang sudah mulai panik.


Dimas kini melajukan mobilnya menuju suatu tempat, dan setelah sampai di tempat tersebut, Dimas langsung membukakan pintu untuk Raisya.


"Silahkan turun Ratuku," ucap Dimas.

__ADS_1


"Kak, rumah siapa ini?" tanya Raisya yang terlihat heran dengan rumah yang saat ini ada di depan matanya, apalagi rumah tersebut sama persis dengan rumah impiannya yang pernah ia gambar.


"Bukannya ini adalah rumah impian Raisya? Kak Dimas tidak sengaja melihatnya, dan Kak Dimas berusaha untuk mewujudkan rumah impian Raisya yang akan menjadi istana kita nantinya," jawab Dimas.


Raisya begitu terkejut dengan jawaban Dimas, ia tidak pernah menyangka sama sekali jika Dimas akan mengatakan semua itu.


"Sekarang sebaiknya kita masuk ke dalam istana kita sayang," ajak Dimas dengan menggandeng tangan Raisya.


Raisya langsung menutup mulutnya menggunakan tangan, matanya terlihat berkaca-kaca karena rumah tersebut begitu persis dengan rumah impian yang pernah Raisya gambar.


"Sekarang kita akan menemui Putra," ucap Dimas. Sontak saja itu membuat Raisya terlihat kebingungan.


"Bagaimana bisa Kak Dimas mengenal Putra?" tanya Raisya yang terlihat heran.


Dimas kini mengajak Raisya menghadap pada sebuah cermin besar yang dipajang di rumah tersebut.


"Raisya coba lihat ke cermin, Raisya lihat laki-laki yang saat ini ada dalam pantulan cermin dan berdiri di samping Raisya," ujar Dimas.


"Apa maksud Kakak? itu kan pantulan wajah kita, dan yang berdiri di samping Raisya adalah Kak Dimas," tanya Raisya.


"Raisya benar, karena sebenarnya Putra adalah Kak Dimas," jawab Dimas, sehingga Raisya membulatkan matanya.


"Kenapa Kak Dimas bohongin Raisya?" tanya Raisya yang marah kepada Dimas.


"Maafin Kak Dimas Sayang, Kak Dimas terpaksa melakukan semua itu karena kamu selalu menghindari Kak Dimas."


"Tapi kenapa Kak Dimas harus berpura-pura menjadi oranglain?"


"Seandainya Kak Dimas tidak berpura-pura menjadi oranglain, apa Raisya masih mau membalas chat dari Kak Dimas?"


Raisya nampak berpikir dengan ucapan Dimas, karena selama ini Raisya memang sudah berusaha untuk menghindari Dimas supaya bisa melupakan sosok Dimas.


"Apa alasan Kakak melakukan semua itu? apa Kak Dimas mau memberikan harapan palsu lagi kepada Raisya?"

__ADS_1


"Semua itu Kak Dimas lakukan karena Kak Dimas sangat mencintai kamu, I Love You Raisya Putri Angkasa, hanya kamu yang ada dalam hati Kak Dimas," ucap Dimas dan Raisya hanya diam mematung mendengar pernyataan cinta Dimas.


__ADS_2