Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 84( Hubungan Terlarang )


__ADS_3

Semua orang terlonjak kaget mendengar suara petir yang begitu menggelegar, sehingga semuanya mengucap istighfar.


Kenapa tiba-tiba petir terdengar begitu menggelegar setelah Dimas mengucap ijab kabul, ada apa ini ya Allah, kenapa tiba-tiba hujan turun dengan derasnya padahal tadi langit terlihat cerah, batin Bu Rima karena hatinya saat ini menjadi tidak enak atas fenomena alam yang terjadi.


Setelah semuanya lebih tenang, penghulu akhirnya membaca do'a setelah ijab kabul pernikahan.


"Selamat ya Nak Dimas dan Nak Rayna, saat ini kalian berdua sudah resmi menjadi Suami istri secara Agama," ucap Pak Penghulu, karena semuanya tidak ada yang tau dengan kebenaran tentang Dimas dan Rayna yang sebenarnya adalah saudara satu Ayah.


Rayna dengan malu-malu mencium punggung tangan Dimas, dan Dimas dengan. ragu mencium kening Rayna.


Acara kini dilanjutkan dengan makan-makan, dan juga berfoto untuk kenang-kenangan, bahkan tadi juga Rasya sudah merekam ijab kabul yang di ucapkan Dimas, walaupun berkali-kali Rasya memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Kak, kalau begitu Rasya langsung pulang saja ya."


"Rasya memangnya gak mau nginep di rumah Kakek dan Nenek? apalagi Nak Dimas bilang Rayna akan langsung dibawa ke rumah baru mereka," ujar Bu Rima dengan memeluk Rasya.


"Ya sudah kalau begitu Rasya nanti menginap di sini saja, biar besok pagi Pak Supri anterin Rasya pulang ke rumah sebelum berangkat ke kampus."


"Makasih ya sayang, Nenek sama Kakek jadi gak kesepian kalau ada Rasya di sini."


"Iya Nek, Rasya juga kalau gak ada Kak Dimas paling cuma berdua sama Pak Parjo."


Rayna dan Dimas kini masuk ke dalam kamar Rayna untuk membereskan baju Rayna yang akan dibawa ke rumah baru mereka, dan Rayna menyuruh Dimas untuk duduk di atas ranjang, karena di kamar Rayna tidak ada sofa.


Dimas saat ini terlihat melamun karena entah kenapa Dimas kepikiran terus dengan Raisya.


Kenapa aku memikirkan Raisya terus, padahal saat ini aku sudah resmi menjadi Suami Rayna, batin Dimas yang saat ini berada dalam dilema.

__ADS_1


Rayna yang melihat Dimas melamun kini menghampiri Dimas, dan tiba-tiba Rayna memeluk tubuh Dimas dari belakang, sehingga Dimas terlonjak kaget.


"Kak Dimas kenapa melamun terus? sampai-sampai kaget begitu," tanya Rayna.


"Kak Dimas gak kenapa-napa sayang, Kak Dimas hanya sedang teringat dengan mendiang kedua orangtua Kak Dimas saja," maaf Rayna kalau Kak Dimas sudah berbohong, lanjut Dimas dalam hati.


"Kita berdua sudah sama-sama Yatim Piatu Kak, jadi kalau ada apa-apa Kak Dimas harus berbagi dengan Rayna ya, bagaimanapun juga Rayna sekarang sudah menjadi istri Kak Dimas."


"Terimakasih banyak ya sayang," ucap Dimas dengan memeluk tubuh Rayna.


Setelah selesai berkemas, Rayna dan Dimas berpamitan kepada Bu Rima, Pak Hasan dan juga Rasya.


"Nek, kami berangkat dulu ya, semoga Nenek dan Kakek selalu diberikan kesehatan," ujar Rayna dengan bergantian memeluk tubuh Bu Rima dan Pak Hasan.


Bu Rima dan Pak Hasan sebenarnya berat untuk melepaskan kepergian Rayna, karena sejak usia 3 tahun Rayna sudah tinggal bersama mereka.


"Nak Dimas, kami titip Rayna ya, tolong jaga dan sayangi Rayna. Semoga kalian berdua selalu bahagia," ujar Bu Rima yang saat ini menangis dengan memeluk tubuh Rayna.


"Rasya, Kak Dimas pergi dulu ya, terimakasih sudah menemani Kak Dimas di hari spesial Kak Dimas dan Kak Rayna."


"Iya Kak, sama-sama, Rasya hanya bisa mendo'akan semoga Kak Rasya dan Kak Rayna menjadi keluarga yang Sakinah, mawadah dan warohmah," ujar Rasya yang di Amini oleh Dimas dan Rayna.


Dimas dan Rayna akhirnya menuju rumah mereka setelah sebelumnya mengucapkan salam.


Dimas kini melajukan mobil menuju rumah baru mereka, setelah tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah baru yang akan mereka tempati.


Dimas langsung saja membukakan pintu mobil untuk Rayna, dan Rayna begitu bahagia pada saat melihat rumah baru mereka.

__ADS_1


"Selamat datang di istana kita Ratuku," ujar Dimas pada saat membukakan pintu rumah untuk Rayna.


"Bagaimana, apa Rayna suka dengan rumah baru kita?" tanya Dimas.


"Rumahnya bagus banget Kak, terimakasih ya, Rayna sangat menyukainya," ujar Rayna dengan memeluk tubuh Dimas.


"Jangan ngucapin terimakasih, sudah kewajiban seorang Suami memenuhi kebutuhan istrinya."


Dimas saat ini membawa koper Rayna menuju kamar mereka, dan Rayna begitu takjub dengan hiasan kamar pengantin mereka, sehingga mata Rayna kembali berbinar.


"Kamarnya cantik sekali Kak," ujar Rayna, tapi entah kenapa Dimas melihat wajah Rayna seperti wajah Raisya.


"Tapi tidak lebih cantik dari kamu sayang," ujar Dimas yang saat ini mendekati tubuh Rayna.


Rayna merasa deg-degan karena saat ini Dimas semakin mendekatkan wajahnya, sampai akhirnya Dimas mengecup bibir Rayna, dan semakin lama, ciuman itu semakin dalam, sampai akhirnya mereka berdua sudah sama-sama polos dan akhirnya hubungan terlarang pun tidak dapat mereka berdua hindari.


Meskipun Rayna dan Dimas sudah menjadi Suami istri, tapi kenyataan yang sebenarnya pernikahan mereka tidak Sah secara Agama, karena mereka berdua masih memiliki hubungan darah.


Rayna dan Dimas sama-sama tertidur pulas setelah selesai melakukan semuanya, dan setelah satu jam kemudian, Dimas terbangun lebih dulu. Dimas langsung mengacak rambutnya secara kasar ketika melihat Rayna yang saat ini tertidur di sampingnya, karena Dimas merasa berdosa terhadap Rayna sebab tadi Dimas melakukan semua itu karena melihat Rayna yang dia kira sebagai Raisya.


Dimas langsung saja masuk ke dalam kamar mandi, kemudian mengguyur tubuhnya di bawah air shower, dan Dimas begitu prustasi karena dia semakin mengingat Raisya.


Kenapa aku masih belum bisa melupakan Raisya juga, aku harus bagaimana? sekarang aku sudah menjadi Suami Rayna, tapi aku masih saja memikirkan perempuan lain, Aku kira setelah menikahi Rayna aku akan bisa melupakan Raisya, tapi ternyata semua itu tidak bisa aku lakukan, ucap Dimas dalam hati, kemudian Dimas meninju tembok sampai tangannya berdarah.


Rayna yang mendengar suara dari dalam kamar mandi akhirnya terbangun, dan Rayna langsung tersenyum pada saat mengingat kejadian yang telah dia lakukan dengan Dimas.


Dimas saat ini keluar dari dalam kamar mandi dengan tangan yang mengucurkan darah, sehingga senyuman Rayna terhenti berganti dengan rasa cemas kepada Dimas.

__ADS_1


"Kak Dimas kenapa? kenapa tangan Kak Dimas bisa berdarah seperti ini?" tanya Rayna.


"Aku tidak apa-apa," jawab Dimas singkat dan dengan wajah yang terlihat dingin.


__ADS_2