Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 61 ( Kecelakaan mobil )


__ADS_3

Stella dan Angga akhirnya berpamitan kepada Bu Salamah dan Sarah untuk kembali lagi ke Bogor.


Mereka berdua sampai di Rumah Sakit pukul sebelas malam.


"Stella, Kakak langsung pulang saja ya, soalnya besok takut kesiangan masuk kerja," ujar Angga.


"Makasih banyak ya Kak, kalau begitu Kakak hati-hati di jalan, apalagi sekarang sudah turun hujan, jalanan pasti akan licin," ujar Stella dengan mencium punggung tangan Kakaknya.


"Jaga diri kamu baik-baik ya De, buka lembaran baru, semoga kamu selalu bahagia," ujar Angga dengan tersenyum, dan Stella hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja kemudian turun dari mobil.


Kenapa Kak Angga berbicara seperti itu ya, seakan-akan kami tidak akan berjumpa lagi, ucap Stella dalam hati.


Stella kini melangkahkan kaki menuju kamar perawatan Ratu, dan dia melihat Bu Rima yang sudah tertidur pulas di atas sofa.


"Sayang, Mama pulang, semoga Ratu cepat sembuh ya, Mama janji akan selalu ada buat Ratu," ucap Stella dengan mengelus lembut kepala Ratu.


................


Angga kembali melajukan mobilnya menuju kontrakan, tapi saat ini hujan turun dengan lebat, sehingga mengganggu penglihatan Angga.


Angga saat ini sedang berhenti di lampu merah, dan ketika rambu-rambu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau, Angga kembali melajukan mobilnya. Namun naas karena dari arah samping ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah sehingga menabrak mobil yang Angga tumpangi sampai terguling berkali-kali.


Warga yang berada di sekitar tempat kejadian, langsung menghubungi Polisi serta mengamankan Supir mobil truk yang menabrak mobil Angga.


Setelah Polisi datang, Angga langsung di evakuasi, dan saat ini dia dalam keadaan kritis karena benturan keras pada kepalanya.


Petugas mencoba menelpon orang yang terakhir dihubungi oleh Angga yaitu Fajar.


📞"Assalamu'alaikum Pak Angga, ada apa ya menelpon malam-malam?" tanya Fajar yang baru saja akan memejamkan matanya, dan saat ini Fajar dan keluarganya sedang menginap di rumah Mentari untuk menemani Pak Hasan dan Rayna, karena Bu Rima belum bisa pulang dari Rumah Sakit.


📞"Maaf Pak, kami petugas dari kepolisian yang sedang mengevakuasi korban kecelakaan, yaitu pemilik handphone ini. Apa Bapak kenal dengan pemilik nomor ini?" tanya Polisi.

__ADS_1


📞"Innalillahi, saya kenal Pak, karena Pak Angga bekerja di Perusahaan saya," jawab Fajar.


📞"Kalau begitu, apa Bapak mempunyai kontak keluarganya, karena saat ini Pasien sedang dalam keadaan kritis dan sudah kami bawa ke Rumah Sakit Sejahtera," ujar Pak Polisi.


📞"Kalau begitu sekarang juga saya akan berangkat menuju Rumah Sakit," ujar Fajar kemudian menutup telponnya dan bersiap-siap menuju Rumah Sakit.


Fajar terlebih dahulu membangunkan Mentari yang saat ini sudah terlelap di sampingnya.


"Bunda, bangun sayang, Ayah mau berangkat ke Rumah Sakit dulu," ucap Fajar dengan menggoyang-goyangkan tubuh Mentari.


"Ayah mau ngapain ke Rumah Sakit malam-malam begini?" tanya Mentari yang masih belum mengetahui kejadian yang telah menimpa Angga.


"Barusan ada Polisi yang menelpon Ayah dari nomor Angga, dan memberikan kabar kalau Angga mengalami kecelakaan, dan saat ini keadaannya sedang kritis," jawab Fajar.


"Innalillahi..kalau begitu Ayah hati-hati ya, maaf Bunda tidak bisa ikut karena kasihan Bapak takut kewalahan jagain Anak-anak."


"Gak apa-apa sayang, Bunda do'ain aja semoga keadaan Angga baik-baik saja ya. Ayah juga sudah meminta di antar oleh Pak Supri," ucap Fajar kemudian mengecup kening Mentari sebelum pergi.


"Semoga keadaan Bang Angga baik-baik saja, bagaimanapun juga dia pernah mengisi kehidupanku, dan juga Ayah dari kedua Anakku," gumam Mentari.


................


"Assalamu'alaikum Pak, saya Fajar yang tadi menerima telpon dari Bapak," ucap Fajar kepada Polisi yang tadi menelponnya, karena saat ini Polisi tersebut sedang menunggu Angga di depan ruang IGD.


"Wa'alaikumsalam Pak Fajar, mohon maaf sudah mengganggu waktu istirahatnya. Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa Pak Angga, dan ini barang-barang beliau yang kami temukan di lokasi," ucap Polisi dengan memberikan tas milik Angga yang berisi dompet dan handphonenya.


"Terimakasih banyak Pak, saya pasti akan memberikannya kepada keluarga Pak Angga," ucap Fajar.


"Kalau begitu kami permisi dulu, semoga Pak Angga segera melewati masa kritisnya," ucap Pak Polisi kemudian berlalu dari Rumah Sakit.


Saat ini Dokter baru keluar dari ruang tindakan, dan Fajar langsung saja menghampirinya.

__ADS_1


"Dok, bagaimana keadaan Angga?" tanya Fajar.


"Pasien saat ini belum melewati masa kritisnya, dan setelah kami melakukan CT Scan ternyata terdapat pendarahan pada otaknya. Jika sampai besok Pasien belum juga sadar, kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena operasi pada otak juga akan sangat beresiko. Kalau begitu saya permisi dulu, pasien nanti akan dipindahkan ke ruang ICU, jadi kalau ada apa-apa Tuan bisa memanggil saya," jelas Dokter.


Angga saat ini telah dipindahkan ke ruang ICU, dan Fajar memutuskan untuk menunggunya di depan ruang ICU.


"Pak Supri, sebaiknya Bapak pulang saja, besok pagi-pagi, tolong Bapak anterin Anak dan istri saya ke sini, karena bagaimanapun juga Angga adalah Ayah mereka," ucap Fajar.


"Pak Supri tadinya berniat akan menemani Fajar di Rumah Sakit, tapi Fajar menyuruhnya untuk pulang dan beristirahat, sehingga Pak Supri tidak dapat berkata apa-apa lagi.


Fajar akhirnya tertidur dengan posisi duduk di depan ruang ICU.


................


Setelah Adzan Subuh berkumandang, Fajar memutuskan untuk terlebih dahulu pergi ke Mushala, dan di sana Fajar bertemu dengan Bu Rima.


"Nak Fajar, kenapa subuh-subuh sudah ada di sini?" tanya Bu Rima yang terlihat khawatir.


"Bu, semalam Angga mengalami kecelakaan, dan saat ini Angga masih berada di ruang ICU karena kondisinya sedang kritis," jawab Fajar.


"Innalillahi..padahal baru semalam Stella bilang Angga mengantarkannya ke sini. Pasti Stella belum mengetahui musibah yang menimpa Angga," ujar Bu Rima.


"Iya Bu, Fajar juga belum memberitahukannya kepada Stella, karena semalam pasti Stella sudah tidur, sebab kecelakaan itu terjadi setelah Angga pulang mengantarkan Stella ke sini."


"Kalau begitu Ibu akan memberitahukan kabar ini kepada Stella," ujar Bu Rima kemudian kembali ke ruang perawatan Ratu.


Sesaat kemudian handphone Angga berbunyi, dan itu adalah panggilan dari Stella.


📞"Assalamu'alaikum," ucap Fajar pada saat mengangkat telpon.


📞"Wa'alaikumsalam Kak Angga, syukurlah Kakak baik-baik saja, dari semalam Stella kepikiran terus dengan Kak Angga," ujar Stella yang mengira jika yang mengangkat telponnya adalah Angga.

__ADS_1


📞"Stella, ini Fajar bukan Angga, sebentar lagi Bu Rima akan ke sana dan menceritakan semuanya," ucap Fajar kemudian menutup telponnya.


Pada saat Fajar menutup telpon Angga, Fajar melihat wallpaper handphone Angga yang memakai fhoto Rasya dan Raisya, sehingga Fajar tersenyum melihatnya.


__ADS_2