Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 83 ( Pernikahan Sedarah )


__ADS_3

Setelah kembali pulang ke rumah Mentari, Dimas langsung tertunduk sedih mengingat Raisya yang biasanya selalu ada untuk menyambut kedatangannya, bahkan Raisya selalu ingin menempel terus pada Dimas.


"Dulu aku selalu merasa risih dengan perlakuan Raisya yang berlebihan kepadaku, tapi sekarang aku merindukan semua itu. Raisya Kak Dimas kangen," gumam Dimas, dan tanpa terasa airmata Dimas kini menetes di pipi.


Dimas semakin sedih pada saat melihat fhoto Raisya yang dipajang di beberapa ruangan, sedikit pun Dimas tidak pernah menyangka jika yang namanya perasaan cinta akan menghancurkan hubungan Raisya dan Dimas.


"Kenapa sekarang kamu semakin jauh Sya, apa aku akan sanggup menjalani rumah tangga dengan perempuan lain jika masih ada bayang-bayang kamu," ujar Dimas dengan menatap lekat wajah cantik Raisya di dalam fhoto.


Dimas sangat menyesali semuanya, karena sekarang dia sudah benar-benar kehilangan sosok perempuan yang selalu mengisi hari-harinya, yang selalu cerewet mengingatkan untuk Shalat dan makan, dan Dimas terlambat menyadari semua itu setelah dia kehilangan Raisya dari kehidupannya bahkan saat ini Raisya sudah memblokir nomor Dimas.


Dimas tadinya akan menemui Rasya ke kamarnya, tapi Dimas mengurungkan niatnya, karena takut kalau Rasya membocorkan rahasia tentang pernikahannya dengan Rayna yang akan dilaksanakan besok, sampai akhirnya Dimas memutuskan untuk beristirahat dengan memeluk fhoto Raisya.


Dimas saat ini telah tidur terlelap, tapi Dimas seakan mendengar suara seorang perempuan yang memanggil namanya.


"Dimas, bangun Nak, ini Mama," ujar seorang perempuan dalam mimpi Dimas.


Dimas akhirnya terbangun, dan Dimas terkejut karena saat ini dia melihat sosok mendiang Dewi yaitu Almarhumah Ibu kandung Dimas.


"Ma, Dimas tidak sedang bermimpi kan? ini beneran Mama kan?" tanya Dimas dengan memeluk tubuh Dewi.


"Iya sayang, ini Mama. Dimas maafin Mama karena Mama sudah meninggalkan kamu dan Dita. Mama menyesal karena harus mengakhiri hidup Mama tanpa memikirkan kalian berdua."


"Apa maksud Mama? bukannya Mama meninggal karena kecelakaan mobil?" tanya Dimas yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, karena Fajar menutup rapat semuanya dari Dimas dan Dita.


"Nak, ada sesuatu hal yang masih belum kamu ketahui, dan nanti Om Fajar pasti akan mengatakannya."


"Ma, Dimas besok akan menikah, Dimas meminta do'a restu dari Mama ya."


"Tidak Nak, jangan lakukan semua itu, karena kamu dan Rayna tidak boleh menikah," ujar Mama Dewi.


"Kenapa Ma, Dimas mencintai Rayna, meskipun Dimas masih memiliki perasaan yang spesial untuk Raisya, tapi Dimas dan Raisya tidak akan mungkin bisa bersama."

__ADS_1


"Pokoknya kamu tidak boleh menikahi Rayna, kalian berdua tidak bisa menikah," ujar Mama Dewi, tapi sesaat kemudian tubuh Mama Dewi menghilang, karena Dimas terbangun pada saat mendengar suara Adzan Subuh.


"Mama," teriak Dimas pada saat terbangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah, semua itu ternyata hanyalah mimpi," gumam Dimas, kemudian melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.


Setelah selesai melaksanakan Shalat Subuh, Dimas memanjatkan do'a serta tidak lupa mendo'akan kedua Almarhum orangtuanya, tapi sesaat kemudian Dimas merasa mendengar suara Raisya.


"Kak Dimas, Kak Dimas, jangan tinggalin Raisya Kak," ucap Raisya yang seakan berada di dekat Dimas.


"Kenapa aku mendengar suara Raisya, kenapa dengan diriku," gumam Dimas dengan menutup kedua kupingnya, karena Dimas terus saja terngiang-ngiang dengan suara Raisya yang memanggilnya.


"Maafin Kak Dimas Sya, Kakak sudah memutuskan untuk menikahi Rayna hari ini juga," gumam Dimas, kemudian melangkahkan kaki menuju kamar Rasya.


Setelah mengetuk pintu dan diperbolehkan masuk oleh Rasya yang terlihat sedang tadarus, Dimas langsung saja duduk di samping Rasya.


"Rasya, hari ini ada acara tidak?" tanya Dimas.


"Pokoknya Rasya harus antar Kakak ke suatu tempat, nanti Rasya juga akan mengetahui semuanya setelah kita berdua sampai."


"Tumben main rahasia segala," ujar Rasya.


"Harus dong, kalau begitu sekarang kita siap-siap ya, nanti sekalian kita sarapan di luar," ujar Dimas kemudian keluar dari kamar Rasya.


Setelah Rasya dan Dimas siap, mereka sarapan terlebih dahulu pada saat menuju rumah Bu Rima dan Pak Hasan, dan pada saat mereka sampai di rumah Pak Hasan, Rasya merasa terkejut.


"Kak Dimas kenapa kita datang ke rumah Kakek dan Nenek? sepertinya di dalam juga ada acara?" tanya Rasya.


Dimas kini mengambil uang yang akan diberikan untuk mas kawin Pernikahannya dengan Rayna, kemudian Dimas mengajak Rasya untuk turun dari mobil tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Rasya terlebih dahulu.


"Ayo, kalau kamu mau tau, sekarang juga kita turun," ujar Dimas.

__ADS_1


Setelah Rasya dan Dimas turun, mereka langsung mengucapkan Salam pada saat masuk ke dalam rumah Bu Rima, dan Rasya semakin terkejut pada saat melihat Rayna yang sudah berdandan dengan memakai riasan pengantin.


"Alhamdulillah kalian berdua sudah datang. Nak Dimas, Rasya, ayo masuk, Pak Penghulu juga sudah datang," ujar Pak Hasan.


"Sebenarnya siapa yang akan menikah Kek?" tanya Rasya kepada Pak Hasan.


"Jadi Nak Dimas belum mengatakan semuanya kepada Rasya?" tanya Pak Hasan.


"Maaf Rasya, Kak Dimas mau bikin kejutan, Kak Dimas dan Kak Rayna akan melangsungkan pernikahan secara siri dulu, jadi Kak Dimas merahasiakannya terlebih dahulu kepada kamu dan keluarga, dan nanti setelah Om Fajar dan Tante Mentari pulang dari Singapura, baru Kak Dimas akan mengadakan resepsi, jadi kamu jangan membocorkan semuanya kepada keluarga kamu ya," ujar Dimas.


Degg


Rasya merasakan sakit pada dadanya pada saat Dimas mengatakan kalau ia dan Rayna akan menikah.


Kenapa hatiku terasa sakit mendengar Kak Dimas dan Kak Rayna akan menikah, padahal seharusnya aku bahagia karena kedua saudaraku akan menikah, apa mungkin karena Raisya mencintai Kak Dimas, makanya aku merasakan perasaan yang sama dengan kembaranku? batin Rasya.


Saat ini Dimas dan Rayna sudah duduk berdampingan di depan Penghulu, dan Dimas begitu terpesona melihat kecantikan Rayna.


"Maaf sebelumnya Pak Penghulu, saya belum mengetahui nama Ayah kandung dari Rayna, dan juga nama lengkap Rayna," ujar Dimas.


Pak Penghulu kini mencatat nama Rayna dan juga nama Ayah kandungnya dalam secarik kertas, dan Dimas langsung terkejut karena melihat nama belakang Rayna sama dengan dirinya, apalagi mereka juga mempunyai nama Ayah yang sama


"Rayna, apa nama kamu Rayna Putri Angkasa dan nama Ayah kamu Bramantyo Wijaya?" tanya Dimas.


"Iya Kak, memangnya kenapa?" tanya Rayna yang merasa bingung dengan pertanyaan Dimas.


"Tidak apa-apa, hanya saja nama panjang kamu sama dengan milik keluarga kami, apalagi nama Ayah kamu juga sama dengan nama Ayahku. Mungkin hanya namanya saja yang sama, di dunia ini kan banyak yang namanya sama," ujar Dimas.


Dimas saat ini disuruh untuk menjabat tangan Pak Penghulu supaya memulai acara ijab kabul.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Dimas Putra Angkasa, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Adinda Rayna Putri Angkasa Bin Bramantyo Wijaya, dengan Mas kawin Emas seberat 100 gram, dan juga uang tunai sebanyak 10 milyar rupiah dibayar Tunai."

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Rayna Putri Angkasa Bin Almarhum Bramantyo Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ucap Dimas dengan lantang, tapi pada saat saksi mengucapkan Sah, tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar dan hujan turun dengan lebatnya, seakan Alam tidak merestui Pernikahan sedarah yang telah dilakukan oleh Dimas dan Rayna.


__ADS_2