Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 75 ( Rencana kuliah di luar negeri )


__ADS_3

Raisya terlihat mencerna kata-kata Fajar, dan setelah beberapa saat Fajar kembali angkat suara.


"Sayang, Raisya sudah mengerti maksud Ayah kan?"


"Iya Yah, Raisya mengerti. Meskipun Bunda sudah menikah dengan Ayah Angga, tapi jika memang Bunda jodoh Ayah, pada akhirnya Ayah dan Bunda tetap bisa bersatu juga."


"Iya sayang, jadi Ayah harap Raisya jangan terlalu banyak pikiran, pasrahkan semuanya kepada Allah SWT, Ayah yakin jika Dimas jodoh Raisya, suatu saat nanti pasti akan ada jalan untuk kalian bisa bersatu."


"Tapi Yah, apa boleh Raisya kuliah di Singapura, di sana kan ada Kak Dita, jadi Ayah sama Bunda tidak perlu mengkhawatirkan Raisya."


Fajar nampak berpikir, sampai akhirnya Fajar menyetujui keinginan Raisya.


"Iya sayang, kalau Raisya tinggal bersama Kak Dita, Ayah akan mengijinkannya," jawab Fajar, dan Raisya langsung saja memeluk Ayah tercintanya.


"Ayah memang yang terbaik, Ayah adalah Ayah paling baik di Dunia ini, Raisya beruntung mempunyai Ayah."


Ayah tau bagaimana perasaan kamu saat ini Nak, maaf jika Ayah tidak bisa membantu Raisya, bisa saja Ayah meminta Dimas untuk menikahi Raisya dan pasti Dimas tidak akan menolak keinginan Ayah, tapi Ayah ingin Dimas menikahi Raisya karena perasaan cinta, bukan paksaan dari siapa pun, ucap Fajar dalam hati.


Raisya dan Fajar akhirnya kembali bergabung bersama keluarga besar, semuanya sudah harap-harap cemas dengan keputusan Raisya yang ingin berangkat kuliah ke luar negeri.


"Sayang bagaimana keputusannya?" tanya Mentari kepada Raisya dan Fajar.


Mentari terlihat khawatir, karena saat ini mata Raisya dan Fajar terlihat sembab.


"Ayah dan Raisya sudah memutuskan bahwa Raisya akan kuliah di Singapura dan tinggal bersama Dita," jawab Fajar.


Mentari tau betul jika keputusan Fajar dan Dita sudah tidak dapat dirubah lagi. Fajar yang melihat kesedihan pada Mentari kembali angkat suara.

__ADS_1


"Bunda jangan khawatir ya, nanti Ayah akan menyerahkan urusan perusahaan kepada Dimas dan Rasya, jadi Rasya bisa belajar mengelola perusahaan sambil mengambil kuliah, dan sesekali kita bisa ikut tinggal di Singapura menemani Raisya," ujar Fajar, sehingga membuat Mentari merasa lega.


Ratu yang mendengar jika Dimas akan mewarisi Angkasa Grup, langsung saja mempunyai rencana untuk semakin gencar mendekati Dimas.


Aku harus semakin gencar untuk mendekati Kak Dimas, apalagi Kak Dimas akan menjadi pewaris Angkasa Grup, jadi nanti aku bisa menjadi Nyonya di Angkasa Grup, batin Ratu yang selalu mempunyai ambisi seperti mendiang Jingga.


Stella tidak habis pikir dengan ambisi yang dimiliki oleh Ratu, padahal Stella tidak pernah mengajarkan Ratu untuk berbuat tidak baik, tapi hampir tiap bulan Stella selalu mendapatkan Surat teguran dari pihak Sekolah karena Ratu selalu saja membuat onar.


Stella berniat untuk mengajak Mommy Sandra pulang ke rumahnya karena dia merasa tidak enak kepada Mentari, sebab beberapa hari ini Mommy Sandra sudah tinggal di rumah Mentari.


"Mom, sebaiknya Mommy ikut Stella dan Ratu pulang ke rumah kita ya," ucap Stella.


Stella pasti merasa tidak enak terhadap Mentari, karena sejak keluar dari Penjara aku sudah tinggal di sini, tapi bagaimana dengan Ratu, dia kan tidak suka kepadaku, ucap Mommy Sandra dalam hati.


Mentari yang merasakan kegelisahan pada Mommy Sandra, akhirnya angkat suara.


"Gak apa-apa Nak, Mommy ikut Stella pulang saja. Oh iya sayang, Raisya kapan berangkat ke Singapura?" tanya Mommy Sandra.


"Mungkin minggu depan Nek, Raisya juga mau nunggu berkas-berkasnya selesai dulu."


"Raisya nanti baik-baik di sana ya, maaf Nenek tidak bisa memberikan apa pun untuk Raisya."


"Tidak apa-apa Nek, yang penting Raisya minta do'anya aja dari semua semoga Raisya bisa diberikan kelancaran dalam menuntut ilmu," ujar Raisya yang di Amini oleh semua.


Dimas yang merasa kegelisahan dalam hatinya, memutuskan untuk ke kamar terlebih dahulu.


"Maaf semuanya, saya ke kamar duluan," ujar Dimas.

__ADS_1


"Kak Dimas tunggu, ada yang ingin Ratu bicarakan," ujar Ratu, tapi Dimas tidak menghiraukannya.


"Ratu, sebaiknya kita pulang sekarang saja, sudah malam juga. Yuk Mom kita pulang," ujar Stella, dan Ratu semakin cemberut melihat Mommy Sandra ikut pulang bersamanya.


Semuanya kini telah pulang, dan keluarga Mentari pun satu persatu masuk ke dalam kamar mereka.


Dimas terus saja gelisah karena memikirkan niat Raisya yang akan berangkat ke Singapura.


Kenapa aku jadi gelisah seperti ini, aku merasa tidak rela karena Raisya berusaha untuk menghindariku, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan perasaanku, selama ini aku sudah menganggap Raisya sebagai Adikku sendiri, tapi pada saat dia memutuskan untuk menjauhiku kenapa hatiku terasa ada yang hilang, padahal jelas-jelas semenjak aku bertemu dengan Rayna, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Rayna, batin Dimas yang saat ini berada dalam dilema.


Semua orang di kediaman Fajar saat ini larut dalam pikirannya masing-masing, begitu juga dengan Mentari.


Selepas melaksanakan Shalat Isya, Mentari hanya termenung dengan masih memakai mukena. Fajar yang melihat Mentari terus melamun pun kini menghampirinya serta menidurkan kepalanya di atas paha Mentari.


"Ayah tau kalau semua ini berat untuk kita, apalagi untuk Bunda, tapi ini yang terbaik untuk semuanya sayang, kasihan Raisya jika harus berada di dekat Dimas, karena Raisya sudah menceritakan semuanya kepada Ayah, bahwa cinta Raisya hanya bertepuk sebelah tangan."


"Jadi benar dugaan kita selama ini jika Raisya sudah jatuh cinta kepada Dimas?" tanya Mentari.


"Iya sayang, makanya Ayah mengijinkan Raisya untuk kuliah di Singapura, dan Raisya sudah mengerti dengan perkataan Ayah, kalau memang dia dan Dimas berjodoh, bagaimanapun juga akan ada cara untuk mereka bisa bersama."


"Saat ini Bunda juga khawatir dengan Dimas yang terlihat suka kepada Rayna, tatapan Dimas terhadap Rayna berbeda,"


"Seandainya Dimas jatuh cinta kepada Rayna, mungkin kita harus mengatakan yang sebenarnya jika Rayna dan Dimas adalah saudara satu Ayah, kita tidak mungkin membiarkan cinta terlarang tumbuh antara Dimas dan Rayna," ujar Fajar dengan menghela nafas panjang.


Fajar merasa khawatir jika sampai Dimas mengetahui mendiang Bram mempunyai Putri dari Jingga, dan mengetahui alasan meninggalnya Kak Dewi, Dimas akan membalaskan dendamnya kepada Rayna.


"Mungkin apa yang kita tutupi selama ini kepada Dimas dan Dita akan segera terbongkar, Ayah takut jika Dimas mengetahui bahwa mendiang Bram telah menikah lagi dengan Jingga dan menjadi penyebab meninggalnya Kak Dewi, Dimas akan membalaskan dendam kematian mendiang Ibunya kepada Rayna yang tidak mengetahui apa-apa."

__ADS_1


"Seandainya kita masih menutupi semuanya dari mereka, pasti Dimas dan Rayna akan mencari tahu alasan kita melarang hubungan mereka nantinya. Daripada Dimas dan Rayna mengetahui semuanya dari oranglain, kita harus berusaha memberikan pengertian kepada mereka," ujar Mentari dengan terus memijit kepala Fajar sampai akhirnya Fajar tertidur.


__ADS_2