Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 89 ( Serangan Jantung )


__ADS_3

Hari ini Mentari dan Fajar memutuskan untuk pulang ke Indonesia, karena Dita dan Reza saat ini sudah resmi bercerai, meskipun Reza menghambat proses perceraian dengan meminta harta gono gini dari Dita, tapi Fajar mempunyai bukti perselingkuhan Reza dan Sinta sehingga Reza tidak mendapatkan apa pun karena Majelis Hakim tidak mengabulkan permohonannya.


"Alhamdulillah ya sayang, akhirnya Dita sudah resmi bercerai dengan Reza. Semoga saja sekarang Reza berhenti mengganggu Dita ya, dan Tante do'akan semoga suatu saat nanti Dita akan menemukan pengganti yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Reza," ujar Mentari.


"Amin, makasih banyak ya Tante, Dita tidak tau apa jadinya jika Om dan Tante tidak mendampingi Dita, tapi Dita takut kalau Dita kembali gagal dalam menjalani rumah tangga."


"Jangan pernah takut sayang, jika memang lelaki tersebut menyayangi Kayla, Tante rasa Dita harus mencoba untuk membuka hati. Contohnya Tante yang justru mendapatkan kebahagiaan dari Om Fajar dibandingkan dengan pernikahan sebelumnya. Pokoknya kalau ada masalah apa pun, Dita jangan sungkan ya untuk menceritakan semuanya kepada Om dan Tante."


"Iya Tante, Pokoknya terimakasih banyak atas semuanya. Maaf juga ya Om, karena masalah perceraian Dita, Om jadi meninggalkan perusahaan di Indonesia selama 2 bulan."


"Kamu jangan terlalu banyak pikiran, lagian di Indonesia juga ada Dimas dan Asisten Rendra yang menghandle semuanya. Oh iya Om juga sudah menyuruh Asisten Rendra supaya membantu pekerjaan kamu di sini, karena sekarang sudah ada Dimas dan Rasya yang akan membantu pekerjaan Om di Indonesia, siapa tau Rendra bisa mendapatkan jodoh di Singapura," ujar Fajar dengan tersenyum penuh arti, karena Fajar berharap suatu saat nanti Asisten Rendra dan Dita bisa hidup bersama, karena bagi Fajar Asisten Rendra sudah seperti Adiknya sendiri.


Raisya yang melihat kedua orangtuanya akan pulang merasa sangat sedih dan ingin ikut pulang juga, tapi untungnya Mommy Sandra dan Dita mencoba untuk menghiburnya, apalagi ada Kayla yang selalu menemani Raisya apabila sedang di rumah.


"Raisya sayang, jaga diri baik-baik ya, Bunda percaya kalau Raisya akan berhasil menggapai cita-cita Raisya. Bu Sandra, Dita, Tante titip Raisya ya."


"Tante tenang saja, Dita pasti akan selalu ada untuk Raisya."


"Ibu juga akan selalu menjaga Raisya dengan baik, jadi Mentari dan Nak Fajar jangan terlalu banyak pikiran ya."


"Makasih ya semuanya, kalau begitu kami pulang dulu," ujar Mentari dengan memeluk semuanya secara bergantian. Mentari sebenarnya merasa berat untuk meninggalkan Raisya, tapi itu semua sudah menjadi keputusan Raisya dan sebagai orangtua, Mentari hanya bisa mendukungnya.


Mentari dan Fajar akhirnya pulang ke Indonesia setelah sebelumnya mengucap Salam.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Mentari terlihat melamun, dan Fajar yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Mentari kini mendekap tubuh istrinya dengan erat.


"Bunda, jangan melamun terus ya, sebagai orangtua, kita hanya bisa mendukung keputusan Raisya. Kasihan juga kalau Raisya terus berada di dekat Dimas, karena dia pasti akan sulit untuk melupakan Dimas dari kehidupannya."


"Iya Yah, Bunda mengerti. Oh iya, apa Ayah sudah menghubungi Dimas untuk menjemput kita ke Bandara?"


"Sudah Bunda, seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya, kalau kita akan mengatakan semua kebenarannya kepada Dimas."


"Semoga saja Dimas juga mengerti seperti Dita ya Yah, karena Bunda sangat takut kalau Dimas akan membalas dendam kematian Kak Dewi kepada Rayna."


"Iya sayang, semoga saja, karena Ayah juga takut kalau cinta Dimas dan Rayna semakin besar, makanya kita harus memberitahukan semuanya sebelum terlambat."


.....................


Dimas dan Rayna saat ini sudah berangkat menuju Bandara, dan setelah sampai Bandara, Rayna selalu memegang tangan Dimas, dan Dimas yang tau jika Rayna melakukan semua itu karena kehamilannya, akhirnya hanya bisa membiarkannya saja karena tidak mau Rayna merasa sedih.


Fajar dan Mentari kini sudah sampai di tanah air, dan pada saat mereka berdua melihat Rayna yang memeluk tubuh Dimas, Mentari dan Fajar terlihat membulatkan matanya.


"Rayna, apa yang kamu lakukan sayang, kalian berdua ini bukan muhrim, kenapa Rayna memeluk Dimas bahkan di depan umum?" tanya Mentari yang langsung angkat suara, bahkan Mentari dan Fajar sampai lupa mengucapkan Salam.


"Maaf Tante, tapi ini semua keinginan bayi kami," jawab Rayna, sehingga jantung Mentari dan Fajar rasanya berhenti berdetak.


"Apa maksud perkataan Rayna, Dimas?" tanya Fajar yang sudah menahan sesak dalam dadanya, karena tiba-tiba dada Fajar terasa sakit.

__ADS_1


"Maaf Om, karena sebelumnya Dimas tidak memberitahukan dulu semuanya kepada Om dan Tante, Dimas sengaja ingin memberi kejutan kepada kalian semua kalau Dimas sudah menikahi Rayna secara siri," ujar Dimas sehingga membuat dada Fajar semakin sesak.


"A_apa yang kalian berdua lakukan, kamu dan Rayna tidak boleh menikah," ujar Fajar dengan suara terbata, kemudian Fajar pun jatuh pingsan sehingga membuat semuanya merasa cemas.


"Yah, bangun Yah, jangan buat Bunda khawatir," ujar Mentari dengan menangis.


Dimas bergegas meminta bantuan kepada pihak Bandara untuk membantu membawa Fajar menuju mobilnya, dan setelah Fajar dimasukan ke dalam mobil, Dimas langsung saja melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.


Sepanjang perjalanan, Mentari terus saja menangis karena merasa khawatir dengan keadaan Suaminya, sedangkan Dimas dan Rayna saat ini larut dengan pikirannya masing-masing, karena mereka merasa ada yang janggal dengan tanggapan Fajar yang terlihat begitu syok dengan pernikahan yang telah dilakukan Rayna dan Dimas, apalagi sebelum pingsan, Fajar mengatakan kalau mereka berdua tidak boleh menikah.


Kenapa Om Fajar mengatakan kalau aku dan Rayna tidak boleh menikah, aku juga sebelumnya pernah bermimpi kalau mendiang Mama juga mengatakan hal yang sama. Apa mungkin karena mereka tau kalau Raisya mempunyai perasaan terhadapku sehingga Om Fajar tidak merestui pernikahanku dan Rayna, batin Dimas kini bertanya-tanya.


Sedangkan Rayna saat ini terus saja menitikkan airmata, karena Rayna merasa sedih dan dia tidak menyangka kalau Fajar dan Mentari tidak merestui pernikahannya dengan Dimas.


Apa karena Tante Mentari dan Om Fajar tau kalau Raisya mencintai Kak Dimas sehingga mereka tidak merestui pernikahan kami, tapi mereka bukan orang seperti itu, mereka pasti mempunyai alasan lain makanya Om Fajar terlihat begitu syok mendengarnya, ucap Rayna dalam hati.


Pada saat Fajar sampai di Rumah Sakit, Fajar langsung saja dibawa menuju IGD, dan saat ini Mentari, Dimas dan Rayna sedang menunggu Fajar di depan ruang IGD dengan wajah yang terlihat khawatir.


Rayna dan Dimas sebenarnya ingin menanyakan kepada Mentari kenapa Fajar sampai syok mendengar pernikahan mereka, tapi saat ini situasinya sedang tidak memungkinkan, jadi baik Rayna atau pun Dimas mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Setengah jam kemudian, Dokter yang menangani Fajar akhirnya keluar dari ruang IGD, dan Mentari langsung saja menanyakan kondisi Fajar.


"Dok bagaimana keadaan Suami saya?" tanya Mentari.

__ADS_1


"Pasien saat ini masih belum sadarkan diri karena beliau mengalami serangan jantung."


__ADS_2