Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 34 ( Menyingkirkan Benalu )


__ADS_3

Rumah tangga Fajar dan Mentari saat ini sudah berjalan selama 1 tahun, meskipun Mentari belum kunjung hamil juga, tetapi rumah tangga mereka tetap harmonis dan Fajar tidak pernah mempermasalahkannya, karena mereka berdua sudah mempunyai Rasya dan Raisya.


Setelah mereka berdua menikah, Fajar memutuskan untuk memboyong Mentari dan keluarganya untuk pindah ke rumahnya, tapi Bu Rima dan Pak Hasan menolak untuk ikut, karena mereka berkata jika di dalam rumah tangga tidak boleh ada orang ketiga, meskipun itu adalah orangtua sendiri.


Bu Rima dan Pak Hasan selalu menasehati Mentari supaya tidak memasukan orang ketiga ke dalam rumah mereka meskipun saudara sendiri, karena kita tidak tau apa isi hati seseorang, bisa saja orang yang terlihat baik di hadapan kita ternyata di belakang kita merencanakan niat jahat.


Setelah satu bulan pernikahan Fajar dan Mentari, Dimas dan Dita juga memutuskan kembali ke Singapura untuk menyelesaikan Studi mereka di sana.


Mentari dan Fajar sepakat untuk tidak memakai jasa pembantu, jadi mereka berdua selalu bersama-sama mengerjakan semuanya, dan itu selalu membuat mereka bahagia, apalagi bisa mengurus Rasya dan Raisya tanpa bantuan baby suster.


Saat ini Rasya sudah menampakkan kelebihannya, karena di usianya yang baru menginjak 2 tahun, dia sudah bisa menghapal beberapa Surat dalam Al-qur'an, sedangkan Raisya mempunyai kelebihan dalam seni, karena Raisya sudah mempunyai bakat dalam melukis, dan Fajar selalu membantu mereka untuk mengembangkan bakatnya.


Fajar dan Mentari selalu mengajarkan kebaikan kepada kedua Anaknya, meskipun mereka mempunyai kekurangan, tapi Rasya dan Raisya sudah mempunyai kelebihan dibandingkan dengan manusia normal pada umumnya, dan semua itu membuat Mentari dan Fajar bersyukur serta bangga dengan keberhasilan mereka menjadi orangtua.


Lain hal nya dengan Fajar dan Mentari yang sudah hidup bahagia, hidup Angga saat ini semakin kacau, apalagi sudah beberapa bulan ini Angga bekerja di Angkasa grup sebagai Asisten Jingga, karena perusahaannya sudah tidak dapat dia selamatkan lagi dari kebangkrutan, bahkan rumah yang sebelumnya pernah ia tinggali saat berumah tangga dengan Mentari sudah Angga jual juga, dan saat ini Angga beserta keluarganya tinggal di rumah Jingga.


Jingga semakin berkuasa saat berada di rumahnya, dan dia selalu memperlakukan Mommy Sandra seperti Pembantu. David juga berniat untuk pindah dari rumah Jingga, tapi Jingga tidak mengijinkannya, karena Jingga ingin selalu berada dekat dengan David.


Angga saat ini hidup dibawah tekanan Jingga, apalagi Jingga selalu sombong karena merasa menjadi Bos di Angkasa Grup.


"Mungkin ini adalah karma untukku yang telah mencampakkan Mentari dan kedua Anakku, seharusnya dari awal aku memberikan hak mereka, tapi sekarang aku tidak bisa memberikan apa pun untuk Rasya dan Raisya, karena untuk hidup sehari-hari saja aku mengandalkan gaji yang diberikan oleh Jingga," gumam Angga yang selalu menyesali semua perbuatannya kepada Mentari dan juga kedua Anaknya.


Semenjak lahirnya Anak Jingga yang mereka kasih nama Ratu Anastasya, secara perlahan kondisi kejiwaan Stella berangsur pulih, karena semenjak dilahirkan, Ratu dirawat oleh Stella, dan Stella menyayanginya seperti Anaknya sendiri.

__ADS_1


David sebenarnya merasa bersalah kepada Stella karena harus berbohong mengenai Ratu yang sebenarnya adalah Anak kandungnya.


David selalu takut jika Stella mengetahui semua kebenarannya, karena Mungin Stella akan membencinya serta tidak mau mengurus Ratu lagi.


Sampai kapan aku akan terus menyembunyikan semuanya dari Stella, padahal Stella begitu tulus menyayangi Ratu, dan aku juga selalu mengkhianatinya dengan selalu menghabiskan malam bersama Jingga. Suami macam apa aku yang selalu tega berselingkuh dengan perempuan lain, dan lebih parahnya lagi perempuan itu adalah Kakak iparku sendiri, ucap David dalam hati.


David secara perlahan sudah merintis usaha Restoran kecil-kecilan dengan dibantu oleh Mommy Sandra yang selalu ingin menempel dengannya. Meskipun David merasa risih dengan keberadaan Mommy Sandra di dekatnya, tapi setidaknya Mommy Sandra tidak meminta gaji kepada David.


......................


Hari ini di Perusahaan Angkasa Grup terlihat sibuk, karena kabarnya Big Bos dari luar negeri akan datang ke Perusahaan, padahal Big Bos yang dimaksud adalah Fajar, tapi Asisten Rendra masih merahasiakannya.


Jingga merasa geram karena selama ini dia mengira jika dirinyalah yang mempunyai kuasa penuh atas perusahaan, sehingga jingga membanting semua barang yang berada di ruang kerjanya.


"Kamu memang Suami tidak berguna Angga, kamu hanya Benalu dalam kehidupanku," teriak Jingga.


Angga yang merasa sakit hati dengan perkataan Jingga akhirnya keluar meninggalkan Jingga yang masih mengamuk.


"Angga tunggu, kalau kamu berani keluar dari ruangan ini, kamu akan aku pecat sekarang juga !!" Ancam Jingga.


"Pecat saja Jingga, aku sudah tidak peduli lagi," ucap Angga.


Pada saat Angga keluar dari ruangan Jingga, Angga dipanggil ke ruang meeting, sedangkan Jingga yang murka langsung keluar dari ruangannya dan tidak sengaja menabrak Mentari yang baru sampai di Angkasa Grup dengan Fajar dan juga kedua Anaknya.

__ADS_1


"Ngapain kalian berada di Perusahaanku?" Ujar Jingga dengan sombongnya.


"Apa kamu yakin ini adalah Perusahaan kamu?" Tanya Fajar dengan senyum yang mengejek.


"Maaf ya, jika kalian mau minta sumbangan, aku tidak ada uang receh, jadi sebaiknya kalian cepat pergi dari perusahaan ini sebelum aku memanggil Security," ujar Jingga.


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan terusir dari perusahaan ini, karena kami ke sini untuk menyingkirkan Benalu yang ada di Perusahaan ini," tegas Fajar.


"Kamu kalau mimpi jangan ketinggian Fajar, nanti kalau sampai jatuh pasti sakit banget tuh. Lagian kamu gak malu apa bawa Menantu Benalu sama Anak cacat ke Perusahaanku? Atau kalian mau ngajarin kedua Anak cacat ini mengemis," sindir Jingga dengan tertawa.


"Tutup mulut kamu Jingga, jangan pernah kamu menghina Anak dan Istriku," teriak Fajar dengan menunjuk wajah Jingga karena dia tidak terima dengan penghinaan Jingga terhadap Mentari dan kedua Anaknya.


Fajar sudah mengepalkan tangannya karena geram mendengar perkataan Jingga, tapi Mentari memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya.


"Oh..jadi kalian berdua sudah menikah? Selamat ya, kalian memang cocok pasangan Benalu," ujar Jingga dengan masuk ke dalam ruang meeting.


"Jingga benar-benar keterlaluan Bunda, Ayah tidak terima dia menghina Bunda dan kedua Anak kita," ujar Fajar.


"Istighfar Yah, jangan terbawa emosi, sebentar lagi Kak Jingga juga akan menerima balasannya," ujar Mentari dengan memeluk tubuh Fajar supaya dapat meredam emosinya.


"Terimakasih ya sayang, maaf jika Ayah sudah terbawa emosi."


Silahkan saja sekarang kamu tertawa sepuasnya Jingga, karena sebentar lagi kamu akan menangis jika mengetahui semua kebenarannya, dan akan aku pastikan kamu akan menyesali semuanya, ucap Fajar dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2