Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 99 ( Kejujuran Dimas )


__ADS_3

Raisya masih tidak percaya dengan pernyataan cinta Dimas, sampai akhirnya Dimas kembali angkat suara.


"Raisya tidak perlu menjawabnya sekarang, karena ada satu hal yang mungkin akan membuat Raisya menolak cinta Kak Dimas," ujar Dimas dengan menghela nafas panjang, karena bagaimanapun juga Raisya berhak tau yang sebenarnya.


Raisya kini duduk di samping Dimas, dan Dimas saat ini menggenggam erat tangan Raisya.


"Rasanya Kak Dimas berat untuk melepaskan tangan ini, tapi bagaimanapun juga Kak Dimas harus jujur dengan apa yang telah terjadi selama Raisya di Singapura," ujar Dimas sehingga batin Raisya kini bertanya-tanya.


"Memangnya apa yang telah terjadi, apa semua itu ada hubungannya dengan Kak Rayna?" tanya Raisya dengan mata yang sudah memerah.


Dimas kembali menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Raisya.


"Iya benar, Kak Dimas pikir kalau Kak Dimas telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Rayna, sehingga Kak Dimas langsung mengajak Rayna untuk menikah supaya bisa melupakan kamu sayang," ujar Dimas.


Raisya langsung saja melepas tangan Dimas, rasanya hati Raisya sakit mendengar perkataan Dimas.


"Lalu apa artinya pernyataan cinta Kak Dimas barusan jika kenyataannya Kak Dimas sudah menikah dengan Kak Rayna? apa Kak Dimas ingin membuat Raisya patah hati lagi? Kak, Raisya mohon jangan terus memberikan harapan palsu, karena itu sangat menyakitkan."


Dimas langsung memeluk erat tubuh Raisya pada saat Raisya hendak berlari untuk keluar dari rumah tersebut.


"Dengarkan dulu perkataan Kak Dimas, meskipun saat ini Rayna tengah hamil Anak Kak Dimas, tapi Kak Dimas tidak sengaja melakukan semua itu, karena dalam bayangan Kak Dimas Rayna adalah kamu sayang."


Plak


Raisya menampar keras pipi Dimas, Raisya tidak percaya jika Dimas mengatakan semua itu.


"Silahkan kamu tampar Kakak sepuas kamu, Kak Dimas memang lelaki brengsek dan pantas mendapatkan semuanya. Asal kamu tau setelah Kak Dimas menikahi Rayna, Kak Dimas semakin mencintai kamu Sya, dan Kak Dimas tidak bisa melupakan bayang-bayang kamu."


"Cukup Kak, Kak Dimas sudah menyakiti hati Raisya dan Kak Rayna. Lalu dimana sekarang keberadaan Kak Rayna?"


"Rayna sudah pergi dari rumah kami dulu setelah mengetahui kalau kami berdua adalah saudara satu Ayah," jawab Dimas.

__ADS_1


Raisya menutup mulutnya pada saat mengetahui kalau Dimas dan Rayna adalah saudara satu Ayah.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Raisya dengan kembali menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Sebenarnya Kak Dimas juga baru tau tentang semuanya setelah Om Fajar dan Tante Mentari pulang dari Singapura, dan ternyata Ibu kandung Rayna adalah Pelakor yang telah merebut Papa Kak Dimas sehingga menyebabkan Mama Kak Dimas meninggal dunia karena bunuh diri."


Raisya semakin terkejut mendengarnya, di satu sisi Raisya merasa kesal terhadap Dimas, tapi di sisi lain Raisya kasihan terhadap Dimas karena Dimas pasti terpukul pada saat mendengar penyebab Ibu kandungnya meninggal dunia.


"Kak Dimas yang sabar ya, sekarang kita hanya bisa berdo'a untuk mendiang orangtua Kak Dimas, semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa mereka," ujar Raisya dengan menepuk-nepuk bahu Dimas.


"Makasih ya sayang," ucap Dimas yang hendak memeluk Raisya, tapi Raisya menolaknya.


"Maaf Kak, jangan seperti ini, kita bukan muhrim, dan Raisya juga belum memutuskan untuk menerima cinta Kak Dimas."


"Kak Dimas mohon, beri Kak Dimas satu kesempatan saja, Kak Dimas hanya mencintai kamu, dan Kak Dimas ingin kamu menjadi istri dan Ibu dari Anak-anak Kak Dimas nanti."


"Maaf Kak, beri Raisya waktu untuk memikirkan semuanya. Kalau begitu sebaiknya sekarang kita pulang, Raisya takut kalau Ayah dan Bunda mencemaskan Raisya."


......................


"Sayang, kalian berdua kemana saja? Raisya baik-baik saja kan?" tanya Mentari dengan memeluk tubuh Raisya.


"Maaf Tante, Dimas tadi mengajak Raisya ke rumah impian Raisya."


"Sejak kapan kamu membangun rumah untuk Raisya?" tanya Fajar.


"Sejak Dimas menemukan sketsa gambar rumah impian Raisya, jadi Dimas langsung membangun rumah tersebut untuk tempat tinggal kita nanti," jawab Dimas sehingga membuat Raisya menatap tajam Dimas.


"Memangnya Raisya sudah menerima cinta kamu?" tanya Fajar.


"Belum sih Om, karena Raisya mau pikir-pikir dulu," jawab Dimas dengan cengengesan.

__ADS_1


"Raisya sayang, Ayah harap Raisya tidak menerima cinta Dimas, karena Ayah tidak setuju kalau Raisya menikah dengan Dimas."


"Tapi Dimas sangat mencintainya, dan Dimas tidak setuju kalau Om menikahkan Raisya dengan Asisten Rendra."


"Jadi Kak Dimas belum tau kalau Asisten Rendra mau menikah dengan Kak Dita?" tanya Raisya.


"Apa?" tanya Dimas yang saat ini merasa terkejut.


"Jadi selama ini Om sudah membohongi Dimas? Om tega sekali sama calon Menantu sendiri," sambung Dimas.


"Siapa juga yang mau mempunyai Menantu seperti kamu, meskipun Asisten Rendra menikah dengan Dita, tapi bukan berarti kamu bisa menikahi Raisya, karena Om akan mencarikan lelaki lain untuk Raisya."


Dimas terdengar merengek kepada Fajar supaya memberikan restu kepadanya.


"Apa Kak Dimas pikir Raisya akan menerima cinta Kak Dimas? pokoknya Raisya tidak akan menerima cinta Kak Dimas sampai Kak Dimas membawa Kak Rayna pulang."


"Tapi Kak Dimas tidak tau harus mencari Rayna kemana lagi, selama ini Kak Dimas selalu mencarinya, tapi belum ketemu juga."


"Jadi selama ini Kak Dimas selalu mencari keberadaan Kak Rayna? padahal selama ini Kak Rayna pikir Kak Dimas membenci Kak Rayna dan tidak menginginkan bayi yang saat ini ada dalam kandungannya."


"Kenapa Ratu bisa tau tentang semua itu?" tanya Bu Rima.


"Bulan kemarin Ratu dan Nenek Salamah ada acara pengajian dan santunan Yatim Piatu di Bandung, dan Ratu kebetulan ketemu sama Kak Rayna di Panti Asuhan."


"Jadi sekarang Rayna ada di Bandung? besok Kak Dimas akan menjemputnya supaya kita berdua bisa segera menikah sayang," ujar Dimas yang hendak memeluk Raisya, tapi Fajar langsung saja duduk di tengah-tengah Raisya dan Dimas, sehingga yang Dimas peluk adalah Fajar, sontak saja semua itu membuat semua orang menertawakannya.


"Enak saja kamu mau peluk-peluk Putri kesayangan Om, Raisya juga belum memutuskan untuk menerima cinta kamu, jadi kamu jangan macam-macam," ujar Fajar.


"Kalau begitu besok Raisya ikut Kak Dimas mencari Kak Rayna ke Bandung ya, nanti Ratu catat saja alamat Panti Asuhannya," ujar Raisya.


"Kita semua akan berangkat ke sana untuk menjemput Rayna, Ayah juga tidak mau kalau Raisya hanya berangkat berdua saja dengan Dimas."

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu Raisya ke kamar duluan ya, Raisya rasanya cape sekali."


Dimas hendak ikut bangun untuk mengantar Raisya ke kamarnya, tapi Fajar menatap tajam Dimas sehingga Dimas mengurungkan niatnya.


__ADS_2