
Ratu terus saja menangis dan terlihat kesakitan.
"Stella, kita harus segera membawa Ratu ke Dokter," ujar Bu Salamah.
Stella dan Bu Salamah kini membawa Ratu yang terus saja menangis ke sebuah klinik yang tidak jauh dari rumah Bu Salamah.
Setelah sampai di Klinik, Dokter segera melakukan pemeriksaan terhadap Ratu dengan melakukan USG.
"Bagaimana keadaan Cucu saya Dok?" tanya Bu Salamah yang terlihat cemas.
"Pasien mengalami gagal ginjal dan harus segera mendapatkan donor ginjal yang cocok," ujar Dokter.
"Bagaimana ini Stella, Ibu gak mau kalau sampai Cucu Ibu kenapa-napa. Sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan, siapa tau ginjal kamu cocok sama Ratu," ujar Bu Salamah.
Stella termenung mendengar perkataan Bu Salamah, lalu dia memberanikan diri intuk mengatakan yang sebenarnya kepada Bu Salamah.
"Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak sayang sama Ratu," ujar Bu Salamah yang merasa gemas terhadap Stella.
"Se_sebenarnya Stella bukan Ibu kandung Ratu," ujar Stella dengan suara yang terbata.
"Apa maksud kamu Stella?" tanya Bu Salamah.
"Ratu sebenarnya adalah keponakan Stella, dia adalah Anak dari Kak Jingga dan Kak Angga Kakak kandung Stella, tapi Stella dan Mas David yang sudah merawat Ratu dari bayi, jadi kami sudah menganggap Ratu sebagai Anak kandung kami sendiri," ujar Stella dengan berderai airmata.
"Kenapa kalian tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Ibu? tapi Ibu sudah terlanjur sayang sama Ratu, karena dia sangat mirip dengan David waktu kecil," ujar Bu Salamah kemudian menangis dengan memeluk tubuh Ratu.
Stella memutuskan menghubungi David untuk memberitahukan tentang penyakit Ratu.
📞"Halo sayang," ucap David pada saat menerima telpon dari Stella.
📞"Mas, Ratu sakit," ujar Stella dengan menangis.
📞"Sayang, kamu tenang dulu. Ratu sakit apa?" tanya David.
📞"Ratu gagal ginjal Mas, dan Dokter menyarankan supaya Ratu segera mendapatkan donor ginjal," ujar Stella.
📞"Innalillahi..kenapa Ratu bisa mempunyai penyakit separah itu," ujar David, kemudian menangis.
📞"Sayang, sekarang juga Mas ke Sukabumi, kita harus segera membawa Ratu berobat," ujar David kemudian menutup telponnya.
"Stella, gimana kata David?" tanya Bu Salamah.
__ADS_1
"Mas David sekarang langsung berangkat ke sini Bu," jawab Stella.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita pulang saja, kasihan Ratu juga tidur setelah tadi disuntikan obat oleh Dokter," ujar Bu Salamah dengan menggendong Ratu.
Setelah Stella dan Bu Salamah sampai rumah, Mommy Sandra langsung menghampiri Stella untuk menanyakan keadaan Ratu.
"Stella, gimana kata Dokter, Ratu sakit apa?" tanya Mommy Sandra.
"Dokter bilang kalau Ratu gagal ginjal Bu, dan Ratu harus segera mendapatkan donor ginjal," jawab Stella.
"Apa kamu sudah menghubungi David?" tanya Mommy Sandra.
"Sudah Mom, saat ini Mas David sedang berada di perjalanan menuju ke sini," jawab Stella.
Sebaiknya aku meminta Mentari supaya salah satu Anaknya mendonorkan ginjal untuk Ratu. Mereka kan masih satu Ayah, pasti ginjalnya bakalan cocok, ucap Mommy Sandra dengan tersenyum licik karena sudah mempunyai rencana jahat kepada Anak-anak Mentari.
Beberapa jam kemudian, David sampai di rumah Bu Salamah, dan Stella langsung berhambur ke dalam pelukan David.
"Mas, kita harus bagaimana? kasihan Ratu daritadi dia menangis terus," ujar Stella.
"Kamu tenang dulu ya, besok kita cari Dokter terbaik untuk mengobati penyakit Ratu," ujar David mencoba untuk menenangkan Stella.
"Kamu tenang saja sayang, Jingga saat ini tidak ada di rumah, karena dia sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa," ujar David.
Mommy Sandra yang mendengar Jingga masuk Rumah Sakit Jiwa pun langsung berteriak kegirangan.
"Alhamdulillah, akhirnya Menantu Durhaka masuk Rumah Sakit jiwa juga," ujar Mommy Sandra dengan tersenyum bahagia, sehingga menjadi pusat perhatian semua orang.
"Bu Sandra ini aneh banget sih, Menantu sendiri sakit, ini malah bahagia," sindir Bu Salamah.
"Jingga sudah bukan Menantu saya lagi Bu, karena Angga sudah menceraikannya," ujar Mommy Sandra.
"Bu, dalam hukum agama, yang namanya mertua dan Menantu itu gak ada kata mantan," ujar Bu Salamah, tapi Mommy Sandra seakan tidak mendengar ucapan besan nya tersebut.
................
Keesokan paginya, David, Stella, Ratu dan Mommy Sandra sudah bersiap-siap untuk pulang ke Bogor.
Bu Salamah sebenarnya ingin ikut karena merasa khawatir dengan keadaan Ratu, tapi Sarah harus Sekolah, dan tidak mungkin bisa Bu Salamah tinggalkan.
"Ratu sayang, semoga cepat sembuh ya Nak, maafin Nenek gak bisa nganter Ratu," ujar Bu Salamah dengan mencium dan memeluk Ratu.
__ADS_1
"Bu, maafin Stella ya karena selama tinggal di sini, kami selalu menyusahkan Ibu," ucap Stella dengan memeluk Bu Salamah dan Sarah.
"Seharusnya Ibu yang meminta maaf, karena selama kalian tinggal di sini, Ibu selalu berperilaku tidak baik kepada kalian," ujar Bu Salamah dengan menangis.
"Bu Salamah gak usah lebay, malu dong sama Ratu, Bu Salamah kan sudah tua," sindir Mommy Sandra yang masih ingat dengan perkataan Bu Salamah kemarin.
"Iya maaf kalau saya ada salah sama Bu Sandra. Saya pasti kangen sama Ibu yang selalu membantu saya mengejar Ayam untuk dimasukan ke kandang," ujar Bu Salamah dengan tertawa, sehingga Mommy Sandra memutar malas bola matanya.
"Bu, David pergi dulu ya, maaf jika David sudah merepotkan Ibu."
"Kalian harus sering-sering ke sini ya, Ibu pasti kangen sama Ratu, rumah sekarang jadi sepi lagi," ujar Bu Salamah.
"Iya insyaallah Bu. Sarah, jaga Ibu baik-baik ya, Aa pulang dulu," ujar David.
Setelah mengucapkan Salam, David kini melajukan mobilnya menuju rumah Jingga.
"David, nanti Mommy turun di jalan yang menuju arah ke rumah Mentari ya."
"Mommy mau ngapain ke rumah Kak Mentari?" tanya Stella.
"Mommy kangen sama Rasya dan Raisya, sudah lama kan Mommy gak ketemu sama mereka," jawab Mommy Sandra berbohong supaya Stella dan David tidak curiga.
"Alhamdulillah kalau Mommy sudah bisa menerima Rasya dan Raisya sebagai Cucu Mommy juga," ujar Stella.
"Bagaimanapun juga mereka kan Anak Angga, jadi sudah seharusnya Mommy menyayangi mereka berdua," ujar Mommy Sandra.
Aku sebenarnya malas harus bertemu dengan si Menantu Benalu, tapi aku harus melakukannya demi Ratu, Cucu kesayanganku. Si Menantu Benalu kan baik, jadi dia pasti bakalan mengabulkan permintaanku, ucap Mommy Sandra dalam hati.
Mommy Sandra akhirnya turun di persimpangan jalan yang menuju rumah Mentari, setelah itu Mommy Sandra naik angkot.
"Akhirnya aku sampai juga, aku harus segera menemui Si menantu Benalu, semoga saja dia berada di rumah," ujar Mommy Sandra.
"Pak, tolong bukain pagarnya, saya mau ketemu sama si Menantu Benalu," ujar Mommy Sandra kepada Pak Parjo.
"Maaf Bu, di sini gak ada orang yang bernama Menantu Benalu," jawab Pak Parjo.
"Oh iya saya lupa, maksud saya si Mentari," jawab Bu Sandra.
"Tunggu sebentar ya Bu, saya lapor dulu sama nyonya," ucap Pak Parjo.
"Kayak mau bertemu Pejabat saja pake laporan dulu," gerutu Mommy Sandra.
__ADS_1