
Semenjak Jingga dan Angga menikah, mereka berdua tidak pernah tidur bersama, dan hanya bertegur sapa seperlunya saja. Akan tetapi, hampir setiap malam Jingga dan David menghabiskan malam bersama meskipun secara sembunyi-sembunyi.
Mommy Sandra sudah mengira dirinya akan bahagia dan bergelimang harta apabila Angga menikah dengan Jingga, tapi sayangnya semua itu diluar dugaannya, karena semenjak Jingga menjadi Menantunya, Jingga justru memperbudak Mommy Sandra, dan memperlakukannya seperti pembantu.
"Dasar Menantu Durhaka, gak ada akhlak, masa Mertua sendiri dijadiin pembantu," gerutu Mommy Sandra pada saat mencuci pakaian Jingga.
Semenjak ATM Mentari di ambil oleh Angga, dan Stella tidak pernah memberikannya uang lagi, Mommy Sandra terpaksa menuruti semua kemauan Jingga.
"Kenapa nasibku jadi seperti ini, padahal seumur-umur aku gak pernah nyuci baju, tapi sekarang aku malah dijadikan babu oleh Menantuku sendiri. Aku menyesal karena dulu sudah memisahkan Mentari dan Angga, sekarang aku sendiri yang terkena getahnya. Awas saja kamu Jingga, sekarang kamu bisa semena-mena terhadapku karena kamu mempunyai uang, tapi jika suatu saat kamu sudah tidak memiliki uang lagi, maka kamu yang akan aku jadikan pembantu," Ujar Mommy Sandra yang terus saja menggerutu.
Saat ini Jingga sudah jarang pergi ke kantor, karena dua minggu lagi kehamilannya sudah memasuki taksiran persalinan.
"Mom, tolong bikinin jus mangga," teriak Jingga yang lagi asyik menonton televisi sambil merebahkan dirinya di atas sopa.
"Kenapa sih dia gak bikin sendiri aja, gak tau apa kalau aku masih nyuci, udah gitu mesin cuci pake rusak lagi, jadi tanganku sekarang melepuh dan kasar." ujar Mommy Sandra.
"Mom, cepetan donk lama amat, Jingga sudah kehausan," teriak Jingga lagi.
"Rasanya pengen aku jahit tuh mulut si Menantu durhaka," umpat Mommy Sandra. Meskipun begitu, Mommy Sandra tetap menuruti kemauan Jingga, karena saat ini hanya Jingga yang masih memberikannya uang bulanan dengan syarat Mommy Sandra harus mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Mommy Sandra bergegas membuat jus mangga, karena Jingga sudah berteriak terus. Akan tetapi, karena Mommy Sandra membuatnya dengan terus mengomel, Mommy Sandra malah memasukan garam kedalam jus mangga tersebut.
"Ini cantik, Mommy sudah bikinin jus mangga spesial buat Menantu kesayangan Mommy," ujar Mommy Sandra yang bermuka dua.
Jingga langsung saja meminum jus tersebut, tapi sesaat kemudian dia langsung menyemburkannya sampai terkena wajah Mommy Sandra.
"Mommy mau meracuni aku ya," teriak Jingga.
"Apa maksud kamu sayang? gak mungkin Mommy meracuni Jingga, apalagi saat ini Jingga sedang hamil Cucu Mommy."
__ADS_1
"Kalau begitu sekarang Mommy cobain sendiri jus buatan Mommy," ujar Jingga dengan memberikan jus mangga tersebut kepada Mommy Sandra.
Mommy Sandra juga langsung menyemburkan jus mangga yang terasa asin tersebut.
"Kok Asin?" ujar Mommy Sandra.
"Mommy sendiri kan yang buat, sekarang pokoknya Mommy harus menghabiskan semuanya !!" tegas Jingga.
"Tapi ini asin Jingga, mending Mommy bikinin yang baru aja ya buat kamu," ujar Mommy Sandra.
"Enggak, pokoknya Mommy harus minum ini dulu sampai habis," tegas Jingga.
"Kamu tega sekali sih Jingga," ujar Mommy Sandra dengan menangis.
"Mommy bilang aku tega? lalu apa yang sudah Mommy lakukan dulu sama Si Mentari, lebih tega mana hemm? apa sebaiknya Mommy juga berjualan keliling seperti yang dulu dilakukan oleh Mentari untuk mendapatkan uang?" ujar Jingga.
"Enggak Jingga, Mommy gak mau jualan keliling, Mommy juga gak bisa masak, Mommy bakalan habisin jus mangga nya," ujar Mommy Sandra dengan memencet hidung, kemudian dengan susah payah dia menghabiskan jus mangga yang sangat asin.
Mommy Sandra langsung berlari ke dapur untuk minum, karena lidahnya masih terasa asin.
"Menantu durhaka kamu Jingga, lihat saja aku do'akan semoga kamu secepatnya jatuh miskin, dan nanti giliran kamu yang akan aku jadikan Pembantu" umpat Mommy Sandra.
Sesaat kemudian, Mommy Sandra kembali mendengar teriakan, tapi kali ini Stella yang berteriak.
"Mommy, bisa ke sini gak?" teriak Stella.
"Tadi Jingga, sekarang Stella. Kenapa sih mereka berdua selalu membuatku pusing," gerutu Mommy Sandra yang masih merasa kesal atas nasib yang menimpa dirinya saat ini.
Mommy Sandra akhirnya masuk ke dalam kamar Stella, karena semenjak Stella di kuret, Stella menjadi trauma, dan dia sering mengurung diri di kamar, bahkan Stella takut jika berdekatan dengan David, karena dia takut hamil Anggur kembali.
__ADS_1
Dokter juga menyarankan supaya Stella tidak hamil dulu sebelum dua tahun, supaya keadaan rahimnya benar-benar pulih, sehingga David selalu mendapatkan kepuasan dari Jingga.
"Mom, Stella pengen makan steak," ujar Stella.
"Terus kenapa kamu bilang sama Mommy? seharusnya kamu bilang sama Suami kamu," ujar Mommy Sandra.
"Tapi Mas David lagi keluar kota Mom, jadi Stella minta tolong sama Mommy buat beliin, mau ya, nanti Stella kasih uang buat Mommy," ujar Stella.
Mendengar Stella akan memberikannya uang, mata Mommy Sandra langsung saja berbinar, tapi dia pura-pura marah dulu sama Stella.
"Kamu masih butuh Mommy juga kan? makanya sama Ibu sendiri gak boleh marah-marah, apalagi pelit, kamu gak mau kan kalau Mommy kutuk," cerocos Mommy Sandra.
"Iya iya, Stella minta maaf karena sudah salah paham sama Mommy, Stella percaya kalau Mommy gak bakalan rebut Mas david dari Stella." Lagian mana mau Mas David sama Nenek-nenek seperti Mommy, lanjut Stella dalam hati.
......................
Fajar masih memberikan waktu untuk Jingga menikmati uangnya, karena sebenarnya uang yang dinikmati Jingga saat ini adalah hasil menjual dua puluh persen saham yang dia miliki, karena Fajar sudah berhasil membuat Jingga menandatangani surat jual beli saham.
"Rendra, pokoknya jangan sampai Jingga melakukan pengeluaran lagi, bilang saja kalau tahun ini pengeluaran dia sudah melewati batas, jadi dia tidak diperbolehkan melakukan penarikan lagi," titah Fajar.
"Baik Tuan, tapi sampai kapan Anda akan menyembunyikan identitas Anda sebagai Pemilik Angkasa Grup?" tanya Rendra.
Aku akan membongkar identitasku setelah Mentari jatuh cinta kepadaku serta menerimaku menjadi Suami dan Ayah bagi Anak-anaknya, karena jika Mentari mengetahui identitasku sekarang, dia pasti akan menolak cintaku. Aku akan menjadikan kamu sebagai Nyonya Fajar Angkasa, Mentari. Dan aku akan membantu membalaskan dendam kamu terhadap Jingga dan keluarga Angga, ucap Fajar dalam hati.
"Sekarang masih belum saatnya Ren, karena saya masih belum mendapatkan sesuatu yang sangat saya inginkan, dan nanti setelah mendapatkannya, saya pasti akan menghancurkan semua orang yang sudah menyakiti orang-orang yang saya sayangi," jawab Fajar.
"Baik Tuan, kalau begitu saya lanjutkan pekerjaan saya lagi," ujar Rendra.
Setelah Rendra keluar dari ruangannya, Fajar kembali membayangkan kebersamaan Mentari dan juga kedua Anaknya yang sangat Fajar sayangi.
__ADS_1
"Ayah jadi pengen cepet-cepet pulang, Ayah kangen sekali sama kalian," gumam Fajar dengan terus melihat Fhoto dia bersama Mentari dan kedua Anaknya.