
Saat ini semua Dewan direksi telah berkumpul untuk menyambut kedatangan Big Bos yang sebenarnya. Jingga sudah merasa penasaran karena dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjilat Pemilik Perusahaan supaya dia masih diterima untuk bekerja di Angkasa Grup.
Jika dia seorang Pria, maka aku akan membuat Big Bos bertekuk lutut dihadapanku, dengan kecantikan yang aku punya, aku yakin jika dia akan tergoda olehku, ucap Jingga dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Fajar masuk ke dalam ruang meeting dengan membawa Mentari dan si Kembar, semua orang yang berada di sana berdiri dengan membungkukkan badan, lain hal nya dengan Jingga dan Angga yang masih belum mengetahui identitas Fajar yang sebenarnya.
Jingga yang melihat Fajar dan keluarganya masuk ke dalam ruang Meeting pun merasa geram.
"Kenapa kalian membiarkan keluarga Pengemis ini masuk ke dalam ruang meeting?" Teriak Jingga.
Rendra yang mendengar perkataan Jingga, langsung saja angkat suara.
"Maaf Nyonya Jingga, karena Big Bos yang sedang kita tunggu adalah Tuan Fajar," ujar Rendra sehingga membuat Jingga merasa tersambar petir di siang bolong.
"A_apa maksud kamu Rendra?" Tanya Jingga dengan suara tergagap karena merasa terkejut dengan Fakta yang sebenarnya.
"Tuan Fajar adalah pemilik seratus persen saham Angkasa Grup Nyonya, bahkan sebelum Anda masuk ke Perusahaan ini, karena Anda hanya mempunyai dua puluh persen saja pada saat masuk, dan semua itu habis setelah Anda menarik uang secara besar dari perusahaan," jelas Rendra.
Jantung Jingga bergemuruh hebat, dia langsung murka mendengar penjelasan Rendra.
"Kalian semua telah mempermainkanku? Kalian semua penipu, aku tidak rela karena harus kehilangan semuanya," teriak Jingga.
Fajar yang melihat Jingga emosi pun kini angkat suara.
"Mohon maaf Nyonya mantan CEO Angkasa Grup, karena saya telah mengecewakan Anda," ucap Fajar.
"Kamu penipu Fajar, kalian memang sudah merencanakan semua ini kan supaya dapat merebut Perusahaan Angkasa Grup dariku?" Teriak Jingga.
__ADS_1
"Jaga mulut Anda Nyonya Jingga, karena sebelum Bramantyo menjadi CEO di Angkasa Grup, Perusahaan ini adalah milik mendiang orangtua saya. Dan Anda harus tau kalau mendiang istri Bram adalah Kakak kandung saya," tegas Fajar.
"Dan satu lagi saya mohon perhatiannya, perkenalkan ini adalah istri saya Nyonya Fajar Angkasa dan kedua Anak saya Rasya Putra Angkasa juga Raisya Putri Angkasa. Meskipun mereka terlahir Spesial, tapi saya sangat menyayangi mereka berdua," ucap Fajar yang sengaja menyindir Angga.
Angga yang mendengar semuanya hanya bisa tersenyum kecut, dia merasa malu karena Fajar yang Ayah sambungnya saja tidak pernah malu mengakui Anaknya yang terlahir spesial, sedangkan Angga, pada saat pertama kali mengetahui jika Anaknya cacat, dia langsung menolak kehadirannya.
Angga merasa terharu karena setelah sekian lama akhirnya bisa kembali melihat Anak kembarnya. Angga rasanya ingin sekali memeluk mereka berdua, tapi dia merasa malu setelah apa yang dia perbuat.
"Tuan, apa yang sekarang harus kita lakukan kepada Nyonya Jingga?" Tanya Rendra.
"Bawa dia keluar dari Perusahaan ini, karena aku tidak mau ada Benalu yang merusak Perusahaan," Tegas Fajar.
Jingga yang mendengar perkataan Fajar langsung saja berlutut, karena dia tidak mau sampai di usir dari Angkasa Grup.
"Aku mohon Fajar, jangan usir aku dari Angkasa Grup, kamu bisa menjadikan aku sebagai Sekretaris pribadimu," ucap Jingga.
"Mohon maaf Nyonya Jingga, saya tidak akan melakukan kesalahan dengan memelihara ular di samping saya, karena saya tidak mau jika suatu saat ular itu menggigit saya," sindir Fajar.
"Aku akan membuktikan jika suatu saat kamu akan bertekuk lutut dihadapanku Fajar, dan kamu akan mengemis-ngemis cinta padaku !!" Tegas Jingga.
"Jangan pernah bermimpi Jingga, karena sedikit pun aku tidak akan sudi melirik ja*lang sepertimu, aku sudah memiliki berlian di sampingku, jadi aku tidak akan mungkin memungut batu kerikil !!" Tegas Fajar dengan merangkul Mentari.
"Oke, kita lihat saja nanti. Hari ini kamu sudah mempermainkanku, dan sebentar lagi semuanya akan berbalik sayang," ujar Jingga.
"Cepat bawa perempuan ini keluar dari Perusahaan, aku tidak mau melihatnya lagi, dan jangan pernah biarkan dia menginjakan kakinya lagi di Angkasa Grup !!" Tegas Fajar.
Angga yang melihat Jingga keluar berniat untuk menyusulnya, tapi Fajar berusaha untuk melarangnya.
__ADS_1
"Anda mau kemana Pak Angga?" Tanya Fajar.
"Mungkin saya juga sudah tidak dibutuhkan lagi di Perusahaan ini Tuan, jadi sebaiknya saya mengundurkan diri saja," jawab Angga.
"Rendra bilang kinerjamu bagus, saya akan memberikan posisi Manager kepada Anda jika Anda masih bersedia bekerja di sini," ucap Fajar.
Angga nampak merenungkan kata-kata Fajar, saat ini dia memang sedang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, apalagi Jingga sudah tidak bekerja, jadi dengan berat hati Angga menganggukan kepalanya.
Meskipun aku harus menahan malu karena harus bekerja di Perusahan Suami dari mantan Istriku, tapi aku tidak mempunyai pilihan lain, ucap Angga dalam hati.
"Saya harap Anda akan bersikap Profesional Pak Angga, Selamat bergabung di Angkasa Grup, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik," ucap Fajar dengan menjabat tangan Angga.
"Saya akan berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk kemajuan Angkasa Grup Tuan, terimakasih atas kepercayaannya," ucap Angga dengan tulus.
Mentari semakin kagum dengan sifat Suaminya, karena semakin hari Fajar semakin bijak dalam mengambil keputusan, meskipun Angga adalah mantan Suami Mentari, tapi Fajar masih bersedia memberikannya pekerjaan.
"Semuanya silahkan lanjutkan meeting hari ini, mohon maaf karena saya masih ada urusan di tempat lain," ucap Fajar kemudian menggandeng Mentari dan kedua Anaknya untuk keluar dari ruang meeting.
Fajar saat ini mengajak Mentari untuk mengambil tes kesehatan dirinya di Rumah Sakit, karena Fajar sebelumnya telah melakukan tes kesehatan.
"Yah sekarang kita mau pergi kemana?" tanya Mentari pada saat mereka di perjalanan.
"Kita mau ke Rumah Sakit untuk mengambil tes kesehatan Ayah, kemarin Ayah kan sudah bilang kalau mau melakukan tes kesehatan sama Bunda, dan barusan pihak Rumah Sakit mengabari jika hasil tes nya sudah keluar," ujar Fajar.
"Semoga hasilnya bagus ya, Ayah jangan terlalu banyak pikiran, apa pun yang terjadi kita akan melewati semuanya bersama," ujar Mentari dengan menggenggam tangan Fajar.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Mentari dan Fajar langsung masuk ke dalam ruangan Dokter setelah sebelumnya menitipkan Rasya dan Raisya kepada Perawat supaya menunggu di luar.
__ADS_1
Saat ini Dokter membacakan hasil tes kesehatan Fajar.
"Alhamdulillah setelah kami cek kondisi kesehatan Anda semuanya sehat, tapi setelah kami melakukan tes pada kesuburan Anda, mohon maaf Tuan, karena Anda mandul, jadi Anda tidak akan memilik keturunan," ucap Dokter, sehingga membuat Fajar merasa terkejut saat mendengarnya.