
Rayna tidak tau harus berkata apa, karena Dimas bukan hanya menyatakan perasaannya kepada Rayna, tapi Dimas langsung melamar Rayna untuk menjadi istrinya.
"Apa Rayna bermimpi Kak? Kak Dimas tidak salah bicara kan?"
"Kamu tidak sedang bermimpi Rayna, Kak Dimas ingin menjadikan Rayna sebagai Istri dan Ibu dari Anak-anak Kak Dimas nantinya."
Rayna terlihat berpikir, seandainya Raisya semalam tidak menelponnya, mungkin Rayna akan menolak Dimas demi Rayna, tapi semalam Raisya sendiri yang sudah menyerahkan Dimas, jadi tidak ada alasan untuk Rayna menolak cinta Dimas.
"Maaf Kak Dimas, Rayna tidak bisa menolak cinta Kak Dimas," ujar Rayna, sehingga membuat Dimas membulatkan matanya.
"Jadi artinya Rayna menerima cinta Kak Dimas?" tanya Dimas, dan Rayna langsung menganggukan kepalanya.
"Makasih ya sayang, Kak Dimas akan berusaha menjadi imam yang baik untuk Rayna."
"Apa semua ini tidak terlalu cepat Kak?"
"Kakak ingin kita pacaran setelah menikah, supaya tidak terjadi fitnah, dan tidak banyak godaan dari orang ketiga. Rayna setuju kan?" tanya Dimas, karena Dimas takut kalau nanti Raisya kembali ke Indonesia, Dimas akan kembali berpaling kepada Raisya, tapi jika Dimas sudah menikahi Rayna, Dimas tidak akan mungkin berpaling kepada yang lain karena dia sudah memiliki istri.
"Iya Kak, Rayna ikut Kak Dimas saja," ujar Rayna yang setuju untuk menikah dengan Dimas, karena baik Rayna dan Dimas tidak mengetahui kalau mereka berdua adalah saudara satu Ayah.
Setelah makan siang, Dimas mengajak Rayna menuju rumah Bu Rima dan Pak Hasan, karena mereka berdua ingin meminta restu kepada Nenek dan Kakek Rayna.
Setelah sampai di rumah Bu Rima, Dimas dan Rayna kini turun dengan bergandengan tangan menuju ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum Nek, Kek," ucap Rayna dan Dimas pada saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam, Rayna, Nak Dimas kalian rupanya sudah pulang, gimana sudah ada kabar belum dari Tante Mentari udah sampai atau belum di Singapura?" tanya Bu Rima.
"Belum Nek, mungkin Tante Mentari dan keluarga masih berada dalam pesawat," jawab Rayna.
"Nek, Kek, sebenarnya ada yang ingin Dimas katakan kepada Nenek dan Kakek."
__ADS_1
"Ada apa Nak? sepertinya Nak Dimas terlihat serius sekali?" tanya Pak Hasan.
"Sebenarnya Dimas ingin melamar Rayna untuk menjadi Istri dan Ibu dari Anak-anak Dimas."
Bu Rima dan Pak Hasan juga belum mengetahui kalau sebenarnya Dimas dan Rayna adalah saudara satu Ayah, karena Mentari dan Fajar sengaja tidak menceritakan semuanya kepada Bu Rima dan Pak Hasan, karena Mentari takut kalau Orangtuanya semakin sedih jika mengetahui kalau Jingga adalah perempuan yang sudah merebut Suami dari Kakak kandungnya Fajar serta menyebabkannya meninggal dunia.
"Kalau Nenek sama Kakek gimana Rayna saja, yang akan menjalani semuanya kan kalian berdua, jadi Kakek sama Nenek hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua."
"Apa Rayna sudah menerima lamaran Nak Dimas?" tanya Bu Rima.
"Alhamdulillah tadi Rayna sudah menerima Dimas Nek," ujar Dimas sehingga membuat Rayna merasa malu.
"Lalu apa Nak Dimas juga sudah memberitahukan tentang semuanya kepada Nak Fajar dan keluarga?" tanya Bu Rima.
"Belum Nek, rencananya Dimas akan memberi kejutan untuk Om Fajar dan keluarga, karena Dimas yakin kalau Om Fajar pasti akan bahagia dengan pernikahan kami, jadi Dimas berencana untuk menikahi Rayna secara siri dulu, dan nanti setelah Om Fajar dan tante Mentari pulang dari Singapura, Dimas baru akan mengadakan resepsi."
"Jadi rencananya kapan kalian akan menikah secara siri?" tanya Pak Hasan.
"Kalau Kakek dan Nenek terserah kalian berdua saja, apa pun keputusan Nak Dimas dan Rayna, pasti Nenek dan Kakek akan selalu mendukungnya."
Dimas kemudian memberikan amplop yang berisi uang lima puluh juta rupiah kepada Bu Rima supaya bisa mempersiapkan makanan untuk acara besok, meskipun hanya akan dihadiri oleh beberapa orang saja.
"Kalau begitu Kakek dan Nenek ke belakang dulu ya," ujar Bu Rima dan Pak Hasan.
Rayna masih tidak mengira jika dia akan menikah di usia muda, karena saat ini Rayna baru berusia 19 tahun.
"Apa Rayna sudah yakin dengan keputusan yang sudah Rayna ambil?" tanya Dimas, karena Dimas tidak mau kalau sampai Rayna menyesali semuanya di kemudian hari.
"Insyaallah tidak akan ada penyesalan di hati Rayna, karena Rayna yakin kalau Kak Dimas akab menjadi imam yang baik untuk Rayna."
"Kalau ada yang Rayna inginkan, Rayna bilang saja sama Kak Dimas. Apa Rayna ingin kuliah?"
__ADS_1
"Tidak Kak, Rayna tidak sepintar Raisya, makanya Rayna dari dulu tidak mau kuliah."
"Tapi Kak Dimas harap Rayna akan berhenti bekerja, karena Kak Dimas tidak mau kalau Rayna sampai kecapean."
"Apa pun permintaan Kak Dimas, Rayna akan menurutinya," ujar Rayna yang memang selama ini selalu bersikap baik dan juga penurut.
"Kalau begitu Kak Dimas pulang dulu ya, insyaallah besok Kak Dimas dan Rasya akan datang ke sini untuk menghadiri pernikahan kita," ujar Dimas, kemudian Dimas pergi untuk membeli rumah yang akan langsung ia tinggali bersama Rayna besok.
Dimas mencari rumah yang sudah berisi perabotan, dan setelah Dimas melihat beberapa rumah, Dimas merasa tertarik dengan rumah minimalis dua lantai, sehingga Dimas langsung membeli rumah tersebut.
Dimas juga meminta supaya kamarnya di dekor seperti kamar pengantin, dan setelah semuanya selesai, Dimas akhirnya pulang menuju kediaman Fajar.
......................
Sepanjang perjalanan menuju Sukabumi, Stella sengaja menyuruh Ratu untuk tidur, dan setelah sampai di halaman rumah Bu Salamah, Stella akhirnya membangunkan Ratu.
"Sayang, ayo bangun, kita sudah sampai," ujar Stella dengan menggoyangkan tubuh Ratu.
"Kita sudah sampai dimana Ma?" tanya Ratu yang belum menyadari kalau mereka berdua sudah sampai di Sukabumi.
Ratu kini mengucek matanya, dan mata Ratu langsung membulat sempurna setelah menyadari kalau dia berada di halaman rumah Neneknya.
"Ma, kenapa kita ke rumah Nenek Cerewet?" tanya Ratu.
"Sebaiknya kita turun dulu," ajak Stella.
"Ratu pokoknya gak mau tinggal di sini, Ratu gak mau tinggal sama Nenek cerewet."
Sepertinya aku harus bertindak tegas kepada Ratu, kalau aku terus memanjakan Ratu, maka selamanya Ratu akan terus menjadi Anak pembangkang, ucap Stella dalam hati.
"Baiklah sekarang Ratu pilih, Ratu tetap tinggal sama Mama, tapi uang jajan Ratu Mama hentikan, atau Ratu tinggal di sini dan Mama tidak akan mengehentikan uang jajan Ratu," ujar Stella yang memberikan dua pilihan kepada Ratu, karena Stella tau betul kalau Ratu tidak bisa hidup jika Stella tidak memberikan Ratu uang jajan.
__ADS_1