Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 77 ( Hukuman untuk Ratu )


__ADS_3

Mentari memutuskan untuk menelpon Stella yang saat ini baru tiba di rumahnya.


Pada saat Stella pulang, Stella merasa geram karena Ratu mengadakan pesta di rumahnya tanpa seijin Stella, apalagi pada saat Stella menanyakan keberadaan Mommy Sandra kepada Ratu, dengan entengnya Ratu menjawab bahwa Mommy Sandra telah Ratu usir dari rumah mereka.


Saat ini Stella begitu prustasi dengan sikap Ratu, dia tidak tau harus berbuat apa supaya bisa mendidik Ratu dengan baik, dan pada saat Mentari menelpon Stella, Stella sedang menangis karena tidak tau harus mencari Mommy Sandra kemana, apalagi saat ini sudah malam dan hujan lebat.


📞"Assalamu'alaikum Kak," ucap Stella pada saat mengangkat telpon dari Mentari.


📞"Wa'alaikumsalam Stella, bagaimana kabarnya? Stella lagi nangis ya?" tanya Mentari karena mendengar suara Stella yang terdengar parau.


📞"Iya Kak, Stella bingung harus mencari Mommy kemana, karena Ratu bilang kalau dia sudah mengusir Mommy."


📞"Stella tenang saja, karena saat ini Ibu ada di rumah Kakak. Tadi pada saat Kakak dan Mas Fajar pulang belanja bulanan, kami tidak sengaja melihat Bu Sandra yang sedang berteduh di depan ruko yang sudah tutup, makanya Kakak mengajak Bu Sandra ke rumah Kakak saja, walaupun tadi Bu Sandra sempat menolaknya."


📞"Alhamdulillah, kalau Mommy ada di rumah Kak Mentari, maaf ya Kak jadi ngerepotin Kak Mentari lagi," ujar Stella yang merasa tidak enak.


📞"Stella, bagaimanapun juga kita adalah keluarga, jadi Stella jangan merasa sungkan terhadap Kakak. Sebenarnya Kakak kasihan kepada Bu Sandra yang telah Ratu usir. Kakak tidak habis pikir kenapa Ratu bisa berbuat seperti itu."


📞"Maaf Kak, Stella tidak bisa mendidik Ratu dengan baik."


📞"Semua itu bukan salah Stella, justru Kakak sangat berterimakasih kepada Stella karena sudah bersedia menjaga dan membesarkan Ratu, meskipun Ratu bukan Anak kandung Stella."

__ADS_1


📞"Ratu adalah Amanah dari Mas David Kak, jadi sudah sepantasnya Stella melakukan semua itu. Ratu juga sudah Stella anggap sebagai Anak kandung Stella sendiri, karena dari semenjak dia dilahirkan, Stella yang sudah merawatnya."


📞"Kamu memang Ibu yang baik Stella, semoga saja suatu saat nanti Ratu bisa berubah. Oh iya Stella, Kakak mau minta ijin sama Stella, bagaimana kalau Bu Sandra ikut Raisya ke Singapura saja, supaya Raisya bisa ada teman di sana?" tanya Mentari.


📞"Kakak tidak perlu meminta ijin kepada Stella, karena bagaimanapun juga Mommy adalah Nenek Rasya dan Raisya, malah Stella bahagia kalau Mommy bisa ikut Raisya, jadi Ratu tidak akan menyakiti Mommy lagi."


📞"Makasih banyak ya Stella, kalau begitu besok Kakak akan mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan Raisya dan Bu Sandra."


📞"Makasih banyak ya Kak atas semuanya."


📞"Iya sama-sama. Oh iya kalau masalah Ratu, menurut Kakak, Stella coba cari tau hal yang paling tidak bisa Ratu lakukan, misalnya tinggal di rumah Neneknya di Sukabumi, mungkin itu akan merubah Ratu menjadi pribadi yang lebih baik lagi, pokoknya Stella jangan terlalu banyak pikiran ya, Stella harus menjaga kesehatan juga," ujar Mentari, sehingga membuat Stella merasa terharu atas perhatian yang Mentari berikan.


📞"Iya Kak, Stella akan memikirkan semuanya, pokoknya makasih banyak ya atas semuanya, Stella beruntung bisa mengenal Kak Mentari."


📞"Wa'alaikumsalam," jawab Stella, kemudian telepon Mentari dan Stella pun berakhir.


Stella memikirkan saran Mentari supaya Ratu dikirim ke Sukabumi dulu dan untuk sementara tinggal di sana.


"Kak Mentari benar, selama ini Ratu paling tidak bisa hidup susah apalagi tinggal bersama Ibu Mas David yang selalu Ratu bilang Nenek cerewet, kalau aku membiarkan Ratu terus-terusan bersikap seenaknya saja, Ratu pasti akan semakin membangkang, sebaiknya aku bicarakan dulu sama Ibu sebelum mengantar Ratu tinggal di Sukabumi," gumam Stella, kemudian mencoba untuk menghubungi Bu Salamah.


📞"Assalamu'alaikum Bu," ucap Stella saat sambungan telponnya dengan Bu Salamah sudah terhubung.

__ADS_1


📞"Wa'alaikumsalam Nak, tumben Stella telpon malam-malam begini, kabar Stella dan Ratu baik-baik saja kan?" tanya Bu Salamah.


📞"Alhamdulillah kami berdua baik-baik saja. Bu, sebenarnya Stella mau minta tolong sama Ibu," ujar Stella yang merasa sungkan.


📞"Kalau Ibu bisa bantu, Ibu pasti tolongin Stella, memangnya Stella butuh bantuan apa?" tanya Bu Salamah yang merasa heran, pasalnya selama ini Stella belum pernah meminta bantuan apa pun kepada Bu Salamah, meskipun Bu Salamah selalu menawarkan bantuan kepada Stella.


📞"Sebenarnya Stella ingin menitipkan Ratu untuk sementara waktu, mungpung Ratu baru keluar dari SMA, jadi Stella akan menunda kuliahnya dulu."


📞"Apa Ratu masih belum berubah Nak?" tanya Bu Salamah yang memang tau dengan tabiat Ratu yang selalu membangkang perintah orangtua.


📞"Iya Bu, maafin Stella karena telah gagal mendidik Ratu, Stella ingin Ratu berubah menjadi lebih baik lagi, tapi Ratu tetap saja belum bisa berubah, dan sekarang malah semakin menjadi-jadi, makanya Stella mau minta bantuan sama Ibu, semoga saja Ibu bisa mendidik Ratu dengan baik."


📞"Kamu tidak pernah gagal Nak, jangan menyalahkan diri sendiri, selama ini Stella sudah berusaha menjadi Ibu yang baik untuk Ratu, tapi Ratu saja yang tidak pernah bersyukur atas semuanya. Stella jangan khawatir ya, sebisa mungkin Ibu pasti akan membantu Stella untuk mendidik Ratu, tidak ada kata terlambat untuk merubah semuanya. Ibu malah senang kalau Ratu bisa tinggal di sini, karena Ibu sekarang tinggal sendirian, sebab semenjak Sarah menikah, dia langsung ikut Suaminya."


📞"Kalau begitu besok juga Ratu akan Stella antar ke Sukabumi ya Bu, makasih atas semuanya," ucap Stella.


📞"Seharusnya Ibu yang mengucapkan terimakasih, karena Stella sudah bersedia menjaga amanah dari David, meskipun David sudah melukai hati Stella."


📞"Stella sudah melupakan semuanya Bu. Ya sudah kalau begitu Stella tutup dulu ya Bu telponnya, Stella mau membereskan baju Ratu dulu, Assalamu'alaikum."


📞"Wa'alaikumsalam," ujar Bu Salamah, dan telpon pun terputus.

__ADS_1


Stella langsung saja membereskan baju serta semua keperluan Ratu yang akan dibawa ke Sukabumi, dan Stella sengaja tidak memberitahukannya terlebih dahulu kepada Ratu, karena Stella takut kalau Ratu akan kabur kalau tau Stella akan memberikannya hukuman dengan menyuruh Ratu tinggal di tempat yang tidak dia sukai.


Maafin Mama Ratu, ini semua Mama lakukan demi kebaikan Ratu juga, Mama ingin Ratu menjadi perempuan baik meskipun Mama juga dulu bukan perempuan baik, tapi setidaknya Mama ingin Ratu menjadi lebih baik dari Mama dan tidak mengikuti jejak Mama dulu, ucap Stella dalam hati dengan menitikkan airmata, karena bagaimanapun juga Stella sangat menyayangi Ratu dan tidak mau berpisah jauh dari Anaknya.


__ADS_2