
Hilman semakin merasa khawatir ketika melihat Ratu tidak sadarkan diri, tapi Hilman berusaha tenang supaya mereka berdua bisa segera sampai di Rumah Sakit dalam keadaan selamat.
"Aku tidak boleh panik. Ratu pasti akan baik-baik saja," gumam Hilman dengan airmata yang terus menetes membasahi pipinya.
Setelah sampai Rumah Sakit, Hilman menggendong Ratu, lalu membawanya lari menuju ruang IGD.
"Dokter, tolong selamatkan Istri saya," teriak Lukman ketika melihat Dokter dan Suster yang datang menghampirinya dengan membawa blangkar.
"Mas tenang dulu, kami pasti akan berusaha menyelamatkan pasien," ujar Dokter, kemudian membawa Ratu masuk ke dalam ruang IGD.
Hilman mondar mandir di depan ruang IGD dengan harap-harap cemas, dan beberapa saat kemudian, Stella dan Mommy Sandra tiba di Rumah Sakit.
Sebelumnya, saat Hilman berada di perjalanan untuk membawa Ratu ke Rumah Sakit, Stella menelpon Hilman karena Ratu tidak mengangkat telponnya.
Stella memberitahukan kepada Hilman jika dirinya dan Mommy Sandra sudah berada di perjalanan untuk berkunjung ke rumah Ratu dan Hilman. Sampai akhirnya mau tidak mau Hilman memberitahukan yang sebenarnya tentang kejadian yang menimpa Ratu.
"Hilman, kenapa Ratu bisa sampai terluka?" tanya Stella yang terlihat panik.
"Tadi ketika Hilman berangkat untuk belanja pesanan, ada dua orang laki-laki yang berniat untuk menodai Ratu, dan Ratu memilih menusuk perutnya sendiri untuk menjaga kehormatannya," jawab Hilman dengan menangis.
"Kasihan sekali Ratu, dia pasti sangat ketakutan," ucap Stella yang ikut menangis juga.
"Maaf Ma, sebagai seorang Suami, Hilman tidak bisa menjaga Ratu dengan baik."
"Nak, Hilman tidak boleh menyalahkan diri sendiri. Ratu bahkan sampai rela melakukan semua itu demi menjaga harga dirinya, dan Nenek yakin, kalau semua itu Ratu lakukan demi Nak Hilman. Sekarang sebaiknya kita terus berdo'a semoga Ratu baik-baik saja," ujar Mommy Sandra.
Miranda yang baru selesai kontrol, memutuskan untuk menghampiri Hilman ketika melihat Anak Bungsunya tersebut berada di depan ruang IGD.
"Nak, apa yang Hilman lakukan di sini?" tanya Miranda.
"Sepertinya Anak buah Kak Lukman belum memberikan laporannya kepada Mama," jawab Hilman dengan tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Hilman, Mama sama sekali tidak mengerti apa yang kamu katakan?" tanya Miranda.
"Mama tidak perlu berpura-pura lagi. Bukannya Mama dan Kak Lukman yang sengaja mengirimkan orang untuk menodai Ratu?" tanya Hilman dengan nada tinggi.
Jadi Anak buah Lukman sudah berhasil menodai Ratu? Baguslah kalau begitu, nanti Hilman pasti akan merasa jijik kepada Ratu, kemudian Hilman akan meninggalkannya. Sepertinya Anak buah Lukman bermain terlalu kasar, Ratu bahkan sampai masuk Rumah Sakit, ucap Miranda dalam hati dengan tertawa bahagia.
"Hilman, kamu tega sekali memfitnah Mama seperti itu. Hilman, dari dulu Mama ingin yang terbaik untuk kamu Nak, karena Mama sayang sama kamu, Mama ingin kamu bahagia dengan perempuan yang pantas untuk kamu, tidak seperti Anak si Jingga perempuan ja*lang itu. Sekarang Ratu sudah kotor, sebaiknya Hilman tinggalkan saja perempuan kotor seperti dia," ujar Miranda yang mencoba mempengaruhi Hilman.
Hilman tertawa sekaligus menangis mendengar perkataan Miranda, karena Hilman tidak menyangka jika dirinya memiliki seorang Ibu yang tidak memiliki hati.
"Jadi tujuan Mama menyuruh orang menodai Ratu supaya Hilman merasa jijik, lalu meninggalkan Ratu? Hilman tidak menyangka jika Hilman memiliki Ibu yang tidak memiliki hati," ujar Hilman dengan terus menitikkan airmata karena merasa kecewa terhadap Ibu kandungnya sendiri.
"Hilman, kamu tidak memiliki bukti apa pun untuk menuduh Mama," teriak Miranda.
"Hilman memang tidak memiliki bukti apa pun, tapi Mama jangan lupa, karena Tuhan selalu melihat perbuatan Ummat-Nya, dan kejahatan apa pun suatu saat nanti pasti akan mendapatkan balasan. Mama bilang Mama ingin yang terbaik untuk Hilman? Mama bilang ingin melihat Hilman bahagia? Seharusnya sebagai seorang Ibu Mama tau jika Ratu adalah sumber kebahagiaan Hilman. Apa Mama tau, demi mempertahankan harga dirinya, Ratu bahkan rela menusuk perutnya sendiri, makanya saat ini Ratu sedang mempertaruhkan nyawanya, dan itu semua Ratu lakukan untuk Hilman," teriak Hilman.
"Ti_tidak mungkin Ratu melakukan semua itu. Jadi mereka gagal," gumam Miranda yang keceplosan, sehingga membuat Mommy Sandra dan Stella ikut emosi.
Stella yang sudah tidak tahan akhirnya menampar pipi Miranda, begitu juga dengan Mommy Sandra.
Dua tamparan keras mendarat pada pipi Miranda.
"Tamparan itu tidak seberapa dengan perlakuan Anda terhadap Anak saya. Nyonya Miranda yang terhormat. Anda harus tau, meski pun Ratu terlahir dari rahim Jingga, tapi Ratu adalah Anak saya, karena saya yang sudah membesarkan Ratu dengan penuh cinta dan kasih sayang, dan saya tidak rela karena Anda sudah menyakitinya," ujar Stella dengan penuh penekanan.
Miranda terkejut karena Stella dan Mommy Sandra berani melakukan semua itu, apalagi Hilman hanya diam saja dan tidak mau membela dirinya.
"Hilman, kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak membela Mama?" tanya Miranda.
"Itu semua pantas Mama dapatkan. Mulai sekarang, sebaiknya Mama jangan ganggu hidup Hilman lagi, apalagi sampai menyakiti perempuan yang Hilman cintai, karena jika sekali lagi Mama melakukan semua itu, Hilman tidak akan pernah memaafkan Mama, dan Hilman tidak akan pernah menganggap Mama sebagai perempuan yang telah melahirkan Hilman."
Miranda kecewa terhadap Hilman yang lebih memilih Ratu dibandingkan dengan dirinya.
__ADS_1
"Kamu harus ingat Hilman, jika Surga itu berada di telapak kaki Ibu, bukan di telapak kami Istrimu, dan kamu pasti akan menyesali semuanya," ujar Miranda.
"Mama memang benar, jika Surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu, tapi seorang Ibu tidak akan mungkin menghancurkan hidup Anaknya, dan Mama harus tau jika seorang Istri terbuat dari tulang rusuk Suaminya. Apabila Mama melukai Ratu, berarti Mama sudah melukai Hilman juga. Sebagai seorang Suami, Hilman berkewajiban untuk menjaga serta melindungi Ratu, karena Ratu adalah tanggung jawab Dunia dan Akhirat Hilman," ucap Himan dengan penuh penekanan.
Miranda akhirnya memilih pergi karena dari dulu Miranda selalu kalah apabila berdebat dengan Hilman, dan beberapa saat kemudian, Dokter ke luar dari ruang IGD.
"Dok, bagaimana keadaan Istri saya?" tanya Hilman yang terlihat panik.
"Istri Anda sudah berhasil melewati masa kritisnya, tapi kemungkinan besar, Istri Anda akan susah untuk hamil, karena tusukan pisau pada perutnya sudah melukai rahimnya," jawab Dokter.
Hilman terkejut mendengar perkataan Dokter, apalagi Hilman dan Ratu sangat berharap bisa segera memiliki momongan.
"Yang penting Ratu bisa selamat dan kembali sehat seperti sedia kala, kalau masalah Anak, kami masih bisa mengadopsinya," ucap Hilman yang mencoba untuk ikhlas.
......................
Semuanya saat ini telah berkumpul di ruang meeting, dan Rasya sebagai perwakilan dari Angkasa Grup, menjelaskan tentang keuntungan kerjasama antara Jaya Grup dan Angkasa Grup.
"Apa masih ada yang ingin ditanyakan Tuan Lukman?" tanya Rasya.
"Saya rasa semuanya sudah jelas Tuan Rasya. Sebaiknya kita segera menandatangani kontrak kerjasamanya saja," jawab Lukman yang terus melirik ke arah Raisya.
Sepertinya Tuan Lukman menyukai Raisya. Dari tadi aku lihat dia terus mencuri pandang pada Raisya. Kenapa ya wajah Tuan Lukman sangat mirip dengan mendiang Kak Dimas? Tapi anehnya aku tidak bisa membaca pikiran Tuan Lukman dan gadis yang berada di sebelahnya, ucap Rasya dalam hati.
Sebelumnya Lukman sudah mencari tahu semua informasi keluarga Fajar, dan Lukman sudah mengetahui tentang Rasya yang memiliki kelebihan bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang.
Untuk mengantisipasi supaya Rasya tidak bisa membaca pikiran serta isi hati Lukman dan Viona, Lukman mencari orang pintar untuk menutupi auranya dan aura Viona.
Rasya pasti tidak akan bisa membaca pikiran serta isi hati aku dan Viona. Sekarang permainan akan segera dimulai. Bersiap-siaplah karena sebentar lagi kalian semua akan segera hancur, dan Angkasa Grup akan segera menjadi milikku, ucap Lukman dalam hati dengan tersenyum penuh kemenangan.
*
__ADS_1
*
Bersambung