
David akhirnya menyetujui usul Stella untuk menitipkan Rayna di rumah orangtua Mentari sebelum mereka berangkat ke Sukabumi.
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja mungpung masih pagi, biar urusan Restoran aku serahkan dulu kepada Pak Ridwan. Sayang, kamu sudah bawa pakaian kan?" tanya David kepada Stella.
"Sudah Mas. Mom yuk kita berangkat ke rumah Bu Rima dulu, tapi nanti Mommy jangan keluar dari mobil ya," ujar Stella.
"Kenapa?" tanya Mommy Sandra.
"Mommy nanti pasti bertengkar dengan Bu Rima kalau ketemu," ujar Stella.
"Ya sudah gimana nanti saja," jawab Mommy Sandra.
David akhirnya melajukan mobilnya menuju rumah Bu Rima untuk mengantarkan Rayna terlebih dahulu sebelum mereka berangkat ke Sukabumi.
Setelah sampai di halaman rumah Bu Rima, Mommy Sandra terlihat membulatkan matanya karena sekarang rumah Bu Rima dan Pak Hasan terlihat mewah, belum lagi di depan rumah mereka terdapat mini market yang cukup besar.
"Mentari beruntung sekali ya bisa dapetin Fajar, jadi orangtuanya juga sekarang hidup senang, gak kayak dulu waktu menikah dengan Kak Angga, jangankan nyenengin orangtuanya, Mentari aja Mommy jadiin Pembantu," celetuk Stella sehingga memancing emosi Mommy Sandra.
"Stella, kenapa kamu bicara seperti itu? kamu udah menyinggung perasaan Mommy," ujar Mommy Sandra.
"Tapi Stella ngomongin Fakta Mom, bukan gosip," ujar Stella.
David yang mendengar Mommy Sandra dan Stella ribut pun langsung menengahi mereka.
"Sudah sayang, Mom, jangan ribut lagi ya. Sayang, sebaiknya kamu anterin Rayna dulu ke dalam, biar kami tunggu di sini," ujar David.
Stella akhirnya turun dari mobil dengan membawa Rayna yang akan dititipkan kepada Nenek dan Kakeknya.
"Assalamu'alaikum," ucap Stella pada saat sampai di depan rumah Bu Rima.
"Wa'alaikumsalam. Stella, ada apa ya, tumben kamu datang ke sini?" tanya Bu Rima.
"Bu, Pak, maaf kalau mengganggu. Stella mau menitipkan Rayna kepada Ibu dan Bapak," ujar Stella.
__ADS_1
"Jadi ini Anak Jingga juga?" tanya Bu Rima yang baru pertama kali melihat Rayna.
"Iya Bu, ini Anak Kak Jingga dari Mas Bram."
"Terus Jingga nya kemana? kenapa kamu titipin Rayna ke sini?" tanya Bu Rima.
"Kak Jingga sudah tidak peduli lagi kepada Rayna dan Ratu, bahkan setiap hari dia selalu marah-marah seperti orang gila. Sebenarnya untuk sementara saya dan Mommy akan tinggal di rumah Mertua saya yang berada di Sukabumi. Mengingat kondisi keuangan kami saat ini, kami hanya bisa mengurus Ratu saja," jawab Stella.
"Astagfirullah, Jingga benar-benar keterlaluan, dia anggap apa Anaknya, padahal Anak adalah titipan Allah SWT yang seharusnya dia jaga dan sayangi," ujar Bu Rima.
"Apa Ibu bersedia untuk mengurus Rayna?" tanya Stella.
"Tentu saja Stella, bagaimanapun juga Rayna adalah Cucu Ibu sendiri. Kalau kamu keberatan harus mengurus Ratu, tidak apa-apa jika kamu mau menitipkannya di sini juga," ujar Bu Rima.
"Ratu sudah saya rawat semenjak dia lahir, jadi saya sudah menganggap Ratu seperti Anak kandung saya sendiri, apalagi sampai sekarang saya masih belum hamil kembali, jadi Ratu akan saya bawa ke Sukabumi saja Bu," ujar Stella.
"Terimakasih banyak ya Stella, tolong jaga Ratu baik-baik, kami yakin kalau kamu akan menyayanginya dengan tulus," ujar Pak Hasan.
Bu Rima dan Pak Hasan merasa senang dengan kedatangan Rayna, karena semenjak Mentari dan kedua Anaknya pindah ke rumah Fajar, rumah Bu Rima menjadi sepi.
"Rayna sayang, yuk masuk. Sekarang ini rumah Rayna," ujar Bu Rima dengan menggandeng tangan Rayna untuk masuk, dan Rayna pun terlihat bahagia.
......................
Stella kini masuk kembali ke dalam mobil, dan Mommy Sandra langsung memberondongnya dengan pertanyaan.
"Stella, apa mereka mau menerima Rayna? terus mereka kasih apa buat Ratu?" tanya Mommy Sandra.
"Tentu saja mereka menerima kehadiran Rayna, bagaimanapun juga Rayna kan Cucu kandung mereka sendiri. Mommy apaan sih pake nanya gitu, gak mungkin kan Stella meminta uang kepada mereka, lagian kalau untuk menghidupi Ratu, uang bulanan dari Mas David juga masih cukup. Mereka sebenarnya nawarin untuk mengurus Ratu juga_," perkataan Stella terpotong oleh David.
"Tidak, pokoknya Ratu tidak boleh dititipin kepada siapa pun," ujar David yang terlihat khawatir.
"Iya sayang, mana mungkin aku nitipin keponakanku sendiri yang sudah aku anggap sebagai Anak kandung kita. Lagian aku juga tau kalau Ratu sudah kamu anggap sebagai Putri kandung kamu sendiri, karena Kak Angga sepertinya tidak pernah menyayangi Ratu," ujar Stella.
__ADS_1
Tentu saja aku sangat menyayangi Ratu, karena Ratu adalah Anak kandungku sendiri, ucap David dalam hati.
Setelah menempuh tiga jam perjalanan, David akhirnya sampai di halaman rumahnya yang berada di Sukabumi.
Bu Salamah dan Sarah sudah menyambut kedatangan David yang sebelumnya telah menelpon dan mengatakan akan membawa Istri dan Mertuanya.
Mommy Sandra terlihat kaget karena rumah David lebih kecil dari yang mereka bayangkan, padahal David sudah merenovasi rumahnya yang dari awal jauh dari kata layak, dan sekarang sudah lebih bagus, meskipun jauh berbeda jika dibandingkan dengan rumah milik Angga dulu.
"Sayang, ini beneran rumah kamu?" tanya Mommy Sandra kepada David.
"Iya Mom, ini adalah rumah bersejarah, karena David lahir di rumah ini," jawab David.
Kenapa rumahnya kecil sekali sih? ini gak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan rumah Jingga, atau rumah Angga dulu, apalagi kalau dibandingkan dengan rumah Mentari yang sekarang, paling rumah ini hanya sebesar kamar mandinya saja, ucap Mommy Sandra dalam hati.
"Yuk Mom, sayang, kita turun," ajak David.
Mommy Sandra masih terlihat celingukan karena baru kali ini dia menginjakkan kaki di perkampungan yang masih banyak tanah yang belum ditembok.
"Selamat datang di rumah kami, Bu, Neng," ucap Bu Salamah.
David dan Stella mencium punggung tangan Bu Salamah secara bergantian, begitu juga dengan Sarah yang mencium punggung tangan David, Stella dan Mommy Sandra.
Bu Salamah begitu terkejut melihat sosok Ratu yang memiliki wajah mirip sekali dengan David.
"Aa, apa ini Anak Aa?" tanya Bu Salamah.
"Iya Bu, namanya Ratu Anastasya," jawab David.
"Sini sayang, ini Nenek. Kamu mirip sekali dengan David saat kecil Nak," ujar Bu Salamah sehingga membuat Mommy Sandra dan Stella merasa terkejut.
"Bu, perkenalkan ini Stella istrinya David, dan ini Mommy Sandra Mertuanya David," ujar David.
Seharusnya aku yang diperkenalkan sebagai istrinya David, sepertinya aku lebih cocok, wajahku juga masih terlihat muda dan cantik, ucap Mommy Sandra dalam hati.
__ADS_1