Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 80 ( Ungkapan cinta Dimas )


__ADS_3

Sesampainya di Bandara, Rayna dan Dimas turun dari mobil untuk mengantar Fajar dan keluarga masuk ke dalam Bandara.


"Semoga semuanya selamat sampai tujuan ya," ucap Rayna dengan memeluk tubuh Mentari dan Raisya.


"Makasih banyak ya sayang, Rayna dan Dimas sudah mengantar kami sampai Bandara. Tante titip Nenek sama Kakek juga ya, karena kami belum tau kapan akan pulang dari Singapura," ujar Mentari.


"Sama-sama Tante, Tante jangan khawatir, karena Rayna pasti akan selalu menjaga Kakek dan Nenek," ujar Rayna dengan melepas pelukannya.


Dimas juga memeluk Fajar sebagai Salam perpisahan.


"Om, Dimas titip salam saja untuk Dita dan keluarganya ya," ujar Dimas.


"Oke siap. Dimas tolong bantu pekerjaan Asisten Rendra di kantor ya, Om percaya kalau Dimas akan lebih bisa memajukan perusahaan dibandingkan dengan Om."


"Dimas akan belajar dengan baik Om, Om jangan terlalu banyak pikiran, Om nikmati saja honeymoon bersama Tante Mentari," bisik Dimas pada Fajar.


"Thanks atas pengertiannya Boy," bisik Fajar dengan tersenyum.


Dimas rasanya ingin sekali memeluk tubuh Raisya, tapi dia berusaha menahannya karena merasa tidak enak kepada semua yang berada di sana, sampai akhirnya sesaat netra Raisya dan Dimas bertemu dengan menyiratkan kerinduan yang mendalam.


Raisya, ingin sekali Kak Dimas mendekap erat tubuh Raisya, tapi semua itu tidak mungkin Kak Dimas lakukan, karena Kak Dimas sadar kalau kita bukanlah siapa-siapa, batin Dimas.


Setelah Fajar dan keluarganya sudah bersiap untuk berangkat, tiba-tiba Stella dan Ratu datang untuk melepas kepergian Raisya.


"Mommy tunggu," teriak Stella.


Mommy Sandra yang melihat Stella datang merasa bahagia, karena Mommy Sandra mengira jika Stella tidak akan menemuinya terlebih dahulu.


"Stella, makasih sudah datang ya Nak," ucap Mommy Sandra dengan memeluk tubuh Stella.


"Mom, maafin Stella ya, karena Stella tidak tau kalau Ratu sudah tega mengusir Mommy," ucap Stella dengan menangis, karena merasa tidak enak terhadap Ibunya sendiri.


"Tidak apa-apa Stella, setiap kejadian ada hikmah yang tersembunyi, dan sekarang Mommy bahagia karena bisa selalu bersama dengan Raisya."


"Raisya sayang, semoga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat ya, Tante yakin kalau Raisya akan menjadi orang sukses," ucap Stella kemudian memeluk tubuh Raisya, sedangkan Ratu daritadi hanya menatap kagum wajah Dimas tanpa berkedip.

__ADS_1


Kak Dimas tampan banget sih, pokoknya aku harus bisa mendapatkan hatinya, ucap Ratu dalam hati.


"Amin, terimakasih banyak do'anya ya Tante," ujar Raisya, dan Raisya kini menghampiri Ratu yang masih menatap wajah Dimas.


"Ratu, aku pergi dulu ya," ujar Raisya dengan memeluk tubuh Ratu. Meskipun Raisya dan Ratu tidak terlalu dekat, tapi Raisya selalu menyayangi Ratu sebagai saudaranya.


"Eh iya Raisya, sehat dan sukses selalu ya," ucap Ratu, kemudian Ratu juga mencium punggung tangan Mentari dan Fajar, tapi Ratu enggan bersalaman dengan Mommy Sandra.


Stella langsung saja menyuruh Ratu untuk mencium punggung tangan Mommy Sandra.


"Ratu, ayo salim juga sama Nenek," ujar Stella.


Ratu terpaksa bersedia untuk mencium punggung tangan Mommy Sandra karena ada Dimas di sana.


Setelah Mentari dan keluarganya berangkat ke Singapura, Dimas mengajak Rayna untuk jalan-jalan.


"Rayna, sekarang kita mau jalan kemana?" tanya Dimas.


"Kemana aja Kak, terserah Kak Dimas," jawab Rayna.


"Ma, Ratu ingin ikut Kak Rayna dan Kak Dimas jalan-jalan ya," rengek Ratu.


"Sayang, kita kan mau pergi liburan, Ratu jangan aneh-aneh deh, sebaiknya kita berangkat sekarang saja. Dimas, Rayna, Tante sama Ratu pergi duluan ya," ujar Stella, kemudian menarik Ratu untuk pergi dari Bandara, meskipun Ratu terlihat cemberut.


Setelah kepergian Stella dan Ratu, kini Dimas mengajak Rayna untuk Pergi.


"Rayna sebaiknya sekarang kita pergi juga mungpung masih pagi," ujar Dimas, kemudian Rayna tiba-tiba memegang tangan Dimas, dan Dimas tidak menyangka jika Rayna akan melakukan semua itu.


Selamat tinggal Raisya, mungkin Kak Dimas harus benar-benar melupakan kamu, padahal tadinya Kak Dimas sudah berniat untuk menyatakan perasaan Kak Dimas kepada Raisya, karena ternyata selama ini Kak Dimas baru menyadari kalau Raisya lebih dari sekedar Adik di hati Kak Dimas. Sekarang Kak Dimas akan menyatakan perasaan itu kepada Rayna saja, karena sepertinya Rayna juga memiliki perasaan lebih kepadaku, makanya dia berinisiatif terlebih dahulu untuk memegang tanganku, ucap Dimas dalam hati.


Dimas kini melajukan mobilnya menuju Pantai, supaya dia bisa menyatakan cintanya kepada Rayna dengan leluasa.


"Sya, kamu suka pantai kan?" tanya Dimas yang sudah keceplosan menyebut nama Rayna dengan Raisya.


"Kak Dimas masih memikirkan Raisya ya?" tanya Rayna.

__ADS_1


"Maaf ya Rayna, Kak Dimas tidak bermaksud seperti itu."


Kenapa aku kepikiran Raisya terus? sepertinya aku sudah benar-benar mencintai Raisya. Lupakan Raisya Dimas, bukankah dari awal aku sudah mencintai Rayna. Sebaiknya aku segera menyatakan perasaanku kepada Rayna supaya aku bisa segera melupakan Raisya, ucap Dimas dalam hati.


Dimas dan Rayna saat ini sudah berada di pantai, dan Dimas kini membukakan pintu mobil untuk Rayna.


"Silahkan turun Tuan Putri," ucap Dimas, sehingga membuat Rayna tersipu malu.


"Makasih banyak Kak," ucap Rayna, dan sekarang Dimas yang berinisiatif untuk menggenggam tangan Rayna.


Dimas kini mengajak Rayna untuk duduk di bangku tepi pantai.


Dimas melihat pemandangan pantai yang saat ini ada di depan matanya, dan hatinya saat ini merasa lebih tenang.


"Kak, bagaimana sebenarnya perasaan Kak Dimas kepada Raisya? Kak Dimas tau kan perasaan Raisya yang sebenarnya?" tanya Rayna.


"Entahlah, Kak Dimas sendiri masih bingung dengan perasaan yang Kak Dimas miliki, tapi ada seorang perempuan yang sudah membuat Kak Dimas jatuh cinta pada saat pandangan pertama."


Jantung Rayna kini berdetak kencang, karena Rayna sudah mengira jika perempuan itu adalah oranglain.


Siapa sebenarnya perempuan yang sudah membuat Kak Dimas jatuh cinta? perempuan itu pasti sangat beruntung karena bisa dicintai oleh Kak Dimas, batin Rayna.


"Apa Raisya pernah mengatakan sesuatu kepada Rayna?" tanya Dimas.


"Sebenarnya semalam setelah Kak Dimas telpon Rayna, Raisya juga telpon, dan Rayna tidak mengerti perkataan Raisya, karena semalam dia meminta Rayna untuk menjaga Kak Dimas."


Dimas tertegun mendengar perkataan Rayna, karena dia tidak pernah mengira jika Raisya akan melupakan dirinya secepat itu, bahkan secara tidak langsung Raisya sudah melepaskan Dimas untuk Rayna.


Baiklah kalau itu mau kamu Sya, sekarang juga aku akan meminta Rayna untuk menjadi pendamping hidupku, batin Dimas.


"Rayna, sebenarnya perempuan yang sudah membuat Kak Dimas jatuh cinta adalah kamu. Karena perasaan itu hadir pada saat pertama kali kita bertemu di Bandara."


Rasanya Rayna ingin sekali melompat saking bahagianya, karena Rayna juga mempunyai perasaan yang sama.


"Rayna, Kak Dimas sudah dewasa, dan Kak Dimas bukan mencari pacar, tapi Kak Dimas ingin mencari pendamping hidup. Apa Rayna bersedia untuk menjadi pendamping hidup Kak Dimas?"

__ADS_1


__ADS_2