
Mommy Sandra masih tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Polisi jika Anak kandungnya sendiri yang telah melaporkannya.
"Tidak mungkin Angga tega melaporkan Ibu kandungnya sendiri," teriak Mommy Sandra dengan menangis histeris.
"Maaf Bu, sekarang juga Ibu harus ikut kami ke Kantor Polisi."
"Tidak, saya tidak mau, semua ini fitnah. Stella, David tolong Mommy, Mommy gak mau dipenjara. Bapak jujur saja kalau Mentari kan yang sudah melaporkan saya," teriak Mommy Sandra yang terus saja memberontak pada saat Polisi akan membawanya.
Stella dan David pun bingung karena tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong Mommy Sandra.
Sesaat kemudian Angga datang ke rumah Jingga dan langsung menghampiri Mommy Sandra.
"Angga, syukurlah kamu datang Nak, tolong Mommy Angga, Mommy gak mau ditangkap Polisi, semua ini pasti ulah Mentari, karena kamu tidak mungkin melaporkan Ibu kandung kamu sendiri kan Nak," ujar Mommy Sandra dengan memeluk tubuh Angga.
"Maaf Mom, karena pada kenyataannya Angga yang sudah melaporkan Mommy, jadi Angga harap Mommy bisa mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah Mommy lakukan."
Mommy Sandra langsung melepaskan pelukannya terhadap Angga, dan dia sama sekali tidak menyangka jika Angga akan setega itu terhadap dirinya.
"Angga, kenapa kamu tega melaporkan Ibu kandung sendiri?" tanya Mommy Sandra.
"Angga juga mempunyai pertanyaan untuk Mommy, kenapa Mommy tega menculik Anak kandung Angga, apa sedikit pun Mommy tidak punya rasa sayang untuk mereka?" tanya Angga dengan mata yang sudah memerah karena menahan sakit di hatinya
Mommy Sandra tidak dapat berkata apa-apa lagi, karena kenyataannya dia memang tidak pernah menyayangi Cucunya sendiri.
"Maaf Bu, kami harus segera membawa Ibu untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah Ibu lakukan," ujar Polisi kemudian memborgol tangan Mommy Sandra.
Angga sebenarnya tidak tega melihat Mommy Sandra harus mendekam di balik jeruji besi, tapi semua itu demi kebaikan Mommy Sandra, karena Angga berharap Mommy Sandra akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
__ADS_1
"Angga berharap semoga Mommy bisa menyadari semua kesalahan Mommy. Kita hidup di Dunia ini hanya sementara Mom, jadi Angga harap dengan adanya kejadian ini Mommy bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Angga minta maaf karena sudah durhaka kepada Mommy, tapi Angga juga seorang Ayah yang menyayangi Anak-anaknya," ujar Angga dengan berlutut di kaki Mommy Sandra, sehingga membuat Mommy Sandra menyesali semua perbuatannya selama ini.
"Angga, maafin Mommy, selama ini Mommy sudah banyak melakukan kesalahan sehingga membuat rumah tangga kamu hancur Nak. Mulai sekarang Mommy akan bertaubat, semoga kalian semua selalu diberikan kebahagiaan," ujar Mommy Sandra yang tiba-tiba menangis dan berusaha untuk memeluk Angga.
"Maaf Bu, kami harus segera membawa Ibu pergi," ujar Polisi kemudian membawa Mommy Sandra pergi dari rumah Jingga.
Stella dan David kini menghampiri Angga yang masih bersimpuh di atas lantai dengan menangisi kepergian Ibunya.
"Kak, Stella mengerti dengan perasaan Kak Angga, pasti berat untuk Kak Angga karena harus melaporkan Ibu kandung sendiri kepada Polisi, tapi semoga saja dengan begitu akan memberikan efek jera kepada Mommy supaya tidak menyakiti Kak Mentari lagi," ujar Stella dengan membantu Angga untuk berdiri.
"Semoga saja Stella, karena kali ini Mommy sudah keterlaluan, seandainya Kakak tidak melaporkan perbuatan Mommy kepada Polisi, Fajar dan Mentari tidak akan tinggal diam saja, dan mereka pasti akan melaporkan Mommy ke Polisi juga."
"Sebaiknya sekarang kita pergi ke rumah Kak Mentari untuk meminta maaf atas semua kesalahan Mommy, dan kita harus memberitahukan bahwa Mommy sudah mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," ujar Stella.
Akhirnya Stella dan Angga berangkat menuju kediaman Mentari, sedangkan David tidak ikut dengan alasan akan menjaga Ratu di rumah yang saat ini sedang tertidur, padahal kenyataannya David ingin menjenguk Jingga dengan membawa Ratu bersamanya.
................
"Heh Anak baru, sini loe pijitin gue," ujar tahanan yang bernama Berta dan dia merupakan ketua tahanan di sel tersebut.
Mommy Sandra hanya diam karena dia masih saja menyesali perbuatannya.
"Heh loe budeg ya," teriak Berta.
"Maaf saya sedang tidak enak badan," jawab Mommy Sandra yang memang kondisi tubuhnya langsung drop.
"Hajar dia Anak-anak," ujar Berta sehingga Mommy Sandra dipukuli oleh Anak buah Berta hingga babak belur.
__ADS_1
Mommy Sandra yang sudah Babak belur pun kini meringkuk di pojokan dengan menangisi nasib malang yang menimpanya.
Mungkin ini hukuman yang setimpal atas semua kejahatan yang telah aku perbuat. Ampuni hamba Ya Allah, karena selama ini hamba tidak pernah mengingat-Mu, ucap Mommy Sandra dalam hati.
Setiap hari Mommy Sandra selalu dibully, tapi dia hanya bisa pasrah karena melawan pun tidak akan mungkin bisa. Akan tetapi, ada hikmah yang Mommy Sandra petik dari kejadian itu, karena saat ini dia berusaha untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, sehingga Mommy Sandra belajar mendalami ilmu Agama.
................
Satu minggu telah berlalu, baik Angga atau pun Stella tidak ada yang pernah menjenguk Mommy Sandra, karena mereka tidak tega jika harus melihat Mommy Sandra memakai baju Tahanan dan mendekam dibalik jeruji besi.
Hari ini Stella dan Angga akan mengambil hasil pemeriksaan kecocokan ginjal di Rumah Sakit dengan membawa Ratu bersama mereka, karena David tidak bisa ikut dengan alasan sibuk di Restoran, padahal David juga ada jadwal mengambil tes kecocokan ginjal di Rumah Sakit lain.
Stella dan Angga saat ini sudah berada di dalam ruangan Dokter yang akan membacakan hasil pemeriksaan yang telah mereka lakukan.
Mereka berdua sudah berharap jika salah satu di antara mereka ginjalnya akan cocok dengan Ratu, tapi kenyataannya baik Stella atau pun Angga tidak ada yang cocok.
"Maaf Pak Angga, Bu Stella, ginjal Bapak dan Ibu sama sekali tidak ada yang cocok dengan Ratu, apalagi golongan darah Bapak dan Ibu berbeda dengan Ratu, karena Ratu mempunyai golongan darah B sedangkan Pak Angga dan Bu Stella O," ujar Dokter.
"Apa mungkin Ratu mempunyai golongan darah yang sama dengan Jingga?" ujar Angga.
"Setahu Stella golongan darah Kak Jingga A, karena saat itu Stella pernah melihat KTP nya," ujar Stella.
"Mungkin golongan darah Ratu sama dengan Ayahnya," ujar Dokter.
"Tapi saya Ayahnya Dok," ujar Angga.
"Tidak mungkin kalau Pak Angga adalah Ayah biologis Ratu, karena golongan darah Pak Angga O dan Ibunya A, jadi saya dapat menyimpulkan jika Ratu bukanlah Anak Pak Angga, kalau Ratu mempunyai golongan darah A, masih ada kemungkinan dia ikut Ibunya, tapi Ratu mempunyai golongan darah B, jadi sangat mustahil jika Ratu adalah darah daging Pak Angga," ujar Dokter, sehingga membuat Angga dan Stella merasa terkejut.
__ADS_1