Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 31 ( Pernikahan Fajar dan Mentari )


__ADS_3

Keponakan Fajar dari Singapura kini telah sampai di rumah Mentari dengan di dampingi oleh Bi Sumi dan Pa Tarno Asisten rumah tangganya.


"Om, aku kangen banget sama om," ujar Dita dengan memeluk tubuh Fajar.


"Iya sayang, om juga kangen banget sama Dita. Kenalin ini Tanteu Mentari, calon Istri Om," ujar Fajar.


"Hai Tanteu, kenalin aku Dita. Ternyata Tanteu lebih cantikan aslinya ya. Tanteu tau, fhoto Tanteu terpajang dimana-mana lho," ujar Dita sehingga membuat Fajar malu.


"Masa? Tanteu baru tau," Ujar Mentari dengan tersenyum.


"Selamat datang di rumah Tanteu ya sayang, terimakasih kalian sudah berkenan hadir," ucap Mentari dengan memeluk tubuh Dita, sehingga Dita merasakan kehangatan dari mendiang Mamanya.


"Dimas, salim juga sama Tanteu Mentari," ujar Fajar.


"Kenalin nama aku Dimas Tanteu," ujar Dimas dengan mencium punggung tangan Mentari. Raisya yang berada dalam gendongan Fajar tiba-tiba menangis karena ingin digendong oleh Dimas.


"Sini Kak Dimas gendong," ujar Dimas kepada Raisya, sehingga membuat Raisya tertawa.


"Anak Ayah sepertinya udah tau cowok ganteng ya Bun," ujar Fajar sehingga membuat semuanya tertawa.


Setelah semuanya saling bersalaman, akhirnya Mentari mengajak masuk semua keluarga Fajar.


"Ya sudah kalau begitu semuanya mari masuk, kasihan pasti cape kan," ajak Mentari dengan menggandeng Dita.


Tanteu Mentari sepertinya orang baik, aku bisa merasakan kehangatan darinya, pelukannya membuat hatiku terasa hangat, seperti pelukan mendiang Mama, ucap Dita dalam hati.


Mentari sangat mengerti yang saat ini Dita rasakan, sehingga Mentari kembali memeluk tubuh Dita.


"Sayang, jangan sedih ya, Tanteu tau kalau Dita teringat dengan mendiang Mama kan? Mulai sekarang Dita dan Dimas bisa menganggap Tanteu sebagai Mama kalian sendiri," ujar Mentari.


"Makasih banyak ya Tan, Dita senang sekali karena Om Fajar bisa menikah dengan perempuan sebaik dan secantik Tanteu Mentari," ucap Dita.


Fajar merasa terharu melihat kedekatan Mentari dan Dita, padahal Dita merupakan sosok yang dingin dan jarang dekat dengan orang lain, tapi Mentari bisa menghangatkan hatinya pada pertemuan pertama mereka.


Aku sangat beruntung bisa memilikimu Mentari, karena bukan hanya fisik kamu saja yang cantik, tapi hatimu sama cantiknya juga, batin Fajar.


"Om Fajar kenapa senyum-senyum sendiri? Mau dipeluk juga ya sama Tanteu Mentari?" goda Dita.


"Sabar dulu ya Tuan, tunggu sampai nanti malam," goda Bi Sumi, sehingga membuat pipi Fajar merah seperti udang rebus.


"Ibu godain calon pengantin terus, enak lho Tuan kalau udah nikah tiap malam ada yang meluk," ujar Pak Tarno.

__ADS_1


"Hus, Bapak jangan bicara begituan, sekarang banyak Anak-anak," ujar Bi Sumi dengan tersipu malu.


"Kalau begitu Bunda bikinin minuman dulu ya," ujar Mentari.


"Nyonya saya ikut," ujar Bi Sumi.


"Panggil aja Mentari Bi."


"Enggak ah, gak enak Nyonya," ujar Bi Sumi.


"Ya udah gimana Bibi aja," ujar Mentari dengan tersenyum.


"Tanteu, Dita juga pengen ikut," ujar Dita yang ingin terus dekat dengan Mentari.


"Ayo sayang, biar Dita nanti belajar juga bikin minuman ya," ujar Mentari dengan merangkul bahu Dita.


Mata Fajar terus melihat ke arah Mentari, pandangannya enggan untuk dia lepaskan.


"Tuan udah gak sabar ya," goda Pak Tarno.


"Apaan sih Pak," ujar Fajar dengan tersenyum malu.


"Ibu juga udah gak sabar_," ucap Bu Rima, tapi perkataannya terhenti karena dipotong oleh Pak Hasan.


"Gak sabar apa Bu, kita itu udah tua," celetuk Pak Hasan.


"Bapak main potong aja, maksud Ibu, Ibu udah gak sabar pengen cepet-cepet siang, supaya Nak Fajar dan Mentari bisa segera resmi menjadi pasangan Suami istri," jelas Bu Rima.


"Bapak kira Ibu pengen kayak Anak muda juga," ujar Pak Hasan dengan terkekeh.


"Inget umur Pak, Bapak aja baru sembuh dari stroke, Alhamdulillah semuanya berkat Nak Fajar, jadi Bapak bisa berjalan kembali," ujar Bu Rima.


"Sudah kewajiban Fajar untuk berbakti kepada Ibu dan Bapak, Ibu dan Bapak kan orangtua Fajar juga," ucap Fajar dengan senyum yang tulus.


Terimakasih Ya Allah, karena Engkau telah mengirimkan Nak Fajar dalam kehidupan kami, batin Bu Rima.


Setelah beberapa saat, Mentari datang dari dapur membawa beberapa gelas kopi dan teh beserta gorengan dan juga beberapa toples cemilan.


"Yah, mendingan kita makan dulu yuk, kasihan pasti udah pada lapar kan, Bunda tadi udah sempet masak juga," ujar Mentari.


"Masakan Tanteu Mentari enak lho Kak Dimas, sama kayak masakan Mama," ujar Dita dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


Kasihan Dita, pasti dia sangat merindukan Mamanya, batin Mentari.


"Ya sudah kalau begitu Dita makan yang banyak ya, supaya Dita cepet besar, sebentar lagi Dita kan mau masuk SMP," ujar Mentari dengan mengusap lembut rambut Dita.


"Makasih ya Tanteu," ujar Dita yang merasa terharu dengan perhatian yang Mentari berikan.


"Iya sayang, kamu juga kan Anak Tanteu, jadi Tanteu bakalan sayang sama Dita dan Kak Dimas sama seperti kepada Rasya dan Raisya," ucap Mentari, sehingga membuat Dita bahagia.


"Om iri nih, daritadi Dita deket-deket terus sama Tanteu Mentari, Dita gak niat buat rebut Tanteu Mentari dari Om kan?" Goda Fajar.


"Udah Yah, jangan digodain Dita nya, mending sekarang kita sarapan dulu yuk, mungpung Rasya dan Raisya tidur," ajak Mentari.


Semuanya kini makan masakan Mentari dengan lahap, bahkan Pak Tarno sampai nambah tiga kali.


"Aduh Pak, malu-maluin Ibu aja, kayak Ibu gak pernah masakin Bapak aja," ujar Bi Sumi.


"Maaf Bu, Bapak lapar," jawab Pak Tarno.


"Lapar apa doyan Pak," ujar Bi Sumi, sehingga membuat suasana semakin ramai.


......................


Waktu kini sudah menunjukan pukul satu siang, Mentari dan Fajar akan melakukan janji suci di sebuah Masjid yang berada di samping KUA.


Mentari dan Fajar saat ini sudah mengenakan pakaian yang senada, sehingga mereka berdua nampak sangat serasi.


"Widih, Om keren banget," ujar Dimas dengan memberikan jempol.


"Tanteu Mentari juga sangat cantik," puji Dita.


"Terimakasih sayang, Dita juga sangat cantik."


Acara ijab kabul Pernikahan Fajar dan Mentari hanya dihadiri oleh keluarga saja, karena Mentari tidak mau kalau sampai dirayakan secara meriah, apalagi dari awal tetangganya mengira jika Fajar adalah Suami Mentari.


Fajar kini telah menjabat tangan Pak Hasan selaku Wali nikah Mentari.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Fajar Angkasa, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Putri kandung saya yang bernama Mentari Bin Hasan dengan mas kawin satu kilo gram emas, serta uang tunai sebesar Seratus Milyar rupiah dibayar Tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Mentari Bin Hasan dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ucap Fajar dengan satu helaan nafas.


Setelah saksi mengucapkan Sah, semuanya langsung tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2