Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 43 ( Pengakuan Angga )


__ADS_3

Mentari mencoba untuk mengatakan semua kebenarannya terhadap Wartawan, dan Fajar selalu setia mendampinginya dengan terus menggenggam erat tangan Mentari.


"Apa buktinya jika semua yang Anda katakan benar adanya?" Tanya Wartawan bayaran Jingga yang terus berusaha untuk memojokkan Mentari.


Mentari bingung harus menjawab apa, tapi Angga muncul untuk mengklarifikasi semuanya.


"Mohon maaf semuanya karena saya telah lancang mengganggu acara konversi pers ini," ucap Angga.


"Siapa Anda? Dan kenapa Anda ikut campur dalam acara ini?" Tanya Wartawan.


"Perkenalkan nama saya Angga, dan saya adalah mantan Suami dari Nyonya Mentari," ucap Angga.


"Apa benar jika Nyonya Mentari telah mencampakkan Anda pada saat Anda jatuh miskin, dan beliau telah berselingkuh dengan Tuan Fajar?" Tanya Wartawan.


"Seperti perkataan Nyonya Mentari tadi, jika beliau tidak pernah berselingkuh apalagi meninggalkan saya, karena pada kenyataannya, saya yang sudah berselingkuh dengan Kakak kandungnya sendiri," jelas Angga.


"Kenapa Anda membela mantan Istri Anda?" Tanya Wartawan.


"Saya tidak membela siapa pun, tapi saya hanya menjelaskan sebuah kebenaran supaya Anda sekalian tidak percaya dengan rumor yang beredar di luaran sana. Saya sebenarnya sangat menyesal karena telah membuang permata hanya demi batu kerikil, dan saya juga menyesal karena dari awal telah menyakiti istri saya serta tidak mau menerima kehadiran Anak kami yang terlahir spesial," ujar Angga.


Semua orang tertegun mendengar pernyataan yang Angga berikan, karena Angga terlihat begitu tulus mengatakan semuanya.


"Asal Anda sekalian tau, meskipun saya sudah menyakiti Tuan Fajar dan Nyonya Mentari, tapi mereka begitu baik karena sudah berkenan memberikan saya pekerjaan di Perusahaan ini, dan saya hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas semua kebaikan Nyonya Mentari dan Tuan Fajar," ujar Angga, kemudian keluar dari tempat konversi pers.


Hanya itu yang bisa Abang lakukan untuk menebus kesalahan yang telah Abang perbuat kepada kalian, ucap Angga dalam hati.

__ADS_1


Semua Wartawan kini meminta maaf kepada Fajar dan Mentari yang telah dirugikan karena berita hoax tersebut.


"Atas nama Ketua Wartawan saya mohon maaf karena telah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya," ujar ketua Wartawan.


"Lain kali saya harap jangan menyebarkan berita yang dapat merugikan oranglain lagi sebelum kalian mengetahui kebenarannya, karena saya bisa saja melaporkan Anda semua dengan tuduhan pencemaran nama baik," ucap Fajar, kemudian membawa Mentari dan Si Kembar masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Terimakasih Bang, karena pernyataan Abang telah menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, batin Mentari.


Fajar sudah dapat menduga dalang dibalik pencemaran nama baik keluarganya.


Aku tau itu semua perbuatan kamu Jingga, karena sebelumnya aku tidak mempunyai musuh. Untuk saat ini aku tidak akan menceritakan semuanya terhadap Mentari karena aku belum mempunyai bukti, tapi lihat saja pembalasanku nanti, kalau kamu berani menyentuh orang-orang yang aku sayangi, aku tidak akan pernah mengampunimu, karena aku akan membuat kamu menderita, sampai kamu memohon tidak ingin hidup lagi, batin Fajar.


"Alhamdulillah kita dapat melewati semuanya ya Yah," ujar Mentari.


"Iya sayang, ini semua berkat bantuan Angga juga yang sudah bersedia untuk mengakui kesalahannya, dan Ayah sangat salut dengan sikap Angga. Apa pun yang terjadi, Bunda harus tetap berada di samping Ayah ya, dan kita akan melewati semuanya bersama" ucap Fajar, dan Mentari menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya, kemudian berhambur memeluk lelaki yang sangat dicintainya.


......................


"Kamu telah menggagalkan semua rencana yang aku buat Angga, gara-gara kamu aku tidak bisa menjatuhkan nama baik Mentari," teriak Jingga dengan membanting semua perabotan di rumahnya.


"Aku tidak akan pernah menyerah sampai melihat kalian semua hancur," gumam Jingga dengan mengepalkan tangannya.


Jingga seperti orang gila karena dia terus saja mondar mandir mencari cara untuk menghancurkan hidup Mentari.


"Apa aku mulai menggoda Fajar saja seperti yang dulu pernah aku lakukan kepada Angga. Fajar pasti akan tergoda dengan kecantikan yang aku miliki, kalau dibandingkan dengan Mentari, aku jauh lebih cantik dan seksi," gumam Jingga dengan mematut diri di depan cermin.

__ADS_1


......................


Semenjak Jingga sering mengamuk, Mommy Sandra dan Stella selalu ikut David ke Restoran dengan membawa Rayna dan juga Ratu. Meskipun berkali-kali David sudah melarangnya, tapi David merasa kasihan dengan Mommy Sandra dan Stella yang selalu ketakutan apabila berada di rumah Jingga. Sedangkan Angga memilih untuk tinggal di sebuah kontrakan yang tidak jauh dari Angkasa Grup, karena Jingga selalu saja menghasutnya untuk berbuat jahat.


"Sebaiknya untuk sementara Stella dan Mommy Sandra aku titipkan saja di Sukabumi dulu, kasihan juga jika mereka terus tertekan oleh Jingga," gumam David.


David akhirnya menghampiri Stella dan Mommy Sandra untuk menyampaikan rencananya.


"Sayang, Mommy, kalian ingin berada jauh dari Jingga kan?" tanya David.


"Iya sayang, aku takut sama Kak Jingga, karena sekarang sikap dia sudah seperti orang gila saja, setiap hari dia juga selalu mengamuk," jawab Stella.


"Apa kalian bersedia jika aku menitipkan kalian di rumah Ibuku yang berada di Sukabumi sampai aku bisa membeli rumah baru di sini?" tanya David.


Mommy Sandra dan Stella nampak berpikir, mereka ingin sekali terbebas dari tekanan Jingga.


"Sepertinya itu lebih baik daripada kita tinggal di rumah Jingga tapi selalu dia jadikan pembantu," jawab Stella.


"Iya Stella, Mommy juga gak mau jika terus-menerus tinggal dengan Menantu Durhaka itu. Tapi bagaimana dengan Rayna? sekarang Jingga juga sudah tidak memperdulikan Anak-anaknya lagi, kita tidak mungkin kan membawa Rayna bersama kita? ngurus Ratu saja kita sudah repot," ujar Mommy Sandra.


"Mom, apa sebaiknya kita titipkan saja Rayna kepada orangtua Jingga, bagaimanapun Rayna adalah Cucu mereka, dan pasti Bu Rima dan Pak Hasan dengan senang hati akan menerima dan mengurus Rayna," usul Stella.


"Benar juga Stella, apalagi sekarang mereka sudah menjadi orang kaya, dan mereka pasti tidak akan keberatan untuk membiayai semua kebutuhan Rayna dan Ratu," ujar Mommy Sandra.


David yang mendengar perkataan Jingga dan mommy Sandra pun kembali angkat bicara.

__ADS_1


"Mom, Stella, aku sebenarnya tidak setuju dengan usul kalian, apalagi harus meminta bantuan kepada keluarga Mentari. Apa kalian tidak malu setelah perbuatan yang sudah kalian lakukan terhadap Mentari?" tanya David.


"Sayang, tapi Rayna membuat kita semakin banyak pengeluaran, lagian mereka juga masih keluarga Rayna, sedangkan Ratu kan sudah kita anggap sebagai Anak kandung kita sendiri, jadi aku tidak keberatan meskipun harus selalu membawanya, Ratu juga adalah Anak Kandung Kak Angga, jadi dia masih ada hubungan darah dengan kita," ujar Stella.


__ADS_2