Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 76 ( Mommy Sandra di usir Ratu )


__ADS_3

Saat ini Mommy Sandra sudah sampai di kediaman Stella dan Ratu. Sepanjang perjalanan, Ratu terlihat cemberut karena tidak mau Mommy Sandra ikut pulang ke rumahnya.


"Mom, selamat datang di rumah kami, walaupun tidak sebagus rumah Kak Mentari, tapi Alhamdulillah rumahnya layak untuk kita tinggali," ujar Stella dengan menggandeng Mommy Sandra untuk masuk ke dalam rumah yang bersebelahan dengan Restoran milik Stella.


Tadinya Stella memakai lantai atas Restoran untuk ia tinggali bersama Ratu, tapi setelah Restoran ramai dan bangunan sebelah Restoran ia beli, akhirnya Stella merenovasi bangunan tersebut untuk dijadikan sebagai rumahnya.


"Alhamdulillah, Mommy bangga dengan keberhasilan Stella yang sudah bisa mempunyai usaha sendiri serta menjadi Ibu yang baik untuk Ratu."


"Iyalah, jadi manusia itu harus bisa dibanggakan, jangan seperti Anda yang sudah berprestasi sebagai mantan Narapidana," sindir Ratu.


"Ratu tidak boleh berbicara seperti itu terhadap Nenek, itu tidak sopan Nak. Ratu minta maaf ya sama Nenek," ujar Stella.


"Ratu harus minta maaf sama dia? jangan harap Ma," ujar Ratu kemudian masuk ke dalam kamarnya, lalu membanting pintu dengan keras, sehingga membuat Stella dan Mommy Sandra terlonjak kaget.


"Maaf ya Mom, Stella tidak tau kenapa Ratu bisa bersikap seperti itu, padahal Stella selalu mengajarinya sopan santun terhadap sesama, tapi tetep saja Ratu selalu membuat onar."


"Tidak apa-apa Stella, Mommy sangat mengerti bagaimana perasaan Ratu, mungkin dia malu punya Nenek mantan Narapidana." Aku harus bersabar menghadapi Ratu, aku tidak mungkin mengatakan kepada Stella kalau Ratu mempunyai tabiat buruk karena keturunan dari Jingga, karena aku juga sadar jika dulu aku juga mempunyai sifat dan sikap yang mungkin lebih buruk dari Ratu. Mulai saat ini aku harus bisa menjaga perasaan Stella dan oranglain di sekitarku, batin Mommy Sandra.


Stella kemudian mengajak Mommy Sandra untuk beristirahat di sebuah kamar yang berada di sebelahnya.


"Maaf ya Mom, kamarnya kecil, tapi Stella harap Mommy betah tinggal di sini."


"Gak apa-apa Stella, ini sudah lebih dari cukup buat Mommy, makasih banyak ya karena sudah bersedia untuk mengajak Mommy tinggal di rumah ini," ucap Mommy Sandra dengan tulus.


"Mommy tidak perlu mengucapkan terimakasih, karena sudah menjadi kewajiban Stella mengurus Mommy, apalagi saat ini hanya Stella satu-satunya Anak Mommy."


......................


Ratu selalu bersikap tidak sopan terhadap Mommy Sandra, bahkan Ratu sering mengambil uang yang diberikan oleh Stella kepada Mommy Sandra, tapi Mommy Sandra tidak pernah mempermasalahkan semuanya, sampai akhirnya Ratu mencoba untuk mengusir Mommy Sandra saat Stella tidak ada di rumahnya.

__ADS_1


Saat ini Mommy Sandra sedang makan setelah selesai membereskan rumah dan mencuci baju Ratu yang menumpuk, karena Ratu sengaja mengerjainya.


Baru juga satu suap nasi yang masuk ke dalam mulut Mommy Sandra, Ratu sengaja menjatuhkan gelas yang berisi air minum ke dalam piring yang berisi nasi yang sedang dimakan oleh Mommy Sandra.


"Ups maaf, aku sengaja," ujar Ratu dengan menutup mulutnya sambil menertawakan Mommy Sandra.


Sepertinya Ratu sengaja menguji batas kesabaranku. Berikan hamba kesabaran Ya Allah, batin Mommy Sandra dengan menitikkan airmata kepedihan dalam hatinya, karena Cucu yang dari kecil sangat ia sayangi, setelah besar malah tega berbuat jahat kepadanya.


"Heh Nenek peyot, sebaiknya sekarang kamu pergi dari rumahku, aku tidak mau kalau rumahku nanti menjadi kotor karena ada mantan Narapidana yang tinggal di sini, apalagi sekarang akan ada teman-temanku yang datang ke rumah ini, jadi aku gak mau kalau nanti mereka tau ada orang jahat yang tinggal di rumah ini, karena kamu bisa membuat mereka takut, dan pastinya kamu hanya akan malu-maluin aku saja," usir Ratu dengan tidan ada sopan santunnya.


"Nenek tidak tau harus tinggal dimana lagi kalau tidak tinggal di sini Nak," ujar Mommy Sandra dengan menangis.


"Kenapa kamu tidak tinggal di kolong jembatan saja, bisa juga sambil ngemis di lampu merah," ujar Ratu.


Astagfirullah, apa ini hukuman karena dulu aku juga sudah menyuruh Rasya dan Raisya untuk mengemis di lampu merah, batin Mommy Sandra.


Mommy Sandra kini berjalan tanpa arah dan tujuan, apalagi saat ini hujan turun dengan derasnya, sehingga Mommy Sandra memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu di depan sebuah ruko yang sudah tutup.


Mentari dan Fajar yang baru saja pulang dari belanja bulanan, tidak sengaja melihat Mommy Sandra yang sedang duduk di depan ruko.


"Yah, itu sepertinya Bu Sandra deh, kita berhenti dulu ya sebentar," ujar Mentari, dan Fajar langsung saja menepikan mobilnya.


"Bu, lagi ngapain hujan-hujan begini ada di sini?" tanya Mentari.


"Ibu tidak tau harus pergi kemana Nak, tadi Ratu sudah mengusir Ibu dari rumahnya," jawab Mommy Sandra dengan menangis.


"Ratu bener-bener keterlaluan. Kalau begitu sebaiknya Ibu ikut Mentari pulang ya."


"Tidak Nak, Ibu tidak mau menjadi beban siapa pun, Ibu sebaiknya mencari pekerjaan saja untuk bertahan hidup," ujar Mommy Sandra.

__ADS_1


"Bagaimanapun juga Ibu adalah Nenek Rasya dan Raisya, dan mereka pasti bahagia apabila Ibu bisa ikut tinggal bersama kami."


"Tapi Ibu malu Nak, sudah banyak kesalahan yang Ibu perbuat kepada kalian."


"Bu, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, yang penting Ibu sudah bertaubat dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi dalam kehidupan Ibu di masa mendatang," ujar Mentari dengan memeluk tubuh Mommy Sandra yang saat ini terlihat rapuh.


"Terimakasih Nak, terimakasih," ucap Mommy Sandra.


Padahal aku dulu sudah begitu jahat kepada Mentari dan keluarganya, tapi Mentari masih saja mau menerimaku yang sudah tidak berguna ini, batin Mommy Sandra.


Mommy Sandra akhirnya ikut pulang bersama Mentari dan Fajar, dan setelah sampai rumah, Raisya yang melihat kedatangan Mommy Sandra pun merasa senang.


"Nenek kemana aja? kenapa Nenek baru ke sini lagi sekarang? Raisya kan kangen sama Nenek."


"Nenek juga kangen sama kamu sayang," ujar Mommy Sandra dengan menangis.


"Nenek kenapa menangis, apa ada yang sudah menyakiti Nenek?" tanya Raisya.


"Tidak Nak, Nenek menangis bahagia karena mempunyai Cucu sebaik Rasya dan Raisya."


"Kalau begitu Nenek harus tinggal di sini sama Raisya, kalau bisa Nenek ikut Raisya ke Singapura saja, supaya Raisya tidak ngerepotin Kak Dita, jadi Raisya nanti diizinin tinggal di apartemen kalau tinggal sama Nenek," cerocos Raisya dengan mengajak Mommy Sandra masuk ke dalam rumahnya.


Mentari yang mendengar perkataan Raisya kepada Mommy Sandra, memutuskan untuk membicarakan semuanya dengan Fajar.


"Yah, apa kita minta Bu Sandra saja untuk ikut Raisya ke Singapura? jadi Raisya tidak harus merepotkan Dita, dan Raisya juga bisa ada yang jaga," ujar Mentari.


"Sebaiknya memang seperti itu Bunda, kalau memang Bu Sandra tidak keberatan, Ayah lebih tenang Bu Sandra bisa menemani Raisya supaya nanti Raisya tidak merasa kesepian."


"Kalau begitu nanti Bunda membicarakan semuanya kepada Stella."

__ADS_1


__ADS_2