
Dimas akhirnya kembali ke kamarnya karena Raisya tidak mau membuka pintu kamarnya lagi, dan Dimas sadar kalau Raisya bersikap seperti itu karena dia yang sudah mengecewakan Raisya.
"Maafin Kak Dimas Raisya, seharusnya dari awal Kak Dimas peka dengan perasaan Raisya. Sekarang semuanya sudah terlambat, karena sepertinya Raisya sudah mencoba menutup hatinya untukku," gumam Dimas.
Dimas kemudian melihat nomor Rayna yang diberikan oleh Raisya.
Baiklah kalau itu mau kamu Raisya, Kak Dimas akan memantapkan hati untuk mengejar cinta Rayna, tapi Raisya selamanya akan selalu menjadi bintang kecil di hati Kak Dimas, meskipun kita tidak bisa hidup bersama, ucap Dimas dalam hati kemudian mencoba untuk mengirim pesan kepada Rayna.
📥"Apa ini nomor Rayna?" pesan yang ditulis Dimas.
📤"Iya, maaf ini siapa ya?" balasan dari Rayna.
📥"Ini Kak Dimas. Apa boleh Kak Dimas menjadi teman Rayna?"
📤"Tentu saja Kak."
📥"Kalau begitu apa bisa besok kita jalan berdua setelah pulang mengantar Raisya dari Bandara?" tanya Dimas yang mencoba untuk mendekati Rayna.
📤"Boleh saja Kak, kebetulan besok Rayna juga lagi libur kerja."
📥"Ya sudah, selamat istirahat ya, maaf Kak Dimas sudah mengganggu."
📤"Selamat istirahat juga Kak."
Setelah mendapat pesan dari Dimas, hati Rayna menjadi berbunga-bunga.
"Kenapa ya aku merasa bahagia setelah mendapatkan pesan dari Kak Dimas? Apa aku punya perasaan lebih kepadanya? tapi Raisya juga mencintai Kak Dimas, dan aku tidak mungkin berebut lelaki dengan saudaraku sendiri," gumam Rayna yang saat ini berada dalam dilema.
......................
__ADS_1
Keesokan paginya Raisya dan Mommy Sandra sudah bersiap untuk berangkat ke Singapura. Rencananya Mentari dan Fajar juga akan mengantar Raisya ke Singapura sekalian bersilaturahmi ke rumah Dita dan mereka akan memakai Jet pribadi milik Angkasa Grup.
"Raisya sayang, maaf ya Kak Rasya tidak bisa mengantar Raisya, karena hari ini Kak Rasya harus pergi ke kampus," ujar Rasya, kemudian memeluk kembarannya yang terlihat murung.
"Iya gak apa-apa kok Kak, kita saling do'akan saja, semoga kita berdua bisa belajar dengan baik dan bisa membanggakan Ayah dan Bunda," ujar Raisya yang merasa berat harus berpisah dari kembarannya.
"Raisya jangan sedih ya, jarak Indonesia ke Singapura juga tidak terlalu jauh, jadi kalau ada waktu, Kakak pasti akan sering pergi ke sana."
"Kakak tolong jaga Ayah dan Bunda ya, Raisya pasti akan merindukan kalian."
"Raisya kayak gak tau Ayah saja, mana boleh Kakak dekat-dekat sama Bunda, yang ada Ayah nanti bakalan cemburu sama Kak Rasya."
"Iya juga sih, Ayah kan posesif banget sama Bunda, tapi Bunda beruntung sekali karena bisa mendapatkan lelaki yang sangat mencintai Bunda dengan tulus," ujar Raisya dengan tertunduk sedih, dan Dimas yang berada di sana semakin merasa bersalah terhadap Raisya.
"Tenang saja sayang, nanti Raisya pasti bisa mendapatkan lelaki yang juga sangat mencintai Raisya, nanti Nenek bantu untuk menyeleksinya," canda Mommy Sandra.
"Emang kontes di seleksi segala, Nenek ada-ada saja," ujar Rasya.
"Kalian itu ada-ada saja sih, tadi Nenek mau seleksi, sekarang Raisya minta pilihkan, emangnya barang apa," ujar Rasya yang mencoba untuk tertawa supaya Raisya merasa sedikit terhibur.
Kenapa hatiku tidak rela mendengar Raisya yang akan mencari lelaki lain. Dimas kenapa sih kamu plin plan sekali, ucap Dimas dalam hati, dan Rasya yang mendengar suara hati Dimas hanya tersenyum kecut.
Bu Rima, Pak Hasan dan juga Rayna kini datang ke rumah Mentari untuk bertemu dengan Raisya terlebih dahulu, tapi Bu Rima dan Pak Hasan tidak bisa ikut mengantar ke Bandara, dan hanya Rayna saja yang ikut mengantar.
"Maaf ya sayang, Nenek sama Kakek tidak bisa mengantar Raisya sampai Bandara, soalnya Nenek sama Kakek lagi gak enak badan. Bu Sandra, kami titip Raisya ya, kami yakin kalau Bu Sandra akan menjaga Raisya dengan baik," ujar Bu Rima.
"Tentu saja Bu, insyaallah saya akan selalu menjaga Cucu saya yang cantik ini. Terimakasih karena semuanya sudah mengijinkan saya untuk menemani Raisya di Singapura, saya merasa bahagia karena bisa selalu bersama dengan Cucu saya," ucap Mommy Sandra dengan tulus.
"Seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih sama Ibu," ucap Mentari dengan memeluk tubuh Bu Sandra.
__ADS_1
Rasya berangkat terlebih dahulu ke Kampus, kemudian Bu Rima dan Pak Hasan juga memutuskan untuk pulang, sedangkan Mentari dan yang lainnya akhirnya berangkat menuju Bandara.
"Rayna, sebaiknya kamu ikut mobil Kak Dimas saja," ujar Dimas, sehingga membuat Raisya merasakan sesak dalam dadanya.
"Raisya, apa Raisya mau ikut mobil Kak Dimas juga?" tanya Rayna yang merasa tidak enak terhadap Raisya.
"Tidak Kak, Raisya sama Ayah dan Bunda saja, lagian kalau tidak satu mobil takutnya terjebak macet, jadi kasihan kalau Ayah sama Bunda harus menunggu Raisya," ujar Raisya yang mencoba mencari alasan, karena dia tidak mau melihat kedekatan Rayna dan Dimas.
Fajar dan Mentari kini saling berpandangan, mereka sudah sepakat untuk menceritakan semuanya kepada Dimas dan Rayna setelah nanti pulang dari Singapura, dan mereka akan menceritakan terlebih dahulu kepada Dita saat di Singapura nanti.
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja," ajak Fajar dengan menggandeng tangan Mentari, sedangkan Mommy Sandra menggandeng tangan Raisya.
Raisya kembali merasakan sesak dalam dadanya pada saat melihat Dimas membukakan pintu mobil untuk Rayna.
Semoga kalian berdua hidup bahagia Kak Dimas dan Kak Rayna. Raisya akan mencoba menghapus nama Kak Dimas dalam hati Raisya, dan akan mengikhlaskan Kak Dimas untuk Kak Rayna, sepertinya kalian berdua terlihat cocok, ucap Raisya dalam hati.
Dimas yang melihat sekilas wajah Raisya terlihat sedih sebenarnya tidak tega terhadap Raisya, tapi itu akan lebih baik untuk mereka, supaya Raisya bisa segera melupakan Dimas jika Dimas sudah dekat dengan Rayna.
Bukannya ini yang kamu mau Raisya? maaf kalau Kak Dimas sudah menyakiti hati Raisya, tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita, batin Dimas.
......................
Di tempat lain, saat ini Stella mengajak Ratu untuk bersiap-siap.
"Ratu sayang, sebaiknya sekarang Ratu bersiap-siap ya, kita mau liburan ke suatu tempat," ujar Stella yang sengaja tidak memberitahukan kemana mereka akan pergi.
"Memangnya kita akan pergi kemana Ma?" tanya Ratu yang merasa penasaran karena tidak biasanya Stella mengajaknya pergi.
"Pokoknya kita akan liburan, dan Ratu pasti akan senang pergi ke tempat tersebut," maafin Mama karena tidak bisa mengatakan kepada Ratu kalau sebenarnya kita akan pergi ke Sukabumi, lanjut Stella dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap, Stella dan Ratu memutuskan untuk terlebih dahulu pergi ke Bandara untuk menemui Raisya dan Mommy Sandra yang akan berangkat menuju Singapura.