Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 96 ( Mengejar cinta Raisya )


__ADS_3

Fajar dan Dimas sekarang sudah bisa bernapas lega karena Bu Rima dan Pak Hasan tidak menyalahkan mereka, padahal Dimas sebelumnya sudah mengira kalau dia akan disalahkan atas kepergian Rayna.


"Dimas pasti akan mencari Rayna, karena bagaimanapun juga Rayna adalah Adik Dimas, meskipun Dimas tidak bisa menikahi Rayna, tapi Dimas akan menafkahi bayi yang saat ini berada dalam kandungan Rayna."


"Terimakasih ya Nak, karena Nak Dimas tidak membenci Rayna dan tidak membalaskan dendam kematian Ibu Nak Dimas kepada Rayna," ujar Bu Rima.


"Pada awalnya Dimas memang berniat untuk melampiaskan amarah Dimas kepada Rayna, tapi ketika Dimas mengetahui kalau Rayna adalah salah satu korban Ibunya juga, Dimas merasa kasihan, dan bagaimanapun juga Rayna tidak bersalah tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan yang telah dibuat oleh orangtuanya."


"Semoga saja Rayna bisa segera ditemukan, tapi Nenek tau kalau Rayna adalah Anak yang kuat, dan dia pasti akan baik-baik saja, jadi Nak Dimas tidak perlu merasa bersalah, karena itu adalah jalan yang sudah Rayna ambil."


Setelah selesai mengobrol dan menceritakan semuanya, akhirnya Mentari memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


"Bu, Mentari pamit ya, kasihan Mas Fajar harus banyak istirahat. Pokoknya Ibu jangan terlalu banyak pikiran, insyaallah kami akan terus mencari keberadaan Rayna."


"Iya sayang, semoga Nak Fajar juga cepat sembuh ya, kalian harus terus menjaga kesehatan, dan jangan terlalu banyak pikiran juga, Ibu sama Bapak pasti akan baik-baik saja."


Setelah bergantian mencium punggung tangan kedua orangtuanya dan mengucapkan Salam, akhirnya Mentari, Fajar, Rasya dan juga Dimas pulang dari rumah Bu Rima menuju rumah mereka, dan Dimas juga memutuskan untuk kembali tinggal di rumah Fajar.


Saat ini Dimas sudah memutuskan untuk mengejar cinta Raisya, dan akhirnya Dimas menggunakan nomor telpon lain untuk menghubungi Raisya.


"Sebaiknya aku berpura-pura menjadi oranglain saja supaya Raisya mau membalas chat ku," gumam Dimas.


Akhirnya Dimas terpaksa berbohong karena dia takut Raisya akan marah jika tau kalau Dimas yang menghubunginya, dan Dimas mengaku kalau namanya adalah Putra.


"Kenapa sih Raisya belum juga bales chat aku, tapi aku tidak termasuk bohong juga kan, karena nama tengahku memang Putra," ujar Dimas dengan tersenyum.

__ADS_1


Setelah sekian lama Dimas menunggu balasan chat dari Raisya, akhirnya Raisya pun membalas chat dari Dimas.


"Maaf Putra kalau boleh tau kamu punya nomor aku darimana?" tanya Raisya.


"Aku dapat dari salah satu teman kamu di kampus," jawab Dimas.


"Kalau untuk menjadi teman, boleh-boleh saja, tapi kalau tujuan kamu mendekatiku untuk lebih dari sekedar teman, maaf aku gak bisa karena aku sudah mempunyai seseorang yang spesial dalam hatiku, dan dia adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirku," ujar Raisya.


Dimas langsung mengembangkan senyuman karena dia yakin kalau lelaki yang diceritakan Raisya adalah dirinya, sehingga Dimas mencoba untuk menanyakan nama lelaki tersebut.


"Apa boleh aku tau nama lelaki yang beruntung itu?" tanya Dimas.


"Namanya Dimas Putra Angkasa, tapi cintaku padanya hanya bertepuk sebelah tangan," tanya Raisya yang masih mengira jika perempuan yang Dimas cintai adalah Rayna.


"Darimana kamu tau kalau dia tidak mempunyai perasaan yang sama denganmu?" tanya Dimas.


"Gak apa-apa kok, kita kan teman. Kamu jangan pernah menyerah ya, aku yakin Dimas juga mempunyai perasaan yang sama denganmu," ujar Dimas, dan Raisya langsung termenung, juga tidak berniat untuk membalas chat dari lelaki bernama Putra tersebut.


"Apa mungkin kalau Kak Dimas mempunyai perasaan yang sama denganku? kamu jangan terus berkhayal dan berharap terlalu tinggi Raisya, karena nanti kalau kamu sampai jatuh pasti bakalan sakit," gumam Raisya dengan menitikkan airmata.


Lain hal nya dengan Raisya yang saat ini berada dalam dilema, Dimas justru terus saja mengembangkan senyuman, dan dia begitu bersyukur karena ternyata perasaan cinta Raisya masih untuknya.


"Aku harus gerak cepat, aku harus segera mendapatkan Raisya untuk menjadi istri dan Ibu dari Anak-anakku," gumam Dimas.


Dimas awalnya berniat untuk menyusul Raisya ke Singapura, tapi dia takut kalau Raisya menolaknya apabila mengetahui kalau Rayna saat ini tengah hamil Anaknya, bahkan yang lebih parahnya lagi Rayna pergi dari rumah.

__ADS_1


"Aku sebaiknya harus bergegas mencari keberadaan Rayna dulu sebelum aku menyusul Raisya ke Singapura, aku takut kalau Raisya akan membenciku jika mengetahui semua yang telah terjadi kepadaku dan Rayna," gumam Dimas, kemudian Dimas dan Rasya kembali mencari Rayna ke setiap pelosok tempat.


Rasya yang melihat Dimas begitu prustasi mencoba untuk menenangkan Dimas.


"Kak Dimas yang sabar ya, suatu saat nanti kita pasti bisa menemukan Kak Rayna, dan nanti Kak Dimas bisa menyusul Raisya ke Singapura," ujar Rasya.


"Makasih ya Rasya atas bantuan serta supportnya selama ini, Kak Dimas tidak tau harus mencari Rayna kemana lagi, tapi Kak Dimas juga sudah tidak sabar untuk menyusul Raisya."


"Sabar dikit Kak, Rasya takut kalau Kakak terlalu terburu-buru, nanti Raisya malah akan menolak cinta Kak Dimas karena sudah merasa sakit hati, apalagi kalau mengetahui tentang Kak Dimas dengan Kak Rayna yang akan memiliki Anak, pasti Raisya akan merasa kecewa terhadap Kak Dimas."


"Iya kamu benar Rasya, Kak Dimas harus bersabar," gumam Dimas.


Dimas akhirnya memutuskan untuk bersabar terlebih dahulu, dan dia akan mencoba berteman dengan Raisya sebagai Putra.


......................


Empat bulan pun telah berlalu dari semenjak kepergian Rayna. Saat ini Ratu dan Bu Salamah akan ikut rombongan pengajian dari Pesantren Sukabumi untuk menghadiri pengajian dan santunan Anak Yatim Piatu di daerah Bandung, salah satunya yaitu santunan Anak Yatim di tempat Rayna tinggal.


Ratu sekarang sudah menjadi perempuan Saleha, Stella dan Bu Salamah sangat bangga kepada Ratu yang sudah berubah menjadi orang baik.


Stella juga sudah menyuruh Ratu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang Perguruan tinggi, tapi Ratu menolaknya dan lebih memilih untuk membantu Bu Salamah membuka toko.


Empat jam kemudian, Ratu dan Bu Salamah sampai di Panti Asuhan Kasih Bunda, dan Anak Panti menyambut kedatangan rombongan dari Pesantren dengan berbaris, begitu juga dengan Rayna yang terlihat mendampingi Anak-anak.


Saat ini kandungan Rayna sudah memasuki enam bulan, dan perutnya sudah terlihat membesar.

__ADS_1


Ratu dan yang lain kini menyalami Anak-anak Panti, dan pada saat giliran Ratu dan Rayna bersalaman, mereka berdua langsung membulatkan mata karena tidak percaya kalau setelah sekian lama mereka berdua akhirnya bertemu kembali, Rayna sudah lama mengetahui kalau Ratu adalah saudara satu Ibu dengannya, lain hal nya dengan Ratu yang baru mengetahui beberapa bulan ini kalau Rayna adalah Kakak satu Ibu dengan Ratu.


__ADS_2