Menantu Benalu 2

Menantu Benalu 2
Bab 86 ( Tertangkap Basah )


__ADS_3

Fajar dan Mentari memutuskan untuk menginap di rumah Dita, karena keesokan paginya mereka akan menemui Reza di rumah orangtuanya.


Keesokan paginya, Mentari bangun terlebih dahulu untuk memasak, dan Dita terlihat bahagia karena ada Mentari dan Fajar yang selalu ada untuknya.


"Tante, terimakasih ya karena Tante sudah peduli sama Dita. Selama ini Dita selalu putus asa karena tidak ada tempat untuk berkeluh kesah, apalagi semenjak Mas Reza selingkuh, Mas Reza tidak pernah memperdulikan Dita lagi," ujar Dita yang saat ini membantu Mentari memasak.


"Sayang, Dita sudah Tante anggap sebagai Anak kandung sendiri, kalau ada apa-apa Dita bisa menceritakan semuanya kepada kami. Tante juga pernah mengalami yang Dita alami saat ini, bahkan lebih parahnya lagi yang merebut Suami Tante adalah Kakak kandung sendiri. Beruntung ada Om Fajar yang masuk ke dalam kehidupan Tante, dan sosok Mas Fajar adalah Dewa penolong bagi Tante "


Fajar yang daritadi sudah mendengar percakapan Mentari dan Dita langsung saja memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Pantesan saja kuping Ayah panas, ternyata Ayah lagi digosipin."


"Untung saja kita gak ngomongin kejelekan Om kamu sayang, ternyata diam-diam ada yang menguping pembicaraan kita," ujar Mentari dengan terkekeh.


"Memangnya apa kejelekan Ayah?" tanya Fajar.


"Ayah selalu membuat Bunda begadang," ujar Mentari, sehingga membuat Fajar tertawa.


Dita yang melihat keharmonisan rumah Tangga Mentari dan Fajar merasa iri, karena saat ini Suaminya sudah berubah.


"Sayang, Dita yang sabar ya, Dita harus banyak berdo'a, semoga saja Reza kembali menjadi Reza yang dulu lagi. Ya sudah, kalau begitu sekarang kita sarapan dulu, nanti kita jemput Kayla ke rumah Mertua Dita," ajak Mentari.


Setelah selesai sarapan, mereka bertiga langsung saja menuju kediaman Mertua Dita, dan Dita begitu terkejut pada saat melihat Anaknya yang sedang bermain sendirian di luar rumah.


"Astagfirullah Kayla, kenapa kamu sendirian di luar Nak, kemana Papa kamu?" ujar Dita yang melihat Anaknya sendirian di luar rumah, padahal Kayla baru berumur 2 tahun.


Mentari langsung menggendong Kayla, karena Dita terlihat geram dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah Mertuanya.

__ADS_1


Fajar dan Mentari langsung saja menyusul Dita, dan Dita langsung syok melihat Reza yang sedang bercumbu dengan selingkuhannya yang bernama Sinta.


Plak


Dita menampar pipi Sinta yang saat ini sedang berada di atas tubuh Reza, kemudian Dita menarik rambut Sinta hingga tubuhnya terjatuh di atas lantai.


"Dasar ja*lang, perempuan tidak punya hati, bisa-bisanya kamu merebut Suami oranglain," teriak Dita.


Reza yang melihat Dita menampar selingkuhannya, hendak menampar Dita, tapi Fajar yang baru datang langsung saja mencekal pergelangan Reza, sehingga Reza merasa terkejut.


"O_om Fajar," ujar Reza dengan suara tergagap.


"Jangan berani-beraninya kamu menyentuh Dita, karena kalau seujung kuku pun kamu berani menyentuhnya, akan aku pastikan kamu menyesal seumur hidup kamu," ujar Fajar yang sudah merasa geram terhadap Reza.


Mentari langsung saja memeluk tubuh Dita yang terlihat rapuh, dan Dita saat ini menangis dalam pelukan Mentari.


Mentari saat ini melihat Sinta yang tidak tau malu masih memeluk tubuh Reza yang diam mematung karena merasa syok dengan kedatangan Fajar, karena Reza tau kalau Fajar bisa berbuat apa pun kepadanya.


"Tapi kami saling mencintai, dan seharusnya Dita melepaskan Reza supaya bisa menikah denganku," ujar Sinta.


Mentari berbisik kepada Dita, supaya Dita tidak terlihat lemah di depan Suami dan selingkuhannya.


"Baik, kalau itu mau kamu, silahkan kamu ambil Reza, memangnya kamu pikir siapa Reza?" ujar Dita dengan senyum yang mengejek.


"Reza adalah pemilik Perusahaan Angkasa Grup yang berada di Singapura, dan kamu pasti akan menyesal karena melepaskan Reza untukku," ujar Sinta, dan wajah Reza terlihat pucat pasi, karena saham Angkasa Grup masih atas nama Dita.


Dita saat ini menertawakan perkataan Sinta, dan Sinta terlihat heran dengan sikap Dita.

__ADS_1


"Rupanya selama ini kamu telah tertipu oleh Reza, jadi selama ini kamu pikir Angkasa Grup adalah milik Reza? coba kamu tanyakan kepada Selingkuhan kamu, siapa pemilik Angkasa Grup yang sebenarnya?" ujar Dita.


"Sayang, apa maksud dia, aku benar kan kalau Perusahaan Angkasa Grup adalah milik kamu?" ujar Sinta.


"Maaf Sinta, aku sebenarnya hanyalah Karyawan biasa di Angkasa Grup, karena sebenarnya Dita adalah pemilik Angkasa Grup yang sebenarnya, dan aku hanya membantu mengelolanya saja," ujar Reza dengan lirih, dan Reza sangat menyesali semuanya.


Sinta langsung terkejut, dan melepaskan pelukannya terhadap Reza.


"Jadi selama ini kamu hanya Kacung perempuan ini saja? padahal aku pikir kamu adalah Bos Angkasa Grup. Mulai sekarang kita putus, aku tidak mau punya kekasih yang hanya seorang Kacung," ujar Sinta, kemudian pergi dari rumah orangtua Reza.


Reza langsung bersimpuh di bawah kaki Dita untuk meminta maaf.


"Sayang, maafin aku, aku menyesal sudah mengkhianati pernikahan kita, aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Sekali pengkhianat tetap pengkhianat, apa kamu pikir aku akan tersentuh dengan perkataan kamu, aku bukan Dita yang dulu lagi, luka yang kamu torehkan sudah terlalu dalam Mas, jadi sebaiknya kita bercerai saja."


Orangtua Reza yang baru pulang langsung terkejut melihat Fajar yang saat ini berada di rumahnya, karena Fajar merupakan orang terpandang yang disegani oleh semua orang.


"Tuan Fajar, suatu kehormatan bagi kami bisa kedatangan Tuan Fajar di rumah kami yang sederhana ini," ujar orangtua Reza.


"Dita, sebaiknya kita pulang saja, Om takut lepas kontrol kepada Suami kamu. Dan sebaiknya sekarang kita langsung ke Pengadilan untuk mengajukan perceraian kamu, percuma kamu terus hidup dengan seorang pengkhianat."


Orangtua Reza terkejut mendengar perkataan Fajar, dan mereka langsung meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh Anaknya.


"Maafkan kesalahan Anak kami Tuan, kami pasti akan mendidiknya dengan baik, tapi jangan pisahkan Reza dengan Anaknya."


"Maaf Pak, Saya bukan ingin memisahkan Reza dari Anaknya, karena kapan pun Reza ingin menemui Anaknya, Dita pasti akan mengijinkannya, tapi perbuatan Anak Bapak yang sudah berselingkuh tidak dapat kami tolerir lagi, daripada Dita terus-terusan makan hati, lebih baik Dita dan Reza berpisah," jawab Fajar.

__ADS_1


"Tapi Kayla membutuhkan kedua orangtuanya," ujar Ibunya Reza.


"Ayah macam apa yang tega membiarkan Anaknya main sendirian di luar rumah, sedangkan dia malah enak-enakan bercumbu dengan perempuan lain. Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Kayla, saya akan pastikan tidak akan melepaskan Anak kalian, jadi mulai sekarang jangan pernah berpikir untuk mengganggu Dita dan Anaknya lagi, karena kalian akan tau akibatnya," ancam Fajar, kemudian Fajar dan Mentari membawa pergi Dita dan Anaknya dari rumah orangtua Reza.


__ADS_2