
Ratu yang mendengar jika uang jajannya akan Stella hentikan kalau tidak mau tinggal bersama Bu Salamah akhirnya mau tidak mau turun dari mobil.
"Assalamu'alaikum Bu," ucap Stella pada saat melihat Bu Salamah yang sudah berada di depan rumahnya menunggu kedatangan Stella dan Ratu.
"Wa'alaikumsalam Nak, bagaimana kabarnya?kalian berdua baik-baik saja kan?" ujar Salamah bergantian memeluk Stella dan Ratu yang masih terlihat cemberut.
"Alhamdulillah kabar kami berdua baik, Ibu baik juga kan?" tanya Stella.
"Alhamdulillah, Ibu juga baik Nak, ayo sebaiknya kita masuk, Ibu kebetulan sudah masak," ajak Bu Salamah.
Stella dan Ratu langsung saja masuk ke dalam rumah Bu Salamah, dan Stella langsung merasa sedih pada saat melihat fhoto dirinya bersama mendiang David dan juga Ratu pada saat masih kecil.
Meskipun bagi Mas David rumah tangga yang kita jalani hanyalah sebuah kepalsuan, tapi terimakasih pernah memberikan kebahagiaan dalam kehidupan Stella dan memberikan Ratu untuk mengisi kekosongan dalam hidup Stella, tapi maaf Stella belum bisa mendidik Ratu menjadi perempuan baik Mas, ucap Stella dalam hati.
Bu Salamah yang mengerti tentang kesedihan Stella, memeluk tubuh Stella dengan erat, apalagi sampai sekarang Ratu masih belum mengetahui kalau ia hanyalah Anak tiri Stella.
"Maafin Aa ya Nak, sampai sekarang Ibu selalu merasa berdosa dengan perbuatan yang telah Anak Ibu lakukan sama kamu."
"Tidak apa-apa Bu, semuanya sudah takdir Stella, dan Stella tidak pernah menyalahkan siapa pun, apalagi Mas David telah memberikan amanah kepada Stella."
Bu Salamah merasa prihatin karena sampai sekarang Stella masih merasa trauma dengan berumah tangga, makanya Stella tidak pernah mau berumah tangga lagi.
"Sampai kapan kamu akan menutup hati, padahal Ibu berharap Stella akan membuka hati untuk lelaki lain."
"Stella tidak tau Bu, mungkin Stella tidak akan pernah bisa membuka hati untuk lelaki lain lagi, Stella juga mencoba bertahan hidup semuanya demi Ratu."
__ADS_1
Ratu daritadi tidak memperdulikan Stella dan Bu Salamah yang masih mengobrol dengan melihat fhoto David, karena Ratu benar-benar sudah tidak betah tinggal di rumah Neneknya, padahal Ratu baru saja datang.
"Ma, sampai kapan sih kita akan tinggal di sini, Ratu pengen pulang, di sini tempatnya sumpek, Ratu gak betah Ma," rengek Ratu.
"Maaf Ratu, tapi Mama sudah memutuskan kalau Ratu akan tinggal di sini sampai sikap Ratu berubah menjadi lebih baik lagi, dan besok juga Mama akan pulang lagi ke Bogor."
"Ratu gak salah dengar kan? Mama tidak mungkin tega meninggalkan Ratu tinggal sendirian di sini bersama Nenek cerewet kan," ujar Ratu yang merasa semakin kesal.
"Mungkin seharusnya dari dulu Mama menyuruh Ratu untuk tinggal di sini, selama ini Mama sudah terlalu memanjakan Ratu jadi Ratu tidak pernah bersikap baik terhadap oranglain, apalagi sama Nenek, Ratu tidak seharusnya mengatai orangtua seperti itu."
Stella kini menangis karena sudah merasa gagal dalam mendidik Ratu, sampai akhirnya Bu Salamah angkat suara.
"Mulai sekarang Nenek harap Ratu akan berubah bersikap lebih baik lagi, dan jangan membuat Mama Stella merasa sakit hati lagi dengan semua perbuatan Ratu."
"Apa hak Nenek berbicara seperti itu, wajar saja kan jika Mama Stella memanjakan Ratu, sudah seharusnya orangtua menuruti semua kemauan Anaknya."
"Kamu harusnya bersyukur karena masih ada yang mau menyayangi kamu dengan tulus meskipun pada kenyataannya kamu bukanlah Anak kandungnya," teriak Bu Salamah.
Degg
Jantung Ratu berdetak kencang pada saat mendengar perkataan Bu Salamah.
"Apa maksud Nenek berkata seperti itu? kenapa Nenek bilang kalau Mama Stella bukan Ibu kandung Ratu?" tanya Ratu.
"Kamu sebenarnya adalah Anak dari David dan Jingga, dan Ayah kamu sudah tega membohongi istrinya sendiri yaitu perempuan yang selama ini telah membesarkan kamu dengan kasih sayang, karena Anakku sendiri telah berselingkuh dengan Kakak iparnya sendiri," ujar Bu Salamah.
__ADS_1
Ratu bagai tersambar petir mendengar perkataan Bu Salamah, ia tidak pernah menyangka jika selama ini Stella bukanlah Ibu kandungnya.
"Ma, apa benar perkataan Nenek kalau Ratu bukanlah Anak kandung Mama? semua itu bohong kan Ma? Ratu adalah Anak kandung Mama kan?" tanya Ratu dengan menangis.
Stella masih terdiam, karena sebenarnya dia tidak tega jika harus mengatakan semua kebenarannya kepada Ratu, tapi cepat atau lambat Ratu pasti akan mengetahui semua kebenaran yang telah disembunyikan selama belasan tahun.
"Maaf Ratu, tapi semua itu benar adanya, Mama hanyalah Ibu tiri kamu," ujar Stella sehingga Ratu menjatuhkan tubuhnya di atas lantai karena masih tidak percaya dengan semua perkataan yang ia dengar.
"Kamu dengar sendiri kan Ratu kalau Mama Stella hanyalah Ibu tiri kamu, tapi dia dengan tulus mau menerima kamu, padahal sudah jelas kalau kamu adalah Anak hasil dari pengkhianatan Suaminya sendiri. Seharusnya kamu bersyukur dan berterimakasih kepada Mama Stella, tapi apa balasan kamu kepada perempuan yang sudah bersusah payah membesarkan kamu, bahkan kamu sudah tega mengusir Ibu kandung Mama Stella," ujar Bu Salamah sehingga Ratu terus menangis dengan menutup kedua telinganya.
"Tidak mungkin, semua itu tidak mungkin, Ratu adalah Anak Mama Stella, Ratu tidak mungkin Anak seorang pembunuh," teriak Ratu yang sudah mengetahui jika Jingga adalah pembunuh David.
Stella tidak tega melihat Ratu yang terus saja menangis, sampai akhirnya Stella mencoba untuk menghampiri Ratu dan mendekap tubuh Ratu dengan erat.
"Sayang, meskipun Ratu bukan terlahir dari Rahim Mama, tapi bagi Mama Stella selamanya Ratu adalah Anak kandung Mama."
Ratu sangat menyesali semua perbuatannya selama ini yang selalu membuat Stella malu, apalagi ketika Ratu mengingat Stella yang selalu menyayanginya dengan tulus, bahkan Stella tidak pernah tidur pada saat Ratu sedang sakit.
"Ma_ma, maafin Ratu Ma, selama ini Ratu selalu membuat Mama kecewa, padahal Mama selalu tulus menyayangi Ratu. Ratu menyesal Ma, Ratu sangat menyesal," ujar Ratu dengan menangis dalam pelukan Stella.
Bu Salamah yang mendengar Ratu menyesali semuanya kini ikut menangis juga, kemudian menghampiri Ratu dan Stella yang masih menangis dengan berpelukan.
"Maafin Nenek juga ya sayang, maaf kalau Nenek sudah membuat Ratu sakit hati, Nenek hanya ingin Ratu berubah menjadi lebih baik lagi karena Nenek merasa kasihan terhadap Mama Stella yang sudah tidak tau harus berbuat apalagi untuk membuat Ratu sadar dengan sikap Ratu selama ini."
Ratu kini memeluk tubuh Bu Salamah juga.
__ADS_1
"Nek, seharusnya Ratu yang meminta maaf kepada kalian semua, selama ini Ratu sudah berbuat jahat kepada semuanya. Mulai sekarang Ratu berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi."