
Bu Salamah terus saja menggerutu karena tidak habis pikir dengan Mommy Sandra yang tidak bisa melakukan pekerjaan apa pun dengan benar, sehingga Bu Salamah mengajarinya.
"Sebaiknya Bu Sandra perhatikan baik-baik cara memotong ikan. Sekarang Bu Sandra potong semuanya, saya mau ke warung lagi," ujar Bu Salamah memberikan contoh kepada Mommy Sandra, kemudian setelah itu kembali ke warung.
"Kenapa susah banget sih, apalagi ikannya masih hidup gini, jariku jadi ketusuk sama siripnya kan. Sebaiknya aku pukul dulu kepalanya supaya ikannya diam," gumam Mommy Sandra, kemudian memukul kepala ikannya terlebih dahulu menggunakan palu.
Setelah selesai membersihkan semua ikan, dapur kembali terlihat seperti kapal pecah, dan pada saat Mommy Sandra ingin mengambil lap pel, Mommy Sandra malah terpeleset hingga pantatnya terjatuh di atas lantai.
"Aduh, sakit sekali pantatku, ini adalah hari yang sangat sial, kenapa sih lepas dari kandang harimau malah masuk ke kandang macan," gerutu Mommy Sandra, lalu mencoba berdiri untuk membersihkan dapur sebelum Bu Salamah datang dan kembali mengomel.
Bu Salamah mengecek kembali pekerjaan Mommy Sandra ke dapur.
"Ya ampun, kenapa kepala ikannya jadi pada hancur begini Bu Sandra?" tanya Bu Salamah.
"Tadi saya pukul dulu pake palu, soalnya ikannya gak mau diem waktu di potong," jawab Mommy Sandra, sehingga Bu Salamah menepuk jidatnya berkali-kali.
Bu Salamah kemudian melumuri ikan dengan Bumbu racik, dan meminta tolong kepada Bu Sandra untuk menggorengnya.
"Bu, saya mau mandi dulu, tolong ikannya di goreng ya, nanti kita makan sama-sama," ujar Bu Salamah, kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Mommy Sandra memulai menggoreng ikannya, tapi pada saat Bu Salamah keluar dari kamar mandi, Bu Salamah mencium aroma masakan yang gosong.
"Astagfirullah Bu Sandra, kenapa ikannya bisa sampai gosong seperti itu?" tanya Bu Salamah.
"Saya gak tau kapan ikannya bisa dibalik," jawab Mommy Sandra.
"Memangnya Ibu gak pernah makan ikan ya, biarin aja sampai gosong, nanti ikannya bakalan bisa membalikan badannya sendiri," sindir Bu Salamah, kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk ganti baju.
Belum satu hari aja aku sudah dibuat darah tinggi sama Mertuanya David, mimpi apa aku sampai punya Menantu dan besan seperti itu, batin Bu Salamah.
Setelah selesai memakai baju, Bu Salamah akhirnya meneruskan memasak ikan karena beliau kasihan dengan David yang sudah mau pulang lagi ke Bogor.
Semuanya kini berkumpul untuk makan, dan Bu Salamah langsung saja angkat suara untuk menyindir Mommy Sandra dan Stella.
"Sarah, kamu harus belajar memasak dari sekarang, Ibu gak mau kalau nanti kamu sudah menikah malu-maluin Ibu karena gak bisa ngapa-ngapain," ujar Bu Salamah dengan melirik Mommy Sandra dan Stella dengan sinis.
"Iya Bu, Sarah sedikit-sedikit udah bisa kok, Ibu kan selalu bawel, tiap hari nyuruh Sarah buat belajar masak."
__ADS_1
"Itu semua buat kamu juga Sarah, biar kamu bisa melayani Suami kamu dengan baik," ujar Bu Salamah.
David yang merasa tidak enak terhadap Mommy Sandra dan Stella pun langsung angkat suara.
"Sudah Bu, sekarang kan lagi makan, jadi jangan bahas tentang itu dulu," ujar David
"Seharusnya kamu memilih gadis dari kampung sini saja untuk kamu nikahi, apalagi kalau perempuan itu Ajeng, udah jelas-jelas Ajeng baik hati luar dalam, dan yang pasti pintar memasak juga," ujar Bu Salamah.
"Bu, sekarang kan David sudah punya Istri dan Anak, jadi Ibu jangan membicarakan hal itu lagi," ujar David.
Stella merasa sedih dengan perkataan Bu Salamah.
Bagaimana kalau Ibunya Mas David tau kalau Ratu bukan Anak kandung kami, pasti dia akan lebih mengejekku lagi, batin Stella.
Setelah selesai makan, David akhirnya pamitan kepada semua keluarganya.
"Bu titip Anak, Istri dan Mertua David ya, David minta semoga Ibu tidak menyusahkan mereka, nanti juga mereka pasti terbiasa. Nanti David pasti kirim uang untuk kebutuhan semuanya," ujar David.
"Aa jangan lupa transfernya ke rekening Ibu, nanti kalau transfer ke rekening istri kamu yang ada uang nya bakalan habis dipakai foya-foya sama dia," ujar Bu Salamah, David pun langsung pergi karena tidak mau berdebat dengan Ibunya.
"Stella, kamu yang sabar ya," ucap Mommy Sandra.
"Ini semua gara-gara Mommy," ucap Stella.
"Kenapa kamu jadi nyalahin Mommy sih?"
"Semua yang terjadi kepada Stella adalah karma karena perbuatan Mommy dulu terhadap Mentari, Mommy selalu memperlakukannya seperti pembantu, jadi sekarang Stella yang menanggung karma nya," ujar Stella, kemudian masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Mommy Sandra yang diam mematung.
Mommy Sandra bukannya sadar dengan perkataan Stella, tapi Mommy Sandra langsung mempunyai rencana jahat yang akan dilakukan kepada Mentari dan keluarganya.
"Ini semua gara-gara kamu Mentari, sekarang kehidupanku menjadi hancur, sedangkan kamu menjadi Ratu karena kembali menikah dengan orang kaya. Tunggu pembalasanku Mentari, aku pasti akan menghancurkan hidupmu," teriak Mommy Sandra.
Bu Salamah yang kesal karena mendengar teriakan Mommy Sandra pun langsung menyiramnya dengan seember air.
"Siapa yang sudah menyiramku?" teriak Mommy Sandra.
"Maaf Bu, tadi saya mau siram tanaman, eh malah kena tubuh Ibu, tapi gak apa-apa kan, Ibu juga belum mandi ini," ujar Bu Salamah dengan cekikikan.
__ADS_1
Dasar besan gak ada akhlak, masa aku disamain dengan tanaman, gerutu Mommy Sandra dalam hati, kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah dan memutuskan untuk mandi.
................
David memutuskan untuk langsung pulang ke rumah Jingga karena dia sudah merindukan perempuan yang sudah bertahun tahun menjadi partner ranjangnya. David begitu terkejut pada saat melihat rumah Jingga yang berantakan seperti kapal pecah, dan Jingga saat ini terlihat seperti orang stress karena penampilannya yang acak-acakan.
Jingga saat ini duduk di sudut kamarnya dengan sesekali menangis kemudian tertawa.
"Honey, kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya David yang terlihat khawatir terhadap Jingga.
Jingga yang melihat David pun langsung berhambur ke dalam pelukan lelaki yang sangat dicintainya.
"Sayang, kamu kemana saja? kamu tau kalau aku sangat ketakutan berada di rumah sendirian. Aku mendengar suara-suara aneh di rumah ini, apa rumah ini berhantu," ujar Jingga yang sudah mulai hilang kewarasannya.
"Honey, coba lihat aku, kamu jangan takut lagi ya, sekarang ada aku yang akan selalu berada di sampingmu, dan aku tidak akan pernah membiarkanmu sendirian lagi," ujar David yang merasa prihatin dengan keadaan Jingga.
"David, aku tidak berhasil menghancurkan Mentari dan Fajar, sekarang aku harus bagaimana," ujar Jingga.
"Jingga, aku harap kamu tidak melakukan hal gila lagi, hentikan semuanya, lihat dirimu saat ini, semuanya berbalik sama kamu," ujar David dengan memeluk tubuh Jingga dengan erat.
*
*
Jangan lupa like nya teman-teman, kasihan Author yang baca ratusan yang like cuma bijian,🤭
*
*
Curhat dikit..🙈
*
*
Pokoknya makasih banyak yang sudah berkenan baca Karya remahan saya, Sehat dan Sukses selalu..🤲🙏
__ADS_1