
Keesokan paginya, semua sudah disibukan dengan persiapan Ulang Tahun Rasya dan Raisya, juga Anniversary Mentari dan Fajar.
Mommy Sandra memberanikan diri untuk menemui Bu Rima dan Pak Hasan yang terlihat sibuk membantu menata makanan.
"Assalamu'alaikum Bu," ucap Mommy Sandra.
"Wa'alaikumsalam," jawab Bu Rima dan juga Pak Hasan.
"Bu, Pak, saya mau meminta maaf untuk semua perbuatan yang telah saya lakukan kepada keluarga kalian," ucap Bu Sandra dengan menangis.
Bu Rima yang sudah ikhlas menerima semuanya pun langsung memeluk tubuh Mommy Sandra.
"Kami sudah memaafkan Ibu jauh sebelum Ibu meminta maaf, jadi Ibu jangan selalu merasa bersalah ya, kita dapat memetik sebuah pelajaran dari kesalahan di masalalu supaya tidak melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang," ujar Bu Rima.
"Terimakasih banyak ya Bu, Pak, keluarga kalian sungguh memilik hati yang mulia," ucap Mommy Sandra dengan tulus.
"Kalau begitu apa boleh saya membantu Ibu mempersiapkan semuanya?" tanya Mommy Sandra.
"Tentu saja Bu, kita juga masih belum beres memasukan makanan ke dalam box buat nanti dibagiin sama Anak Yatim Piatu dan Fakir miskin," jawab Bu Rima.
Setiap tahun Mentari dan Fajar selalu mengadakan Ulang tahun Rasya dan Raisya juga Anniversary mereka dengan berbagi kepada Yatim Piatu dan juga Fakir miskin, dan semua itu mereka lakukan supaya Rasya dan Raisya belajar berbagi kepada sesama.
Setelah semua persiapan selesai, Mentari membagikan Seragam untuk semua keluarga besarnya termasuk Mommy Sandra, sehingga Mommy Sandra kembali merasa terharu.
Acara akan di adakan selepas Dzuhur, dan semuanya kini sudah bersiap-siap.
Rayna yang baru datang pun sudah diberikan seragam, tapi pada saat Rayna hendak mengganti baju di kamar Raisya, Rayna tidak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki tampan yang tidak lain adalah Dimas.
"Kamu," ucap Rayna dan Dimas secara bersamaan.
"Kenapa bisa ada di sini?" ucap Rayna dan Dimas yang lagi-lagi bicara secara bersamaan.
Kalau jodoh ternyata pasti bertemu kembali, dan aku yakin kalau gadis ini adalah jodohku, ucap Dimas dalam hati karena Dimas belum tau jika Rayna adalah Adik satu Ayah dengannya.
__ADS_1
"Ladies first, jadi kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Dimas.
"Aku keponakan Tante Mentari, kalau Kakak kenapa bisa ada di sini juga?" tanya Rayna.
"Aku juga keponakannya Om Fajar," jawab Dimas.
"Oh seperti itu, maaf ya Kak aku baru tau. Dan sekali lagi aku juga mau minta maaf atas kejadian kemarin di Bandara, aku bener-bener gak sengaja," ujar Rayna.
"It's oke, aku juga gak sampai lecet, kalau aku sampai kenapa-napa, aku baru akan mengejarmu sampai ke ujung Dunia sekalipun. Namaku Dimas, nama kamu siapa?" tanya Dimas dengan mengulurkan tangannya.
"Namaku Rayna Kak," jawab Rayna dengan menyambut uluran tangan Dimas.
Nama yang cantik seperti orangnya, batin Dimas yang terus saja menatap Rayna dengan kagum.
Raisya yang melihat Rayna dan Dimas berjabat tangan pun merasakan sakit pada dadanya.
Kenapa hatiku terasa sakit ya pada saat melihat Kak Dimas sama Kak Rayna berjabat tangan, tatapan Kak Dimas kepada Kak Rayna juga terlihat berbeda. Kamu mikirin apa sih Sya, kamu juga bukan siapa-siapa Kak Dimas, jadi tidak seharusnya kamu merasa cemburu, batin Raisya.
"Kak Rayna sudah datang ya," ujar Raisya yang hanya menyapa Rayna tanpa mau menatap wajah Dimas.
"Iya Sya, kamu baik-baik saja kan? kenapa Kakak ngerasa kalau kamu kurusan ya?" ujar Rayna.
"Raisya kebanyakan makan ati Kak," jawab Raisya dengan tersenyum kecut.
"Apa pangeran kamu dari Singapura tidak bisa datang ke sini makanya kamu jadi sedih?" tanya Rayna yang belum tau kalau Pangeran yang selalu Raisya ceritakan adalah Dimas.
Deg
Perasaan Dimas menjadi tak karuan pada saat Rayna menanyakan tentang lelaki yang disukai Raisya berasal dari Singapura.
Apa maksud perkataan Rayna, kenalan Raisya di Singapura kan hanya aku. Apa mungkin Raisya sebenarnya menyukaiku, makanya sikap Raisya kepadaku menjadi berubah ketika aku membicarakan perempuan lain di depannya. Apa Raisya cemburu? batin Dimas kini bertanya-tanya.
"Kak Rayna sebaiknya sekarang kita ke kamarku saja yuk, Kakak mau ganti baju kan," ujar Raisya dengan menarik tangan Rayna untuk masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Kak Dimas, Rayna ke kamar Raisya dulu ya," ujar Rayna, tapi Raisya sama sekali tidak mau melirik ke arah Dimas yang daritadi terlihat kebingungan.
Setelah berada di dalam kamar Raisya, Rayna menanyakan tentang Dimas.
"Sya, kok aku baru ketemu sama Kak Dimas ya, emang dia tinggal dimana?"
"Di Singapura," jawab Raisya secara singkat.
"Apa jangan-jangan Pangeran yang selalu kamu ceritain itu Kak Dimas ya?" goda Rayna.
"Udah lah Kak, gak usah ngomongin dia lagi, gak penting juga. Percuma kan kita menyukai seseorang tapi perasaan kita hanya bertepuk sebelah tangan," ujar Raisya.
"Emangnya Kak Dimas udah tau perasaan kamu?" tanya Rayna yang memang lebih dekat dengan Raisya dibandingkan dengan Ratu, apalagi sejak kecil Rayna sudah tinggal dengan Bu Rima dan Pak Hasan, sedangkan Ratu tinggal bersama Stella.
"Belum Kak, dan mungkin tidak akan pernah tau, tapi sepertinya sudah ada perempuan lain yang Kak Dimas suka, jadi percuma saja dia tau perasaanku juga, selama ini Kak Dimas hanya menganggap Raisya sebagai Adiknya saja."
"Raisya yang sabar ya, kalau memang kalian berjodoh juga tidak akan kemana, mungkin Kak Dimas masih belum menyadari perasaannya terhadap Raisya, tapi Kak Rayna yakin jika suatu saat nanti, Kak Dimas akan jatuh cinta juga kepada Raisya karena Raisya adalah gadis yang baik."
"Entahlah Kak, Raisya tidak mau terlalu berharap, karena Raisya takut patah hati."
"Kak Rayna hanya bisa mendo'akan supaya Raisya mendapatkan pendamping terbaik dalam hidup Raisya."
"Makasih banyak ya Kak, Raisya juga akan selalu mendo'akan Kak Rayna supaya mendapatkan pasangan yang terbaik juga."
"Iya Amin. Oh iya, Raisya mau lanjutin Kuliah dimana?"
"Sepertinya Raisya akan kuliah di luar negeri saja Kak, kalau Raisya terus tinggal di sini, pasti Raisya tidak akan pernah bisa move on dari Kak Dimas, apalagi Kak Dimas sudah berencana akan tinggal di rumah ini."
"Emangnya Ayah sama Bunda udah ngijinin Raisya?"
"Belum Kak, Raisya juga belum meminta ijin, mungkin setelah syukuran Ulang tahun selesai, Raisya akan meminta ijin kepada Ayah sama Bunda."
"Tapi Kak Rayna udah punya feeling kalau Ayah sama Bunda kamu gak bakalan ngijinin Raisya kuliah ke luar negeri deh, kecuali kalau Raisya kuliahnya di Singapura."
__ADS_1