
"Apa ada lagi yang kamu butuhkan untuk persiapan operasi minggu depan?" ucap papi Jo sambil mengelus rambut sang istri. Sedangkan Celine kini meletakkan kepalanya di dada bidang milik sang suami.
"Sepertinya ada." sahut Celine sambil terkekeh.
"Ya sudah besok kita siapkan, jangan sampai ada yang ketinggalan! Memangnya apa sih? Kok kamu malah senyum-senyum begitu." ujar papi Jo bingung.
Celine langsung bangun dan membuka daster yang menempel di tubuhnya. Dan merangkak naik kembali ke ranjang.
"Aku ingin menyiapkannya malam ini, sebelum aku melakukan operasi! Dan ini persiapannya." ujar Celine sambil berusaha membuka celana boxer suaminya. Tentu saja hal itu membuat papi Jo terperanjat kaget. Namun kini dirinya sudah mulai menikmati. Sang istri sedang memasukkan si Bray di goa bergigi.
"Aaaahhhh....sayang." racau papi Jo saat sudah merasakan enak akibat perbuatan sang istri.
Kini Celine yang membuat sang suami menerima sengatan-sengatan listrik, mulai dari leher dan turun perlahan demi perlahan. Kini Bray sudah berdiri tegak mengibarkan bendera. Celine mengapit si Bray di antara bukit kembarnya dan memaju mundurkan, hal itu membuat papi Jo terus meleguh karna merasa nikmat.
"Sayang....aku sudah tidak tahan!" ucap Papi Jo yang kini sudah merem melek.
"Emm...tapi aku ga bisa kalau aku di atas." sahut Celine. Dan akhirnya papi Jo memilih memakai gaya ***** *****.
Celine sudah dalam posisi menungging dan siap menerima Bray. Papi Jo terlihat bersemangat, memaju mundurkan miliknya. Hingga akhirnya mencapai pelepasan. Setelah selesai dia langsung membantu sang istri untuk merebahkan tubuhnya. Terlihat Celine yang tengah mengatur nafasnya. Tubuhnya sudah merasa sangat lelah.
__ADS_1
Setelah membersihkan sisa- sisa dari percintaan di milik sang istri dan juga miliknya, papi Jo langsung naik ke ranjang. Dan langsung menghujani ciuman di pucuk kepala, kening, dan kedua pipi sang istri. Dan mengucapkan terima kasih.
"Sebentar lagi aku akan melahirkan buah hati kita, ku harap kamu tak mencari kepuasan dengan wanita lain! Aku mencintaimu..." ungkap Celine dan Jo memberikan senyum termanisnya.
"Mana mungkin aku akan melakukan hal itu, di saat kamu baru saja berjuang melahirkan anak kita. Meskipun suami kamu ini mesumnya tingkat dewa, tapi aku berjanji tidak akan pernah mengkhianati kamu. Karna aku mencintaimu....Aku akan selalu menjaga kepercayaan yang telah kamu berikan padaku." sahut papi Jo membuat Celine merasa terharu dengan ucapan sang suami yang selalu mencintai dan romantis kepadanya.
❤️❤️❤️
Waktu kelahiran buah hati semakin dekat, papi Jo membuktikan dirinya sebagai suami siaga. Dirinya saat sedang sibuk berkutat dengan laporan yang dia terima. Karna papi Jo akan menemani sang istri satu hari sebelum menjelang sang istri melakukan operasi dan sampai sang istri di perbolehkan pulang ke rumah.
Segala persiapan sudah di lakukan, dari dekorasi kamar bayi yang di dekor dengan perpaduan cewek dan cowok dan juga semua perlengkapan yang di butuhkan kedua buah hatinya. Celine merasa beruntung memiliki suami yang luar biasa, meskipun sibuk bekerja selalu menyempatkan dirinya untuk selalu menjadi suami siaga.
"Sepertinya aku ingin memberi nama mereka yang berawalan huruf A. Karna sampai saat ini aku masih belum menemukan nama yang cocok untuk kedua baby kita yang berawalan huruf C. Tapi tenang saja pasti aku yang akan memberikan nama untuk mereka, agar mereka tahu jika papinya lah yang membuat mereka." sahut Papi Jo sambil terkekeh. Mereka terlihat harmonis dan mesra kembali, tak ada lagi kemarahan di hati papi Jo.
"Sayang...aku menginginkan lagi. Aku rasa bekal aku belum cukup untuk menggantikan 40 hari berpuasa." ujar papi Jo sambil mengerlingkan sebelah matanya. Membuat sang istri memutar bola matanya merasa malas.
Namun bukan namanya papi Jo jika harus menahan rasa inginnya. Tangannya sudah mulai membuka kancing daster sang istri.
"Bangunlah, aku kesulitan membukanya!" ujar papi Jo. Dan Celine mengikuti keinginan suaminya. Meskipun dirinya sudah sangat kesulitan, tapi Celine berusaha menuruti keinginan sang suami. Dia takut jika sang suami mencari kepuasan di luar bersama wanita lain.
__ADS_1
"Aaahh...sayang..." racau Celine saat sang suami menghisap duo semangkanya secara bergantian. Papi Jo ingin memuaskan dirinya, karna selama dua tahun dirinya akan berpuasa bermain di duo semangka milik istrinya yang jumbo.
"Sayang aku coba posisi aku di atas ya? Tenang saja aku tak akan menindih perut kamu, aku akan menjaga jarak agar buah hati kita merasa terganggu." ujar papi Jo dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.
Papi Jo langsung melebarkan kedua pangkal paha istrinya dan memposisikan si Bray ke lubang kenikmatan milik istrinya.
Bles
"Aaahhh...nikmatnya!" racau papi Jo yang merasa milik istrinya masih terasa sempit dan menggigit. Papi Jo langsung memompa sang istri. Semakin lama semakin cepat karna papi Jo merasa sudah tak tahan, hingga akhirnya mengalami pelepasan.
"Mana mungkin aku bisa mencari kenikmatan di luaran sana, jika milik kamu sungguh sangat nikmat. Membuat aku merasakan puas." puji Papi Jo membuat mami Celine tersipu malu karna sang suami membahas masalah sensitif.
Esok Celine sudah masuk ke rumah sakit. Karna satu hari menjelang persalinan, Celine di wajibkan untuk menginap di rumah sakit dan berpuasa. Dan kini dirinya sudah berada di rumah sakit di dampingi sang suami.
"Sayang...kamu tak perlu merasa gugup seperti itu! Aku yakin operasi akan berjalan lancar! Aku akan selalu ada untuk kamu!" ujar papi Jo mencoba menenangkan sang istri yang terlihat panik. Celine meneteskan air mata, dia merasa takut kalau nantinya dia akan meninggal setelah melahirkan sang anak dan harus berpisah dengan suaminya.
"Kalau aku pergi untuk selamanya, apa kamu akan menikah lagi dan melupakan aku? Aku titip kedua anak kita, carikan ibu pengganti buat mereka yang menyayangi mereka nantinya! Dan kamu izinkan kamu untuk menikah lagi, aku tak ingin kamu menyandang status duda terlalu lama!" ujar Celine sambil terisak tangis. Bayangan operasi dan akan gagal menari di pikirannya. Baru kali ini dirinya merasakan harus di operasi dan bermalam di rumah sakit.
"Kamu itu ngomong apa sih? Mikirnya jauh banget. Aku yakin semua berjalan lancar, karna kamu ga ada masalah apa-apa. Lebih baik kamu tenangkan hati kamu, pikirannya yang bahagia. Kalau stres justru tak baik untuk kamu!" ucap Papi Jo dan Celine mengangguk. Memahami ucapan suaminya.
__ADS_1
"Lantas kalau aku setelah melahirkan tubuhku akan gendut dan tidak sexy lagi, apa kamu akan meninggalkan aku? Mencari yang lebih sexy?" tanya Celine menyelidik, membuat papi Jo malas menjawabnya. Karna jika sudah merasa cinta, mau badan istrinya mirip gentong air minum atau segede gajah, papi Jo masa bodo karna bagi papi Jo sang istri sudah berjuang melahirkan kedua anaknya dan mengorbankan jiwanya.